Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Semakin menjadi gila.


__ADS_3

Setelah selesai rapat Gresia kembali ke ruangan nya, namun tidak dengan cristian dia harus langsung pergi untuk memeriksa proyek yang sedang berjalan yang baru saja mereka bicarakan di ruang rapat.


"Selamat sore Bu...? " sapa karyawan nya yang berpapasan.


"Emh.... kenapa kalian belum pulang??? " tanya Gresia melihat mereka yang masih ada di kantor di jam pulang kerja seperti ini.


"Ehhh... kami masih belum menyelesaikan pekerjaan kami bu " jawabnya


"Iya bu jadi, manager menyuruh kami untuk menyelesaikannya hari ini juga " jawab yang satunya lagi.


"Kalian di bagian mana?? " tanya Gresia lagi yang merasa penasaran.


"Kami di bagian humas bu " jawab nya sembari menunduk.


"Ya sudah sana selesaikan pekerjaan kalian " perintah Gresia dan iya langsung melanjutkan jalanya.


"Baik bu " jawab mereka serentak.


Gresia berjalan dengan santai iya teringat akan jadi ayahnya yang datang menemui nya setelah sekian lama, ada rasa rindu namun iya juga kesal dengan maksud dan tujuan nya datang.


Dia kembali duduk di kursi kebesaran nya dan membolak-balikan berkas yang ada di atas meja.


Iya merasa jenuh dan kini hari pun sudah hampir malam Gresia memutuskan untuk segera kembali, dan di perjalan iya ingin mencari makan malam terlebih dahulu sebelum iya kembali ke markas.


Gresia teringat dulu dimana saat Gresia meras sedih saat mengingat kehidupan masa lalunya, di sampingnya selalu ada gibran dan cristian yang menemani untuk menghibur dan melupakan semua masalahnya, namun kini niya sendiri tak ada meraka di sekitar nya.


Saat melewati sebuah kedai makanan yang biasanya mereka bertiga singgahi untuk, sekedar minum kopi saja, iya pun memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan berjalan ke arah kedai untuk memesan makan.


Gresia masuk dan menuju ke arah meja tempat bisa iya nongkrong, pelayan di sana yang sudah hafal menghampiri Gresia.


"Selamat malam nona, mau pesan seperti biasa??? " tanya pelayan itu pada Gresia.


"Oh iya mana temanya yang dua lagi nona, ini kok tumben datang sendiri?? " tanya nya pada Gresia buang melihat cuman ada dia saja di sana.


"Mereka masih sibuk bekerja, oh iya mas makanan sama minumnya kayak biasa, tapi di bungkus ya mau saya bawak pulang saja, nanti makan bersama mereka di rumah " ujar Gresia sangat sopan dan lembut pada pelayan tersebut.


"Baik nona mohon di tunggu ya " jawab nya dengan senyuman ramahnya.


Gresia mengangguk tanda mengiyakan, gerasi merogok tas nya dan mengambil ponsel, dan memainkannya dengan tenang, saat sedang asik melihat dan membaca berita di ponsel, iya teringat akan walikota kota M, yang masih iya biarkan bebas.


Iya pun mengetik pesan singkat pada seseorang , untuk memberi aba-aba penangkapan tuan putra jun yang kini adalah walikota yang sedang buron.


"Nona ini pesannya " ujar si pelayan mengantarkan pesanan yang Gresia pesan tadi.


"Aaaaahhh.... iya Terima kasih, oh ini uangnya sisanya ambil saja " Gresia sedikit terkejut, iya memberikan lembaran uang kertas seratus ribuan pada pelayan itu .


"Terima kasih nona" ujarnya sembari membungkuk kan tubuhnya.

__ADS_1


Gresia mengambil pesannya menjinjing tas nya lalu pergi keluar dan menaiki mobilnya kembali, untuk segera kembali ke markas.


Tak butuh waktu lama kini Gresia sudah ada di halaman depan markasnya itu iya langsung turun dari mobilnya dengan membawa makan yang telah iya pesan tadi.


"Malam queen...!! " sapa mereka yang berpapasan dengannya.


"Emh... " jawabnya dengan deheman dan berjalan ke arah ruangan dimana gibran di kurung oleh nya.


"Bagaimana dia???! " tanya Gresia pada penjaga yang menjaga di ruangan tersebut.


"Dari tadi siang, keadaan di dalam tenang queen, sepertinya tak ada pergerakan " jawab penjaga tersebut.


Penjaga itu membukakan pintu ruangan tersebut Gresia pun masuk dan menyalakan lampu ruangan tersebut, di sana terlihat sangat berantakan, seperti habis ada pertarungan yang sangat dahsyat.


Gresia membenarkan kursi dan meja yang berantakan, penjaga yang diluar ikut masuk dan hendak membantu namun, di cegah oleh nya.


"Tak usah kau kembali saja, jika nanti ada orang jangan biarkan dia masuk " we jang nya pada penjaga itu.


Penjaga itu pun keluar dan tak lupa menutup kembali pintu ruangan tersebut.


Setelah Gresia merapikan kursi dan meja iya pun meletakan makanan yang iya bawa di atas meja.


"Bangun lah untuk makan " Gresia membangunkan gibran yang tertidur di lantai.


"uuuggghh...... " gibran menggeliat dan mengerjapkan matanya.


Gibran yang terbangun dia duduk dan melihat Gresia dengan penuh selidik, apa dia mempunyai rencana lain untuk menyiksanya.


"Kau punya rencana apa lagi....!!! " jawab nya ketus.


"Kau orang gila, tak usah banyak tanya makan lah " ucap Gresia yang kembali dingin.


Namun seketika aura dingin itu hilang dan kini hanya kemurungan dan sedihlah buang menyelimuti ruangan itu, Gresia menceritakan apa saja yang terjadi hari ini pada gibran, untuk menumpahkan kesedihannya.


"Hei.... tata.. au dangan menanis... anti au itut cedih" ucap gibran yang menyapa Gresia dengan makanan di mulut dan tangannya, iya berbicara dengan nada anak kecil.


Gresia menghela napas iya merasa bodoh, kenapa iya bercerita tentang kesedihannya dengan orang gila, ya meski terkadang waras juga.


Ini lah alasan kenapa Gresia tak langsung membunuh gibran, karena iya juga menghargai kebaikannya dulu, iya hanya menyiksanya dengan rasa sakit dan menjadi gila, tapi biya juga masih menjaga gibran, karena gibran lah tempat iya menguatkan semua kesedihannya dan Gresia juga menampakan kerapuhan ya hanya di hadapan gibran saja.


"Awas.... kakak... dor.... dor.... " racau gibran yang gila itu.


"Hahahaha...... dor..... dor... dor..... haiciaattt ..... mati kamu...!!! hahaha..... dor.... dor ..... hahaha kamu sudah tak bisa lagi kabur hahaha.... terkena tembakan kau..... " racau nya sembari menodongkan roti ke arah Gresia.


Karena Gresia yang sedang rapuh itu dia hanya diam tak bergeming atau pun memandang gibran yang sedang mengacau nya.


"Sudah lah... Lama-lama aku juga gila di sini.. " Gresia merasa tak mensalatkan apa yang iya inginkan dia pun meninggalkan makanan di atas meja lalu pergi keluar dengan ada saus tomat di lengan baju dan di punggungnya .

__ADS_1


Saat berjalan keluar Gresia bertemu dengan cristian yang hendak memberikan makan pada gibran.


"Eh.... Gresia... kau habis ngapain kenapa badan mu di lumuri saos tomat???! " tanya cristian yang agak heran.


"Tak ada " jawabnya singkat dengan dingin.


"Kau urusi saja orang gila itu, pasti sebentar lagi dia akan merasakan sakit...!! " ujar nya sembari berlalu pergi.


"Hah... kesakitan.. emang kamu abis berbuat apa padanya??? " tanya cristian yang tak tau menau. .


Cristian dengan cepat masuk, dan melihat di sana gibran yang sedang bermain dengan makanan di atas meja seakan sedang melawan musuh dengan melempari makanan ke sana kemari.


"Gib..... makan dulu??! " sapa cristian dengan halus.


"Nanti dulu lihat musuh sudah mendekat cepat bantu aku ambil sniper mu " ujar gibran yang gila itu pada cristian.


Cristian merasa sedih akan kondisi gibran kini, namun tiba-tiba, gibran terhenti dari aksinya dan mulai meraung kesakitan di seluruh tubuhnya.


"Aaaaaaggggghhhhh....... hentikan ini aaaaaaa..... " ceritanya yang kesakitan.


"Gibran kau kenapa??? " tanya cristian yang panik melihat gibran kesakitan .


"Cris.... tolong aku ini sakit sekali aaaagghhhhhh.... tolong aku..... " gibran terus meraung kesakitan sembari berguling-guling di lantai.


"Aku harus menolong mu bagai mana??? " tanya cristian dengan panik tak tau apa yang harus di lakukan.


"Tolong aku... ini menyakitkan.... kau bunuh aku sja cristian biar aku tak merasakan sakit ini lagi aaaaggghhh.... cepat cristian bunuh aku, ini sungguh sakit, dan kenapa banyak sekali dokter yang membedah tubuhku " jerit nya sembari memberontak.


Halusinasi gibran kaki ini iya merasa seluruh badannya sedang di bedah oleh beberapa dokter di hadapannya, dan melihat cristian yang hanya diam saja.


Cristian bingung apa yang di ucapkan gibran dokter darimana pula pikirnya.Cristian yang panik dia pun pergi keluar untuk menemui Gresia dan bertanya keadaan gibran yang sekarang kenapa, dia menjadi lebih parah gila nya.


Para pengawal di sana hanya diam mematuk tak melakukan apa pun. Saat cristian sampai di ruangan Gresia dia langsung masuk dan melihat Gresia sedang duduk santai menatap komputernya. Gresia sudah menduga apa yang akan terjadi.


"Hooohhh.... hohhh... hohhh... Gr.. esia to...long ban...tu tenangin gibran dia, sekarang sedang lepas kendali " ujar cristian yang tersengkal-sengkal karena habis berlari.


"Biarkan saja itu hukumannya, itu masih untuk aku tak mengikutinya hidup-hidup" ujar Gresia dingin dengan tatapan tetap ke layar monitor.


"Tapi gres... dia kasian sangat tersiksa, lebih baik kau mengikuti dan langsung menebas kepalanya maka dia tak akan menderita seperti ini " lugas cristian lagi yang tak tega melihat keadaan gibran tadi.


"Keluar lah tak ada gunanya kau memohon pada ku juga, aku tak akan melakukan apa pun " jelasnya.


Cristian keluar dengan tanpa hasil apa pun dia pun teringat jika di dalam kotak obatnya ada obat penenang, dia pun coba mencari di ruangan nya.


"Semoga saja masih ada " gumam nya sembati mencari di kotak obatnya.


"Nah.... ketemu " cristian mengambilnya dan dengan cepat iya segera bergegas ke tempat gibran lagi untuk memberi obat penenang padanya.

__ADS_1


__ADS_2