Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Perjamuan keluarga


__ADS_3

Kini komandan polisi itu pergi untuk menemui rekannya, untuk segera kembali ke kantor untuk menyelesaikan kasus yang sudah menunggunya.


"Huh kekacauan seperti ini masih harus aku juga yang menyelesaikan nya " gibran mengeluh dengan kekacauan yang terjadi hari ini.


'Tok... tok.... tok... '


"Masuk...??! "


'kreeekkkkkk... '


"Gib, bagi mana urusan mu sama para polisi itu?? " tanya cristian dengan raut wajah yang kelelahan.


"Untungnya bisa di tangani dengan tenang, kalo tidak kita juga yang akan di seret ke kantor polisi " gerutu gibran yang keras ada rasa kesal tapi ya mau bagi mana lagi dia tak bisa berbuat apa-apa.


"Hah iya juga sih, ini Gresia kok tumben juga berbuat gegabah uang biasanya dia akan membawa mangsanya itu ke markas baru menyiksa tapi kali ini kok sangat mudah sekali meraka mati?? " cristian merasa bingung dengan tindakan Gresia yang agak ceroboh karena membunuh orang di depan umum dan bingung juga kenapa dengan begitu mudah meraka mati.


"Sebenarnya dia bukan lah penghianat yang menghianatinya makan dari itu dia beri kematian yang cepat " jawab gibran dengan enteng.


"Terus siapa si penghianat itu gib??, lo tau orangnya kan ngaku lo?? " tanya cristian sembari langsung duduk dengan tegap.


"Itu masih di rahasiakan sama Gresia, tapi tak akan lama orang itu pun akan mati lihat saja " gibran juga masih belum tahu pasti siapa yang berkhianat di dalam perusahaan yang jelas sangat banyak yang terlibat di dalam nya.


"Ehh iya gib mereka berdua kan ******* yang sedang di cari, tapi kok bisa dia masuk ke perusahaan ya?? " cristian mulai merasa heran dengan dua orang yang di tembak Gresia tadi.


"Ya mana aku tau cris, ya mungkin mereka tau identitas kita, jadi mereka berpikir akan aman jika ada di dekat kita, makanya berusaha menyamar " jawab jelas gibran meski itu baru kemungkinan.


"Jika merasa bisa tau identitas, berati meraka bukan orang biasa dong, berati ada kekuatan yang kuat juga di belakangnya ya kan, sedangkan yang tau kita sebagai anggota Golden Eyes aja cuman GD aja " ujar cristian yang memeng membuat Hera.


"Ya bisa jadi " jawab gibran sembari memanggut-manggut kan kepalanya pelan.


"Eh ini udah waktunya pulang, kamu mau pulang gak?? " gibran melihat Arloji rintangan yang dan terlihat jam sudah menunjukan pukil 16:58 yang artinya sudah waktunya pulang kantor.


"Ahh iya aku mau pulang, capek nih seharian di ruang rapat, mana gak di kasih istirahat lagi " cristian beranjak dari ruangan gibran sembari mengeluh tentang rapat tadi.


*******


Gresia yang kini sudah kembali ke ke vila, dia melihat Yuzi yang ada di sana.


"Nona anda sudah pulang?? " tanya Yuzi


"Emh" jawab singkat Gresia sembari berlalu pergi menuju tangga.


"Nona ada yang ingin saya sampaikan pada anda, apa anda ada waktu nona?? " ucap Yuzi dengan sungkan.


Langkah Gresia terhenti dan berbalik ke arah Yuzi yang ada di belakangnya.


"Apa yang ingin kau sampaikan? " ketus Gresia yang sangat dingin.

__ADS_1


"Begini nona, tadi ada tuan Alka mencari anda, dan beliau memberinya ini pada saya nona? " ucap Yuzi sembari memberikan sebuah kotak yang cukup besar kepada Gresia yang baru saja di berikan pelayanan pada Yuzi.


Gresia memandang dengan intens kotak itu namun tak mengambil nya.


"Kau bagikan saja dengan para pelayan aku tak membutuhkannya " ucap Gresia sembari berbalik dan henda berlalu.


"Oh iya nona, tuan Alka mengatakan nanti malam dia akan datang kesini untuk menjemput anda , katanya akan ada sebuah perjamuan keluarga " ucap Yuzi sebelum Gresia pergi.


"Emh " Gresia melanjutkan jalannya.


Yuzi merasa bingung emang di dalam kotak itu apa isinya, karena terasa ringan meski kotak itu cukup besar. Gresia berkata untuk membagikan pada semua pelayan, jumlah pelayan di vila yang cukup besar itu tak banyak orang hanya ada 2koki 2tukamgbkebun 2pembersih dan Yuzi sebagai kepala pelayan .


"Ini buat kalian buka lah dan jangan berebut " ucap Yuzi memberikan itu pada pelayan yang sedang membereskan di tempat itu.


"Terimakasih ketua " peluang itu mengambil kota yang di berikan Yuzi.


"Emh, yasudah ini juga sudah mau waktunya makan malam, kalian siapkan makan malam sepertinya nona akan makan di sini malam ini " perintah Yuzi dia juga pergi ke dapur untuk memastikan makanan di sana aman.


"Heh acara keluarga sejak kapan aku masih di anggap keluarga, bukan kah aku sudah bertahun-tahun tak pernah mendengar nya heh. " Gresia bercermin sembari membersihkan luka-luka nya yang ada ditubuhnya itu.


"Iisss ini membuatku susah " gerutu Gresia, diapun melempar salep yang ada di tangannya.


Gresia pergi ke luar kamar dan berteriak memanggil Yuzi.


"Yuzi.......!!!!!! " teriknya dengan nada kesal dan emosi.


"Ada yang bisa saya bantu nona?? " tanya Yuzi dengan tergesa-gesa karena berlari.


"Cepat bantu aku untuk mengoleskan obat ini pada luka yang di punggung." perintah Gresia pada Yuzi sembari menunjuk obat yang ada di atas nakas di samping tempat tidur.


Dia hanya mengangguk dan menghampiri Gresia sembari mengambil obat untuk di oleskan.


"Makan malam telah di siapkan apa nona akan makan malam di sini?? " Yuzi memberanikan diri untuk bertanya.


"Ok aku juga lelah, aku akan makan oh iya nanti jika ada tuan alka datang bilang saja aku tak ada kembali ke rumah, aku ingin beristirahat " jawab Gresia sembari terbaring.


"Baik lah nanti akan saya sampaikan nona " jawab Yuzi yang dia juga melihat Gresia seperti sangat lelah.


Kini Yuzi sudah selesai mengoleskan, obat saat dia melihat Gresia yang ternyata, nona mudanya itu sudah tertidur lelap, Yuzi tak berani membangunkan nya karana dia sangat terlihat kelelahan.


"Beristirahat lah nona , jika nanti anda lapar turun lah saya akan ada di bawah " gumam Yuzi sembari menyelimuti tubuh Gresia, dan berlalu pergi.


"Ketua Yun makanan sudah terhidang semua , hanya tinggal menunggu nona saja " lapor pelayan yang baru sejak selesai menata meja.


"Emh sepertinya nona belum mau makan dia sedang tertidur, makanan di meja kalian saja yang makan, sesudah itu bereskan lagi semua, nanti jika nona bangun akan aku panggil kalian " ucap Yuzi kepada pelayan itu untuk makan terlebih dahulu makanan yang ada di meja.


'ting..... tong...... ting.... tong... '

__ADS_1


Yuzi menghampiri pintu utama untuk melihat siapa tamu yang datang.


'Keerrrrkkkkk.... '


"Tuan muda, ada yang bisa saya bantu??? " tanya Yuzi pada tamu yang ada di hadapannya.


"Apakah nona Gresia sudah kembali?? " tanya tamu itu.


"Maaf tuan nona kami, tak ada kembali malam ini " jawab Yuzi dengan datar, dan seperti yang di perintah Gresia tadi.


"Oh baik lah kali seperti itu, sampaikan padanya jika nanti dia ada kembali, oh iya ini juga ada bingkisan dari tuan muda kamu untuk nona Gresia " ujar tamu itu sembari memberikan bingkisan pada Yuzi.


Yuzi menerima bingkisan itu,dan saat melihat tamu biru berlalu pergi dia pun pergi kedalam dan menutup pintu kembali.


"Siapa yang datang?? " tanya Gresia yang baru aja turun tangga.


"Ehhh nona anda sudah bangun?? " ujar Yuzi yang kaget melihat Gresia.


"Emm siapa tamunya " tanya lagi Gresia.


"Saya tak tau nona, dia juga tak menyebutkan nama nya " jawab Yuzi.


"Oh"


Gresia pergi berjalan ke arah ruang makan dan melihat semua pelayan yang sedang makan di sana, mereka bangkit dari duduk nya dan merasa bersalah.


"Lanjut kan saja " ucap Gresia sembari duduk di kursi utama.


"Yuzi buatkan saya jus " perintah Gresia pada Yuzi tapi yang lainya tak berani untuk meneruskan makannya.


Gresia melihat aneh kenapa meraka melihatnya seperti melihat hantu, saat Gresia ada di sana meraka ketakutan dan menundukkan kepala mereka.


"Lanjut saja aku tak melarang kalian makan " ucap Gresia tanpa expresi .


"Tapi kami tak sopan, nona karena mendahului anda makan, maaf nona ini salah kami " ucap para pelayan merasa takut dan gemetar.


"Makan lah kalau tak akan mati " ujar gresia.


Yuzi yang datang dari belakang membawa makanan dan jus yang di minta oleh nona mudanya.


"Nona silahkan, ini makanan anda dan jus yang anda minta " ucap Yuzi sembari meletakan makanan milik gresia di meja.


"Kalian lanjutkan saja makan kalian " ucap Yuzi yang ikut duduk di situ.


Yang lain pun ikut duduk dan meneruskan makannya dengan rasa takut dan tak enak pada nona mudanya itu.


Bersambung....

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนterimakasih buat kalian para readers yang udah mau mampir, jangan lupa tinggalin jejak ya, ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2