Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Apakah nyaman tinggal di tempat ku


__ADS_3

Tak berselang lama dokter zainal keluar dari ruangan IGD.


"Bagaimana keadaan nya?? " tanya alex yang baru bangkit dari duduk nya.


"Sekarang sudah membaik, tapi kita harus menunggu nya sadar untuk meminta persetujuannya melakukan operasi di bagian kepala belakang tuan" jelas dokter zainal pada alex.


"Ada apa dengan kepalanya?? " tanya alex yang penasaran .


"Di kepala bagian belakang ada darah yang menyumbat aliran oksigen ke bagian otak kecilnya,jika kita melakukan operasi angka keberhasilan nya cukup rendah tapi jika di biarkan saja juga tak akan baik " jelas dokter zainal lagi dengan kondisi alika sekarang.


"Berapa persen angka keberhasilan, dan apa penyebab penyumbatan tersebut.?? " alex merasa penasaran dengan kejadian apa yang telah di alami sang kakak.


"Terjadi penyumbatan karena adanya benturan yang cukup keras di bagian kepala tersebut, sebenarnya ini akan beresiko sangat bahaya dan bisa amnesia jangka pendek atau dia bisa melupakan hal apa pun yang terjadi ketika dia sadar dari pingsannya " jelas nya lagi dengan secara detail pada alex dan gibran.


Gibran sedari tadi hanya diam dan menyimak apa yang di katakan oleh dokter, sedang kan alex dia sedikit syok atas kabar kakak nya tersebut.


"Sebaiknya kita lakukan saja operasi sekarang..! " tegas alex


"Tapi keberhasilan hanya mencapai angka 20%tuan kalo kita gagal maka dia akan meninggal " jawab sang dokter dengan cepat.


"Aku tak mau tau bagai mana pun harus di operasi, karena kalo tida bukannya sama saja, tapi jika di operasi dia akan sembuh bukan dan taka akan komplikasi lainya....!! " jawab alex dengan nada dingin nya tersebut.


"Sabar alex, kita harus menunggu dia siuman dan kita tanyakan bagai mana keputusannya, kita tak bisa sembarangan mengambil keputusan untuk hidupnya " gibran mencoba menenangkan alex yang sudah mulai tak tenang.


"Tapi kan kalo begini dia juga tak bisa hidup dalam kesakitan terus kak,... !" ucapnya dengan tegas sembari berdiri dari duduk nya.


"Ini hidup ku kenapa kalian yang mengatur " terdengar suara yang keluar dari ruangan IGD membuyarkan pembicaraan mereka bertiga.


"Anda sudah sadar...!?? "tanya zainal saat melihat alika yang ada di ambang pintu.


"Kenapa kau keluar kan harusnya kau istirahat gresik?? " tanya gibran yang masih belum tau kalo itu bukan gresia melainkan alika.


"Aku masih banyak pekerjaan " jawabnya sembari melenggang pergi.


"Heh kau mau kemana, kau itu tak sehat dengarkan ucapan dokter untuk istirahat... !!" bentak alex yang kesal dengan sikap alika.


"Apa gak mu memerintah ku, bukanya aku menyuruhmu segera kembali kenapa masih ada di sini???. Apa benar kau ingin aku membuat mu mati baru mendengar perkataan ku...!? " ucap alika yang masih kesal pada alex yang tak mendengarkan perkataan nya.


"Memang nya kenapa jika aku ada di sini??! " tanya alex yang sama kerasnya.

__ADS_1


"Sudah kalian jangan bertengkar di sini, ini rumah sakit jangan membuat pasien lain tak nyaman dan tak bisa beristirahat hanya karena kalian " gibran melerai adu mulu di keduanya


Namun alika yang tak peduli dia langsung melenggang pergi tak memperdulikan mereka.


"Aaahhhh dasar keras kepala, tak mau mendengar kan perkataan orang , dan pergi sesuka hati.!! " alex berteriak prustasi dan menggerutu, hingga tak sadar dengan dia juga yang keras kepala.


Gibran yang mendengar ucapan alex dia hanya menggelengkan kepala, karena dia merasa mereka berdua itu Sama-sama keras kepala, tak bisa di beritahu.


Gibran mengikuti langkah Gresia dia pergi juga dari depan ruang IGD itu, untuk menuju ke kantor karena kini hari sudah menunjukan pukul 08:00 waktu masuk kerja bagi mereka.


"Tuan sebaiknya anda mendengarkan perkataan queen , karena kalo sekarang anda tak mengikuti kemauannya makan tuan sendiri lah yang akan di beri hukuman, karena saya lihat sepertinya queen sedang dalam suasana hati yang cukup buruk " nasehat zainal pada alex yang masih terduduk di kursi tunggu didepan ruang IGD.


"Emh" jawab nya singkat sembari berlalu pergi dari situ.


Zainal hanya bisa menghela napas dan menggeleng kan Kepala nya saat melihat semua sifat mereka seperti itu.


*****


Sedangkan selatan di markas cabang di kota M tersebut, mereka yang ditahan di buat pingsan tak sadarkan diri, kerena di berikan obat bius.


"Queen" sapa caca sembari membungkukkan badan.


"Mereka masih dalam pengaruh obat bius queen, jadi masih pingsan dan tak sadarkan diri " jawab caca sembari membuka pintu ruangan yang di dalam nya sudah ada para tahanan.


"Ambil kan aku air di pojok sana " ucapnya dengan nada dingin memerintah pada caca uang ada di belakang nya.


Caca menganggu dan pergi ke arah pojokan yang ditunjuk alika, dia mengambil air parit yang mengalir di ruangan tersebut mengunakan ember yang sudah tersedia.


"Ini nona yang anda minta " caca menaruh ember tersebut di dekat alika.


Bau yang tak sedap yang keluar dari air parit yang ada di ember itu membuat yang menciumnya, akan muntah-muntah bagaikan bumil yang sedang mengidam.


"Siram pada mereka, kalo masih tak bangun minuman pada mereka " perintahnya sembari berjalan ke arah sofa yang ada tak jauh dari situ.


Caca dengan sigap mengambil kembali ember yang berisi air parit tersebut dan menyiram pada mereka.


"Aaahhhh.... " erang mereka yang tersiram air tersebut karena luka di badannya terasa perih saat terkena air.


"Air apa ini..... !!!" teriak alula yang mencium bau tak sedap .

__ADS_1


"Bagai mana nyaman bukan di tempat ku ini??, hingga harus di bangun kan dengan cara ini " alika berbicara di balik lampu yang remang-remang saat melihat mereka sudah tersadar dari obat bius.


"Hai kau lepaskan aku..... !!!kalo tidak kau akan mati dibuang ku sekarang juga..... !!!" teriak alula lagi.


Alika bangkit dari duduk nya dan berjalan merah para tahanan.


"Benarkah ? apa bisa kau untuk melukai ku?, sedangkan sekarang kau sedang terduduk di ni kat di kursi di hadapan ku " alika tersenyum mengejek dan berbicara dengan nada dingin.


"Heh lihat saja jika aku dapat terlepas dari ikatan ini habis lah kau wanita sialan...!! " alula terus saja berteriak pada alika , sedangkan yang lain hanya diam melihat.


"Oh aku takut sekali 😈😈😈😈kau harap aku mengatakan itu, cih mimpi saja sana tau tidak kau tunggu saja di neraka 😈" alika tersenyum jahat dan mendekatkan mukanya ke arah telinga alula yang membuatnya brigidig ngeri.


"Oh iya aja lupa di sini juga ada tante tercinta ku juga tante Astrid atau bagai mana aku memanggilnya Astrid atau Asti ?? " gantian iya menghampiri Astrid (Asti).


"Mau apa kau kesini sana jauh-jauh..!! " ucapnya yang sudah ketakutan duluan.


"Tenanglah tante sayang aku tak akan melakukan apa pun padamu, jadi tenang tak usah panik, aku hanya ingin mengantar kalian kejalan yang lebih nyaman untuk ke neraka😈😈😈 "ucapnya masih dengan senyum yang mengerikan dan nada bicara yang mematikan.


Astrid(asti) iya menelan ludah saat mendengar perkataan alika padanya tersebut, seketika badannya menjadi lemas dan keluar keringat dingin, karena ketakutan setengah mati.


" Aaauuugghh bau apa ini?? "tanya balqis yang baru sadar karena iya tadi di beri obat bius cukup banyak jadi baru sadar.


" Wah nyenyak sekali tidurmu nona, taman kah tempat ku ini?? "tanya alika sembari menghampiri balqis yang baru sadar dan tak mengetahui apa pun dia melihat yang lain sudah keringat dingin dan gemetar ketakutan.


" Heh lepasin saya kalo tidak kau akan mati sekarang juga....!!! "bentuknya pada alika.


" Benarkah...? saya tak percaya jika nyawa saya ada di tangan anda, toh tangan mu sekarang sedang di ikat memang kau bisa melakukan apa 😈"tanya nya sembari tersenyum manis namun seketika merubah wajahnya menjadi dingin dan menjadi senyum yang mengerikan.


"I... iya ten.... tentu kau akan mati di tangan ku...!! " ucapnya dengan sedikit gagu karena melihat perubahan waja alika yang tadinya cantik bak bidadari tapi seketika berubah menjadi iblis.


Alika kembali bergerak agak menjauh dari hadapan mereka.


"Caca taruh semua buah itu di atas kepala meraka, dan ambilkan aku semua belati yang ada di ruang penyimpanan " perintahnya pada caca sembari tersenyum sinis kehadapan mereka.


Mereka yang terduduk dengan badan di ni kat di kursi hanya bisa diam dan pasrah, atas apa yang akan dilakukan alika, hanya gemetar dan mulut seketika membisu.


"Nikmatilah detik-detik kalian menarik napas dan melihat cahaya matahari 😈😈karena sebentar lagi kalian akan melihat cahaya api neraka 😈😈😈😈"tukasnya sembari menyingsingkan lengan bajunya.


Tapi di sana yang tak terlihat adalah tuan putra, entah dia ada dimana karena saat alika mengamuk dia tak ada di tempat, di sana adanya ada Balqis, Hiro, Alula, Astrid(asti ) dan tuan kusuma.

__ADS_1


__ADS_2