
Gresia dan gibran sampai di suatu desa yang masih sangat sejuk dan indah pemandangannya , iya membangun kan gibran yang masih setia tertidur lelap di sampingnya.
"Bangun ,... kita sudah sampai " gresia menggoyangkan tubuh gibran perlahan.
Gibran yang terusik mengerjap kan matanya dan melihat, ke arah sekitar.
"Kita di mana??? " tanya gibran.
"Turun lah... kita susah sampai," gresia turun terlebih dahulu dan membuka bagasi untuk mengambil barang dan menurunkan nya.
Gibran yang masih mengalami depresi dia tak banyak bicara dia hanya mengikuti apa yang di katakan gresia, dia turun dan berjalan ke arah rumah yang ada di hadapan nya.
Gresia menarik kopernya dan koper gibran dia pun membuka pintu rumah tersebut, iya masuk dan melihat rumah itu sangat rapi dan terasa tenang.
"Ini kita dimana kenapa sepi sekali, bukanya tante akan membawa aku beli permen?? " ujar gibran dengan nada anak kecilnya itu.
"Permen ada di koper mu bawa sana ke kamar mu, dan istirahat aku masih ada urusan yang harus di selesaikan " gresia beranjak dari ruang tamu menuju ke bagian belakang rumah.
Sebenarnya gibran sudah tak separah dulu gangguan mentalnya, tapi di hadapan gresia dia masih bertingkah seakan iya masih gila.
"Huh apa tujuan dia mambawa ku kemari, dan menjauh dari semau keramaian, tapi aku masih bersyukur dia tak menghilangkan nyawaku, entah itu keberuntungan bagimu atau kau sendiri yang telah mengundang maut melalui tangan ku " gumam gibran yang memeng ada terbesit ingin balas dendam akan kelakuan gresia padanya.
Kini hari sudah menjelang malam, gresia yang sudah selesai memasak untuk makan malam pun dia pergi mandi terlebih dahulu sebelum memanggil gibran untuk, makan malam.
"Apa ini ke putusan ku sudah benar untuk membawa serta gibran bersama ku, bagai mana jika dia anti sudah pulih kembali dan berpikiran untuk balas dendam?? " tanya gresia di sela badannya yang di guyur air shower.
"Biar lah, mungkin jika akau mati di tangan nya itu sudah takdirku yang buruk, mungkin itu juga semua karma, dari semua perbuatan ku " gumam nya lagi karena terkadang gresia sering menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi di masa lalu.
"Mah..... andai mamah masih ada, gresia mungkin tak akan seperti ini mah, mah apa gresia sebaiknya menyusul mamah saja, gresia lelah mah dengan semua teka-teki , kehidupan ini mah " Gresia meneteskan air dalam diam tanpa membuat ekpresi sedih di wajah nya itu.
Gresia yang menyadari air mata telah menetes dia pun mengusap kasar pipinya, dan menyudahi ritual mandi nya, gresia yang sebenarnya memang lemah terkadang menangis sendiri, atau bercerita dengan gibran, ya meski sekarang dia sedang berpura-pura gila di hadapannya.
Gresia yang sudah mengenakan pakaian nya yang rapi dia pun beranjak ke arah kamar gibran untuk mengajak nya makan.
'Tok.... tok... tok... .'
"Gibran.... apa kau sudah mandi, kalo sudah ayok cepat turun kita makan!!! " pekik gresia di depan pintu kamar gibran.
Namun tak ada jawaban dari dalam, yang membuat gresia harus kembali manggilnya dengan lebih keras lagi, namun masih tak ada jawaban, dan tiba-tiba terdengar ada barang jatuh dari arah ruang makan.
'Ppprraaaakkkk.......... '
Sontak gresia berlari ke arah bawah untuk melihat ada apa di bawah sana.
"Apa yang kamu lakukan...!!?? " gresia melihat semua makanan sudah jatuh ke lantai dan iya melihat gibran yang ada di atas meja.
"Tante..... di bawah tadi ada hiu yang ingin memakan ku, cepat tante naik nanti di makan hiu....!!!! " pekik gibran yang menunjuk lantai.
"Kau memang gila, kalau kau buang seperti ini apa yang akan kita makan malam ini " gerutu gresia dengan kesal menarik gibran turun dari meja makan.
"Lama-lama aku yang menjadi gila, aaahhhh kenapa aku harus membawanya pergi dengan ku kau memang bodoh,..... gresia kau memang wanita bodoh, entah karena apa kau membawa nya pergi dengan mu, apa kau mempunyai perasan dengan pria gila ini " umpatnya pada diri sendiri.
Yang tak di sadari gresia ternyata gibran tersenyum gembira melihat gresia yang mulai stres dengan tingkah gibran.
"Aku kan membuat mu gila gresia,...!! " gumamnya dalam hati sembari menyeringai.
"Apa tante marah...???? " tanya nya dengan nada anak kecil.
__ADS_1
"Sudah kau diam di sini aku akan memasak untuk kita makan...!! "tegas gresia mendudukkan gibran di sofa ruang keluarga sembari menyalakan TV.
Saat gresia pergi ke dapur untuk masak gibran merogok ponsel nya yang ada di dalam kantong celana nya, dan terlihat iya sedang mengerjakan sesuatu di ponsel nya itu.
...........
Tak terasa kini gresia tinggal dengan gibran berdua sudah mencapai 1tahun berlalu namun gibran masih juga belum menunjukan akan sembuhnya dari gangguan jiwa nya, gresia sudah banyak mengundang dokter ahli dalam kejiwana atau Psiotrapis mental, namun masih tak kunjung membuatnya kembali normal.
"Hah.... leleh rasanya " gresia menghela napas dan menyandarkan badannya di sandaran kursi di ruang kerjanya.
Meski semua perusahaan sudah di serah alihkan pada mereka orang kepercayaan nya dan juga kepada alex, tapi semua itu tak lepas dari tanggung jawab gresia sebagai pemilik sah perusahaan tersebut untuk mengontrol meraka dari balik layar.
"Aaaaaa..... tante. permen ku di rebut anak nakal....!!! " gibran yang tiba-tiba menerobos masuk ke ruang kerja gresia dengan teriakan dan berlari.
"Hai.... kau itu sudah tua jangan berlari seperti anak kecil begitu......!!!! " gresia yang leleh langsung membentak gibran.
"Hah.... tante jahat marahin aku.... " gibran sontak terdiam dan memainkan jarinya saat di bentak gresia.
"Hais..... aku lupa kalo dia gila, dan tingkah seperti anak kecil.... " gerutunya sembari menghampiri gibran.
"Kau yang gila.....!!! " umpat gibran dalam harinya.
Saat gresia hendak memegang gibran iya menghindar ketakutan.
"Hai maaf kan aku, aku tak sengaja tadi sini aku beritahu, kau itu sudah dewasa kalo kau terus berebut permen dengan pelayan, bagai mana kau anak berubahnya hah....!!!!?? " gresia mencoba menenangkan gibran dan duduk di dekat dia.
"Tapi kakak pelayan itu jahat dia merebut perempuan ku dia kan sudah besar " rengek nya masih memainkan jarinya.
"Ya sudah nanti aku belikan lagi permen untuk mu , sekarang kamu ke kamar dulu aku masih banyak pekerjaan " gersia mengantar hm gibran untuk kembali ke kamarnya, dan iya kembali ke ruang kerja nya
"Heh.... kau mulai gila bukan gresia, kau akan tau bagai mana rasanya menjadi gila, dan aku juga akan membuat kamu jatuh cinta dengan ku dan di saat kau sangat mencintaiku maka di saat itu lah aku akan menghancurkan mu Sehancur- hancurnya " seringai gibran saat gresia sudah pergi.
"πΈπ’π π·πππ πππ πππ ππππ??? " ππππ’π πππππ π’πππ πππ ππ πππππππ ππππππ.
"π°ππ πππππ πππππππ’π ππππππ πππππππ ππππππ ππ, ππππ πππππ ππππππππππ πππ π’πππ ππππ πππππππ ππππππ, πππππππ ππππππ πππππ, πππππππππ πππππππ ππππππ " πππππ’πππ ππππππ ππππππππ ππππππ π’πππ ππππ ππππ πππππππ ππππππ ππ πππππππ’π πππππ πππππππππ ππππππ.
πΊπππππ ππππππ ππππππ πππ π’πππ πππ πππππ, ππππππ πππππ 1πππππ πππ πππππ ππππ’ππ ππππππ ππππ πππππ πππππ ππππ ππππ’ππππ ππππ πππππππππ ππππππ.
"πΌπππ... ππππ πππ π’πππ πππ’π πππππππ πππ πππππππ ππππ ππππ πππππππ πππ πππππ ππππππ πππ πππ πππ π’πππ ππππππππππ " πππ ππ ππππππ πππ πππππ πππππ ππππ πππππ πππππππ ππππππ.
"π±πππππππ.. πππππ πππ ππππππ πππππ, ππππ πππ ππππππππ ππππππ ππππ ππππππππ πππππ πππππππ πππ ...! " ππππππ ππππππ π’πππ πππππ πππ πππππππππππ πππ ππππ π’πππ πππ πππππ πππ.
Gresia mematikan telpon sepihak dan melpar telpon tersebut di atas meja dan iya memijit pelipisnya yang tersakiti berdenyut itu.
"Aku tau kau susah sembuh dari 1/2 tahun lalu, tapi kau berpura-pura didepan ku gibran...!!, " gerutu gresia yang ternyata iya sudah tau kalo gibran sudah sembuh.
Gresia kembali mengerjakan semua tugasnya agar cepat selesai, dan iya akan kembali utuk istirahat.
"Hem..... hanya tinggal ini " gresia melihat lembaran kertas itu dan membacanya dengan teliti.
"Hah sepertinya aku besok harus datang langsung ke kantor, dasar bocah ini tak dapat menyelesaikan masalah semudah ini " guamm nya saat melihat kertas ditangannya tersebut.
Gresia membereskan semua kertas yang berserak di atas meja dan kini iya beranjak keluar ruang kerja lalu menuju kamar gibran terdahulu sebelum ke kamarnya.
Gresia membuka pintu kamar itu dengan perlahan agar tak membangunkan gibran yang sudah tertidur, pikirnya namun sebenarnya dia belum tertidur namun menyadari jika ada yang masuk ke kamarnya iya pun berpura-pura tertidur.
"Sudah ku duga kau sudah tertidur, maaf semua atas salah ku yang membuat orang baik seperti mu menjadi seperti ini, tapi ini juga ada salah mu sendiri yang membuat aku bertindak sekejam itu " Gresia yang sudah tau kalo Gibran sudah tak gila iya mulai mengikuti permainan nya.
"Gres...... aku sebenarnya bingung dengan mu, bukanya kau itu sangat kejam saat mengetahui salah satu dari orang terdekat mu berkhianat maka akan langsung mati, namun kenapa kau tak membunuh ku..?? " gumam gibran dalam hatinya yang berpura-pura tidur itu.
__ADS_1
Seperti gresia bisa membaca hati gibran sekarang.
"Aku tak membunuh mu karena aku tau, kau melakukan itu untuk menolong keluarga mu, tapi yang sangat ku sayangkan adalah kenapa dulu kau tak mengatakan dengan jujur padaku terlebih dahulu... " ujar gresia yang membuat gibran terkejut.
"Aku tak membunuh mu, karena aku masih memiliki hati nurani gibran, aku tau orang mana yang baik dan yang jahat, berkhianat karena memeng wataknya atau berkhianat karena terdesak, jadi dengan ini lah cara ku menebus dan menjagamu " jawab gresia sembari menyelimuti gibran dan mengelus puncak kepalanya, sebelum beranjak kembali ke kamarnya sendiri.
"Selamat malam, semoga drama mu besok berjalan dengan baik " ujar gresia berbisik ke telinga gibran dan hendak pergi namun tangan nya di cegah oleh gibran.
"Heh... sudah leleh bersandiwara????!! " seringainya sembari bertanya.
"Apa kau selama ini sudah tau kalau aku sudah tak gila...?? " tanya gibran yang sudah duduk.
Gresia berbalik menatap gibran dengan tatapan dingin.
"Ya aku sudah tau sejak lama...!!! gibran-gibran kau kira aku sebodoh itu, untuk membuat kau berkhianat untuk kedua kalinya hah... "ucapnya dengan tatapan yang dingin.
" Hahahahahaha..... ternyata kau memang tak sebodoh itu...!! "gibran tertawa lepas.
Gresia mengerinyitkan dahinya agak sedikit heran dengan perkataan gibran.
Gibran bangkit dan berdiri menghampiri Gresia yang hanya terdiam dengan tatapan datar pada gibran.
" Aku akui Gresia... aku memeng menipumu dan ingin membalas kan dendam dan rasa sakit yang kau berikan padaku, ini salah mu sendiri yang tak membunuhku, hingga sampai pada tahap ini "gibran mengeluarkan belati dari arah belakang nya.
Tapi Gresia masih saja bersikap tenang tanpa ada rasa takut aku, menghindar.
" Coba saja jika kau bisa membunuh ku ππ, asal kau tau gibran, kau tak akan mampu membunuh ku karena perasaan mu itu sendiri, yang terlalu dalam padaku πππ"ujar Gresia dengan sinis dan senyuman yang mengerikan terukir di bibirnya.
"Benarkah..... aku akan membuktikan nya sekarang aku bisa membunuh mu...!!! " Dengan ayunan tangan yang cepat belati yang ada ditangan gibran menusuk ke dalam perut Gresia yang ramping itu.
Gresia hanya tersenyum kecut dan menarik kasar belati tersebut dari perutnya, dan kembali membalas menghampiri gibran dengan darah dan belati di tangannya.
"Aku mati maka kau juga akan mati bersama ku gibran aditama...!! " Gresia mencengkram leher gibran dengan kuat hingga membuat wajah gibran menjadi pucat pasi.
Gibran terus memberontak untuk melepaskan cengkraman tangan Gresia dari lehernya karena iya hampir kehabisan napas.
Namun Gresia masih punya hati lagi-lagi gibran iya lepaskan dan iya beranjak menuju kamarnya untuk mengobati luka di bagian perutnya itu.
Setalah itu gibran yang terduduk lemas di lantai iya bangkit, iya merasa malu akan dirinya terhadap Gresia karena sudah kedua kalinya iya di biarkan hidup, jadi gibran pergi dari rumah tersebut untuk bersembunyi dan tak ingin menampakkan mukanya di hadapan Gresia lagi.
"Aiiiisss..... sungguh merepotkan,..? " gerutunya pada ponsel yang terus berdering.
"πΊππππππ....!! " ππππ πΆπππππ ππππ πππππ π’πππ ππ πππππππ ππππππ.
"πΆπππ... ππππ ππππππππ ππππ πππ ππ ππππ π± πππππ πππππ πππ ππππ’πππππππππ πππππππ πππ, πππ πππππ πππππ ππππ ππ " ππππ πππππ π’πππ ππ πππππππ ππππππ.
"πΌπππππππππ....!!! π’π πππ ππ πππππ ππππππππ..! " ππππππ πΆπππππ π’πππ ππππππππ ππππ’πππππππππ ππππππππ ππππππ’π πππ πππ ππππππππ πππππ πππππ πππππππππ ππππ.
"Kalian nanti rawat orang itu dengan baik...! " perintahnya pada pelayanan.
"Nona tuan gibran beberapa menit lalu pergi dari rumah tanpa mengatakan ingi pergi kemana??! " ujar pelayan itu panik.
"Aaaggghhh.... kalian kejar dia dan bawa kembali, aku tak mau tau saat aku kembali nanti kalian harus susah membawa dia kembali...!!! " Gresia geram dengan meraka karena tak mengatakan sedari tadi
Karena sekarang Gresia harus segera kembali ke kota B jadi iya tak ada waktu untuk mencari gibran.
"Pergi kemana lagi si bodoh itu....!! " umpat nya sembari menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Gibran yang kini entah ingin pergi kemana untuk bersembunyi dari kenyataan ini, dia terus menyetir mobilnya menjauh dari daerah tersebut, dia tak berani menggunakan ponsel karena takut di lacak melalui sinyal ponsel oleh Gresia.
__ADS_1
Begitu juga dengan para pelayan dan orang yang di suruh oleh Gresia untuk mencari gibran meraka sudah berpencar untuk mencari keberadaan gibran, hanya di sekitaran daerah situ karena meraka kita gibran itu kan gila tak mungkin pergi jauh dari kawasan tersebut.