
Karyawan nya kembali dengan seseorang yang ada di belakangnya.
"Permisi bu ini orang yang ingin bertemu dengan anda " karyawan b tersebut bergeser ke sebelah kiri dan terlihat lah wajah tampan si pria tersebut.
Gresia mendongak untuk melihat siapa orang yang di bawa karyawan nya tersebut masuk kedalam ruangan, betapa terkejutnya tapi mencoba tenang.
"Saya permisi bu untuk kembali ke ruangan saya " ucap karyawan nya itu membungkuk dan lalu pergi meninggalkan tamu dengan atasannya.
Gresia mengangguk mengiyakan, iya pun menatap lekat pada pria yang ada di hadapannya, pria itu juga duduk di hadapan Gresia dengan tersenyum.
"Bagai mana kabarmu nona?? " tanya pria tersebut.
"Seperti buang kau lihat, sebaiknya langsung pada inti ada tujuan apa kau datang kesini??? " ucap Gresia dengan nada dingin sembari memutar pena yang ada di tangannya.
"Tak usah terburu-buru, santai saja aku tak sesibuk itu " ucapnya dengan santai sembari menyilangkan kaki nya dengan duduk santai.
"Aku tak ada waktu untuk meladeni mu, jika tak ada yang penting silahkan anda keluar, tinggal berbalik dan lurus saja di sana anda susah menemukan pintu keluar " ucap Gresia yang semakin dingin menatap pria di hadapannya.
"ππππAku datang kesini ingin mengajukan permintaan pada anda yang cukup serius tapi mungkin akan agak sulit untuk anda berikan " ucap nya yang bertele-tele.
"Heh seorang tuan Julian orang terkaya nomor satu meminta barang pada kuππ, apa aku tak salah mendengar??,hahahaha apa yang bisa membuat Anda merasa kurang dan harus meminta?? "cerca Gresia dengan angkuh dan dingin.
" πCek... cek.. cek... heh kau kira aku kekurangan hingga harus meminta, yang aku ingin kan bukan barang yang anda miliki, tapi yang aku ingin kan adalah orang yang ada di tangan anda..! π"bantahnya yang merasa di rendahkan.
"Ada hak apa kau meminta, orang yang ada di tangan ku ?? dia milik ku dan kau tak ada hak untuk memintanya " ucap Gresia dengan penuh penekanan dan tanya dalam setiap katanya.
"Aku menginginkan kan mereka.! " jawab jualan dengan tegas.
"HAHAHAHAHAHAHAHAH menginginkan nya sungguh lucu kau kira aku akan memberikannya begitu saja , mimpi jangan harap kau dapan, mendapatkan apa yang kau minta itu ππ" ucap Gresia dengan dingin dan acuh.
Gresia tertawa seakan ada yang lucu, namun saat rawa terhenti seketika saat wajahnya berubah menjadi sangat dingin dan seperti hewan buas hendak menerkam mangsa yang ada di hadapannya .
"Jika kau tak memberikan nya dengan cara baik-baik makan jangan salahkan aku jika aku menggunakan cara kekerasan " Julian mulai terpancing emosi atas penolakan Gresia.
"πππAku yang menangkapnya kenapa kau dengan sesuka hati ingin memintanya, tuan Julian kau harus tau bahwa orang yang telah ada di tangan ku tak akan bisa lolos sedikit pun, ingat lah kau juga pernah merasakan bagai mana diam di dalam sana " ujarnya sembari bangkit dan mempersilahkan Julian untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Julian yang merasa kesal, usaha nya gagal ya hanya menatap sinis ke arah Gresia sari berjalan melangkahkan kaki meninggalkan ruangan tersebut, sedangkan Gresia menatap Julian dan membalas tatapannya dengan senyuman sinis dan tatapan mata yang sangat tajam.
__ADS_1
Tak lama ada gibran yang timbul dari ujung koridor menuju ke ruangan nya.
"Permisi bu..! saya masih belum paham dengan isi data yang ada di dalam pledis jadi mohon anda untuk menjelaskan ulang pada saya " ucap gibran saat sudah ada di hadapan Gresia.
Gresia yang merasa heran dengan asisten tersebut dia hanya mengkerut kan kening dan menautkan kedua alisnya sembari menatap heran.
"Masuk terlebih dahulu...! " perintahnya sembari berjalan lebih dulu.
Gibran mengikuti dari belakang, dengan ada rasa bingung karena tadi saat di Koridor iya sempat berpapasan dengan Julian.
"Di bagian mana anda yang tak mengerti, Apa selama kau berada di rumah sakit otak mu terpengaruhi oleh obat atau situasi di sana hingga membuat kau menjadi bodoh..! " tukasnya dengan merasa kesal dengan gibran.
Gibran memberikan file yang sudah iya salin ke kertas, dan menunjukkan bagian mana yang iya rak mengerti.
"Otak mu kau simpan dimana?? masalah semudah ini kau bilang tak mengerti..! secepatnya selesaikan aku tak mau tau kau cari tau sendiri..!! " bentak Gresia yang kesal karena permintaan Julian tadi dan kini melihat gibran yang menjadi bodoh.
"Tapi bu saya masih tak paham dengan materi semua ini, maaf saya sudah menggangu anda, saya pamit untuk kembali, saya akan usahakan semampu saya untuk sesegera mungkin menyelesaikan ini semua " jawab gibran sembari membawa kertas yang ada di atas meja itu.
Kini di dalam ruangan itu hanya tinggal Gresia seorang, Gresia yang masih terbakar api emosi, dia mengatakan keluar kaca yang ada tepat di belakang nya.
*********
"Kak alka..? kita pergi keluar yok bosan nih di rumah mulu" ucap angel kepada alka.
"Pergi sendiri aku sedang malas " ketus nya dengan nada dingin.
"Ihh kok gitu sih kak, nanti kalo aku di culik lagi gimana??, terus aku di apa-apa in sama preman gimana?? " rengek angel pada alka
"Maka dari itu berdiam di rumah " ketus alka lagi kini iya sibuk melihat ponselnya.
"Alka apa adik mu itu tak mau kembali ke kediaman Glen ini?? " tiba-tiba tuan Ardi bertanya demikian pada alka.
Alka yang mendengar pertanyaan sang ayah dia sedikit terperanjat kaget saat mendengarnya, tapi iya dengan raut tenangnya menoleh ke arah sang ayah.
"Dia sudah tak mau kembali " jawab alka santai dengan menatap lekat pada sang ayah.
"Anak kurang ajar tak tau balas budi, pada orang yang sudah merawatnya sejak kecil hingga dewasa..! " gerutu tuan Ardi kesal saat mendengar jawaban sang anak.
__ADS_1
"Bukan kah itu hak mu ayah sebagai orang tua yang harus menjaga anaknya, hingga dewasa dan mengajarkannya pada suaminya kelak di hari pernikahan, lalu untuk apa kau mengharap balas budi?! " ucap alka dengan beberapa pertanyaan dan pernyataan.
"Heh aku menghidupi kalian itu dengan uang hasil kerja keras, dan keringat ku, kalian layak membalas budi karena untuk mengurus kalian bukan lah gampang, sebaiknya kau juga tau diri "ucap sang ayah sembari berlalu pergi dari ruang keluarga.
" Heh orang tua macam apa itu yang mengharap balas budi, dari tanggung jawab dan kewajiban ya yang harus di berikan pada sang anak "alka menggerutu kesal iya pun pergi ke luar.
Kini di ruang keluarga itu hanya tinggal ada angel dan juwi yang masih saja asik menonton TV.
" Bu apa kah kalian nanti juga akan menuntut balas budi pada ku atas apa yang telah kalian berikan pada ku?? "tanya angel pada sang ibu yang sedang asik menonton.
" Tentu saja tidak, kau kan anak kami"jawabnya dengan tanpa menoleh pada angel yang ada di sebelahnya.
"Lalu barusan ayah mengatakan itu pada kak alka, ya berati nanti padaku akan sama seperti itu, apa lagi aku ingin hanya anak tiri di sini bu" ucap abgel dengan sendu menatap TV dengan kosong.
Sang ibu kaget saat mendengar percaya putrinya tersebut sontak langsung menoleh ke arah putri nya tersebut.
"πTenang lah dia tak akan berani memperlakukan mu seperti itu, tenang saja " jawab juwi sembari tersenyum sinis.
Mereka berdua melanjutkan menonton tv
*****
Sedangkan Di St. Louis yang mana mereka bertiga yang baru saja mendarat di bandara internasional yang ada di tempat tersebut, langsung merentangkan badan karena pegal setelah duduk beberapa jam perjalanan.
"Mari tuan mobil sudah siap " ucap bara mempersilahkan alex untuk naik ke mobil.
Alex langsung melangkah menuju ke arah mobil dan menaikinya. begitu juga dengan Bob yang duduk di kursi sebelah kemudi.
"Kita pergi dulu sebentar ke supermarket, ada yang perlu di beli di sana " ucap alex yang masih menatap ke arah luar kaca jendela mobil.
"Baik" jawab bara singkat
Kini mobil menembus keramaian dengan perlahan namun pasti sembari melihat-lihat supermarket yang terdekat. Sedang kan Bob dia sedari tadi sibuk saja terus dengan ponselnya.
Alex yang tau apa yang sedang di kerjakan Bob dia hanya tersenyum miring, dan kembali berfokus melihat, arah luar .
"Jika kau ingin, menggulingkan musuh strategi mu itu, akan sangat mudah di baca lawan sebaiknya ubah lagi " ketua Alex yang membuat Bob kaget, sedangkan bara yang tak tau apa pun dia hanya menyimak dan fokus menyetir.
__ADS_1
Bob hanya menoleh kebelakang dan tersenyum melihat ke arah tuan mudanya tersebut.