
Gresia yang kini sudah sampai di kota B dia langsung menuju ke apartemen miliknya yang ada di sana , besok pagi baru iya akan pergi kekantor malam ini iya berniat untuk istirahat terlebih dahulu karena badan iya juga terasa lemas karena lukanya terbuka lagi. Yang banyak mengeluarkan darah, Di apartemen itu ternyata ada alex dan cristian yang menunggunya.
"Gres.... kau kenapa???? apa kah terjadi sesuatu saat di perjalanan???! " tanya cristian yang melihat gresia mengenakan baju yang memiliki noda darah di sekujur tubuh nya.
"Tak ada " jawab nya singkat iya langsung berjalan ke arah kamar.
"Ada apa??! " tanya alex dari arah belakang yang baru datang.
"Eh.... itu gresia sepertinya iya terluka karena mukanya terlihat pucat dan di bannya banyak darah " jelas cristian sembari mencari kontak sang kekasih untuk segera ke sana.
Alex yang mendengar perkataan cristian iya langsung bergegas berjalan menuju ke kamar gresia, untuk memastikan kalo iya baik-baik saja.
'Tok.... tok.. tok... tok... ' Alex mengetuk pintu kamar gresia namun sudah beberapa kali mengetuk tak ada jawaban dari dalam, Alex yang berasal panik mencoba mendobrak pintu kamar tersebut .
"Apa yang kau lakukan.....???!!! " tanya seseorang dengan suara lirih namun masih terdengar dingin di telinga Alex.
Alex menoleh ke asal suara iya sedikit terperangah saat melihat ternyata itu gresia yang bertanya padanya dengan pakaian yang penuh noda darah.
"Mana yang terluka...??!! " tanya Alex dengan cemas melihat sang kakak yang berlumuran darah itu.
"Minggir..... aku akan beristirahat, dan ambil ini kerjakan dan selesai kan malam ini juga, aku mau tau jika besok pagi semua itu sudah selesai....!!!! " gresia memberikan beberapa lembar kertas pada Alex yang untuk iya kerjakan malam ini juga.
"Kesampingkan dulu masalah pekerjaan, bagai mana kau bisa terluka...?!! " tanya Alex lagi yang menepis kertas itu.
"Tak ada yang luka ini darah para semut di jalan, sebaiknya kau cepat selesai kan itu semua, karena besok siang aku akan segera kembali... !!!!!! "tegasnya yang menyuruh Alex segera menyelesaikan semua nya.
Alex hanya menuruti apa yang di katakan sang kakak, karena iya sudah melihat raut wajah sang kakak yang tampak memendam amarah yang cukup besar sekarang ini.
" Alex mana gresia .....???? "tanya cristian yang menyusul Alex ke arah kamar gresia
" Tak usah ganggu dia, dia sedang beristirahat, aku akan menyelesaikan ini dulu " ujar Alex sembari melangkah ke arah ruang kerja.
'Tok... tok.. tok... ' Cristian mencoba mengetuk pintu kamar gresia, dan langsung ada respon pintu itu pun terbuka dan menampakan muka cantik milik gresia namun terlihat sangat pucat.
"Gers..... biar aku temani kamu ok... aku tau kau terluka gres.... kau tak bisa menyembunyikannya dari ku " tutur cristian pada gresia.
Gresia membuka lebar pintu itu tanda mempersilahkan cristian masuk kedalam kamar tersebut.
Cristian masuk dan kembali menutup pintu kamar tersebut. Yang mana kamar tersebut kedap suara gresia yang sudah lebih dulu berjalan ke arah tempat tidur iya duduk dan menunduk.
"Gres.... coba cerita ada masalah apa hem....??? " tanya cristian mencoba untuk membujuk gresia agar mau berbagi cerita dengannya.
Iya memang selain dengan gibran terkadang gresia juga mencurahkan semua keluhannya dan isi hatinya pada cristian, namun jika ingin bercerita dengan cristian dia harus sedikit di paksa oleh cristian tak seperti iya ingin bercerita pada gibran yang langsung bercerita jika iya bersama gibran.
"Tak ada kau tak usah banyak bicara aku ingin istirahat...! " ketusnya
"Gres... aku tau kau sedang menyimpan masalah dalam hatimu, aku hidup dengan mu itu bukan cuma sehari dua hari tapi sudah bertahun-tahun tahun gres....!! cobalah untuk terbuka, memang ada masalah apa selama setahun ini hah.... kamu selama setahun tak ada kabar kau pergi begitu saja tak memberi tahu kau ada di mana???! " ucap cristian mengomel sendiri.
Gresia menangis dalam diam saat mendengar cristian mengoceh padanya.
"Gres..... aku mengerti kau tak ingin memberi tahu ki masalah mu.. tapi asal kami tau jika kamu pendam sendiri masalah itu kau lama-kelamaan akan gila gres....??! " ujar cristian lagi.
"Aku memang sudah gila cristian.... entah ini karena rasa kasihan atau memang murni rasa suka dari hati ku.... aku di luar menang membencinya karena iya telah berkhianat... tapi di hatiku aku berasa sakit melihat iya begini cris...... "perlahan gresia mulai mengeluarkan rasa beban di hatinya.
"Aku tau mungkin sudah tak mungkin lagi ada rasa di hatinya atau di dirinya untukku karena perbuatan ku cris..... apa lagi aku yang sudah membuat iya depresi hingga gila dan menderita, luka ini memang dia yang buat tapi aku rasa ini tak cukup ..... " ucap gresia lirih di setiap katanya.
Cristian tau siapa yang gresia maksud dan dua dengan setia mendengarkan semua terlebih dahulu sebelum memberi masukan pada gresia.
"Aku tau gres..... kamu sekarang lebih baik tenangkan diri kamu terlebih dahulu setelah itu kamu harus berpikir dan benar-benar berpikir apa maksud dari isi hati mu itu, benar-benar rasa suka atau hanya rasa iba... " Cristian menenangkan gresia dengan mengelus punggungnya.
"Keluar lah kau kerjakan pekerjaan mu ada di atas meja kerja ku... dan aku tak mau tau besok pagi itu harus sudah selesai...!!!! " seketika sikap gresia berubah kembali menjadi dingin dan menyuruh cristian utuk keluar saat hatinya sudah mulai merasa tenang.
"Heh... memang dari dulu kau suka tak adil padaku gres..... giliran gibran saja kau biarkan sampai kau benar-benar tenang , itupun jika Iya keluar atas kehendak nya tak pernah samapi kau usir untuk pergi " gerutu cristian merasa tak adil perlakuan gresia padanya.
"Tak ada pengulangan kata....!!! " ujarnya dengan tatapan mata yang melotot pada cristian.
"Iya... iya... iya.... ini aku keluar... kamu sebaik nya istirahat, oh iya aku telah memanggil zai untuk memeriksa luka mu, takutnya nanti infeksi " ujar cristian sembari berjalan ke arah keluar.
__ADS_1
"Cih.... bukan ingin memeriksa lukaku tapi itu mah untuk memeriksa keadaan mu, dengan rasa rindi di hati... cih... lebai.... " gerutu gresia yang merasa geli.
Gresia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan noda darah yanga ada di badannya, dan melihat luka yang ada di perutnya itu yang masih mengeluarkan darah.
"Heh.... mungkin rasa ini akan menjadi senjata yang sangat mematikan bagiku.... ahh... apa dia sudah kembali??? " tanya nya pada diri sendiri yang teringat jika gibran pergi dari rumah saat iya hendak berangkat tadi.
Kini sudah selesai iya membersihkan kan tubuh nya iya kembali membalut lukanya itu, dan setelah itu iya berbaring di atas tempat tidur dengan masih mengenakan baju mandinya dan rambut yang tergerai basah.
'Tok.. . tok ...tok...'ter dengar lagu nada suara ketika di balik pintu, gresia dengan malas melangkah kan kaki nya menuju ke arah pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya.
"Ada apa...!! " tanya gresia saat sudah membuka pintu.
"Nona saya datang kesini karena di panggil oleh cristian untuk merawat anda??! " ujar orang yang ada di depan pintu.
"Hem... " gresia membuka lebar pintu itu dan membiarkan orang tersebut masuk untuk memeriksa lukanya.
Setelah zainal memeriksa lukanya dia melihat luka itu memang dalam tapi setelah mendapat penanganan pertama sudah tak berbahaya lagi.
"Nona sebaiknya luka ini jangan dulu terkena air kalo tidak dia akan sangat lama untuk kering, dan lukanya kan bisa terinfeksi nantinya " jelas zainal mengenai loka tersebut.
"Oh iya nona dari hasil para dokter yang menangani tuan gibran, ada satu hasil yang mencatat bahwa beliau sudah berangsur pulih dari rasa depresinya nona " ujar zainal sekalian menjelaskan apa yang iya tahu .
"Dia sudah sembuh... .... " Jawab Gresia dingin.
"Benarkah syukur lah kalo tuan sudah sembuh nona " jawab zainal sembari mengemas barang nya .
"Kalo begitu, saya permisi nona dan jangan lupa untuk selalu mengoleskan salep tersebut agar luka nya cepat kering " Zainal bangkit dan memberi saran pada gresia sebelum iya benar-benar pergi.
"Oh.... iya bagai mana mereka apa sudah menemukan bocah bodoh itu... ??? " gumam gresia sembari mengambil ponsel nya yang ada di sebelah bantal nya.
Gresia mencari kontak pengurus rumah yang ada di pedesaan itu untuk bertanya apa kah gibran sudah kembali atau ketemu. kemudian telpon pun terhubung.
"π·πππ... ππππ πππ π’πππ ππππ πππ’π πππππ??? " ππππ’π πππππ ππ πππππππ ππππππ
"π±ππππππππ πππ ππππππ πππππ πππππππππ πππ...?? " ππππ’π ππππππ ππππππ ππππ πππππππππ’π πππππππ πππππ.
"πΌπππ ππππ ππππ πππππ πππππ πππππππππ ππππ ππππππ, ππππ ππππππ πππππππππ’π ππ πππππππ ππππ πππ ππππ " ππππ πππππ ππ πππππππ ππππππ .
Gresia mematikan telpon secara sepihak dan iya melihat lukanya yang berbalut perban itu mulai menampakan darah yang tembus keluar.
"Merepotkan saja...."umpatnya iya membiarkan nya begitu saja karena iya juga lelah jadilah iya tertidur malam itu yang sudah hampir menjemput pagi.
Ya sekarang jam sudah menunjukan pukul 04:54 pagi hari ,namun Gresia baru saja mau tertidur. Sedangkan alex dan Cristian masih sibuk dengan tugas yang di berikan oleh Gresia pada mereka berdua.
Alex yang leleh dia menyandarkan badannya dan menghela nafas kasar karena ternyata pekerjaan di perusahaan lebih sulit di bandingkan pekerjaan menjadi mafia pikirnya.
"Hais.... kapan selesai semua ini... ini sudah mau pagi tapi masih saja menumpuk semua ini...!! " gerutunya yang melihat mejanya yang masih bertumpuk kertas yang berserakan.
"Lex... kau belum selesai...??? " tanya cristian yang lewat depan tempat kerja alex.
"Kelihatanya... " ketus nya.
"Emh..... sini biar aku bantu, oh iya aku juga ingin berbicara dengan mu masalah ku tiga hari lagi bagai mana caranya berbicara dengan gresia, tolong bantu aku..? " ujar ceristian.
Yang mana tiga hari lagi iya akan melaksanakan acara pernikahan nya dengan dokter zainal namun inya masih bingung bagai mana bicaranya pada gresia untuk. mengundangnya datang, karena cristian tau gresia sudah tak ingin lagi berkumpul atau menghadiri yang mengundang orang banyak, iya memeng menghilangkan jejak dari muka publik.
Semua orang tau jika gersia menghilang entah kemana setelah tertangkap nya tuan putra sebagai walikota kota K.
Semua perusahaan dia alihkan ke semua orang kepercayaan nya begitu juga kelompok mafianya yang iya serahkan pada bob, Meski semua telah di serahkan pada mereka tapi gresia tak pernah tak ikut andil dari setiap apa yang terjadi di perusahaan maupun di mafianya.
"Mana aku tau itu pikirkan sendiri, aku juga puding dengan semua ini " ketusnya sembari menumpuk-numpuk lembaran kertas di mejanya.
"Eh.... iya kau jangan tak datang di hari bahagia ku... " cristian membantu menyelesaikan studi mus berkas tersebut.
Dan kini hari sudah terlihat terang yang mana alex dan cristian baru saja selesai mengerjakan semuanya dan bersiap untuk menuju ke kamar gresia untuk menunjukan hasil kerja mereka.
Saat alex mencoba membuka pintu ternyata pintu kamar gresia tak di kunci, iya masuk dan mengedarkan pandangan keseluruhan sudut ruangan kamar itu. Namun tak nampak orang yang iya cari .
__ADS_1
"Kemana lagi orang itu...???? bukanya iya sedang terluka seharusnya iya sedang istirahat bukan?? " alex terus bergelut dengan dirinya sendiri bertanya keberadaan gresia yang tak iya ketahui .
"Ada apa...?? " tanya seseorang dari belakang alex yang mengejutkan.
"Emh.... ini yang kau minta sudah aku kerjakan, coba lihat apa masih ada yang salah " ujar alex sembari meyerahkan dokumen pada gresia.
"Sekarang yang bertanggung jawab adalah kamu, tak ada lagi urusannya dengan ku, aku akan segera kembali, aku sudah menyelesaikan apa yang telah menjadi masalah " tutur gresia dengan dingin sembari masuk.
"Tak bisa kah kau lebih lama lagi di sini, aku merindukan mu " alex bergelayut manja di lengan ayura yang memengaruhi iya rindukan.
"Kau sudah dewasa.... tak usah manja "ketus gresia sembari melepaskan tangan alex dari tangan .
" Aku hanya ingin lebih lama lagi dengan mu kak, oh iya lusa pernikahan kak cristian, apa kau tak akan menghadirinya kak, bagaimana pun dia adalah saudara kita sebaiknya kau menghadirinya "alex masih tak mau melepaskan tangannya dia mengikuti gresia duduk di tepi ranjang.
" Tak ada urusannya dengan ku, aku juga punya urusan ku sendiri "cekal gresia lagi.
Sebenarnya gresia ingin segara kembali itu karena iya ingin mencari gibran yang pergi dari rumah, yang tak tau pergi kemana.
" Aku janji hanya menghadiri upacara pernikahan setalah itu terserah pada kakak jika ingin pergi tak masalah "bujuk alex lagi.
" Tak bisa..... sekarang aku akan kembali untuk masalah nikahan cristian lihat nanti, jika urusanku selesai dengan cepat aku akan datang "ujar gresia yang mengalah pada alex yang terus menatapnya dengan muka memelas padanya.
" Janji ya... "ujarnya gembira dengan senyuman yang mengembang di bibir alex.
Gresia segera bersiap untuk kembali lagi kepedesan untuk mencari gibran.
Sesampainya gresia di pedesaan dia langsung masuk kedalam ruang kerjaan nya untuk segera mencari informasi keberadaan gibran dengan ke ahlinya, dengan waktu kurang lebih sekitar 5menit gresia menemukan di mana gibran sekarang.
Karena gresia yang tau akan kondisi gibran yang tadinya gila dan terkadang tindakannya yang tak hisap di prediksi, yang terkadang iya berlari ke kampung sebelah yang membuat para pelayan di sana masih saja tak bisa menemukan, hingga gresia meletakan alat pelacak di tubuh gibran yang tak di safari olehnya.
"Hem... ketemu, ternyata kau kembali ke kota dan ke rumah itu " gumam gresia dengan kedua tangan menopang dagunya
Gresia langsung mengirim kan pesan singkat padat orang-orang nya yang berasal di kota untuk membawa gibran kembali ke rumah.
Gresia keluarga dari ruang kerja dan melihat semua pelayanan yang ketakutan saat melihat gresia. Namun gresia acuh pada mereka dan terus berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.
"Kau tak akan bisa lari dari ku gibran " ucap gresia dengan senyum yang mengembang di wajah cantik nya.
"Hah... aku masih tak mengerti dengan perasan ini, apa benar rasa suka atau hanya rasa simpati " ucap nya lagi sembari berbaring menatap langit-langit kamarnya.
Dan lama-kelamaan gresia terhanyut dalam mimpi dan terlelap, hingga waktu sudah bergantung malam gresia terbangun dan langsung bergegas beranjak ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai dengan ritual mandinya, gresia keluar kamar untuk makan malam dengan mengenakan baju santai nya.
"Selamat malam nona " sapa pelayan pada gresia.
Hanya di jawab dengan anggukan dan senyum tipis, yang membuat pelayan itu tak percaya dengan penglihatan nya barusan.
"Di mana dia...? " tanya gresia apa pelayan yang ada di sana.
"Ada nona di kamar nya, apa harus saya bawa kemari..?? " jawab pelayan itu.
"Ya bawa dia kemari untuk makan malam " balas gresia dengan tatapan yang berbeda tak seperti biasanya yang dingin dan acuh.
Pelayan itu kembali lagi dengan membawa gibran untuk ikut duduk di sana, gibran tertunduk tak berani melihat ke arah gresia karena rasa bersalah dan malunya.
"Hai..... makan lah dulu, nanti ada yang ingin aku bicarakan dengan mu " ucap gresia dengan lembut yang tak biasanya gresia berprilaku demikian.
Yang membuat gibran semakin merasa bersalah pada gresia.
Karena gibran tak kunjung bergerak untuk mengambil makan untuk nya gresia menyodorkan piring yang sudah terisi penuh dengan nasi dan beserta lauk pauk nya.
Gibran mendongak ke arah gresia dengan tatapan kosongnya.
"Makan lah " ucap nya lagi lembut.
"Gres..... apa kau tak marah atas apa yang aku lakukan padamu, yang lagi-lagi berkhianat padamu, apa kau tak merasa marah atas apa semuanya, dan kenapa kau masih bersikap lembut dan memberikan aku dia kali hidup ...?? " gibran memberanikan diri mengeluarkan apa yang iya pikirkan.
__ADS_1
Gresia menatap gibran dengan tersenyum hangat, yang membuat gibran tak mengerti apa maksud senyuman tersebut.
"Tak usah kau tanyakan apa keputusan ku, kau hanya nikmati hidup mu dengan damai, kita di sini tak akan ikut serta dengan urusan perusahaan atau pun mafia lagi, aku hanya ingin ada teman dalam susah hidup yang damai, jadi makan lah " tutur gresia menjawab pertanyaannya gibran dengan jawaban yang menurut gresia itu cukup untuk menjawab semua yang ada di pemikiran gibran.