Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Ke tak adilan


__ADS_3

Rapat kala itu berlangsung seharian jeput meraka yang sedari pagi belum sarapan, sudah pasti kelaparan kini muka meraka sudah sangat pucat dikarenakan belum makan, waktu makan siang pun sudah berlalu.


"Ini kapan aja berakhir, aku sudah tak bisa untuk bertahan karena perutku sangat sakit " keluh salah satu direktur pada yang lainya begitupun yang lain semua orang saling berbisik satu sama ulin dengan jarang yang dekat.


"Entah lah aku pun tak tau ini kapan akan berakhir" jawab yang lain


Gibran yang tau apa yang meraka katakan, dia pun menghampiri Gresia dan berbisik padanya.


"Gres sebaik nya ini rapat kita sudahi sampai sini, kasihan mereka lihat lah muka meraka semua sudah pucat bagai kan mayat yang bernapas " bisik nya


"Apa peduli ku " jawab singkat Gresia sembari melihat sekilas pada mereka dan kembali fokus pada laptopnya.


Cristian melihat meraka sangat lah kasihan, kini dia yang memberanikan diri menghampiri Gresia, tapi dia bukan ingin bicara untuk menghentikan rapat.


"Gresia aku izin keluar sebentar, ada urusan yang harus aku selesaikan nanti aku kan kembali ke mari " bisik cristian kepada Gresia yang tak ada tanggapan sama sekali.


Gresia dengan muka kesalnya bangkit dari duduk nya dan menutup laptop, dan melangkah tanpa berkata dengan tangan yang masuk kedalam kantong jasnya, tak ada yang tau jika kini Gresia sudah menggenggam sebuah pistol yang siap untuk di arahkan. Saat Gresia di ambang pintu dia berbalik dan.


'Dor.... ' dia menembak salah satu direktur.


"Aaaaaaaahhhh" jerit semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut karena merasa takut dan kaget akan tembakan tersebut.


"ada apa ini kenapa direktur wulan di tembak " pertanyaan mereka.


"Berhenti di sana nona Gresia....!!!! " jerit salah satu anggota rapat.


"Ini bagai mana, harus kita apakan direktur wulan " tanya yang lainya


Kepada di ruangan rapat tersebut menjadi kacau dan ricuh semua berhamburan dan ketakutan melihat Gresia yang masih memegang pistol.


"Nona ananda melanggar hukum, karena telah membunuh orang tanpa salah...! " ujar manager fajri.


"Benarkah...?? " ucap Gresia dengan belagak tanpa salah dan dosa.

__ADS_1


"Apa salah nya hingga anda membunuh orang tanpa salah nona?? " tanya fajri sembari ketakutan namun tetap meme beranikan diri demi ke adilan pikirnya.


"Harus kalian tau jika berani berkhianat itu lah ganjarannya, apa kau masih ingin membelanya apa kau juga salah satu darinya yang memakan dana perusahaan?? " jelas Gresia dan berbalik bertanya.


Semua orang terkaget saat mendengar ucapan Gresia tentang hukuman pengkhianat, ya itu harus mati di tempat, tanpa ada kata pembelaan.


"Dia tak mungkin berkhianat nona dia orang yang jujur dan baik " bela fajri lagi karena semua orang tau kalau wulan itu utangnya baik dan jujur dalam segalanya. begitupun di pemikiran gibran dan cristian.


"Benar Gresia, kenapa kamu tak mencari tahu dulu, jangan asal membunuh orang yang tak tahu apa masalahnya "gibran ikut membela.


" Benarkah seperti yang kau katakan?? " tanyq Gresia tanpa dosa, dan kini dia mengacungkan lagi pistolnya dan.


'Dor... dor... '


"Aaaaaaaaaaaaaahhh'


Tertembak lagi satu orang yang bernama Herman, membuat meraka menjerit dan semakin ketakutan.


" Gresia hentikan kenapa kau membunuh semua orang yang ada di sini, tanpa bertanya yang sebenarnya dulu, ini seperti bukan dirimu Gresia " bentak cristian karena sikap Gresia sekarang tanpa ada belas kasih, yang biasanya tak seperti ini meski ada pengkhianat biasanya dia akan menghabisinya jika semua orang sudah tak ada di sana.


"Heh susah ku katakan di dunia ini tak ada orang yang benar-benar baik dan tulus apa lagi jujur, sudah kalian bisa pulang besok bisa knal kerja seperti biasa " Gresia tak terlalu menanggapi semua perkataan orang dia berlalu pergi dari ruangan itu setelah membubarkan rapat.


Saat Gresia sampai di depan lobi ada polisi yang datang. Gresia sudah menebak pasti ada orang yang melapor .


"Tuan gibran nona cristian ini bagai mana, kami tak bisa lagi untuk bekerja sama dengan G'A group karena kami tak mau nyawa kami sia-sia melayang " keluh para anggota direksi dan yang lainya.


"Harap tenang, saya tau ini mungkin melanggar hukum, tapi nona Gresia pasti tak salah membunuh orang " gibran berusaha menenangkan mereka dan kini dia membuka laptop milik Gresia, yang mana di situ di ketahui siapa yang telah mengelakkan dana perusahaan.


"Lihat lah kalian jika tak bersalah tak perlu takut, kalian tak akan mati jika tak salah " ujar gibran lagi sembari menyalakan proyektor ke arah depan.


Membuat orang yang di sana terkaget ternyata kedua orang yang di tembak itu memang bersalah, tapi mereka tetap saja taku dan hendak menarik saham dan modal meraka karena tak mau mati konyol.


" Ya meski mereka bersalah kenapa tak melaporkannya saja ke pihak berwajib, bukan di hakimi dan di bunuh seperti ini dengan keji "ucap fajri yang merasa takut dan merasa tak ada ke adilan.

__ADS_1


" Benar itu tuan gibran, ini tak adil negara kita ada hukum, kenapa harus di bunuh secara sadis "sahut yang lainya.


Membuat gibran kewalahan atas semua yang di katakan mereka dan tak tau apa yang harus di ucap kanya lagi, dan tibalah polisi di ruangan itu.


" Permisi kami mendapatkan laporan bahwa di sini ada pembunuhan.!!!? "ucap komandan kepolisian.


" Benar pak polisi, ini ada dua korbannya " jawab mereka.


"Di sini siapa si pelaku? " tanya komandan ke seluruh orang yang ada di sana.


"Pelaku sudah pergi, tapi meraka berdua juga kaki tangan nya " tunjuk yang lain ke arah gibran dan cristian.


Komandan polisi menoleh ke arah orang yang di tunjuk dan dia melihat gibran, polisi itu tersenyum ramah, para polisi sudah tau siapa mereka berdua jadi polisi hanya tersenyum dan menghampiri .


"Selamat sore tuan nona, apa bisa ikut kami sebentar untuk menjelaskan semuanya?? " tanya polisi itu ramah karena tak mau menyinggung mereka.


"Baik Pak mari ikut ke ruangan saya" ucap gibran sembari mempersilahkan kan komandan polisi untuk keluar terlebih dahulu.


Sedangkan anggota kepolisian yang lain di temani cristian untuk membereskan dia mayat tersebut.


"Kalian boleh pulang jika ada urusan, besok kita bicarakan lagi dengan presdir " ucap cristian.


Semua orang berhamburan untuk pulang karena tak mau lagi menghabiskan waktu di tempat itu.


"Tuan gibran??.... " perkataan komandan polisi potong oleh gibran yang sudah tau tujuan pertanyannya.


"Saya tau apa yang ingin anda tanyakan, mereka berdua korupsi di perusahan dan mereka juga merupakan penyeludup senjata ilegal dan obat-obatan terlarang , maka dari itu queen membunuh nya, karena dia tau kalian tak akan bisa untuk menangkap mereka " jelas gibran sembari memperlihatkan data yang di temukan gresia tadi.


"Baik lah kalo seperti itu tuan kamu juga mengucapkan terimakasih karena sudah membantu kami, yang sudah lama menang mencari mereka namun sulit untuk kami lacak " ucap komandan polisi itu.


"Ya tak masalah " Jawa gibran singkat .


"Kalau seperti, itu kami permisi tuan untuk kembali karena masih ada kasus yang harus kamu urus " ucap pamit komandan polisi.

__ADS_1


"Iya silahkan. " gibran mempersilahkan nya.


Kini komandan polisi itu pergi untuk menemui rekan nya dan kembali ke kantor nya.


__ADS_2