Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Bonus


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu gibran dan alex masih belum mengetahui kalo gresia sedang hamil hanya saja selama sebulan ini tingkah gresia sangat aneh, terkadang membuat alex begitu sibuk enatah apa saja meski itu hal kecil selalu saja gresia menyuruh alex mengerjakan nya, terkadang sampai hal yang membuat nya bingung, alex di suruh membersihkan toilet kamar mandi gresia.


Gresia juga akhir-akhir ini sangat sulit untuk tidur, seperti nya calon anak nya ingin tidur di temani sang ayah cuman gresia terlalu gengsi untuk meminta gibran menemaninya tidur, terkadang iya menyuruh-nyuruh gibran seperti membersihkan kaca kamar nya yang padahal bersih agar iya bisa tidur saat ada gibran di sana, atau sekedar pergi keluar keliling-keliling kota tak tau tujuan iya baru lah tertidur nyenyak di mobil.


Hari ini karena hari libur gresia yang memang semenjak hamil iya menjadi mageran, sekarang pun iya masih terlelap dalam mimpi indahnya karena dari semalam iya tak bisa tidur.


'Tok.. tok... tok... '


"Nona.... non...nona....!! " seru salah satu art di rumah itu membangun kan gresia karena sekarang jam susah menunjukan pukul 10:45 pagi.


"Emhhh.... siapa sih sepagi ini ganggu aja " gumam gresia sembari duduk dan mengumpulkan kesadarannya.


Saat iya melihat jam dia tak terkejut hanya biasa saja dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi ayura pun turun dan melihat di bawah sepi tak ada orang.


"Bi.... semua orang kemana..?? " tanya nya pada art yang berada tak jauh darinya.


"Tuan muda alex dan tuan muda gibran tadi sih pergi joging belum kembali nona " jawab art itu.


"Emh..... oh iya siap kan makan untuk saya salad buah dan teh hangat " ucap nya sembari iya berjalan ke arah meja makan.


Tak lama gibran dan alex pun kembali dari joging nya dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum karena haus, gresia yang sedari tadi hanya memandangi salad tak ada niat untuk iya menyentuh nya.


"Gibran... kau coba itu ada racun atau tidak...!! " perintah gresia saat melihat gibran lewat.


"Eh.... " Gibran terkejut.


"Cepat lah... apa kau mau membiarkan ku kelaparan...???!! " bentak nya yang memeng sejak hamil mood gresia suka naik turun.


"Ini salad dari mana nona.??? " tanya gibran sedikit ragu.


"Art yang membuat nya... " jawab ketus.


"Aaakk aku mau...!!! " alex main nyerobot namun tangan nya di tepis oleh gresia dengan cepat.


"Apa sih orang mau juga... jika kakak tak mau biar aku saja, toh ini juga orang rumah yang membuat pasti lah tak ada racun, kau juga aneh " gerutu alex sembari cemberut.


"Iya nona jika orang rumah yang membuat... ini pasti sehat, dan mereka pasti tak akan memberikan racun " timpal gibran setelah tau.


"Ku bilang makan ya makan...! tak usah banyak bantahan..!!, dan kalian diam saja di sini tak usah mandi..!! " ujar gresia yang entah kenapa menyuruh mereka tetap di meja makan yang tadinya alex hendak pergi di tarik kembali.


Kini ketiganya duduk di meja makan, gibran terpaksa memakan salad meski perutnya terasa mual, kini duduk tempat duduk ketiganya itu berjejer di sebelah kiri meja yang mana gresia berada di tengah-tengah mereka berdua, sungguh aneh ngidam nya gresia bau badan dari kedua pria itu di rasanya cukup segar.


"Kak... aku mau mandi lengket nih mana bau lagi... " keluh alex sembari menciumi badannya.


"Diam lah... kau kukatakan diam maka diam....!! " bentak nya.


"Nona ini aman anda bisa memakan nya " setelah gibran mencicipi salad tersebut.


Gresia hanya diam dia sedang menikmati bau badan dari kedua pria tampan di sebelahnya itu.


"Makan saja kau pasti belum makan bukan...! , setelah itu kau nanti ke kamar ku ada yang ingin ku bicarakan " sudah puas iya menikmati bau badan keduanya iya pun berlalu pergi begitu juga dengan alex yang sudah gerah iya langsung berlari ke arah kamar nya untuk mandi.


"Eh... sudah lah aku juga mandi... aku mencicipinya saja sudah membuat ku ingin muntah apa lagi ku memakan nya keluar semua isi perut ku " gumam nya sembari pergi meninggalkan meja makan untuk menuju ke kamarnya untuk mandi.


Setelah mandi gibran pun langsung menuju ke kamar gresia karena tadi dia di suruh ke sana dan gibran melihat gresia yang sedang asik menatap laptop nya yang ada di pangkuannya.


"Tok... tok.... tok.. '


" Permisi nona.. " ujar nya sopan.


"Hem.... masuk saja, duduk lah " ucap nya tanpa menoleh ke arah orang yang masuk.


"Nona apa yang i ingin anda bicarakan..?!! " tanya gibran langsung ke inti.


"Hah... baik kah saya akan bicara saya tak mau kau tau dari orang lain masalah ini, sebelum itu terjadi sebaiknya aku saja yang mengatakan nya, meski sebenarnya ini tak penting " gibran bingung dengan penurutan gresia yang sedari tadi berputar-putar tak jelas.


"Maksud nya apa ya..?? apa bisa langsung ke ini saya tidak mengerti dengan perkataan anda nona,..? " ujar gibran yang memotong perkataan gresia.


"Emh.... aku sedang hamil dan ini anak mu... " jawab gresia dengan dingin dan datar seperti biasanya.


Gibran hanya diam dia mencoba mencerna perkataan yang gresia ucapkan barusan, karena sampai sekarang otak gibran masih meloading tak sampai.


"Anak....?? hamil...?? , maksudnya apa nona..? " tanya gibran yang seketika menjadi bodoh dan sebidoh-bodoh nya.


Gresia hanya menatap datar dan tak menjawab pertanyaan gibran, gresia sebenarnya gengsi tapi ini ke inginkan dia yang sudah cukup lama iya ingin sekali gibran menyentuh perutnya, tapi iya sampai sekarang hanya diam menatap datar pada suaminya yang sedang mencerna perkataan nya yang masih belum masuk ke otak.


"Huh... masa gak ngerti sih... kok gue bisa sih punya suami segoblok ini...!! " umpatnya karena bete sedari tadi gibran tak paham.


"Nona apa anda bisa mengulang lagi kata-kata anda tadi...??? maaf saya sampai sekarang masih belum paham...?? " ulang gibran yang masih bingung entah mengapa dan apa yang terjadi dengan otak gibran hari ini.


"Punya suami kok bego sih... gue hamil anak loh goblok...!! " kesalnya sembari suara agak meninggi.


"Hah.... yang benar nona.... ah... maaf soal itu.. anada bisa menggugurkan anak itu nona " yang tadi nya sumringah, seketika murung karena iya ingat apa seratus nya, iya merasa sedih akan hal itu kenapa iya harus hadir di antara mereka.

__ADS_1


"Heh... kau ayah macam apa.... kau menyuruh aku menggugur kan anak ini, dimana otak mu...!!! " pekik gresia kesal mendengar tanggapan gibran setalah dia tau jika gresia mengandung anak nya.


"Saya sadar gres akan status saya, saya tak layak menjadi ayah dari anak mu, apa lagi saya adalah seorang penghianat dan budak mu sekarang ini... " ungkap gibran dengan alasan iya menyuruh gresia menggugur kan kandungan gresia.


'Ppplaakkkkkk..... '


"Keluar...!!! " gresia sangat marah dan kesal hingga iya menampar gibran .


"Hiks... hiks... hiks... nak ibu tak menyangka jika ayah mu tak mengharapkan kehadiran mu... maaf.. mungkin ini juga salah ibu yang telah memperlakukan ayah mu cukup kejam hiks... hiks.. "


Gresia terduduk lemas di samping ranjang sembari mengelus perutnya yang sudah sedikit menonjol, sembari berderai air mata.


"Maaf kan ibu nak hiks... hiks... ibu akan menyayangi mu meski ayah mu tak mengharap kan kehadiran mu, ibu akan memperbaiki semuanya sayang hiks... hiks... "


Yang tak gresia sadari ternyata gibran belum pergi iya sedari tadi berada di depan pintu, sangat beruntung kala itu kamar gresia juga tak mengunakan kedap suara, jadi gibran dapat mendengar yang gersia ucap kan.


"Gres... bukan itu maksud ku... aku mengatakan itu karena aku takut sakit hati jika kau yang akan mengatakan hal itu, jadi sebelum itu lebih baik aku yang mengatakan nya, sebaran nya aku mengharapkan kehadiran nya gres agar kau juga bisa perlahan menerima ku, tak menyangka kau sangat menyayangi nya, terima kasih gres... aku juga sangat menyayangi mu " gumam gibran sembari terduduk di depan pintu.


Gresia yang merasa haus iya pun berjalan ke arah pintu dan membuak punti, gresia tangat terkejut ternyata gibran ada di depan pintu. Gresia berjalan dengan aura dingin dan tak peduli dengan gibran.


"Gres... gres.... bisa kah kita bicara sebentar...? " gibran mengejar Gresia.


Gibran terus saja mengikuti gresia, meski sedari tadi gibran mengajak bicara Gresia namun Gresia sedari tadi tak bergeming, dan dia masuk ke ruang kerja, begitu juga dengan gibran iya ikut masuk.


Dan tiba-tiba gibran memeluk gresua dari arah belakang dengan cukup erat.


"Gres... aku ingin bicara coba dengar dulu..? " gresia tak bergeming dia hanya diam di pelukan gibran tanpa ada suara dan gerakan.


"Gres.... maksudku tadi bukan seperti itu... sebenrnya aku takut jika kamu orang yang tak akan menerima kehadiran di antara kita karena , dari awal juga kita menikah hanya sekedar formalitas, dan kau juga tak mungkin sudi memiliki anak dari diriku yang pernah menghinati mu, tapi aku salah gres.. ternyata kau sangat menyayangi nya dan menjadmganya dengan baik, aku sangat bersyukur dengan itu " ujar gibran menjelaskan namun sedari tadi gresia tetep saja diam tak bergeming.


Gibran membalikan badan gresia agar menghadap ke arahnya, gibran tak mengira jika sedari tadi gresia menangis dalam diam saat iya berbicara.


"Hai... kenapa kau me agus hem... apa perkataan ku membuat mu terluka, katakan jangan hanya diam gres...??? " tanya gibran yang panik karena melihat gresia menangis dalam diam.


"Gibran... seburuk itu kah aku di mata mu.... hingga aku akan tega membunuh buah hatiku sendiri... bahkan iya belum lahir, aku juga masih punya hati nurani gibran , aku tau semua perlakuan ku padamu selama ini salah...??? aku tau aku sangat kejam, tapi aku juga tak akan sampai membunuh anak ku sendiri yang masih belum lahir gib"ucap nya lirih namun masih terdengar sangat dingin dari semua ucapan itu.


Gibran kali memeluk gresia, dan kini gresia membalas pelukan gibran tersebut.


"Maaf... maaf... akun yang terlalu berburuk sangaka, " ucap gibran lirih sembari mengusap lembut punggung gresia.


Ternyata sedari tadi ada yang mengupung dan mengintip pembicaraan gibran dan gresia bahkan sedari tadi gibran terus mengejar Gresia. Yang tak lain adalah alex, dan kini iya merasa terharu melihat kakak dan kakak iparnya itu saling mengutarakan isi hati nya .


"Bau lah kita jaga dia dengan baik ya sudah jangan sedih lagi ...?" ucap gibran menenangkan sembari mengelus perut Gresia.


Gresia yang memeng mengidam kan hal tersebut iya hanya diam, baru kali ini lagi Gresia tampak terlihat lemah dan cengeng, tak seperti biasanya yang terlihat dingin dan tak acuh dengan segala hal, namun sekarang semua nya hilang, entah karena bawaan hamil atau emang sudah kembali lagi ke sipat asli Gresia yang manja dan cengeng.


"Sejak kapan kau di situ...!!! " ketus Gresia sinis melihat alex.


Gibran yang menjadi salah tingkah, karena di pergatina oleh alex.


"Sejak... seorang Gresia yang kejam an dingin menjadi manja dan cengeng... " celetuk alex tanpa dosa.


Gresia haya menatap sinis ke arah alex dan pergi ke luar untuk kembali ke kamarnya, karena iya juga merasa lelah iya ingin istirahat, setelah drama yang mengharukan tersebut.


"Gimana nih kak...??? apa benar aku akan segra mendapatkan ponakan baru...??? " tanya alex sembari mengerak-gerakan alisnya naik turun.


"Emh iya lex... aku juga baru tau kalo Gresia sedang hamil pantas saja, akhir-akhir ini sikap iya aneh bukan...??? " gibran mengiakan ucapan alex.


"Iya... dan pantas saja kalian berdua sering menyukitka ku, untuk mencari makanan dibrengah malam apa lagi yang aneh pagi-paginya kak Gresia minta rujak dan malam nya kau yang meminta mangga muda.. " celetuk alex yang mersa tak terima iya selamat ini, seperti menjadi budak dari kakak dan kakak iparnya itu.


"Heheh.... ya maba ku tau lex keponakan mu yang mau, eh... tapi kok aku ikutan ya,. .??? bukanya kalo hamil kan ibu hamil saja yang ngidam, ini kok aku juga ikut ngidam ya malah aku lebih kesiksa sering mual-mual di pagi hari..?? " tanya gibran yang heran sendiri.


"Ya mana ku tau, kau tanya kan saja pada anak mu itu...?? " jawab alex sembari mengangkat bahunya.


"Karena aku hamil simpatik yang mana, sang ayah juga aka merasakan gejala awal kehamilan " celetuk Gresia yang tiba-tiba datang.


"Hah... simpatik...?? "ujar alex yang masih tak mengerti.


"Ya atau di sebut juga sindrom couvade, jadi tak heran jika dia mual-mual " Jawab gresai sembari mengambil barang di dalam laci meja kerjanya.


"Waw... keponakan ku ini sangat adil ya... hahaha dia tak hanya membuat sang ibu susah di awal kehamilan bahkan sang ayah hingga paman mu yang tampan ini pun di buat susah dan repot oleh nya " alex takjub dan sedikit menyindir karena iya juga ikut sertakan dalam acara ngidam nya Gresia.


"Kamu harus bersyukur... dia mau mengakui mu sebagai pamannya alex, jadi jangan banyak mengeluh kamu....!?? " gibran menepuk pelan pundak alex dan iya pun berlalu untuk ke kamarnya.


"Iya di akui sih di akui tapi tak merepotkan juga " gerutunya sembari berlalu juga meninggalkan ruang kerja.


Alex berjalan menuju ke kamar Gresia karena ada yang ingin iya bicarakan dengan Gresia.


"Kak aku masuk ya...!!? " ujar alex karena melihat pintu kamar Gresia terbuka.


"Ada apa...? " tanyanya sembari menatap alex.


"Begini aku besok pagi haris kembali ke kota B, karena di perusahaan ada sedikit masalah mungkin agak lama, aku kembali lagi kesini ada kemungkinan saat kakak akan lahiran, jadi kakak di sini dengan suami mu akur-akur, dan jaga calon pon akan ku dengan benar " ujar nya sembari mengelus perut Gresia.

__ADS_1


"Oh... pergi saja... urus dengan benar perusahaan itu... karena itu bekal masa depan mu nanti, aku juga tak akan ikut campur lagi akan perusahaan itu, aku akan fokus dengan G'A group. " jawab Gresia dengan santai


Alex berbaring di ranjang Gresia dan tak lama iya pun terpejam, sedangkan Gresia dia masih sibuk dengan laptop di pangkuan nya.


'Tok.... tok... tok... 'Suara ketukan pintu yang membuat Gresia melihat ke arah pintu dan tampak lah wanita setengah bayar ada di ambang pintu.


"Masuk lah tante... "


"Kau sedang apa gres.... seperti nya, sedang sibuk..?? " ujar wanita setengah baya itu.


"Tidak juga hanya mengecek pekerjaan sana, tante asti ada apa nih tumben ke sini...? "


"Ini tante cuman mau main aja, rasanya sudah lama tante tak kesini dan melihat kamu "


"Oh... ya sudah sini tante duduk " Gresia menepuk kasur di sebelah nya dan dia bergesr sedikit dan terkejut karena menyenggol kaki alex.


"Eh... ini bocah aku kira udah keluar... " ocehnya sembari melihat alex.


"Kenapa gres...??! "


"Tidak tante ini alex buat kaget saja "


"Oh ada alex toh di sini "


Keduanya asik berbincang dan alex asik tertidur dengan nyenyak, hingga kini tak terasa waktu makan siang sudah tiba dan semuanya sudah ada di meja makan, begitu juga alex yang di bangun kan Gresia.


Sebelah selesai makan ki i tante asti pamit untuk pulang karena hari juga sudah semakin siang, sedang kan Gresia dan kedua pria tampan itu sedang asik menonton TV di ruang tengah.


"Emh... gres... aku boleh tanya tidak...??? " gibran memecah ke heningan.


"Tanya apa...?? "


"Usia kandungan mu sudah berapa bulan..?? " tanya gibran hati-hati .


"Tiga bulan kurang seminggu " jawab Gresia singkat.


"Gres... emh... boleh tidak aku memegang perut mu...?? " tanya gibran lagi alex yang sedari tadi hanya jadi nyamuk tak peduli iya sibuk menonton TV saja.


"Emh.... " jawab nya singkat.


Gibran yang telah mendapat jawaban dari Gresia dia pun menghampiri Gresia dan mulai menjulurkan tangan nya , Alex yang mengerti dia pun pergi keluar entah kemana dengan mobilnya, kini di rumah itu tinggal lah pasutri berdua, entah ada setan apa yah menerpa gibran hingga dia tergoda dengan bibir nanum milik Gresia, dia dengan perlahan. mendekat ka wajahnya ke wajah Gresia hinga nafas satu sama lain kini sudah terasa, dan cup... bibir mereka pun beradu.


Gresia tak menolak tautan itu kini iya malah mengimbangi permainan gibran, dan keduanya mulai terhanyut akan suasana.


"Gres..... apa kah boleh...? " tanya gibran yang sebagai pria normal, Gresia menjawab dengan anggukan, setelah gibran mendapat persetujuan, kini iya menggendong Gresia ke kamar tamu yang ada di ruang tengah itu.


Dan terjadilah perang ranjang di antara keduanya yang tak dapat terelakan, apa lagi sekarang keduanya melakukan dalam keadaan sadar, tidak dalam pengaruh apa pun.



Kini sudah satu bulan berlalu dari kejadian gibran mengetahui, jika gresua hamil dan kini Gresia juga telah memanggil gibran dengan sebutan sayang atau mas, kini mereka sudah hidup layak nya suami istri yang normal, tak hanya suami istri formalitas saja.



"Sayang.. aku pergi ke kantor ya..? nanti jika ada apa-apa telpon aku segera "



"Iya sayang hati-hati di jalan "



"Iya, kamu juga baik-baik di rumah "



'Cup... '


kecupan mendarat di bibir merah milik Gresia.



Kini gibran berjalan untuk pergi ke kantor , dan tinggal lah Gresia sendiri di rumah, setelah hubungan keduanya membaik kantor di ambil alih oleh gibran meski kontrol masih di tangan Gresia, Sedangkan Gresia menjalan kan perusahaan tersebut hanya di balik layar.



"Terima kasih sayang karena kamu sudah hadir di tengah-tengah ibu dsn ayah, dan telah membuat semua hubungan menjadi baik, Terima kasih nak ibu bahagia dengan keadaan mu di antara kami, semoga kamu sehat selalu sayang, ibu sayang kamu 😊😊😊, dan semoga kehidupan keluarga kecil kita akan selalu bahagia sampai nanti dan tak akan pernah berubah dan tergoyahkan oleh apa pun 😊😊ibu mencintai kalian sayang "



Ucap Gresia sembari menatap kepergian gibran sembari tersenyum dan mengelus perutnya yang sudah tampak membuncit, dengan bahagia.


__ADS_1


sᴜᴅᴀʜ sᴇʟᴇsᴀɪ ᴅᴀɴ ᴛᴀᴍᴀᴛ ʙᴇɴᴇʀᴀɴ ʙᴜᴀᴛ ɴᴏᴠᴇʟ ɪɴɪ, ɢᴀᴋ ʙᴀᴋᴀʟ ᴀᴅᴀ ᴇᴘɪsᴏᴅᴇ ᴛᴀᴍʙᴀʜᴀɴ, ᴘᴀʟɪɴɢ ᴀᴜᴛʜᴏʀ ᴜɴᴛᴜᴋ ᴋᴇᴅᴇᴘᴀɴʏᴀ ᴀᴋᴀɴ ᴍᴇʀᴇᴠɪsɪ ᴀᴊᴀ ᴅᴜʟᴜ ʏᴀɴɢ ʙᴀɴʏᴀᴋ sᴀʟᴀʜ-sᴀʟᴀʜ ᴋᴀʏᴀ ᴅᴀɴ, ᴀᴅᴀ ᴋᴀᴛᴀ ʏᴀɴɢ ᴛᴇʀʙᴀʟɪᴋ, ᴊᴀᴅɪ ʙᴜᴀᴛ ᴘᴀʀᴀ ʀᴇᴀᴅᴇʀs ᴍᴀᴋᴀsɪʜ ᴜᴅᴀʜ ᴍᴀᴜᴀᴍᴘɪʀ ᴅᴀɴ ᴍᴇɴɪɴɢɢᴀʟᴋᴀɴ ᴊʀʜᴀᴋ ᴅɪ ᴋᴀʀʏᴀ ɴʏᴀ ᴀᴜᴛʜᴏʀ, ᴍᴀᴀғ ʏᴀ ᴅɪ sᴇᴛɪᴀᴘ ᴋᴀᴛᴀ ɴʏᴀ ᴍᴀsɪʜ ᴛᴇʀʟᴀʟᴜ ʙᴀɴʏᴀᴋ ᴛɪᴀᴘᴏ ɴʏᴀ, ɪᴛᴜ ᴊᴜɢᴀ ᴋᴀʀᴇɴᴀ ᴘᴇɴɢᴀʀᴜʜ ᴋɪʙᴏᴀʀᴅ ɴʏᴀ ʏᴀɴɢ sᴜᴋᴀ ᴏʟᴇɴɢ sᴇɴᴅɪʀɪ 😊😊😊


ᴘᴀᴘᴀɪ sᴀᴍᴘᴀɪ ʙᴇʀᴛᴇᴍᴜ ʟᴀɢɪ ᴅɪ ʟᴀɪɴ ʜᴀʀɪ ᴅᴀɴ ᴅɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ʙᴀʀᴜ ᴘᴀʀᴀ ʀᴇᴀᴅᴇʀs 😘😘😘😘


__ADS_2