
Gresia memandang cukup lama ke arah wajah gibran yang seperti banyak pikiran itu.
"Apa yang membuatmu banyak sekali beban pikiran?? " tiba-tiba Gresia bertanya pada gibran yang sontak membuat nya terperangah.
"Tidak ada, hanya saja akan sedikit lucu mungkin nantinya yang tadinya aku menolak keras perjodohan ini, dan tiba-tiba nanti aku harus mendekatinya secara sukarela " ucap gibran dengan suara lirih dan muka lesu.
Gresia terkaget tapi dia masih saja bersikap tenang, dan cool.berusaha tenang namun ada perasaan yang mengganjal di dalam hatinya saat mendengar jika gibran telah di jodohkan.
"Oh, bagus lah berati kalo seperti itu, mungkin memang dia jodoh mu " ucap nya sembari kembali fokus pada laptop nya.
"Oh iya ini data tentang keluarga kusuma kamu pelajari dulu, jika ada kesusahan cobalah bertanya " sambung Gresia sembari menyerahkan beberapa lembar kertas.
"Emh, Oh iya " gibran menerima beberapa lembar kertas itu, dan melihatnya dengan seksama.
"Hah ternyata dia itu anak tunggal keluarga kusuma , eh tapi bukanya dia juga itu adalah anak perempuan kedua keluarga itu ya??? " ucap gibran saat membaca lembaran demi lembaran.
"Tenyata cantik juga " ucap gibran lagi
Gresia yang mendengar itu sontak, menjadi tak senang dan merubah raut wajahnya menjadi lebih dingin dan pergi dari situ.
Gibran yang melihat kalo Gresia pergi dari ruangan itu, dia pun merasa heran apa lagi saat iya melihat raut wajahnya.
"????Dia kenapa?? bukanya tadi masih biasa saja? " tanya nya pada diri sendiri yang merasa bingung.
Gibran pun ikut keluar dari ruangan itu untuk menuju ke kamarnya, saat dia melintas melihat ke lantai bawah terlihat Gresia yang sedang minum-minum.
Dia pun memutuskan turun ke bawah untuk melihat ke adaan Gresia di bawah sana.
"Gres kamu kenapa?? " tanya nya saat sudah sampai di dekat nya.
"Tak ada, pergilah aku sedang ingin sendiri " ucap nya sembari meminum langsung anggur dari botolnya.
'Ppprrraaakkk'
"Gers kalo ada masalah jangan suka kayak gini jangan melampiaskan kepada minuman...!!! " gibran merampas botol anggun dan menjatuhkan nya ke lantai hingga pecah berserak.
"🤨🤨😒😒Apa peduli mu sudah sana pergi!!!!?? " Gresia merasa heran dan mendorongnya pergi.
Tamara yang di kamar sedang tidur mendengar ada barang pecah dia pun terbangun dan pergi ke luar kamar untuk melihat.
"Ada apa? apa jangan-jangan ada maling ya?? " gumam tamara sembari mengendap-endap pergi keluar kamar.
"Gresia......!!! " baru saja berteriak perkaranya sudah di potong oleh Gresia.
"Tak usah sok peduli, aku tak membutuhkan belas kasihan dari mu..!! " ucap Gresia dingin dan sedikit beremosi.
Dia pergi berlalu dari ruang keluarga , dan pergi kedalam kamarnya.
"Sebenarnya ada apa dengan dia? apa aku ada membuat salah yang buat dia marah?? " tanya nya bingung apa yang telah di perbuat hingga dia marah .
Tamara yang melihat dari lantai atas keributan di bawah dia hanya bisa diam dan tak mengerti dengan keadaan tersebut.
__ADS_1
*********
Sedangkan kini di Florida sea(alex) yang masih berjalan hingga sore hari, yang mana masih di temani oleh pramudja , dia menyelusuri daerah itu dan sudah lumayan jauh dari area komplek.
"Sea sebenarnya kita ini mau kemana sih kok dari tadi jalan terus tak tau arah dan tujuan, seperti tunawisma saja, dan kenapa tak mengenakan motor atau mobil ini kok jalan kali, gak jelas gini" pramudja terus saja berceloteh namun tak di hiraukan oleh sea(alex).
"Hai jawab dong kalo orang bertanya itu jangan seperti orang bisu ....!! " kakinya yang kesal karena sedari tadi ucapan yang keluar dari mulutnya tak ada yang di tanggapi satu pun.
'gggrrreeertttt...... gggrrreeertttt... '
Getar handphone yang ada di kantong celana sea(alex)yang menandakan ada telpon masuk ke sana .
Iya merogok kantong celananya dan melihat siapa yang menelpon nya itu, saat iya melihat di layar handphone tertulis nama gibran dia punya langsung mengangkatnya.
"📱Halo ada apa kak?? " tanya sea(alex) saat sudah menjawab telpon.
"📱Alex bagai mana kabarmu di situ?? " tanya gibran basa-basi terlebih dahulu.
"📱Aku baik, ini sedang berjalan untuk melihat-lihat daerah sekitar " jawab sea(alex)dengan santai.
"📱Oh iya kak, apakah bisa belikan aku kendaran aku tak mungkin berjalan kaki terus seperti ini kan? " ucap sea(alex )lagi yang meminta kendaran pada gibran.
"📱Ehh bukanya Gresia sudah memberikan yang pada mu?? lalu untuk apa lagi kau membelinya?? " tanya gibran yang bingung dengan permintaan Sea(alex).
", 📱Mana ada dia memberikan yang padaku, dia hanya memberikan ku kunci nya saja, kan seperti orang bodoh kunci ada tapi mobil nya tak ada, memang bisa ini kunci buat mengendarai kursi?? " ucap sea(alex)panjang lebar yang membuat orang yang berada di sebelahnya ternganga kaget.
Pramudja kaget ternyata orang yang bersamanya sedari tadi, yang dimiliki tak banyak bicara tapi, saat menerima telpon dia mengoceh banyak sekali.
Gibran yang mendengar itu terheran, karena sea(alex ) baru saja sampai kemaren tapi dia sudah memiliki teman nana itu seorang gadis lagi.
Sea(alex )dia hanya melihat malas pada pramudja, dia kali melanjutkan pembicaraan dan tak lama pembicaraan itupun di akhiri oleh gibran.
"Hai jawab dong kalo orang bertanya itu...!!! " ucap kesal pramudja yang lagi-lagi ucapannya hanya di abaikan.
"Berisik....! " bentaknya dan langsung berjalan lebih cepat meninggalkan pramudja.
"Hai jangan kau tinggalkan aku..... !!!!" teriak pramudja sembari berlalri buat mengejar sea(alex).
*******
Gresia yang kini berada di dalam kamarnya, dia hanya terduduk di balkon dan menatap ke arah luar ke langit yang mendung.
"Sebenarnya kenapa sih aku ini, kenapa perasan ku tak karuan saat mendengar gibran memujinya " gumamnya pada dirinya sendiri yang merasa aneh.
'Greeeeetttt..... greeeeetttt.... '
Handphone yang ada di meja yang ada di sebelahnya bergetar menandakan panggilan di handphone nya tersebut.
Gresia dengan malas dia mengambil handphone nya tersebut dan melihat siapa yang menghubunginya di tengah malam.
"🤨🤨Mau apa lagi bocah ini?? " ucap nya saat sudah melihat nama si pemanggil.
__ADS_1
"📱Halo..??! " Suara orang yang menjawab dari sebrang telpon.
"📱Emh ada apa? " cetus Gresia pada sang penelepon.
"📱Aku tak mau tau, besok aku akan beli kendaran, aku tak mungkin ke sekolah berjalan kaki..!! " ucap si penelepon.
"📱Siapa yang akan sekolah di sana?? jadi kau hidup di sana cukup bisa mandiri, dan tak usah sibuk untuk mencari apa pun " ketuanya yang kesal dengan ucapan si penelepon, apa lagi suasana hatinya yang sedang tak baik.
"📱Apa kau gila untuk aku ke supermarket saja mencapai 10km untuk berjalan kaki, mencari restoran pun sama, di rumah tak ada bahan yang bisa untuk ku masak, apa kau sengaja untuk membuatku mati kelaparan di sini...!!! " gerutunya sembari mencaci dan mengomel.
"📱Heh kau itu anak lelaki bukan perempuan, tak usah banyak mengeluh, kalo tidak benar-benar akan aku buang kau di Afrika mau....!!!!! " bentak Gresia yang sudah sangat kesal itu amarahnya di lampiaskan pada sang penelepon tersebut.
"📱Dasar wanita gila tak punya perasan....!!!! " Hujat orang yang ada di sebrang telpon itu.
"📱Sekali lagi kau katakan itu, kau mati sekarang juga....!!!! " bentak nya lagi dan langsung memutus sambungan telpon nya .
'Tut... tut.... tut... '
"Huh mengesalkan saja..! " gerutunya sembari membanting handphone nya ke arah meja.
'pprraaakkk..... '
Handphone nya jatuh ke lantai.
'Tok... tok... tok... tok.. '
Terdengar suara ketukan dari pintu kamar nya, Gresia pun bangkit dari duduk, dan berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu tersebut, agar tau siap yang mengeruk pintu.
'Ckleek... '
"Ada apa....?! " tanya Gresia dengan dingin dan tatapan sinis.
"Gres ada yang ingin aku bicarakan dengan mu?.! " ucap pria yang berdiri di depan pintu itu.
Gresia bersandar di daun pintu sembari melipat tangan di dadanya dan menyilangkan kaki.
"Bicara saja....!!! " masih dengan nada dingin dan acuh.
Gibran pun mulai pembicaraannya, dengan ada rasa ragu sebenarnya untuk membicarakan masalah nya itu.
"Gers aku mau tanya padamu apa benar kau memberikan kunci mobil pada alex, tapi tak memberikan mobilnya pada dia?? " Ucap gibran yang penuh hati-hati dan perlahan.
"Emh.. " jawabnya singkat.
"Lah kenapa, lalu utuk apa kau memberikan kuncinya itu pada alex jika tak ada mobil nya?? " tanya gibran lagi.
"Dia tak akan membutuhkan nya . " ucap Gresia dengan santai.
"Bagai mana bisa tak membutuhkan nya , doa kan juga harus berbelanja kebutuhan dan, harus mencari hiburan " ucap gibran lagi menuntut penjelasan yang memuaskan dari Gresia.
"Dan bukanya dia juga harus sekolah bukan, lalu bagai mana di untuk berangkat tepat waktu, sedangkan dari rumah ke jalan utama pun cukup jauh....!? " ucap gibran lagi masih dengan nada halus.
__ADS_1
Gresia dia hanya menampilkan mimik wajah yang enggan dan masa bodo. tanpa mau peduli dengan apa yang di katakan gibran.