
Gresia hanya duduk diam memerhatikan tingkah laku gibran yang gila di hadapannya, iya meracau seperti tak mengenal leleh.
"Gresia..... aku mencintaimu.... aku sungguh.... sungguh.... mencintaimu......!!!!! hahahah... tapi aku sakit hati Gresia.. kamu tak pernah membalas perasaan ku, aku selalu ada di setiap rasa sakit mu, tapi kamu tapi pernah tahu perasaan aku ini " racau nya yang sembarangan itu membuat Gresia menjadi pusing sendiri.
"Cih..... orang gila seperti kau...... tak ada yang menginginkan nya " ulas nya sembari berlalu pergi meninggalkan gibran. ke arah pintu rahasia yang ada di ruangan tersebut.
Saat Gresia keluar dari ruangan tersebut iya membawa satu botol amer dan beberapa bilah belati yang memiliki ukuran inisial nama yang cantik berwarna emas di atas nya.
Gibran melihat itu langsung berlari ke arah Gresia seperti anak kecil yang melihat permen.
"Aku mau.... aku mau.... aku mau... hahahaha..... ayok kita main bersama hahaha..... " gibran mengambil salah satu belati itu dan berlari.
"Gila.... siapa yang ingin bermain dengan mu.... " gumam kesal Gresia.
Gresia menuang kan amer kedalam Loki dan menarik gibran untuk meminum nya.Gibran memberontak namun dengan sekuat tenaga Gresia mencekoki nya. Ternyata tak sebaik itu didalam amer tersebut telah Gresia tambah dengan bubuk racun yang akan bereaksi dikala gibran mencoba mengingat apa pun atau akan bereaksi di kala malam hari.
Penawar nya hanya ada di tangan Gresia, karena itu racun racik kanya sendiri jadi tak ada yang memiliki selain Gresia, siapa saja yang telah menelan racun itu seakan berhalusinasi nasi dan hidup segan mati pun tak mau.
"Kau.... memberi aku minum apa??? " di kala gibran sadar dari kejiwaannya iya bertanya pada Gresia apa yang iya berikan pada nya .
"Hanya segelas amer yang telah ku berikan racun yang akan menyiksa sisa hidup mu... 😈😈" bisik Gresia di telinga gibran.
"Kenapa kau tak langsung saja membunuh ku Gresia... kenapa kau harus perlakukan aku seperti ini.....!!!!! " teriak nya pada Gresia.
"Karena mati itu terlalu mudah untuk kamu yang berhiaskan.... dan aku juga tak mau melihat kami mati dengan cepat, tapi aku ingin melihat kamu tersiksa dan mati secara perlahan oleh racun tersebut,HAHAHAHAHAHAHAH" ujar nya lagi sembari tertawa lepas.
Gibran mulai merasakan dari efek racun yang di berikan Gresia, yang mana di awali dengan halusinasi nasi , seakan iya melihat jurang penuh dengan pedang yang menjulang ke atas dan iya akan terjatuh kedalam nya, Iya juga merasakan sakit yang teramat sakit di bagian dadanya dan kaki menjadi lemas.
"Selamat menikmati....! 😈😈😈" bisik Gresia saat sebelum iya pergi keluar meninggalkan gibran sendirian dengan rasa takutnya di dalam ruangan tersebut.
Gresia yang sedang berjalan melewati semua bagian markasnya, di sana iya berpapasan dengan sindi yang mana, sindi memang sedang mencari Gresia, namun saat sindi melihat Gresia yang berlumuran darah menjadi sedikit takut .
"Nona.... sekarang nyonya Astrid... sudah siuman" ujar sindi yang langsung pada inti pembicara.
"Emh.... " jawab nya sembari pergi melewati sindi.
__ADS_1
Tapi sebelum iya pergi keriangan rawat tantenya iya pergi untuk membersihkan dirinya dan berganti baju, agar tak tercium bau ia darah yang pekat di tubuhnya tersebut.
"Nona Gresia... sepertinya habis membunuh seseorang, atau iya terluka, sepertinya tadi saya tidak salah dengar juga kalo ada penyerangan di sini " gumam nya bertanya pada diri sendiri.
Sindi bergegas keruangan tempat biya merawat nyonya Astrid, iya tak menyadari kalau dari belakang alex mengikutinya keruangan itu, karena alex merasa curiga kenapa suster sindi berasa di markas, jika bukan ada orang yang sedang dirawat dan di sembunyikan di sana.
Sindi masuk kedalam dan langsung menutup lagi pintu, iya melihat Astrid yang sedang duduk menatap lurus ke arahnya.
"Nyonya ada yang bisa saya bantu???? " tanya sindi.
"Sus..... bisa tolong saya jelaskan ini dimana, kenapa ini seperti bukan di rumah sakit??? " tanya nya dengan suara pelannya.
"Emh... baik akan saya jelaskan nyonya, sekarang anda sedang di rawat pribadi di mansion pribadi nian Gresia " jawab sindi dengan perlahan.
Alex yang menguping dari luar iya menjadi penasaran siapa yang di ajak bicara oleh suster sindi di dalam sana, saat hendak membuka pintu tiba-tiba pundaknya ditepuk dari belakang.
Alex yang terkejut dengan reflek menangkap tangan tersebut dan memutarnya dengan kencang.
"Aduuhhhhh...... sakit bego..... apa loe mau gue bunuh hah.....!!!!!! " racau cristian yang kesakitan.
"Lagian ngapain kau mengejutkan ku???! " ketua Alex yang melepaskan tangan cristian.
" Bukan urusan kamu...!! "ucap alex dengan ketus sembari pergi dari depan ruangan tersebut.
" Aneh.... apa iya mengetahui sesuatu?? "tanya nya.
" Sedang apa kau di sini.....!!!! "suara yang sangat dingin bertanya pada cristian dari arah belakang.
" Ehh..... "Cristian terkejut dan langsung berbalik ke belakang dan terlihat muka dingin dan tatapan tajam dari kedua mata orang yang ada di hadapannya sekarang.
" Eh.. ti.... tidak a..... ada... aku hanya kebetulan lewat sini saja "jawab cristian dengan sedikit gugup.
" Oh iya gres.... sepertinya alex sudah mengetahui sesuatu dari ruangan ini "ujar cristian yang mengingat tadi alex sedang menguping sesuatu di balik pintu.
" Itu tugas mu untuk mencari tau, sampai tau apa yang sedang iya lakukan di sini "ucap Gresia yang sangat dingin itu.
" Baik.... "jawab cristian.
__ADS_1
Gresia langsung pergi dari hadapan cristian dan masuk kedalam ruangan tersebut, untuk melihat apa yang di katakan suster sindi tadi.Sedangksn cristian iya pergi untuk menyelidiki apa yang di ketahui oleh alex.
Saat Gresia masuk kedalam iya melihat Astrid sedang duduk menatap ke arah sudut ruangan yang mana di sana tersimpan beberapa manekin yang berbalut baju yang sangat rapi.
"Sus..... kenapa patung-patung itu di simPATI di sudut ruangan itu??? " tanya nya pada Suster sindi.
"Ah...... itu ruangan sebelah bu yang menyimpan semua pakaian seperti toko lagi itu hanya terhalang dengan kaca transparan saja " jelasnya .
Yang mana emang di tempat di letakan nya baju itu terletak di sudut ruangan namun kalo di lihat lagi dari dekat sebenarnya itu ada satu ruangan .
Gresia merubah mimik wajahnya yang tadinya dingin seketika menjadi, hangat dan manis iya berjalan menghampiri Astrid. Suster sindi yang sadar akan kedatangan Gresia dia pun mundur membiarkan Gresia dan tantenya untuk berbincang untuk pertama kalinya.
"Halo tante bagai mana kabarnya???? " sapa Gresia sembari menanyakan kabar.
Astrid menoleh ke asal suara dan mengerutkan dahi nya bingung melihat anak perempuan di depan matanya tersebut.
"Hai.... kabar saya sudah membaik, kalo boleh tau kamu siapa??? " tanya Astrid yang tak mengenali Gresia, maklum karena saat terakhir kali Astrid melihat Gresia sewaktu iya masih berusia 5tahun .
"Kenalin tante aku Gresia, " ujar nya memperkenalkan diri pada, Astrid.
"Oh... kamu yang merawat saya, di sini, selama ini terima kasih ya maaf sudah menyusahkan kamu nak " jawabnya yang mengingat apa yang di katakan suster sindi jika iya di rawat oleh Gresia.
"Iya tak apa tante, ini juga sudah kewajiban saya untuk merawat tante, "jawab Gresia yang agak sedikit kecewa karena iya tak dikenal oleh Astrid.
" Oh iya tante saya masih ada pekerjaan, jadi tante saya tinggal dulu ya, Selamat malam selamat beristirahat "ujar Gresia sembari bangkit dari duduknya.
" Susah tengah malam begini, ada pekerjaan apa lagi nak????, bukanya malam itu waktunya untuk beristirahat??? "ujar Astrid yang merasa heran karena memeng hari sudah semakin larut.
" Aku tadi membawa pekerjaan dari kantor tante, besok harus segera di serah kan jadi harus aku selesaikan malam ini juga "ujar Gresia aali menjawab.
" Oh..... ya sudah jangan terlalu lelah "ucap Astrid sembari menasehati Gresia agar jangan terlalu mementingkan pekerjaan, iya juga harus mementingkan kesehatannya.
Gresia mengangguk dengan senyuman manis nya dan iya berlalu keluar, tapi saat muka tak menghadap Astrid mimik muka dan sorot matanya kembali menjadi dingin.
"Cepat sekali nona Gresia mengubah mimik mukanya, senyuman yang ramah dan manis tadi dalam sekejap menghilang " gumam dokter yang menangani Astrid , yang berbisik pada sindi.
"Huuuusssttt..... awas nanti terdengar oleh nya " sindi memperingatkan dokter itu agar diam tak banyak bicara.
__ADS_1
Dokter itu langsung diam saat di peringatkan oleh sindi, karena iya juga mendengar rumor kekejaman Gresia, jika iya tersinggung.
Kini semuanya pun beranjak untuk beristirahat, karena hari sudah sangat larut meraka juga sudah sangat leleh.