
Alika melangkah dengan gontai kearah ruang rapat, namun dia harus tetap terlihat profesional, di hadapan semua karyawan nya tersebut.
"Bu..? anda kenapa? apa anda kurang sehat?? " tanya karyawan yang berpapasan dengan alika, iya bertanya seperti itu karena melihat mimik muka bosnya tersebut sangat pucat.
"Tidak, kalian lanjut saja kerja kalian, agar kalian bisa cepat kembali " ucapnya dengan nada datar dan masih dengan raut wajah datar.
"Baik bu" Karyawan tersebut pun kembali ke tempat kerjanya dan menyelesaikan segera pekerjaan yang ada di mejanya.
Alika masuk kedalam ruangan rapat, iya melihat semua karyawan dari bagian humas sudah ada di sana, Meraka menyapa saat alika masuk kedalam ruangan tersebut dengan dijawab oleh satu anggukan saja.
Rapat kini di mulai oleh manajer departemen humas, satu persatu menyampaikan semua ide dan pemikiran mereka, namun alika yang sedang menahan rasa berat dan sakit di kepala bagian belakangnya itu, dia menjadi tak fokus dengan semua yang di bidang cara kan para karyawan nya tersebut.
"Bagai mana menurut ibu?? " tanya manajer departemen humas tersebut kepada alika.
"Hem, kalian bisa kirim kan hasilnya pada saya nanti, saya akan kembali terlebih dahulu keruangan saya, bila ada apa-apa cari gibran " ucapnya sembari meninggalkan ruang rapat.
"Ada apa dengan Presdir hari ini sepertinya selama berjalannya rapat dia tak fokus?? apa ada yang memnngangu pikiranya, atu dia kurang sehat?? " tanya salah satu karyawan yang mersa terheran, karena tak seperti biasanya presdir nya itu tak fokus dalam rapat.
"Entah lah mana aku tau, aku tak berani ikut campur urusan presdir, kita lebih baik tak mencari tau kalo tak mau kehilangannya pekerjaan " jawab yang lain sembari berbisik.
"Emh... Ya sudah rapat kali ini selesai sampai di sini, kalian bisa kembali kerja untuk kelanjutannya akan saya atur rapat di kemudian hari, sepertinya presdir sedang kurang sehat " ucap manajer departemen membubarkan acara rapat tersebut.
Mereka bubar satu persatu keluar dari ruangan rapat tersebut, untuk kembali pada menjadi kerja mereka masing-masing.
Sedangkan alika yang sedang berada di ruangan, dia segera melepas jas yang iya kekanakan dan menarok nya di sofa.
"Kenapa kepalaku berat sekali rasanya, apa aku akan mati srkarang juga,aahhh tidak... tidak... tidak.. aku masih belum membalas dendam dan mengembalikan semua hutang sakit pada mereka " racau nya srmbari mengusap kasar mukanya tersebut, dan menyenderkan kepala ke sofa.
"Hah jika aku mati?, ada lah yang akan peduli dan memakamkan ku dengan layak ?Hais sudah lah mati atau hidup itu urusan nanti, sekarang pekerjaan sudah menumpuk " racau nya lagi sembari bangkit dari sofa dan berjalan ke arah meja kerja dan duduk di kursi kebesarannya.
******
Alex terbangun dari tidurnya, langsung pergi ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka.
"Hah ternyata aku ketiduran, sudah lah aku akan kembali ke vila terlebih dahulu " ucap alex sari melangkah keluar dari kamar mandi
Alex mengambil ponsel nya yang iya taroh di atas nakas samping tempat tidurnya, dan berjalan keluar dari kamarnya.
"Tuan anda akan kemana?? " tanya penjaga pintu yang melihat alex yang akan pergi.
__ADS_1
"😒😒Apa urusannya aku mau kemana dengan kalian?? " tanyanya dengan sinis.
"Tidak ada tuan , cuman tadi queen berpesan saat belum pergi kekantor agar tuan harus selalu waspada dan jangan kelayapan sembarangan, karena musuh sedang mengincar, apa lagi mereka pasti tau kalo keadaan kita sekarang sedang lemah tuan " jelas penjaga itu menyampaikan apa yang di sampaikan oleh alika.
"Emh aku tau, aku bukan anak kecil lagi yang harus di nasehati setiap hendak keluar " ucap nya sembari berlalu pergi.
Sebelum alex kembali ke vila dia pergi ke rumah sakit untuk melihat cristian dan juga bara. saat di rumah sakit dia berjalan menunduk sembari melihat handphone nya, di sana ada pesan dari seorang gadis yang menanyakan keberadaan alex karena iya tak ada di sekolah.
"Cih... gadis ini mendapat nomor ponsel ku dari mana?? " gumamnya sambil berhenti di salah satu pintu ruangan VIP.
"Eh seperti nya sedang ada orang yang berkunjung?? " gumamnya karena terlihat pintu tersebut agak terbuka.
Alex tak jadi masuk dia pun kembali berjalan beberapa langkah ke depan , saat sudah sampai di depan pintu, iya membuka pintu tersebut, saat melihat kedalam terlihat lah seorang pria yang sedang terbaring di sana.
"Bagai mana keadaan mu?? " tanya alex saat sampai di tepi ranjang pasien.
"Saya sudah membaik tuan, tuan apakah anda baik-baik saja, maaf saya tidak bisa melindungi anda " ucapnya yang merasa bersalah.
"Sudah seharusnya aku yang meminta maaf, karena aku yang memaksa ingin kembali kemari lain yang menjadi korban kekejaman wanita itu, sebaiknya sekarang kau istirahat dengan benar, dan kembali pulihkan badan mu, aku akan segera kembali ke vila " ucapnya yang masih duduk sembari melihat tangan di dada.
"Baik tuan, terima kasih sudah mau menjenguk saya, dan hati-hati di jalan " ucapnya dengan lemah.
Alex keluar dari ruangan gibran dan saat melihat di luar ruangan alex melihat keluarga veloz ada di sana.
"Oh ternyata keluarganya yang sedang menjenguk, baik lah kalo begitu lain kali saja aku melihatnya, sekarang aku kembali saja dulu , untuk mencari tentang keberadaan ibu " gumamnya sembari berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Sedangkan kini keberadaan alika di perusahaan, yang masih saja sibuk dengan aktivitas mereka, begitu juga dengan alika, iya sama halnya sibuk dengan semua tumpukan dokumen dan berkas di atas meja nya.
'Tok... tok... tok.. '
Ada suara ketukan pintu , yang membuat alika terhenti sejenak, dan menarik napas perlahan.
"Masuk.... !!"perintah hanya pada sangat pengetuk.
Orang yang berada di luar pintu langsung membuka dan menampakan wajah tampan nya dari balik daun pintu.
" Permisi Bu"ucap nya saat pintu sudah terbuka.
"Emh, ada apa? " tanya nya sembari masih fokus kepada komputer nya tersebut.
__ADS_1
"Ini bu saya ingin memberikan semua data yang anda suruh untuk saya mengumpul kan-nya untuk anda " ucap orang tersebut sembari menyerahkan amplop coklat ke atas meja alika.
"Apa yang telah kamu temukan, selama penelusuran?? " tanya alika sembari menggapai amplop coklat tersebut.
"Selama saya menelusuri orang yang anda minta, saya menemukan bahwa, keluarga tersebut memeng ada kaitan nya keluarga santoso, tapi untuk nona mudanya dia belum tau kalo sedang di manfaat kan oleh keluarga untuk mendekati tuan muda, jika ingin lebih jelas semua ada di dalam amplop tersebut. "ucap pria tersebut yang ada di hadapan alika.
" Emh baik lah uang mu sudah ku transfer, kau bisa cek sendiri di akun bang mu, pergilah saya masih banyak pekerjaan "alika mempersilahkan pria tersebut untuk pergi keluar.
" Baik Bu, terima kasih saya tunggu perintah dari anda kembali "ucap nya sembari melambaikan tangan dan berlalu dari ruangan tersebut.
" Heh ternyata benar dugaan ku, neraka tak sesederhana seperti yang terlihat, ternyata mereka bergerak melalui alex ya. "gumamnya sembari bersandar di kursinya.
" Kita lihat sampai mana kemampuan kalian untuk mengancam diriku mengunakan anak itu?? "seringai nya sembari menatap langit-langit ruangan kerjanya tersebut.
Alika kembali menatap ke layar komputer, dia berfokus kembali kepada semua berkas dia ingin cepat menyelesaikan semua pekerjaan nya tersebut, dan segera kembali.
Hari sudah mulai berangsur larut di perusahaan hanya tinggal alika dan beberapa karyawan yang masih belum menyelesaikan pekerjaan nya.
Alika meregangkan otot-otot nya dan berdiri dari kursinya, dia susah menyelesaikan pekerjaan bagiannya nya, dan berjalan keluar untuk segera kembali, dan beristirahat di rumah, namun iya berhenti sejenak saat melihat salah satu ruangan yang lampunyaasih menyala.
"Kau belum pulang, ini sudah hampir larut pulang lah...! " ucap alika yang dingin namun masih menaruh perhatian pada karyawan nya tersebut.
"Ehh ibu presdir, iya bu ini masih ada sedikit lagi pekerjaan saya, sesudah ini saya akan kembali " ucap karyawan tersebut sembafi tersenyum pada alika.
"Ada apa ges? " ada suara dari belakangnya yang menyapa dan bertanya.
Alika membalikan badan dan melihat gibran yang juga masih ada di kantor.
"🤨🤨Sudah pekerjaan besok kau selesaikan, pulang lah " ucap nya sembari berlalu pergi.
Gibran melongok ke arah pintu dan iya melihat ada karyawan yang tadi di ajak bicara oleh alika.
"Oh kau masih belum selesai??, sudah kau kerjakan besok saja lagi ini sudah malam, sebaiknya segera kembali, jika semakin larut susah untuk mencari kendaran umum, bos pun sudah menyuruhmu pulang " ucap gibran
"Baik Pak, tapi ini tanggung hanya ada beberapa dokumen lagi yang harus saya selesaikan " jawab karyawan tersebut.
"Sebaiknya kau pulang, jika terjadi sesuatu di perusahaan, dan kau yang pulang terakhir makan semua bisa di jadikan sang penyebab atau tersangka , jika presdir tak ada lagi di kantor sebaiknya kau kembali, apa lagi ini sudah malam " ucap gibran lagi memperingatkan karyawan tersebut, yang tadinya perkataan dan mimik muka gibran yang ramah tiba-tiba berubah menjadi dingin .
Karyawan tersebut merasa takut dengan perkataan gibran, dan dia melihat raut wajah gibran yang tiba-tiba berubah dingin, iya pun langsung membereskan semua barang di meja nya.
__ADS_1