
Gibran yang merasa kesal karena hendak di jodohkan dia pergi keluar, dan ingin menaiki mobil nya namun di hentikan oleh sang adik.
'tok.. tok.. tok.. '
"Kaka buka dulu sebentar....! " ucap nya sembari mengisyaratkan untuk membuka pintu mobil.
Gibran pun membuka nya, dan adik nya itu masuk ke dalam mobil.
"Kau mau ngapain Tamara?? " tanya gibran yang bingung melihat adik nya yang tiba-tiba ikut masuk.
"Aku ikut sama kakak, aku bosen di rumah terus " ucap nya sembari menampilkan muka memelas nya.
"Aiissh baik lah " gibran mendesis dan iya pasrah membawa adik nya ikut serta.
Ternyata gibran pergi ke vila Gresia untuk menenangkan dirinya di sana, karena di vila itu suasana sangat Damai dan tenang.
"Kak sebenarnya kita ini mau kemana?? " tanya adik nya itu penasaran , karena sedari tadi belum juga sampai ke tujuan.
"Ketempat teman kakak" jawab nya sembari masih fokus menyetir.
"Oh, masih jauh kah?? " tanya nya lagi
"Tidak sebentar lagi kita sampai, kamu juga di suruh siapa ikut kakak?? jawabnya sembari bertanya.
" Ya gak apa, aku kan bosan juga kaka di rumah terus, ya pengen juga gitu jalan-jalan apa lagi sama kaka kan jarang banget "jawabnya sembari memuncungkan bibirnya.
" Iya iya maaf kakak kan sibuk "ucapnya sembari mengusap puncak kepala sang adik.
" Is aku udah besar gak usah, mengacak rambutku lah "gerutu tamara sambil memalingkan muka.
Mereka pun kini sudah sampai di depan vila Gresia, dan kebetulan Gresia pun baru sampai .
" Kak rumah teman kaka besar sekali? "ucapnya kagum saat melihat vila milik Gresia yang sangat besar bak istana.
Gibran hanya tersenyum sembari menarik lembut tanya sang adik untuk masuk kedalam.
" Gers....!!! "panggil gibran yang melihat Gresia yang hendak masuk.
Gresia mendengar ada yang memanggil namanya dia pun menoleh ke asal suara , dan dia terheran karena gibran membawa seorang wanita muda yang bahkan masih di bawah umur.
" 🤨🤨🤨😒emh"Jawab nya singkat sembari masih melihat dengan muka penuh tanya dan heran.
"Sudah masuk dulu gres, dah malam gak baik apa lagi kamu berpakaian terbuka begitu tar masuk angin " Ucap gibran perhatian.
Tamara yang berada di samping gibran merasa di acuhkan, dan dia melihat Gresia dengan penampilan seksi dia terpana dengan kecantikannya.
__ADS_1
Mereka masuk kedalam dan duduk di kursi ruang keluarga gibran menyalakan TV di ruangan itu.
"Tuan muda , anda mau minum apa makan apa?? " tanya Yuzi yang entah timbul dari mana.
"Tamara kamu mau makan atau minum apa?? " gibran melihat Yuzi lalu bertanya pada adik nya itu.
"Emh aku mau minum jus tomat saja " ucap tamara sembari tersenyum manis pada Yuzi.
"Ya Yuzi tolong buatkan jus tomat 1sama teh hangat, sama cemilan nya yang ada saja " ucap gibran pada Yuzi.
"Baik tuan nona tunggu sebentar saya ambil kebelakang " ucap Yuzi sembari berlalu pergi ke arah dapur.
"Kak di sini enak ya, suasananya damai, oh iya kak wanita tadi siapa dia cantik sekali?? " ucap nya kagum dengan tempat itu, dan lalu iya bertanya tentang wanita yang iya temuan tadi di depan pintu yang cantik tapi dingin.
"Emh iya emang, lebih enak di sini, og wanita tadi itu pemilik rumah ini teman kaka, kenapa memang?? " jawab nya dengan di akhiri dengan pertanyaan lagi.
"Tidak, wanita tadi sangat cantik tapi kok dia dingin ya?? " ucap nya sembari mengingat.
Gresia turun dan ikut duduk di ruang keluarga itu, tapi tetap dia sibuk dengan laptop yang iya bawa.
"Ada apa kamu kesini??? " tanya Gresia tanpa menatap kepada orang yang di ajak bicara.
"Aku kesini mau, numpang tidur dan segalanya " ucap gibran yang sama halnya dengan nada dingin.
"Emh, " jawab nya singkat dengan masih berkutat dengan laptop nya.
Tamara merasa Canggu berada di antara mereka, tapi dia mencoba tenang dan menatap ke layar TV.
Gresia tak mengenal tamara, karena tamara itu tumbuh besar di luar negeri ikut bersama paman nya, dan baru tahun ini dia pulang pas saat gibran koma yang terkena racun.
Gresia melirik tamara, dan tamara sadar jika iya di lirik oleh Gresia, dia pun memberanikan diri untuk memperkenalkan diri nya.
"Em.. emh per... perkenalkan... nama saya tamara " ucap nya agak sedikit gugup sembari menjulurkan tangan nya.
Gresia yang mendengar itu melirik melihat uluran tangan, anak kecil itu padanya, dia hanya diam .
"Gresia" jawab nya singkat tak menghiraukan uluran tangan tamara.
Tamara merasa tak di hargai dia perlahan menarik tangan nya kembali dan tersenyum terpaksa.
"Iya Gres tamara ini adik ku, dia lama di luar negri baru tahun ini dia pulang " ucap gibran menjelaskan.
Gresia hanya mendongak sebentar dan memutar bola mata malas, dan kembali fokus terhadap laptop nya.
"Laras widya kusuma?? " gumam Gresia sembari ada pertanian dalam katanya, tapi masih terdengar oleh gibran.
__ADS_1
Gibran mendengar ucapan Gresia dia terkaget dan langsung duduk tegap.
"Ada apa gres?? " tanyanya ingin tahu.
Gresia melihat ke arah tamara dan melihat ke arah arloji di tangannya yang sudah menunjukan jam 23:47.
"Kamu tidur lah ini sudah malam, aku masih ingin bicara dengan kakak mu " ucap Gresia pada tamara, yang membuat tamara tercengang ternyata wanita yang sedari tadi irit bicara itu bisa bicara panjang lebar.
"Ehh baik lah " ucap tamara dan bangkit dari duduk nya.
"Yuzi....!!! " teriak Gresia memanggilnya yuzi.
Yuzi yang mendengar panggilan sang nona mudanya itu langsung menghampiri nya.
"Iya nona ada yang bisa saya bantu?? " tanya Yuzi saat sudah ada di hadapan nona nya .
"Antar nona ini ke kamarnya untuk istirahat " ucap Gresia sembari menunjuk tamara.
"Baik, mari nona ikut saya " Yuzi berjalan terlebih dahulu menuntun jalan untuk tamunya itu.
"Gib lo ikut ke ruang kerja...!! " ucap Gresia yang bangkit dari duduk nya dan berjalan ke ruang kerjaannya.
Gibran mengikutinya dari belakang, karena iya juga penasaran atas apa yang akan di sampaikan Gresia padanya.
"Ada apa gres?? " tanya nya saat sudah ada di dalam ruang kerja.
"Kau pasti sudah tau bukan?, kalo keluarga kusuma itu termasuk orang yang lumayan berpengaruh di negara ini?? " tanya Gresia dengan tatapan dingin, dan seperti sedang menyelidiki.
"Emh iya aku tau itu, tapi ada urusan apa kamu dengan keluarga kusuma ??? " Tanya nya semakin penasaran.
"Emh ternyata meraka melakukan banyak transaksi dan penjualan barang secara ilegal, tugas kita sekarang adalah dari pemerintahan untuk mengungkap kasus keluarga kusuma " Jawab nya menjabarkan.
"Hah , terus bagai mana rencana yang harus kita lakukan? " seraya terkaget namun berusaha tenang saat mengetahui kalo keluarga kusuma punya bisnis ilegal, dan menanyakan rencana apa yang akan di lakukan.
"Untuk masalah rencana, bagai mana jika kamu mencoba mendekati putrinya yaitu Laras Widya kusuma dan dikit demi sedikit kau cari informasi, karena kalo kita langsung menghancurkan, aku yakin akar dari semua ini akan kabur " ucap nya atas rencana yang sudah iya pikirkan.
Gibran hanya terdiam saat mendengar rencana Gresia, bagaimana dia tak merasa tersentak, karena dia kabur ke vila milik gresia ini untuk menghindari perjodohan dengan Laras Widya kusuma, tapi ini malah memiliki misi , tapi harus dengan cara mendekati wanita itu.
"Tak ada lah cara lain ? " tanya gibran yang merasa mulai tak tenang.
"Ini adalah rencana yang sangat aman dan mudah, tak terlalu banyak resiko, yang lain banyak tapi lumayan juga dengan resiko nya " jelas lagi Gresia untuk meyakinkan gibran.
"Emh baik lah akan aku lakukan ini demi misi kita berjalan dengan lancar " ucap gibran dengan rasa enggan di dalam hati nya.
Gresia merasa curiga dengan sikap gibran yang seperti sedang banyak sekali beban pikiran , yang sedang iya pikul kali ini, tapi Gresia tak bertanya atu sekedar basa-basi saja.
__ADS_1