
Gresia masih saja fokus pada semua data yang iya baca, dan menandatangani satu-persatu berkas tersebut.
"Aiisss kenapa luka ini perih sekali " Gresia meringis karena luka nya mungkin mulai terinfeksi, karena sedari tadi iya biarkan terbuka dan tergores terkena pakaian.
"Sebaiknya, aku segera selesaikan semua ini, ini juga sudah sangat larut, besok aku masih harus menghadiri rapat " gerutunya sembari membolak-balikan kan berkas.
'Tok... tok... tok... '
"Masuk..!!? "
"Gres ini sudah sangat larut kenapa kamu belum beristirahat??! " tanya gibran yang tak sengaja melihat ruangan Gresia masih menyala lampunya.
"Ehh ini kenapa dengan pintu ruangan mu?? kenapa bisa terlepas apa ada orang yang mobilnya?? " tanya gibran yang melihat daun pintu terlepas.
Gresia hanya melirik sebentar ke arah gibran dan kembali fokus pada pekerjaannya.
"Tak ada " jawab singkat Gresia atas semua pertanyaan gibran barusan.
Gibran berjalan ke arah meja kerja Gresia, dan melihat darah di baju Gresia.
"Gres luka mu terbuka lagi kenapa kau tak mengobatinya?? jika kau biarkan lebih lama makan akan terinfeksi nantinya. " gibran panik dengan ke adaan itu.
"Kau ribut sekali membuat ku tak fokus bekerja ,sebaiknya kau keluar saja " Gresia merasa terganggu atas semua perkataan gibran.
Gibran bukanya menuruti apa yang di katakan Gresia, dia malah menghampiri Gresia dan menutup semua berkas.
"Pekerjaan masih bisa kau urus nanti, jika kamu yang sakit malah tak akan bisa kamu menyelesaikannya, ayok aku bantu mengobati " gibran menaruh semua berkas dan menarik Gresia untuk dia obati luka yang terbuka.
__ADS_1
Gresia yang merasa kesal dia hanya diam saat di tarik oleh gibran, karena bagi mana pun memang luka yang di tubuhnya sekarang terasa sakit dan perih.
"Duduk lah akan aku ambil obatnya " gibran mendudukkan Gresia di sofa yang ada di sama dan dia pergi ke arah lemari yang ada di pojok ruangan untuk mengambil obat.
"Kenapa kau sangat, memperhatikan luka ku bukanya kau kesal dengan perlakukan ku tempo hari ?? " tanya Gresia pada gibran sembari duduk dengan muka datarnya.
"Meski aku kesal tapi aku juga masih memiliki hati, tak seperti seseorang " jawab gibran sembari menyimpan kotak obat di meja dan menyindir dalam perkataannya.
"Heh semua yang terlihat baik di hadapan mu belum tentu baik di belakangmu , sebaiknya kau tak usah pedulikan aku bukanya jika aku mati kalian akan tenang? " Gresia hanya menatap gibran dengan tatapan dingin.
"Aku tau Gres semua yang kamu ucapkan tak sepenuhnya dari hati mu, aku tau pasti ada maksud dan tujuan nya bukan, aku sudah terbiasa bukan dengan kata-kata kasar mu "jawab gibran sembari membuka kotak obat.
" Buka lah bajumu aku akan membantu mengoleskan dan menggantikan perban yang bagian punggung mu, karena tak mungkin untuk kau lakukan sendiri "gibran berbalik badan agar Gresia ultah merasa malu saat membuka baju .
" Iiisssshhh "rintih Gresia karena bajunya sudah menempel dengan luka.
" πππππobati lah yang perlu kau obati "Gresia berbalik badan dan menyuruh gibran untuk segera mengobati lukanya.
" Astaga..!!, gres ini kenapa luka mu menjadi seperti ini, bukannya zainal sudah mengatakan lukamu ini tak boleh terkena air lalu kenapa kau mandi Gresia "gibran terkejut melihat luka Gresia yang basah dan memerah karena tertarik oleh baju tadi .
" Tak usah banyak bicara lakukan saja, yang perlu kau lakukan, "ketus Gresia dengan dingin.
" Baik lah tapi tahan lah sedikit mungkin ini akan terasa perih, karena luka mu sudah mulai terinfeksi "gibran dengan hati-hati menolak obat dan memasang perbatasan kembali.
" Oh iya, gres aku juga mau bertanya? kamu mau apakan penghianat itu?, apa harus aku bunuh sekarang juga?? "gibran teringat semua pertanyaan itu, dan langsung melontarkan pertanyaannya.
" Itu bukan urusan mu, jadi tak usah mencampuri nya, kalian cukup kerjakan saja pekerjaan kalian saja " ketus Gresia sembari menahan perih pada lukanya.
__ADS_1
Gibran hanya terdiam sembari membalut perban, dia memandang punggung Gresia yang banyak luka , seketika hatinya terasa sakit melihat badan Gresia yang banyak luka.
"Gresia andai aku punya keberanian untuk menyatakan perasaan ini pada mu, tapi sampai sekarang aku hanya bisa mencintai dalam diam, aku ingin melindungi mu namun nyatanya kamu lah yang selalu melindungi kami " gibran hanya bisa membatin.
"Gibran lusa kau antar alex ke Florida, mau tak mau dia harus pergi, jika di antara kalian ada yang ingin menemaninya pergilah, aku sudah menyiapkan sebuah apartemen untuk di huni " ucap Gresia dengan nada nya yang begitu dingin.
"Hah untuk apa kau mengirim nya ke sana ?? sekarang saja alex masih tak mau berbicara dengan mu lalu ingin kau kirim dia keluar negri, apa itu tak akan membuatnya membencimu?? " tanya gibran yang merasa kaget dengan keputusan Gresia.
"Sudah jadi keputusan ku, aku sudah mendaftarkan sekolah ternama untuknya juga, untuk kebutuhan semua sudah aku tanggung " ucap Gresia lagi.
"Ini terlalu mendadak gres,?? " bantah gibran lagi.
"Tak usah banyak membantah yang akan pergi dia bukan kamu " ketua Gresia sembari memakai bajunya kembali karena sudah selesai di obati.
"Cih ingin mengirim ku keluar negri, tanpa bertanya dulu pada ku, apa tak mu mengatur hidup ku " ketus alex yang tiba-tiba muncul.
"Ikuti saja apa yang aku sudah atur tak ada bantahan, kalo tida aku tak akan membantu mu mengambil hak mu yang ada di keluarga youn atau semua harta berharga peninggalan ibu mu " ancam Gresia sembari berlalu pergi entah akan pergi kemana.
"Alex sudah lah ikuti saja apa yang di katakan oleh kakak mu, itu juga demi pendidikan mu dan masa depan saat selesai nanti kau bisa kembali ke sini " ucap gibran menenangkan.
"Hak apa yang milik ku di keluarga Youn?? " tanya alex yang bingung.
"Oh iya kamu datang kemari pasti ingin bicara dengan Gresia kan,?? " tanya gibran yang melihat alex yang membawa buku.
"Iya tadi nya itu niat utama ku, tapi sekarang sudah tak ada niat untuk bicara padanya " alex pergi melengos untuk kembali ke kamarnya.
"Kenapa sekarang menjadi seperti ini, jika semua tersebar keluar makan akan menguntungkan bagi musuh karena sekarang sedang dalam masalah " gitu gibran yang merasa bingung kenapa sekarang mereka saling bertengkar.
__ADS_1
Jika kabar bahwa Gresia tak akur dengan anggota lainya ke luar, pasti akan di manfaat kan oleh para musuh. karena dengan keadaan seperti itu akan sangat menguntungkan bagi mereka.