Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Terungkapnya identitas asli gibran ll


__ADS_3

Sebelum Julian sempat berbalik timah panas itu sudah mengenai bagian lututnya. Alka yang ada di samping Julian iya pun langsung mencari arah penembak tersebut, namun iya tak dapat melihatnya.


"CARI SAMPAI DAPAT..... SIAPA YANG SANGAT BERANI UNTUK MENGANTARKAN NYAWANYA KEHADAPAN KU....!!!!!!!! " Julian dengan menahan rasa sakit.


Alka langsung memanggil yang lain untuk membantunya mencari orang yang menembak pimpin nya, saat alka dan yang lain keluar baru lah Gresia menunjukan wajahnya.


'Prok...... prok..... prok..... prok.... '


Tepuk tangan yang timbul dari arah jendela di sampingnya yang membuat Julian terkejut.


"Tak menyangka bukan 😈 HAHAHAHAHAHAHAHA, sifat bodoh mu itu masih saja kau pertahankan " ucap Gresia dengan nada menghinanya.


Julian yang sudah bersiap juga untuk menembak ke arah Gresia, namun pistol itu langsung di tendang melayang ke udara dengan sekali tendangan dari Gresia.


"Hah.... sudah lama aku tak melakukan oleh raga membuat badan ku merasa kaku " Gresia merentangkan tangannya untuk melemaskan otot-otot nya.


Julian terpelongok saat melihat aksi Gresia barusan.


"Tak menyangka saya akan langsung berhadapan d ngan anda untuk keduakalinya queen, bagai mana rasanya di khianati oleh orang terdekat anda??? " tanya Julian masih dengan arogan nya meski dia juga sudah dapat memprediksi ke matinya sendiri.


"Oh..... masalah itu, hahahah kok anda bisa mengetahuinya padahal itu adalah masalah internal aku pun menyimpannya dengan rapat , sampai para bawahan ku yang satu atap pun tak ada yang tahu sedangkan kau yang orang luar bisa mengetahuinya sungguh kebetulan " ucap Gresia dengan santai sembari duduk di kursi.


Julian menjadi salah tingkah karena iya sendiri juga yang telah mengekspos dirinya sendiri, jika iya dalang dari penghianatan tersebut.


"Tuan Julian..... hanya demi menyelamatkan wanita yang tak berguna seperti itu dan menjadi beban hidup mu kau, malah berani melawan ku " kecam nya sembari mengangkat kakinya satu.


"Ya.... bagimu nyawa seseorang tak penting, karena meraka bagaikan semut kecil yang mudah untuk kau injak " Julian yang kesal karena keluarga nya di hina.


Gresia yang kini hanya duduk santai dan melirik sedikit ke arah mereka yang sedang baku hantam dan terdengar banyak sekali tembakan juga, Gresia hanya menunjukan senyum miring.


"Kau ingin menghentikan ini atau yang menghentikan nya, pilih sendiri...!!! " ucap tegas Gresia yang mampu menahan semua emosi nya di hadapan lawan dan tetap bersikap tenang.


"Aku... aku akan menghentikan nya , tak usah merepotkan queen yang harus turun tangan sendiri untuk menghentikan hal sepele. " ujar Julian yang mana iya juga tak mau orang nya mati habis di bantai oleh Gresia.


"Tapi aku tak untuk menghentikannya, karena kamu sudah datang kenapa harus cepat pergi lebih baik kau ikut dengan ku....!!! " Gresia bangkit dari duduk nya dan langsung berjalan ke arah Julian.

__ADS_1


Julian yang susah untuk bergerak karena lututnya yang tertembak tadi, membuatnya hanya bisa terpojok di tembok, melihat Gresia menghampiri, Julian mencoba melawan Gresia karena pergerakan terbatas akhirnya masih tetap saja di tangkap oleh Gresia.


Alka yang melewati ruangan tempat Julian itu pun mendengar keributan, iya pun masuk kedalam dan melihat Julian yang sudah di bekuk oleh Gresia.


"Hai.... kakak ku yang baik??, kita ketemu lagi, letakan senjata mu dan tarik mundur semua kalo tida dia akan mati😈😈😈" sapa Gresia pada alka, namun seketika dia langsung merubah raut wajahnya.


"Gres...... lepasin dia, ya kami akan menarik mundur pasukan kami, tapi tolong jangan bermain-main dengan nyawa seseorang. " ujar alka sembari meletakan semua senjata nya dan memberi kode pada orang yang ada di belakangnya untuk mundur dan meletakan nya juga.


"Bagus....!!! " Gresia membawa Julian dengannya dan mengumumkan kepada mereka untuk berhenti, jika pimpinan nya ingin selamat.


"SEMUANYA BERHENTI, JIKA TAK INGIN PIMPINAN KALIAN MATI......!!!!!! " teriak nya menghentikan semua.


Semua berhenti saat mendengar teriakan Gresia dan melihat pimpinan mereka yang ada di tangan Gresia, mereka pun langsung menyerah dan menarik mundur.


Gresia memerintahkan kepada ank buahnya untuk membawa anak buah Julian, ket bagian ruang bawah tanah, untuk menjadi tentaranya juga jika ada yang menolak iya juga menyuruh membunuh nya, sedangkan Julian yang ditarik oleh Bob yang telah diserahkan oleh Gresia, begitu juga dengan alka yang sudah di bawa oleh bara.


"Letakan mereka di sana...!!! " perintahnya pada Bob dan bara.


Keduanya terkejut saat melihat keluarga aditama yang juga ada di sana, dan melihat tamara yang sudah mati melihat gibran yang sudah setengah gila, membuat ngeri keduanya.


"Heh..... siapa yang mengatakan itu, dari awal aku tak ada niat untuk melepaskan kalian, aku ingin kau menemani ku bermain di sini, mungkin kalian berdua juga akan menjadi mainan ku juga 😈😈😈" jawab nya dengan di akhiri seringai nya yang begitu mengerikan.


"Kamu jangan tidak tahu diri Gresia, apa yang kau ucap malah kau ingkari sendiri...! " ujar alka lagi berteriak pada Gresia.


"Tuan Julian, dia juga ternyata bisa tertangkap..?? " gumam tuan Aditama yang melihat Julian ada di sana juga.


Gibran tak peduli dengan apa yang terjadi dia hanya meratapi nasib nya, atas apa yang iya lakukan dan terkadang iya tertawa sendiri, menertawakan dirinya.


"Oh... no.... no.... no..., aku tak ada mengatakan ingin melepas kalian, hahahaha...... kau bercanda dengan ku membicarakan tentang tahu diri, seharusnya kau yang tahu diri, kau hanya orang lain ingin menghancurkan adik mu sendiri " ucap nya yang membuat alka terdiam.


Gresia, tak seru lagi untuk bermain dengan nyonya aditama dia langsung menembak mati saja.


'Dor.... dor.... dor... 'tiga tembakan melayang tepat ke titik sasaran yang langsung membuat mati target.


"Ibu...... " teriak gibran yang melihat ibunya di tembak mati di hadapannya.

__ADS_1


"Sekarang giliran siapa yang ingin lebih dulu untuk mati πŸ‘Ώ..!! " tapi Gresia tak melanjutkan untuk menyiksa mereka melainkan iya melempar beberapa belati yang langsung tertancap di tembok di bagian belakang mereka.


"Bawa gibran dengan ku.....!!!! " perintahnya pada bawa hanya yang ada di depan pintu.


"Hei.... jangan sentuh.... aku... kalian pergi.....!! " teriak gibran uang sudah setengah waras itu.


"Maaf tuan... ini perintah dari queen sebaiknya anda menurut saja jika masih ingin selamat " ujar orang itu menyuruh gibran untuk tak banyak memberontak.


"Berani sekali kau memerintah aku....!! aku ini lebih tinggi dari kamu .....!!! ujar gibran sembari terus berusaha lepas dari genggaman orang tersebut.


Namun usaha gibran tak ada hasil, yang ada dia tetep saja di bawa mengikuti Gresia yang berjalan ke arah ruang sayap kiri bagian markas tersebut.


"Gres.... eh... queen anda ingin membawa dia kemana???! " tanya cristian yang berpapasan dengan Gresia dan gibran.


Namun Gresia tak menjawab dia hanya melewati tanpa ada menatap atau menoleh ke arah cristian yang padahal sangat jelas ada di hadapan nya.


"Dia ingin berbuat apa lagi???, aku dengar dari pembicaraan semua orang kalo orang tua gibran sudah di tembak mati oleh Gresia " gumam nya sembari terus meneruskan langkahnya.


Gresia sampai si ruangan yang iya tuju di sana sangat terlihat gelap namun bisa di bayangkan bahwa ruangan itu juga sangat lah mewah, saat lampu menyala memang sangat mewah semua struktur bangunan ruangan tersebut desain dan dekor yang yang sangat modis meski bernuansa gelap, namun siapa pun yang masuk keruangan tersebut, meski sangat mewah namun masih saja ada aura mencekam yang sangat kuat.


"Sudah kau bisa keluar...!!! " perintah nya pada anak buah yang mengantar gibran.


"Duduk lah, anggap tak ada masalah, aku akan memberi tahu semua informasi tentang keluarga kandung mu " ucap Gresia pada gibran yang terduduk lemah, dengan nada dinginnya.


"Hahahahahaha........ ibuku bukanya baru kau bunuh adik ku sudah kau bunuh dengan tanpa perasaan, dan sekarang ayahku masih kau tahan, apa lagi yang ingin kau katakan " tawa gibran terdengar sangat lemah.


"Kau baca saja ini maka akan tau ke benarnya, bahwa kamu adalah tuan muda keluarga Rahardian, yang di masa nya sedang berjaya, namun pada satu malam setelah mengadakan perjamuan, tiba-tiba di kabarkan keluarga Rahardian menghilang bak di telan bumi, " jelas sedikit oleh Gresia.


"Masyarakat juga tak ada yang tau masalah kamu tuan muda keluarga, tersebut karena saat itu kelahiran mu menang di rahasiakan, hanya para pelayan dan kerabat terdekat yang tahu, namun setelah malam itu memang benar-benar menghilang semuanya " jelas Gresia lagi pada giliran.


Gibran yang setengah sadar dan agak terganggu jiwanya itu melihat kertas yang di berikan Gresia, iya menyobek nya sedikit demi sedikit namun ada kalanya iya juga membacanya dengan serius.


"Hahahaha.... ternyata aku kaya.... Gresia.... aku kaya..... aku memiliki dua orang tua Gresia... hahaha" gibran tertawa dan kadang iya juga termenung dan sedih.


Gresia hanya bersikap biasa, karena memang dia yang membuat mental gibran terguncang, namun itu masih terasa belum cukup bagi Gresia, untuk menyiksa penghianat seperti gibran.

__ADS_1


__ADS_2