
Kini tubuh Gresia telah di kuasai oleh alika, dia hanya diam dan menyaksikan lawan sedang mencoba menyayat muka mulus alex. Namun yang tak di duga oleh lawan tentara di situ alex sudah sadar dan yang menguasai tubuhnya adalah susi gelap nya, yang belum stabil bersama di dalam tubuh alex jadi iya masih sangat berasal dan ganas.
Gresia(alika) yang menyadari kalo kesadaran itu bukan lah alex dia hanya menyeringai dengar tatapan yang sangat menakutkan.
"Kenapa ruangan ini menjadi sangat mencekam dan dingin aura di sini, sepertinya ada yang tidak beres " gumam lawan dalam hatinya, iya menoleh ke arah Gresia (alika) yang iya liat hanya wanita biasa saja dengan penampilan yang masa bodo.
Tapi dia tau suasana di sana sudah tidak bagus , jadi dia menghentikan aksinya dan berdiri lalu hendak melangkah ke arah Gresia (alika).
"Kenapa kau hentikan??!! bukan kah tadi kau berniat mengancam ku dengan nya mati di hadapan ku? lakukan saja " ucap alika (Gresia) dengan pandangan datar.
"Heh .. aku tau kau pasti memiliki rencana bukan queen, aku tak akan tertipu aku tak sebodoh itu, " ucapnya sembari perlahan berjalan ke arah Gresia(alika).
"Heh.... apa benar kau tak sebodoh itu, katakan pada tuan mu untuk segera melihat ke televisi dan segera bersiap lah untuk melarikan diri jangan hanya menonton mu yang mengancam tanpa akhir " gagas Gresia (alika) dengan iya juga berjalan menghampiri si lawan.
Alex terus memantau secara perlahan dia juga mencoba melepas ikatan yang ada di bagian belakang, gibran yang di saat itu juga sudah sadar hanya bisa menyaksikan dengan diam.
Lawan itu tanpa rasa takut menghampiri Gresia (alika) dan mendekatkan mukanya ke arah telinga Gresia (alika).
"Tuanku dia tak akan bisa kalian temukan, karena dia sudah berada jauh dari kota ini, kalian mengeledah nya pun tak akan menemuka dia " ucapnya pada Gresia (alika) dengan menampakan senyum sinis pada Gresia (alika).
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA ..... apa kau bilang aku tak akan menemukan, ya aku tak akan menemukan jika dia telah menjadi hantu " Gresia(alika) tertawa kencang saat m m dengar perkataan si lawan.
Pria itu menjadi diam dan jadi memasang muka yang sangat serius dengan menanggapi perkataan Gresia(alika) .
"Kau bangun lah bocah tak usah berpura-pura tidur...! " ucap Gresia(alika)
Pria tersebut menoleh ke arah para Sandra ternyata, para anak buahnya sudah pada kalah dan terkapar di lantai, sungguh hebat alex menghabisi tanpa suara sekali pun yang membuat pria itu menjadi brigidik ngeri.
"Bagai mana bisa??! " tanya nya dalam hati namun dia harus tetep berusaha tenang.
Di luarran sana sudah banyak berita tentang kasus korupsi dan kasus lainya yang menargetkan walikota kota K namun sudah menyebar ke seluruh negri bahkan seasia masalah berita itu.
Semua FBI dan semua polisi sedang mencari keberadaaan tuan putra Jun selalu walikota yang m nya di target.
Sedangkan Tn. putra yang menyaksikan berita itu menjadi bingung dan panik harus berlari kemana , dan dia berpikir siapa yang mengungkap semua, yang iya lakukan di pemerintahan ke pada publik, dan dengan sangat cepat langsung menyebar luas dalam beberapa menit saja.
__ADS_1
"Aaaaaggghhh....... aku harus lari kemana??dan harus meminta perlindungan pada siapa??? sial orang idiot mana yang melaporkan ku, awas saja jika ketemu dengan ku akan ku cabik-cabik " Geramnya sembari mengumpat, pikirannya campur aduk ada panik dan emosi yang membuatnya tak dapat berpikir.
Tn.Putra dia hanya mondar-mandir dia tak berani menghidupkan ponsel nya karena pastinya dari sinyal ponsel nya dia dapat di lacak oleh tim FBI dan yang lainya, makan akan cepat di temukan keberadaannya tersebut. jadi dia hanya bisa berdiam diri di salam rumah tersebut dengan rasa khawatir dan tak karuan.
Iya juga masih bingung tentang keberadaan putrinya, yang entah sekarang di mana keberadaannya , mana sekarang ditambah masalah nya yang menjadi buronan negara.
~~
Di saat yang menegangkan, tiba-tiba ponsel Gresia(alika) berdering tandanya ada panggilan masuk padanya, saat di lihat di sana tertera nama Alka sang kakak.
"📲HAlo??? " sahut nya saat sambungan telpon telah terhubung dengan lawan bicaranya.
"📱Ya halo?" jawab alika(Gresia) dengan dingin.
"📲Dek kamu di mana sekarang?? kamu bisa untuk datang ke ruang utama Glen sebentar, ada urusan yang sangat penting butuh kehadiran mu " ucap sang kakak di sebrang telpon.
"📱Tak ada waktu " jawabnya singkat dan langsung mematikan sambungan telponnya.
Gresia(alika) kembali menatap ke arah si pria dan alex. Dia tak bergeming atau bertindak dia hanya mengisyaratkan pada alex jika orang yang ada di hadapan nya itu di serahkan padanya.
Gresia (alika) hanya asik menonton dengan santri bagaikan iya sedang menonton film aksi di layar lebar ,dengan seringai yang sering timbul di bibir manisnya itu , yang melihat pertarungan itu terus imbang.
'Prok.... prok... prok . prok.... '
Terdengar tepuk tangan yang cukup menggema di telinga mereka, hinga baku hantam pun sempat terhenti dan menoleh ke asal suara.
"Sungguh suguhan yang sangat indah di depan mata " seru Gresia (alika) kepada mereka dengan senyum kemenangan di wajahnya.
Keduanya yang sedang bertarung pun menjadi heran akan perkataan Gresia (alika).
"Hahahhahah....... kalian pasti bingung buka..??! " Ucap Gresia (alika) .
Para sandara yang lain sudah sadar dan terlepas dari ikatannya dan berada agak dekat dengan Gresia (alika) tadinya meraka ingin membantu alex namun di hentikan oleh Gresia (alika) yang membuat mereka pun hanya terdiam dan menonton saja.
Gresia (alika) hanya tertawa tiada henti dan dia pun bangkit dari duduk nya dan menghampiri keduanya.
__ADS_1
"Kembalikan bocah itu dan kau pergi " ucap Gresia (alika) pada telinga alex.
'Plaaaakkkk...... '
Tiba-tiba tampar keras mendarat di pipi mulus alex yang membuat kesadarannya kembali , orang yang melihat itu meringis kesakitan saat melihat alex di tampar dengan cukup keras.
"Gresia........!!! " teriak cristian
Gresia (alika) menoleh dan hanya memasang muka dinginnya pada cristian. yang membuat cristian tak bisa berkata-kata lagi dia hanya diam.
"Sangat seru bukan tuan Martin su untuk membunuh keponakan mu, ya meski hanya keponakan tiri, anak di luar nikah dari kakak ipar mu....??? " bisik Gresia (alika) pada Martin .
Martin tak mengenali alex karena iya dulu melihat alex saat masih berusia 5bualn yang di usia masih sangat kecil tapi Martin sangat menyayangi alex, sampai sekarang Martin sedang mencari keberadaan kakak iparnya itu, iya tau jika keluarga kakak nya telah di bantai, dia juga tau kalo kakak iparnya menghilang dan keponakan nya itu juga hilang .
Sampai sekarang iya mencarinya masih juga belum ketemu namun tak menyangka sekarang iya berlawanan langsung dengan keponakannya itu.
Martin syok saat mendengar perkataan Gresia (alika) padanya barusan, yang membuatnya menjadi terdiam dan menatap alex dengan lekat.
"Aku hanya ingin tau bagai mana reaksi paman di alam sana, jika tau adik nya hendak membunuh keponakannya sediri, apakah dia akan merasa kecewa pada anda, meski bocah itu anak haram tante ku dan ayah bajingan itu tapi, paman Alvin sangat menyayangi alex seperi anaknya sendiri. " bisik Gresia (alika) yang membuat semua orang melongok melihat Martin, yang sudah terduduk lemas di lantai begitu juga dengan alex yang bingung apa yang membuat lawan itu tunduk di hadapan Gresia (alika) dengan sangat mudah hanya dengan sebuah bisikan.
"Tidak mungkin... tidak mungkin" gumam martin yang masih tak percaya dengan apa yang sedang dia hadapi sekarang.
"Kakak...!!! ini apa yang terjadi di mana yang lain??? " tanya alex yang tersadar dan baru ingat dengan yang lain.
"Alex... bagai mana keadaan mu atau masih sakit " ucap cristian yang cemas sembari melihat pipi alex.
"Ahh apa sih aku gak papa?!!! ... jelaskan ini kenapa?? " ucap alex menepis tangan cristian.
"Kami tidak tau tuan yang tau hanya tuan Martin dan queen" jawab caca yang bersamaan menghampiri alex.
Sedangkan bara dan Bob membawa gibran untuk segera dib tangani oleh para dokter.
"Apa... benar apa yang kau katakan ??? " tanya Martin sembari mendongak ke arah Gresia (alika).
Tapi Gresia (alika) tak memberi tanggal apa pun dia langsung berlalu pergi begitu juga dengan yang lain mengikuti Gresia (alika) pergi dari sana. di situ tinggal Martin yang masih terduduk.
__ADS_1