Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Sandra..


__ADS_3

Bara dan alex yang sudah sampai lebih dulu di tempat, dia langsung menyusun rencana bagaimana untuk membantu tak butuh waktu lama saat alex sedang mengamati sekitar dan meretas sistem keamanan rombongan cristian dan caca pun tiba ke tempat.


Cristian turun lebih dulu dan melihat mobil alex yang ada di sana dia pun menghampiri, namun saat iya mengetuk kaca mobil tak ada respon dari pemilik mobil.


Bara yang melihat kalo cristian ada di dekat mobil alex iya pun mengirim pesan ke ponsel cristian jika dia tak berasa di mobil alex.


"Heh kenapa tak sedari tadi menerima tahu ku..!! " ketusnya sembari melangkah ke arah yang telah di berikan oleh bara.


'Tok... tok... tok... ' cristian mengetuk kaca jendela mobil bara dan langsung di bukakan pintu oleh bara.


"Alex kenapa kau tak pulang, kenapa kau malah pergi kesini sendiri, apa kamu tidak tahu bahaya yang akan di hadapi?, kamu harus tau musuh yang ada di hadapan kita ini sepertinya telah memiliki taktik yang sempurna, sepertinya ini hanya sebuah jebakan bagi kita jadi harus berhati-hati. " ocehan cristian yang tak henti-hentinya membuat bara dan alex menjadi badmood.


"Berisik....!! " kata yang terucap dari mulut alex seketika membungkam mulut cristian.


"Kamu... dan bawa dua orang untuk menyelinap ke bagian samping.. " tunjuk alex ke bara.


Yang di balas dengan anggukan iya dan langsung pergi keluar untuk menjalankan tugasnya, alex juga memerintahkan caca untuk ikut dengan nya dan cristian dan sisanya berjaga-jaga jika nanti ada kemungkinan yang lain.


Mereka masuk dengan biasa alex mengenakan masker agar tak di jadikan target lagi oleh pria atau wanita malam di sana. Sebelum bara tadi pergi dia membagi tahu jika lokasi bob ada di bagian lantai atas gedung tersebut.


Saat alex masuk kedalam dan hendak melangkah ke bagian lantai atas ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk, saat di lihat di sana tertera nomor yang tak di kenali .Alex mengabaikan panggilan tersebut dan mulai melangkah lagi namun terulang ponsel nya yang baru saja hendak iya masukan kedalam katong celananya berdering kembali.


"Angkat saja siapa tau penting " ucap cristian memberikan saran pada alex.


"Buang waktu.. aku tak mengenalnya " ketus alex sembari memadukan ponselnya ke dalam kantong celana tanpa memperdulikan panggilan tersebut.


~~


Gresia yang menelpon alex namun di abaikan dia merasa kesal, Di dalam perjalannya iya dengan kesal memaksimalkan kecepatan helikopter yang iya bawa agar lebih cepat ke tempat tujuan. Tapi sebelum ita pergi ke club tujuan utama nya itu dia pergi dulu ke rumah pribadi untuk mengambil sesuatu.


"Aku harus kembali sebentar mungkin nanti itu akan berguna " gumam nya sembari kesal.


Sesampainya Gresia di rumah pribadi nya iya dengan cepat masuk untuk mengambil barang yang sepertinya akan berguna nanti.


"Ahh aku lupa di mana aku menyimpan semua berkas dan rekaman itu... bodoh.. kenapa pliss lupa sih..!! " umpatnya pada diri sendiri yang lupa akan barang yang simpan.


Gresia terus menggeledah barang di ruang kerjaan nya tersebut, sampai iya berlari ke arah kamar untuk mencari nya juga, saat mulai putus asa iya baru teringat akan tempat iya menyimpan semuanya.


"Hais... aku mengapa menjadi pelupa seperti ini kalo barang itu baku simpan, di dalam buku yang berada di bagian dalam " gerutunya dengan cepat iya melangkah ke ruang kerjanya lagi dan mencari buku.


Tak berapa lama buku yang iya cari pun ketemu dan mengambilnya, setelah itu langsung kembali keluar dan menaiki helikopter nya lagi untuk menuju ke tempat mereka berada.




Sedangkan kini alex, cristian dan caca sudah berada di lantai atas mengendap-endap agar tak di ketahui musuh tentang keberadaannya.


saat mencari keberadaan Bob dan gibran yang berada di tengah kepunggan mereka alex melihat, gibran yang sedang di sandara dan di todongkan senjata.



"Sudah lah kalian hanya membuang waktu kalian, bukan kah kalian sedang asik bermain dengan pria-pria cantik di sini " ucap Bob dengan tenang.



Cristian dan caca yang mendengar itu jadi merasa ngeri dan jijik . karena ternyata mereka masuk ke sarang prostitusi ilegal tempat berkumpulnya para gay dan wanita malam.


__ADS_1


Keduanya saling bertatapan seakan mereka meyakinkan tidak salah dengar , mereka berdua saling mengangguk mengatakan edan kembangkan apa yang meraja dengar.



Alex yang hendak bertindak sediri itu langsung di hentikan oleh cristian, karena di saat seprti ini jangan berbuat gegabah kalo tidak dia akan mencelakai diri sendiri.



"Ya memang jika kami membuat kalian Sandra itu akan membuang waktu, tapi sebelum menangkap ikan yang besar kita tangkap terdahulu anak-anak ikan yang lain untuk umpan " ucapnya sembari tersenyum jahat.



Bob mengerti sekarang kenapa gibran yang menjadi Sandra karena, ini taktik bertahap yang mana untuk memancing alex keluar dan itu lah saat yang tepat untuk memancing Gresia keluar dan semua sudah di lumpuhkan kawan.



'Prok.... prok.... prok... prok... '


Bergema suara tepuk tangan Bob yang memberi apresiasi atas rencana mereka yang cukup rapi.



Alex yang tak sabaran dia langsung maju sembari menodongkan pistol.



"Lepaskan mereka...! " bentuknya sembari berjalan maju.



Lawan yang mendengar teriakan alex langsung membalikan badan Bob yang mendengar itu terkejut begitu juga dengan gibran.




"Haduh... " cristian menepuk jidatnya saat melihat alex sudah ada di depan untuk melawan musuh yang jumlahnya lebih banyak dari mereka.



Cristian dan caca mau tak mau ikut maju untuk membantu alex bob kembali mengambil pistol yang telah iya letakan di lantai tadi.



"Apakah kalian sedang membuat lelucon kenapa bocah dan para wanita cantik ini yang datang... 😏😏" ucap lawan meremehkan.



"Turunkan senjata mu kalo tidak, kalian semua akan mati di tangan ku..!! " ucap alex dengan dingin dan tatapan membunuh.



"Huuhhh.... menakut kan, hahahahaha...... tangkap.. mereka...!!! " perintahnya pada para bawahan yang ada dekat dengan alex dan keduanya.



'Dor.... dor.... dor... "


Tiga tembakan melesat menembus tubuh orang yang hampir dekat dengan alex.

__ADS_1



"Sudah ku katakan kalian akan mati ditangan ku" ucap alex geram.



Namun pertarungan tak bisa di hindarkan hingga peluru yang ada di tangan alex dan rekan tinggal tersisa satu.



Namun dengan cepat bantuan tiba dan Gresia pun tiba di sana langsung memberantas lawan yang ada di bagian bawah yang menghalangi jalannya.



"Huh...bodoh..... suka bertindak gegabah.....!! " ucap Gresia geram sembari memukul semua yang ada di hadapannya.



Saat Gresia sampai di lantai atas alex dan yang lainya sudah terikat dan mulut di sumpal kain.



'Prok.... prok... prok... prok.... '



"Selamat datang queen yang cukup legendaris dan sangat tersohor namanya di seluruh Asia dan dunia "Sambutan sang lawan dengan tepuk tangan dan tangan terentang menyambut kedatangan Gresia.



" Apa mau mu...!! "ucap Gresia tanpa basa-basi.



" Wah..... ternyata benar rumornya queen ini memeng tak suka basa-basi atau bertele-tele membuang waktu sejenak "ucapnya merasa kagum.



Gresia membaca gelagat dan gerak-gerik musuh dengan perlahan tanpa mengurangi rasa waspada.



" Queen... aku hanya ingin kau ada di tangan ku dan menyerah sekarang juga dan mengaku kalah, kalo tidak mau kau lihat anak yang sangat kau sayang ini akan mati dengan perlahan di hadapan mu sekarang juga "ancam nya sembari memegang dagu alex.



" Cih.... percuma kau mengancam ku dengan nyawa kecil dan tak berguna mereka...jika kau ingin tau untuk membuatku takluk bukan lah dengan nyawa mereka 😏😏"ucap Gresia dengan tak punya perasaan, namun tak dapat di sangkal dia mulai emosi dan tak dapan menahan untuk badannya di ambil alih oleh alika.



"Benarkah.... " iya mengeluarkan belati dan menempelkan ke pada pipi mulus alex.



"Sial... aku tak bisa tahan lagi aaggghhh.. " umpatnya di dalam hati, dengan menampakan muka yang memerah.



Gresia mulai lemas dan muka sudah merah padam menahan emosi namun dia harus tetap terlihat tenaga di hadapan lawan.

__ADS_1


__ADS_2