Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Lagi pms kali


__ADS_3

Gresia yang sedang berada di ruang kerjanya dia asik bermain game, hinga gizi masuk mengantarkan teh untuknya dia tak tahu.


"Nona saya simpan di sini ya teh nya agar tak tumpah " ujar Yuzi sembari menyimpan gelas teh di meja kerja yang bersebelahan dengan ameja tempat iya maen game.


Karena Yuzi telah mendapat respon anggukan dari Gresia dia pun menaruh nya lalu iya keluar kembali, untuk mengerjakan pekerjaan nya yang lain, sedangkan Gresia yang sedang asik bermain itu menunggu teh nya di antara namun masih belum juga tiba , membuat dia menjadi kesal.


"Kenapa... dia makin kesini pekerjaannya semakin lelet saja, teh yang aku suruh buat yang tak sampai 10 menit pun belum di antaranya, apa dia mengambil air untuk menyeduh tehnya ari Amazon apa...!! " gerutunya kesal sembari beralih dari game nya dan beranjak keluar ruang kerja.


"YUZI....... MANA TEH YANG AKU MINTA....!!! " Gresia teriak sekencang mungkin membaut terasa getaran di rumah tersebut, alex yang berada di kamar sebelah terkaget.


"Hei.... ini rumah bukan di hutan seenak jidat mu teriak kencang...! " maki alex yang terkaget, hinga langsung lari keluar kamar.


Gresia hanya melirik sebentar ke arah alex dan berjalan ke bawah untuk menuju dapur, baru saja mau sampai Yuzi juga samapi di hadapan Gresia.


"Nona.. teh nya sudah saya anatar kan ke ruang kerja dan saya sudah taruh..... " ucapannya terpotong .


"Jika kau sudah anatar ke sana lalu kau letakan di mana, kenapa kau masuk ruangan ku juga tak ada sopan santun nya , tanpa mengeruk pintu..! " Gresia nyerocos kayak emak-emak komplek.


"Saya.... " baru saja mau bicara sudah di sela lagi.


"Cepat biarkan saya yang baru, dan jangan lama aku tunggu di ruang baca, " ketuanya sembari berjalan ke arah ruang baca .


Yuzi hanya menghela napas sembari menghilangkan kepala, kenapa iya hari ini kena semprot, oleh Gresia iya mengira mungkin tadi saat bangun tidur lupa baca doa kali ya.


"Lagi pms tuh cewek ya... " gumam alex yang kembali masuk kedalam kamarnya.


"Aduh nona... apa salah saya.. bukanya tadi saya bilang saya simpan di meja kerja dia juga mengangguk ya, ah.. sudah lah mungkin emang salah ku juga " bisik Yuzi sembari kembali menyeduh teh jahe yang di minta Gresia.


"Yuzi aku pergi keluar, jika nanti ada yang bertanya aku kemana bilang aja main tempat teman " ujar alex pamitan pada Yuzi.


"Iya tuan, anda hati-hati di jalan " jawab nya .


Alex pergi dari rumah dengan mengenakan mobil sport kesayangan Gresia, untuk mengikuti balapan liar, dia memakainya tanpa meminta izin pada sangat pemilik.


"Nona... ini teh yang anda minta " ucap Yuzi menaruh teh di hadapan Gresia yang sedang membaca buku.


Gresia melihat teh yang di simpan, Yuzi di hadapannya.


"Ok , kamu bisa keluar " jawab nya sembari mengambil teh di hadapannya.


Yuzi pergi kembali ke luar untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda , karena mendengar teriakan Gresia tadi.


"Emh... gini kek dari tadi kan aku gak harus, nahan sakit terus" gumam nya sembari memegangi perutnya yang sakit, akibat datang tamu bulanan.

__ADS_1


Gresia asik membaca buku, hinga lupa kalo dia harus mengecek semua perkembangan di kota K dan B apa masih stabil atau tidak.


Cristian yang baru saja sampai rumah sudah di tunggu ternyata oleh sang ibu dari kemar malam.



"Nak kok baru pulang, dari mana saja apa masalah nya sangat serius?? " tanya sang ibu sembari membaca koran.



"ahh..... tidak seserius itu, kok bu aku menginap di tempat Gresia, kan alex baru balik bu " jawab cristian dengan santai.



"Lalu kenapa tak kau ajak alex ke sini,?? " tanya sang ibu lagi.



"Dia kan baru aja sampai, dia juga kan butuh istirahat juga bu, ya udah aku juga mau bersih-bersih dulu ya bu, lengket nih " ucap nya sembari berjalan ke kamarnya untuk bersih-bersih.



Saat cristian masuk kedalam kamarnya iya langsung meraih ponsel yang ada di dalam tasnya dan memberi kabar kepada zainal jika iya sekarang sudah sampai dengan selamat di rumah.




"Habis mandi enaknya ngapain ya?? , aha... aku pergi kulineran aja kali ya dah lama juga aku gak kulineran, sekalian jalan-jalan gitu biar gak ngerasa jenuh " ucapnya pada diri sendiri sembari berjalan ke arah kamar mandi.



Sedangkan di kediaman Glen, sekarang sedang berkumpul keluarga, hingga alka juga ada di sana karena sedang tak ada pekerjaan di kantor atau, kerjaan yang di berikan oleh Julian.


"Kak...?? bukan kah kata kakak aku masih memiliki dua kakak, lalu mereka dimana kenapa selama ini aku tak pernah melihatnya dan di sini juga tak terpajang poto nya satupun tak ada " angel tiba-tiba bertanya prihal kedua kakak nya yang belum pernah iya temui.


Tuan Ardi hanya biasa saja, cuman ada sedikit bingung, dua kakak apa maksudnya dua seingat tuan Ardi anak nya cuman mereka bertiga, namun iya keburu tersadar, mungkin yang di maksud angel adalah kekasih Gresia.


"Dia sibuk, jadi belum sempat untuk kembali, dia juga anak nya ultah suka berfoto jadi tak ada fotonya di sini" jawab nya sembari berbohong.


"Sesibuk itu kah, seperti presiden saja sangat susah sekali untuk di jumpai, padahal pak jokowi saja bisa untuk kita lihat meski hanya dalam televisi saja sih " jawab angel yang merasa tak percaya dengan jawaban alka tadi.


"Kakak mu itu dia memiliki perusahaan sendiri, jadi sangat sibuk untuk mengurusi itu semua " jelas alka lagi.

__ADS_1


Angel mengangguk mengerti, dengan jawaban ya g di berikan alka padanya, namun tak lama ada suara bel yang di pijit oleh seseorang dari luar pintu.


"Biar aku saja yang buka " tawar angel untuk membuka kan pintu.


Angel bangkit dari duduk nya dan pergi membuka kan pintu, saat daun pintu berbuka tampak lah wajah tampan nan rupawan di hadapan angel.


"Anda cari siapa ya " kata-kata pertama yang di ucapkan angel sari memandangi wajah tampan pria di hadiahnya.


"Siapa... angel....!!! " pekik sang ibu pada anak nya yang tak kunjung kembali .


"Saya mencari alka, apa dia ada di rumah?? " tanya pria itu dengan dingin dan datar.


"Ada,, silahkan masuk saja kita juga sedang berkumpul keluarga saja mari" ajak nya untuk masuk kedalam rumah.


"Terimakasih.... " jawab nya singkat, dengan muka datarnya.


Angel menuntun si tamu untuk menuju ke ruang keluarga.


"Kak ada kakak tampan yang cari kamu " ucap angel saat sudah sampai di ruang keluarga.


Alka menoleh ke orang yang di bawa oleh angel, dan iya terkejut ternyata tamu yang iya dapat adalah, bosnya sendiri.


"Tuan... Julian ada keperluan apa hinga anda repot-repot datang kesini sendiri mencari saya, bukannya ada Ponsel kenapa anda tak menelpon saja " tanya alka sembari mempersilahkan Julian untuk duduk.


"Hanya.. ada sedikit yang harus saya bicarakan, kalo bukan ponselmu yang tak aktif mana mungkin saya sekarang sampai di sini" ketus nya.


Alka, melihat ponselnya dan ternyata benar, ponselnya dalam keadaan mati.


"Oh maaf tuan, kalo begitu mari ikut saya keruangan kerja, tuan " ajak alka ke Julian untuk membicarakan nya di ruang kerjanya saja.


Mereka pun kini berasa di ruang kerja untuk membicarakan masalah pekerjaan, yang Julian butuh bantuan dari alka.


"Silahkan.. tuan, oh iya ada yang bisa saya bantu?? " mempersilahkan Julian untuk duduk dan menanyakan perihal apa yang ingin atasnya itu sampaikan pada dia.


"Ada sedikit pekerjaan yang harus kamu, kerjakan al, aku ingin kau mengambil penawar racun dan obat untuk memilih kan lagi pita suara dan untuk menghilangkan amnesia , soalnya saya sudah mencari dokter handal namun tak membuahkan hasil saya sudah datang ke psikolog namun tak dapat di sembuhkan. "jelas Julian menjelaskan tugas yang harus di kerjakan oleh alka.


" Di mana aku harus mengambil itu?? Dan siapa yang membutuhkan semua obat itu?? "tanya alka sebelum mengiyakan.


" Di markas Golden Eyes, semua di letakan di ruang bawah tanah yang mana di bawah ruangan kamar queen " jelas Julian.


"Tidak.. tidak tidak ..... kalo aku ke sana itu sama saja aku mengantarkan nyawaku dengan suka rela " tolak alka yang ketakutan saat mendengar kata golden eyes.


"Kenapa,?? jika kau yang mengambil itu akan lebih mudah karena kamu kakak nya queen Gresia, jadi kau tak masalah untuk ke sana bukan , untuk mengobati siapa itu kau tak perlu tau. " tanya Julian

__ADS_1


"Maaf tuan meski saya adalah kakak nya, tapi kau tau sendiri perangai queen seperti apa, dia tak akan memberi toleransi meski itu keluarganya sendiri " jelas alka yang tak mau.


Julian berpikir memang benar yang di katakan alka, kalo Gresia tak memandang siapa lawannya meski itu keluarga nya sendiri , juga bisa mati tanpa ampun di tangannya.


__ADS_2