
Waktu makan siang pun telah tiba Gresia(alika) yang sudah selesai memasak dan membersihkan dirinya iya duduk sendiri di ruang makan tersebut menghadap ke makanan yang sangat banyak di meja, entah bagai mana caranya untuk menghabiskan semua masakannya itu.
Perlahan Gresia makan masakan yang telah iya masak tadi.
"Ternyata makan sendiri itu, sangat terasa sepi " gumam nya sembari memasukan sendok yang berisi nasi ke mulutnya.
Gresia (alika) dengan cepat menyelesaikan acara makan siangnya itu dan membereskan kembali semua piring dan makanan di atas meja. Setelah itu pergi ke kamar untuk bersiap pergi keluar.
Saat hendak melangkah kan kaki keluar, tiba-tiba alex muncul turun dari mobilnya.
"Kenapa bocah itu kesini?? " tanyanya pada diri sendiri.
"Kakak aku ingin bicara dengan mu sebentar, masalah yang tadi " ajak alex sembari menarik tangan Gresia (alika) untuk masuk kembali kedalam.
"Lepas tak usah kau tarik dan tak ada yang perlu di bicarakan bukan aku sibuk untuk kembali ke perusahaan " ketus Gresia (alika) menepis tangan alex dan berbalik pergi keluar.
"Sebenernya.. kau sudah mengetahui ini semua dari awal bukan...!!! " teriak alex yang ingin mendapatkan jawaban.
"Kalo pun iya, memangnya kenapa sudah tak usah menggangu ku " jawabnya dengan daftar karena Gresia (alika) masih merasa kesal dengan alex.
Alex mengacak rambutnya kesal karena jawaban Gresia(alika) belum mewakili semua pertanyaan di dalam benak nya, namun saat alex mencari semua kebenaran dengan caranya sendiri namun tetap saja iya rak menemukan apa yang iya cari, jalan satu-satunya untuk mengetahui itu hanya bertanya pada Gresia(alika).
"Belum waktunya kamu mengetahui semua " gumam Gresia (alika) sembari menyetir mobilnya, yang tadinya hendak ke perusahaan namun iya berbelok arah menuju ke rumah sakit, di mana tempat tantenya Astrid di rawat.
Cristian yang tadi melihat bahwa banyak sekali panggilan dari zainal dia pun datang ke rumah sakit.
Cristian melihat zainal baru saja selesai melakukan pemeriksaan di menghampirinya.
"Hai... maaf tadi aku tak mengangkat telpon dari mu karena sedang sibuk mengurusi, bocah yang susah untuk si bangunin buat sarapan " sapa Cristian dan langsung menjelaskan keadaan nya tadi pada zainal.
"Ada apa nih kamu nelpon aku tadi?? " tanya Cristian lagi pada zainal.
"Tak ada aku hanya mau memastikan keadaan mu saja, tadinya aku mau nemuin kamu habis pemeriksaan ini tapi nyatanya kamu sudah datang " jawab zainal sembari mengelus lembut puncak kepala Cristian.
"Kamu baik-baik saja kan?? apa ada yang terluka?? " beberapa pertanyaan terlontar dari mulut zainal.
Zainal merasa khawatir karena dia tau dari Bob yang ada di rumah sakit itu juga yang mengantarkan gibran, yang sedang lemah dan ada beberapa luka juga di badan Bob, jadi tau lah apa yang telah mereka lakukan, yang mana zainal juga tau kalo Cristian juga pastinya ikut serta.
"Aku baik-baik saja cuman ada beberapa yang lecet di bagian tangan " jawab Cristian sembari menunjukan lukanya.
"Ayok ikut aku untuk segera di obati luka mu, kalo tidak nanti lukamu terinfeksi " ajak nya sembari menarik lembut lengan Cristian.
Cristian hanya menurut saja ajakan sang kekasih sembari menebarkan senyuman manisnya.
Tak berapa lama Gresia (alika) juga sampai di rumah sakit tersebut, tapi iya tak langsung ke ruang rawat tantenya namun iya pergi ke ruang rawat gibran terlebih dahulu.
"Nona..! ananda di sini! " sapa Bob yang berjaga di depan pintu ruang rawat gibran.
"Emh... bagai mana keadaan, apa bisa di tangani dengan benar?? " tanya nya pada Bob.
__ADS_1
"Sudah di tangani, sekarang tuan gibran sedang beristirahat, mungkin lelah dan ada efek obat juga setelah melakukan operasi mengeluarkan sebagian racun di tubuhnya. " jawab Bob menjelaskan pada Gresia (alika) .
Gresia (Alika) mengangguk paham dan iya masuk kedalam ruangan untuk mengecek langsung keadaan gibran. Gresia (alika) melihat gibran yang sedang terbaring terlelap dai menghampiri dan menatap wajah tampan gibran.
"Kau bodoh terlalu tak waspada " ucap Gresia (alika) pada gibran yang masih tertidur.
Gresia (alika) berbalik dan melangkah keluar dari ruangan tersebut. Ternyata sedari tadi gibran telah bangun dari tidurnya jadi iya mendengar apa yang di ucap kan Gresia (alika) padanya.
"Ternyata kau peduli juga padaku gres..!? " gumam nya dan tak menyadari kalo sudah ada Cristian di sana.
"Siapa yang perhatian dengan mu?? " Tiba-tiba ada pertanyaan yang melintas di telinga gibran.
"Astaga.... sejak kapan kau ada di sini??? " gibran terkaget saat melihat Cristian di sampingnya.
"tak berapa lama, sepertinya kamu bahagia kamu habis mendapatkan lotre ya?? " tanya Cristian sembari duduk di samping gibran.
"Tak ada lotre dari mana kau ngada-ngada saja cris.. oh iya bagai mana keadaan alex apa dia baik-baik saja, dan bagai mana musuh telah di tangkap ?? " ketuanya dan melontarkan beberapa pertanyaan.
"Bocah itu baik-baik saja, masalah musuh, Gresia hanya membiarkan nya begitu saja , tanpa melakukan apa-apa, tak lah dia sedang kesambt setan baik dari mana??"ketus Cristian yang agak sedikit malas.
Karena yang gibran tau jika alex sudah dalam bahaya, siapa pun yang berani menyakitinya dan menyentuhnya maka akan berakhir tak bahagia atau malah parahnya tak akan tau bagai mana lagi bentuk mayatnya nanti.
"Ya begitu lah, dia malah tepuk tangan saat di tengah-tengah alex bertarung dengan musuh dan berjalan menghampiri dan membuat alex tersadar, lalu membisikan sesuatu pada musuh lalu musuh itu terjatuh, ya begitu saja setalah itu pergi deh" jelas Cristian lagi sembari mengupas buah jeruk di tangannya.
"Iya sih aneh, ya mungkin masih ada gunanya kali tuh orang bagi Gresia " ketus Cristian lagi.
"Ya sudahlah yang penting kita sekarang semuanya selamat, eh kamu gak mojok sama pacar kamu tercinta cris?? " pungkas gibran lalu bertanya tentang keberadaan Cristian yang ada di kamarnya itu.
"Mojok apan, itu gak boleh tar ada yang ketiduran, dan yang ke tiga itu setan bahaya tau " celetuk Cristian yang agak-agak sedikit malu.
"Heh... sok malu loe biasanya juga romantis-romntisan di depan kita lo biasa aja, serasa dunia milik berdua, gan kita semua semuanya ngontrak " celetuk gibran lagi.
"Ya udah lah, dia kan lagi kerja masa gue mau gendeng dia terus, ya duha loe tidur sana biar cepet sembuh. " ketus Cristian yang sudah malu.
"Emh.. ya udah gue istirahat dulu, oh iya kalo kamu keluar jangan lupa lampu lo matiin dulu terus tuh sampah bersihin darieja " ketus gibran sebelum tidur.
"Iya... iya cerewet, apa coba tidur gelep-gelep gak keliatan " ketus nya sembari membersihkan kulit jeruk di meja.
__ADS_1
"Gak papah gak keliatan yang penting nikmat..!! "jawab gibran lagi sembari membalikan badan.
Cristian hanya mengerutkan dahinya bingung dengan jawaban gibran, apanya coba gelep-gelep yang nikmat.
" Gesrek nih si gibran gegaran sering maien sama para gay diluaran sana, belum kenyang lo ya sono pergi lagi aja "celetuk Cristian membalas perkataan gibran.
Cristian buru-buru peegi dari ruangan itu, untuk berpamitan pada zainal untuk pulang ke rumah, karena takut orang tuanya khawatir, karena pergi tengah malam dan sampai siang belum kembali.
Gresia (alika) yang ada di ruangan zainal dia sedang menanyakan kondisi Astrid, bagai mana perkembangan nya.
"Bagai mana perkembangan kesehatannya, untuk sekarang zai?? " celetuk nya dengan datar.
"Keadaan nya sudah mulai membaik nona, hanya kita harus sering rurin memeriksanya saja, akan ada kemungkinan besar beliau kan cepat sadar " jawab zainal.
'Tok.... tok... tok... '
"Ya siapa?? " tanya zainal sebelum menyuruhnya masuk.
"Ini akau zai" jawab Cristian dari luar.
"Oh... masuk aja " jawab zainal mempersilahkan masuk.
"Ehh... ada kamu gres? oh iya kamu udah liat keadaan gibran?? " Cristian kaget saat melihat ada Gresia ada di sana.
Gresia (alika) hanya melirik nya sekilas, dan mengambil resep obat yang iya minta tadi pada zainal. lalu pergi dari ruangan itu.
"Yey.. kenapa tuh anak lagi pms ya di tanya malah melengos aja " celetuk Cristian yang kesal karena di abaikan.
"Bukanya kamu sering ya di cuekin gitu, kok malah kesal sekarang " ucap zainal yang melihat muka pacarnya cemberut karena di cuekin .
"Heheheh..... gak kok, oh iya aku datang kesini mau pamit pulang, soalnya dari tengah malam tadi aku belum ada balik ke rumah takutnya mamak khawatir sama aku " ucap Cristian mengungkap kan maksudnya datang keruangan zainal.
"Iya ok kamu hati-hati ya di jalan , jangan lupa kabarin aku jika dah Sampek rumah , maaf ya aku gak bisa antar karena ini sebentar lagi mau ada operasi yang butuh aku " ucap zainal sembari mengusap puncak kepala Cristian.
"Ok.. ya udah bay " ucap Cristian sembari melambaikan tangan, dan pergi.
Zainal hanya membalas dengan senyuman melihat Cristian pergi dari sana.
__ADS_1