
Satu minggu sudah berlalu dimas yang baru saja kembali dari, perjalan bisnisnya iya pulang dengan leleh dan melemparkan tas serta jas di atas sofa.
"Kamu sudah pulang?? " tanya singkat Gresia sembari duduk di sofa sebrang dimas.
"Kelihatanya bagai mana, aku masih di mana? dan sekarang yang ada di hadapan mu kau anggap apa?? bayangan?? " tanya dimas dengan nada tinggi karena iya merasa jengkel dengan pertanyaan gresia padanya.
Gresia merasa heran dengan sikap dimas yang menjadi dingin padanya, yang biasanya tak seperti itu jika hanya pertanyaan singkat darinya itu.
Dimas dia langsung melenggang pergi ke kamarnya untuk membersihkan badan dan beristirahat, karena leleh habis perjalanan yang lumayan jauh karena iya menggunakan, jalan darat.
Gresia dia juga melangkah pergi ke arah dapur untuk mempersiapkan, hidangan untuk makan malam nanti, di rumah itu memeng ada art tapi Gresia lebih suka memasak sendiri untuk memanjakan perutnya dan dimas.
"BI tolong bantu saya ambil daging dan bahan lainya di kulkas, saya mau masak" ucap Gresia memberikan perintah pada asisten rumah tangganya itu.
"Iya non, oh iya non sepertinya rempah-rempah sudah ada yang habis " sahut pembantunya itu sembari mengambil bahan yang di minta Gresia.
"Oh, habis ya kalo begitu suruh muklis untuk membelinya sebentar di pasar aja inah nanti uangnya saya ganti"perintah nya yang masih duduk santai di meja makan.
" Iya non ini bahan yang ada dulu, aja non, saya ke depan sebentar untuk, nyuruh mang muklis belanja non "ucap inah iya menarik bahan yang masih tersedia di hadapan Gresia dan iya pergi menuju depan untuk mencari muklis.
Gresia mengangguk dan mengambil apa yang di berikan oleh bi inah tadi, Gresia dengan santai mengerjakan apa yang ada di hadapannya, dan dimas yang sudah selesai mandi iya menghampiri Gresia dan tiba-tiba mengecup pipi sebelah kiri dan merangkul dari belakang yang membuat Gresia reflek menghantam dimas ke lantai .
"Aaaaauuuhh....... kau itu apa sih baru segitu aja kamu langsung banting aku hah...!!! " dimas menjerit karena kesakitan iya pun memakai Gresia yang masih bengong menatap dimas yang terduduk di lantai.
"Aahhh maaf dim aku gak sengaja, aku kira siapa? yang asala main peluk cium segala, ya maaf aku reflek " ucap Gresia sembari perlahan memapah dimas duduk di kursi.
"Kau ini seperti preman tau gak...!!! sudah lah gak ada mood aku makan di luar ...!!! " dimas terus saja menggerutu iya pergi dari ruang makan dan menuju kamarnya lagi untuk bersiap makan di luar.
Gresia yang merasa bersalah, dan ada rasa kesal dengan sikap dimas padanya iya pun tak jadi memasak, lalu pergi ke arah kamarnya.
__ADS_1
Kini jam sudah menunjukan jam 17:46 waktu makan hampir tiba dimas yang sudah rapi iya pergi keluar rumah.
"Bi inah saya akan pergi, jadi kalian makan aja yang ada di meja makan, karena saya dan dimas tak akan makan di rumah " Gresia berpamitan pada bi inah saat sebelum pergi.
"Iya non 😊, non hati-hati di jalan nona dan den dimas gak pergi bareng??? " tanya bi inah yang melihat dimas yang sudah pergi lebih dulu.
"Engga bi mungkin dimas ada urusan, oh iya jika nanti dimas pulang lebih awal dari saya dan kayak saya bilang aja, saya pergi makan keluar dengan teman saya " ucapnya dan langsung berlalu pergi.
"Ehh tumben biasanya mereka berdua selalu lengket, apa mereka lagi ada masalah ya, kok jalan masing-masing" gumam bi inah yang merasa heran melihat majikannya yang biasa nya akur dan selalu romantis di setiap saat tapi saat ini meraka pergi masing-masing.
"Ahh udah lah itu bukan urusan saya, yang penting saya makan dulu deh, masakan non Gresia yang rasanya gak kalah sama masakan koki bintang lima " ucap bi inah yang kegirangan berjalan ke arah meja makan.
Kini Gresia sudah sampai di restoran yang sudah di janjikan oleh orang yang memberinya pasan, untuk bertemu, Gresia masih bingung larang itu siapa.
Gresia duduk di kursi yang tak terlalu jauh dari dinding Transparan melihatkan pemandangan indah jalan kota yang sudah pada oleh kendaran yang berlalu lalang.
"Emh... " dehem seorang wanita yang menghampiri Gresia yang sedang fokus melihat ke arah luar restoran.
"Maaf apa saya mengenal anda?? " tanya Gresia sembari melihat lawan bicaranya dengan teliti.
"Kau tak perlu tahu siapa aku, aku hanya ingin memberi mu ini, dan ingat lah untuk berterima kasih, dan satu lagi segera lah pergi dari sampingnya " ucap wanita itu sembari menyodorkan sebuah amplop coklat pada gresai.
Wanita itu tanpa basa-basi kaya langsung pergi meninggalkan gresia yang masih dalam kebingungan, apa yang di maksud dan apa yang ada di dalam amplop tesebut.
"Aneh...!! " ketuanya sembari membuka amplop yang baru iya Terima dari wanita yang tak iya kenal barusan.
Gresia terbelalak saat melihat isi dari amplop tersebut, tapi ya tak berkata apa-apa, iya langsung meremas kertas tersebut dan membuangnya ke kotak sampah yang tak terlalu jauh dari tempat iya duduk.
Gresia mencoba tenang karena sekarang iya tau posisinya sedang berada di tempat umum, jadi tak mungkin iya mengamuk, dan iya juga berpikir untuk mengamuk pada siapa.Gerasia dengan tenang menyiapkan setiap makanan nya kedalam mulut dengan pasti, namun tak dapat di pungkiri bahwa pikirannya sedang kacau.
__ADS_1
Saat sudah selesai makan iya pun memutuskan tak langsung pulang ke rumah meliana kan berjalan-jalan di sekitaran taman yang berada tak jauh dari restoran tersebut, tak sengaja iya melihat gibran yang sepertinya sedang bertengkar dengan seorang gadis.
Gresia tak memperdulikan nya iya terus berjalan, mengitari taman tersebut dan berjalan di arah belakang gibran.
"Sudah kita tak ada lagi hubungan, bukanya kau sudah bahagia dengan dia kalau kenapa kau masih mencari ku..! " ucap gibran acuh.
"Tapikan kamu masih sayang juga padaku gibran, buktinya kamu masih sampai sekarang belum bisa Mufoon kan dari aku, buktinya kamu juga sampai sekarang belum memiliki kekasih, sudah lah tak usah munafik, kalo kamu mau balikan kita bisa balikan karena aku juga kurang puas dengan pelayanan nya, aku lebih suka kamu "ucapnya panjang lebar.
Ya selama ini gibran termasuk orang yang urakan, suka bermain wanita suka menggauli sembarang wanita apa lagi iya yang menjadi kekasihnya.
"Kata siapa aku tak memiliki kekasih ..!!? " ucap gibran dangan cepat menarik tangan wanita yang melewatinya, iya tak tau kalo wanita itu adalah Gresia.
Dengan cepat iya menarik dan memeluk nya di hadapan sangat mantan, yang membuat Gresia menjadi bingung, sang mantan melihat itu menjadi merasa kesal.
"Heh gibran kau tak usah menipu ku begitu, kau hanya sembarang menarik wanita dan kau sebut dia kekasih mu..! " bantah nya yang mengetahui terik gibran.
"Lihat saja kalo kau tak percaya jika dia kekasih ku..! " dengan perlahan gibran meme balikan tubuh si wanita namun tak melihat dengan teliti muka si wanita.
Gresia yang tau kalo dia akan di cium oleh gibran dia mencoba memberontak namun, tak bisa karena gibran yang dalam emosi itu cengkeraman nya sangat lah kuat.
"Lepasin gue kalo kau masih sayang dengan nyawa mu itu ...! "Gresia menggertak kan gigi nya sembari berbicara pada gibran.
Sang mantan yang kesal iya pun berlalu pergi, gibran yang mengetahui kalo wanita yang iya cium dan peluk itu adalah atasan Naya sekaligus bos dari mafia yang iya ikuti membuat nyalinya menjadi ciut dan ketakutan, karena tindakan nya barusan yang sembarangan .
"Qu...... queen... maaf... maaf maaf kan saya , barusan... barusan... lancang... pada.... pada ... anda... maaf..... " ucap gibran yang bergetar sembari berlutut di hadapan Gresia.
Gresia yang kesal iya pun melampiaskan dan menumpahkan semua amarah kepada gibran dengan cara memukuli dan menendang gibran hingga babak belur, gibran menerima semuanya dengan ikhlas karena itu juga kesalahannya sendiri. Yang sudah berani mencium dan memeluk Sang atasan.
Setelah merasa agak tenang Gresia meninggalkan gibran yang lemah tak berdaya itu sendirian di taman dan iya pergi menuju markas, untuk mencari pelampiasan amarah yang masih tersisa.
__ADS_1
Gibran meskipun keadaan nya sekarang yang sudah tak tau bentukan, tapi tetap saja iya tersenyum, karena iya dapat memeluk dan mencium Gresia yang iya tau kalo orang itu tak akan ada yang berani mendekati apa lagi untuk melakukan hal semacam itu, memang dasar laknat pemikiran si gibran itu.
Namun tak dapat di pungkiri semenjak pandangan pertama, saat satu tahun setengah yang lalu gibran melihat wajah cantik Gresia untuk pertama kalinya dia langsung jatuh hati padanya, namun dia sadar kalo Gresia sudah memiliki kekasih, dan dia juga sudah berniat untuk berubah dan tak akan menjadi lelaki bajingan lagi yang suka gonta-ganti wanita dengan setatusnya sebagai tuan muda aditama.