
Dua tahun sudah berlalu kini perusahaan SIAN GROUP yang di kota B di pimpin oleh alex sedangkan A'N group di pimpin oleh cristian, dan G'A group masih di pimpin oleh gresia sendiri.
Semua orang tau kalo gibran hanya lah bawahan gresia yang tau pernikahan keduanya hanya keluarga saja.
Cristian kini sudah memiliki anak berusia 1rltahun Sekarang mereka semua sedang berkumpul semua di kediaman gresia hanya sekedar untuk berkumpul karena setelah pernikahannya cristian tak pernah berkumpul.
"Alex belum datang ya gres....??? " cristian yang sudah ada di sana sejak 1jam yang lalu.
"Emh..... " jawab nya sembari berlalu.
"Gib..... loe kok keliatan makin kurus aja hah...., loe di embat terus sama gersia ya...., hebat banget dia sampek buat loe kayak gini...!! " celetuk nya yang membuatmu gibran yang mendengar nya tersedak oleh liurnya sendiri.
"Uhuk... uhuk... uhuk..... "
"Ais... sayang kamu kok bicaranya ngawur kasian tuh " senggol zainal yang sedari tadi nyimak di sebelah mereka.
"Ya.... kan cuman nanya yang... bener gak gib...?? " jawab nya sembari melempar pertanyaan pada gibran.
"Gak .... aku kurusan mungkin ini efek dari aku yang sering lembur jadi makan tak teratur.... aku juga sibuk " jawab gibran.
Sebenarnya gibran didalam hatinya ada rasa sedih, meskipun secara agama dan negara memeng iya dan gresia sudah menikah tapi dia juga sadar dia hanya budak bukan lah suami yang sesungguhnya di mata gresia, ucapan yang vulgar dari cristian hanya, iya anggap seperti siku nya kejedot meja.
"Ya kalo kerja tau waktu dong....??? oh iya kalian kapan nih mau punya anak....??? " Lagi-lagi cristian melontarkan pertanyaan yang sulit untuk gibran jawab.
"WOOOOIIIIII ....... I KAMING..... ALEX YANG GANTENG DATANG.....!!!! " semua seisi rumah di buat terkejut mendengar teriakan dari depan pintu.
"DI SINI BUKAN HUTAN....!!!! HORMATI MANUSIA YANG MEMILIKI TELINGA......!!! " teriak seseorang yang sedang menuruni tangga.
"Aduh gres.... gak usah ikut teriak juga pecah nih gendang telinga kami...?!! " keluh semua orang yang ada di ruang keluarga.
Gresia tak peduli dia duduk di samping gibran dan menatap alex yang baru datang itu dengan tatapan sinis dan dingin nya itu.
"Hai.... semua pasti kalian kangen aku kan.... " sapa alex
"Huuuuaaa.... kangen banget... dah lama banget gak ketemu " cristian dengan antusias langsung memeluk alex.
"Udah ah... pengap nih " alex melepaskan pelukan nya dan mendorong pelan tubuh cristian.
"Kamu kok lama baget sih sampek nya.... dari mana dulu.???? " tanya cristian.
"Ada sedikit pekerjaan dulu tadi jadi telat sampek sini nya " ulas alex sembari duduk.
"Bagai mana keadaan perusahaan....??? " tanya gresia.
"Semua aman, dalam kendali dan aku juga ingin mengajukan pencairan danan untuk proyek pembangunan desa yang sedang berjalan " ujar alex
"Emh.... besok kau datang saja ke kantor.. dan langsung ke bagian keuangan dan bicarakan dengan mereka, " usul gresia pada alex.
"Emh.... oh iya kak.... mana zian ...?? " tanya alex
"Zian sedang tidur di kamarnya... " jawab zainal .
Zian Cehelin adalah putri zainal dan cristian, yang kini sedang tertidur di temani oleh baby sister di kamar nya.
"Oh.... " alex mengangguk mengatakan .
"Dan kak gresia sama kak gibran kapan nih kasih aku keponakan....??? " Tiba-tiba alex bertanya hal tersebut.
Namun dari keduanya tak ada tanggapan hanya raut datar yang di tunjukan menatap alex , sebenarnya alex tau kebenaran di antara keduanya, selama menikah mereka tak pernah tidur satu kamar mereka hanya tinggal satu rumah saja.
Gresia meletakan sebuah map di atas meja dan orang yang di sana melirik ke arah apa yang di letakan gresia tersebut dangan tatapan bertanya.
"Ini berkas... masalah pembangunan rumah sakit yang perlu tanda tangan ku, dan sudah ku tanda tangani, gibran kau ikut dengan ku keluar sebentar " ujar gresia memecah keheningan dan mengalihkan pertanyaan alex.
"Ok tunggu aku bersiap dulu " jawab gibran lalu bergegas menuju kamar.
"Kalian di sini aja aku dan gibran ada sedikit pekerjaan, dan mungkin akan pulang malam jadi tak usah menunggu kami untuk makan malam nanti " jelas gresia.
"Ya, elah kak baru aja aku sampai udah main di tinggal aja apa gak kangen gitu sama aku yang tampan ini, gak usah harus ngurusin pekerjaan terus juga kali " gerutu alex.
"Aku ada urusan apa gak gak ada urusan sama kamu, setelah ini selesai baru nanti bisa nongkrong lagi " jawab ketus gresia.
Gibran pun turun dan berjalan menghampiri mereka.
"Sudah siap...?? " tanya gresia saat melihat gibran.
"Ya." jawab nya singkat.
Kini keduanya berjalan keluar yang mana gresia berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh gibran dari arah belakang, begitu juga dengan mereka yang melanjutkan percakapan mereka.
"Nona kita akan pergi kemana??? " tanya gibran pada gresia.
__ADS_1
"Gib.... bisa gak sih gak usah panggil aku dengan embel-embel nona.... aku risih ....!! " segak gresia yang tak tau ada pa dengan nya yang tiba-tiba ngegas.
"Emh... tapi non.... eh... gres.... apa tak keberatan jika aku memanggil langsung nama mu...?? " ujar gibran yang sedikit ragu.
Gresia hanya diam dengan tanpa ekspresi sedikit pun dia adik dengan ipad nya entah apa yang sedang iya lihat di sana. Gibran melakukan mobil nya perlahan, karena iya juga tak tau kemana arah tujuannya. Gresia yang merasa mobil nya semakin melambat iya mengerinyit kan keningnya bingung.
"Kenapa melambat... ??? kapan sampai jika seperti ini kau bisa bawa mobil tidak sih??? " ketus nya.
"Aku tak tau tujuan nya gers....?? " jawab gibran.
"Kalo tidak tau ya bertanya....???! bukan memperlambat laju mobil, kamu kok semakin sini semakin bego, berhenti turun...! " umpatnya kesal.
Gibran yang tak salah selalu saja menjadi pelampiasan amarah Gresia dia sebagai suami yang sabar dan asisten yang sabar dan setia di samping Gresia, gibran menuruti perkataan Gresia dia memberhentikan mobil di pinggir jalan iya pun turun, dan kini keduanya bertukar tempat Gresia yang kini menyetir mobil tersebut.
Gresia langsung tancap gas ke arah tujuan dengan kecepatan tinggi, syukur nya siang itu jalanan tak terlalu pada, Gibran sudah terbiasa dengan cara Gresia membawa mobil dengan ugal-ugalan seperti itu, kini iya hanya memandang ke arah jendela, di dalam pikirannya terus terngiang perkataan alex dan pertanyaan cristian tadi.
"Jangan berpikir jauh.... meski kau bersetatus suami ku.... kau harus tahu batasan " celetuk Gresia menyadarkan lamunan gibran.
Iya terkejut seakan Gresia dapat membaca pikiran nya, gibran hanya diam dan mencoba menyibukkan diri dengan melihat e-mail yang masuk ke ipad nya.
Tak lama mereka pun sampai di sebuah pelataran yang cukup luas dan di sana dapat terlihat satu gedung pencakar langit yang megah dan ramai akan pekerjaan di sana.
"Bawa semua berkas yang ada di kursi belakang " perintah nya sembari keluar dengan menggenggam ponselnya.
Gibran hanya mengangguk dan iya juga membuka pintu mobil nya dan keluar dari mobil, sebelum iya mengikuti Gresia dia tak lupa mengambil terlebih dahulu berkas yang ada di kursi belakang.
Setelah itu bari lah iya mengikuti langkah kaki Gresia yang memasuki gedung yang ada di hadapan nya , untuk menemui seseorang di dalam sana.
Sedangkan di rumah yang mana kini Zian yang susah bangun dari tidur siangnya sedang asik bermain dengan alex, sedangkan kedua orang tuanya asik untuk tidur siang.
"Sayang....uncle alex ajak jalan di luar mau gak...??? " tanya alex pada bocah kecil itu.
Alex membawa Zian berjalan di sekitaran komplek perumahan Gresia tersebut, para ibu-ibu dan orang yang melihat itu banyak yang membicarakan alex, sebagai papah muda, bagaimana tidak di anggap papah muda alex yang masih lajang dan bocah itu berjalan sembari mengendong bayi di pangkuannya .
"Iya oma.. . . Zian lagi jalan-jalan " jawab alex dengan menirukan suara bayi.
"😊Hebat kamu nak di umur kamu yang sekarang seharusnya masih asik bermain di lingkungan sekolah atau perkampusan tapi kamu sudah pintar merawat anak dan menjaganya, andai kamu belum menikah pasti akan ibu jodoh kan dengan anak gadis ibu, sangat beruntung ya istri mu nak " beberapa ibu itu sembari tersenyum pada alex.
Alex yang mendengar itu hanya diam tanpa ekspresi, tak lama ibu-ibu itu pun melanjut kan jalanya, begitu juga dengan alex sembari mulut nya komat-kamit entah baca mantra apa, hanya alex dan baby Zian yang tau.
"Huh.... papah muda....!! geli sekali aku pacara saja tak punya ini malah jadi papah muda " gumam nya sembari terus menggerutu.
"Zian memang uncle.... udah mirip pria beranak satu ya...??? " tanya nya pada bayi itu sembari mengangkat bayi itu untuk menghadap pada nya.
Zian yang tak mengerti apa-apa hanya asik mengemut jarinya sembari sesekali tertawa karena di ajak bicara oleh alex.
Kini gresia dan gibran sudah selesai dalam pekerjaannya dan hari juga sudah semakin larut, gresia membawa mobil melaju menuju ke arah bar terbesar di sana.
"Eh.... ngapain kita kesini gres....!?? " tanya gibran masih dengan bingung.
Gresia hanya menunjukan satu berkas di tangan nya dan turun dari mobil yang di ikuti oleh gibran.
"Kau tunggu di bawah saja aku sendiri yang akan melakukan pekerjaan ini "ujar nya sembari terus berjalan masuk dan masuk ke salah satu ruangan.
Gibran mengikuti perkataan gresia dia hanya duduk-duduk di kursi yang ada di depan meja bartender sembari memesan sampanye, Kini gresia pergi sudah selama 3jam namun masih belum keluar gibran juga sudah habis beberapa gelas sampanye, hingga mulai sedikit mabuk.
Tak lama gresia pun keluar dari ruangan yang iya masuki tadi dan berjalan ke arah gibran.
"Uh.... sial... rasakan akibat nya udah main-main dengan ku " gumam gresia yang merasa badannya mulai tak nyaman.
__ADS_1
"Pulang....!! " ucapnya pada gibran.
Gibran langsung beranjak mengikuti gresia dari belakang, namun iya memandangi punggung gresia iya melihat gerak-gerik gresia agak sedikit aneh, tapi iya tak berani bicara.
"Kau bawa mobil ke hotel terdekat....!!! " gresia melempar kunci yang langsung di tangkap oleh gibran.
Gresia sudah mulai tak tahan lagi dengan efek obat yang, tak sengaja iya minum bersama weni saat tadi di dalam ruangan, dan ternyata di dalam nya sudah di beri obat perangsang dosis tinggi yang membuat gresia tak bisa menahan nya lebih lama, orang yang memberi nya obat yang pastinya musuhnya.
Kini mobil sudah terparkir di pelataran hotel gibran langsung turun dan di ikuti gresia, gibran memesan kamar, namun kamar di hotel itu hanya tersisa satu dan itu juga singgel bad.
"Gres.... hanya ada tinggal satu kamar dengan singel bad apa kita harus mencari hotel lain...?? " sampai gibran pada gresia.
"Tak usah aku sudah tak tahan " gresia langsung mengambil kunci dan berjalan menaiki lift.
Sedari tadi gresia terus menahan hasrat nya mencoba mengendalikan tubuh nya agar tak sembarang menerkam orang, gibran yang semakin kebingungan karena melihat tubuh gresia yang banyak dengan peluh.
Sesampainya di kamar gresia langsung terbirit ke kamar mandi untuk berendam air dingin agar menghilangkan efek obat, sedangkan gibran dia yang sudah lelah memutuskan untuk tidur, gibran pun tidur di sofa. 1Jam sudah berlalu namun efek obat itu masih saja tak hilang gresia yang sudah tak tahan lagi pun beranjak berjalan ke luar kamar mandi, saat keluar kamar mandi iya tak sengaja melihat gibran yang sedang tertidur.
"Hem.... tak ada cara lain ck.... awas saja kau akan mati di tangan ku... " gumam nya kesal sembari menghampiri gibran.
Gresia sesaat memandangi wajah teduh gibran yang sedang tertidur itu, dan gibran yang berasal terusik karena ada tetesan air yang jatuh ke pipi mulusnya dan iya pun mengerjap kan matanya dan membuka perlahan iya sontak terkejut saat melihat siapa orang yang ada di atasnya.
"Gre.... gres... mau apa kamu...??! " tanya gibran sedikit gugup.
"Aku ingin memperkosa suami ku kenapa....???!! " ujar gresia polos nya.
Gibran sedikit berpikir dengan perkataan gresia barusan belum sempat iya menghindar bibir gresia sudah mendarat di bibir nya gibran, membeku seketika saat merasakan itu iya tak merespon, hingga gresia menggigit bibir gibran dan sontak iya membukanya.
Gresia mulai menelusuri rongga mulut gibran dengan berutal karena sudah tak kuat lagi dengan efek obat nya.
Gibran mendorong gresia hingga iya terduduk dan sadar akan apa yang dilakukan gresia menurutnya salah.
"Gres... kamu kenapa....??? sadar gres.... " gibran terus mengguncang tubuh gresia.
"Ughh.... bantu aku sekali ini saja gibran aku sudah tak tahan....kumohon bantu aku " ucapnya memelas.
"Gres... nanti kau menyesal " ucap gibran lesu.
Gresia yang tak dapat tahan lagi itu tak menunggu jawaban dari gibran iya atau tidak nya iya langsung menerkam gibran dengan berutal sembari tangan nya mencoba melepas pakaian yang di kenakan gibran.
Gibran yang pria normal dia juga memiliki gairah, dan kini situasi berbalik gibran mengangkat tubuh gresia ke arah ranjang tanpa melepaskan tautan mereka. Gibran meletakan gresia dengan perlahan dan kini keduanya dalam keadaan terbakar gairah, hingga kini sampai di adegan inti dari permainan mereka.
"Gres.... kau yakin.... ??? tanya gibran meyakinkan gresia lagi.
" Emh... cepatlah....!!! aku sudah tak tahan lagi...!!! "jawab gresia.
" Baik lah"
Gibran dengan perlahan memasukan pusaka nya ke milik gresia, gresia yang merasakan ada benda yang mulai menerobos masuk ke tubuhnya iya mencengkram erat seprai dan menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit yang ditimbulkan.
"Ugghhh... ini sangat susah gres... tahan sebentar ok.. ini mungkin akan sedikit sakit " gibran terus mencoba namun susah.
"Sa.. ugghh... sakit ... per.... emh... perlahan " gresia menahan rasa sakit.
"Ya... "
Gibran yang mulai geram karena sulit sekali untuk pusaka nya masuk ke milik gresia siapin yang kesal hingga menghentakkan nya dengan kasar.
"Aahhhhkkkkk..... perlahan bego...!!! ini sakit. ..!! " jerit gresia sembari mengumpat.
"Maaf... aku akan perlahan " gibran mencium kembali ranum milik gersia dan mendiamkan sesaat milik nya.
Gibran mulai melepaskan tautan bibirnya dengan bibir gresia dan mulai menggerakkan pinggang nya secara perlahan namun pasti.
"Emhhh... uhhhh... percepat... ahhh.... " gresia yang mulai menikmati permainan gibran kini iya merasa terbang ke angkasa.
"Aaahhh..... sekarang kau sudah menjadi milik ku gres.. ini sangat nikmat bukan " keduanya menikmati malam panjang itu dengan penuh gairah.
Gibran juga berkali-kali melakukan pelepasan di dalam rahim milik gresia hingga membuat badan nya menggeliat dan bergetar saat menerima cairan milik nya, namun seakan tak ada puasnya bagi mereka berdua, Hingga sudah berkali-kali bergantian yang memimpin permainan panas tersebut.
Hingga kini badan mereka basah dengan peluh permainan panas mereka dan seprai juga basah dengan peluh dan cairan yang mereka keluarkan.
"Gib.... aku leleh... " ucap gresia terdengar pelan.
"Ehm.... sebentar gres..... sekali lagi ini sebentar lagi aku akan keluar...aaahh.... " gibran menghentakkan dengan cepat dan tak berapa lama mereka berdua pun kelimaks.
"Aaaahhhhh~~~~" keduanya mendesah nikmat dan uuntuk kesekian kalinya tubuh gresia bergetar saat menerima cairan yang di keluarkan oleh gibran.
Gibran menarik selimut untuk menyelimuti badan mereka , mencium sekilas gresia dan kini keduanya terlelap tidur karena leleh.
Kini keduanya sudah resmi telah sah menjalin hubungan sebagai suami istri, dan gresia telah melaksanakan kewajibannya meski di bawah pengaruh obat.
__ADS_1