
Mereka berdua melanjutkan berjalan-jalan di sekitar , Pramudja terus saja mengajak sea(alex)berbicara, tapi dia tak ada menanggapi tapi dia hanya diam dan mengacuhkan .
"Hei sea sebenarnya kamu mau kemana sedari tadi hanya ber keliling-keliling tak tentu arah?? kau tak tau apa kalo akau lapar?? " ucok pramudja dengan mengoceh sedari tadi.
Sea(alex) berhenti dan menatap pramudja yang membuatnya menjadi salah tingkah. Sea(alex)mendekatkan mukanya ke arah muka pramudja , yang membuatnya tambah salah tingkah.
" Ha...i Hai a..pa apa yang mau kau lakukan di pinggiran jalan kayak gini "ucap nya yang menjadi semakin gugup.
" Tak ada yang menyuruh mu ikut dengan ku..!! "tegas sea(alex)dengan membulatkan matanya .
" Heh kau pikir aku akan ngelakuin apa?? "tanya sea(alex)yang sudah kembali berdiri tegak.
" Eh... ehh tak ada... "ucap nya yang menjadi gugup.
Kini Sea(alex )berjalan kembali dan melihat sebuah restoran dia pun masuk kesana yang masih saja di ikuti oleh pramudja dari belakang.
*********
Sedang kan kini Gresia yang sedang, menghadiri acara perjamuan dari salah satu kelen nya di salah satu perusahaan. Dia hanya berdiri dekat dengan meja prasmanan, sembari memegang segelas amer di tangannya dan menyesap nya perlahan, dengan pandangan yang di edarkan ke setiap penjuru ruangan.
Saat pandangan nya tertuju ke arah bagian ujung ruangan tempat iya berdiri dia melihat ada orang yang mencurigakan sedang melihat ke arahnya .
Gresia melegakan gelas amer itu dan berjalan ke arah pojokan dengan pelan seraya, berpura-pura tak mengetahui apa pun.
"Hai nona Gresia, anda datang juga kemari?? " tanya salah satu orang yang ada di pesta itu.
Gresia menoleh ke arah orang yang menyapanya dengan menatap dingin lalu mengacuhkannya dan melanjutkan jalannya.
"Eh nona Gresia dia ingin pergi kemana?? " ucapnya bertanya pada diri sendiri saat melihat Gresia melenggang mengabaikannya.
"Ada apa?? " tanya temannya yang sedang melihat orang itu bengong.
"Tak ada, yasudah ayo kita lanjutkan lagi " ucap nya dan kembali menyapa tamu yang lain.
Gresia kini sudah ada di belakang aula dan dia mencari seseorang, yang iya lihat tadi.
"Kemana dia perginya ??" gumamnya dalam hati pemasaran karena cepat sekali orang itu pergi.
__ADS_1
"Anda mencari saya nona?? " ucap seseorang di belakang Gresia , yang membuatnya kaget namun masih dengan sikap cool nya.
"๐คจ๐คจ apa mau mu, memandang ku sedari aku datang?? " tanya Gresia tanpa basa-basi.
"Tidak ada hanya saja saya kagum dengan anda nona " ucap nya lagi sembari berjalan santai ke arah Gresia.
Gresia hanya memandangi gerak-gerik orang tersebut dengan santai.
"Nona Gresia alika Glen...? ๐, kau tau tidak bahwa tuan Ardi Glen sudah membicarakan masalah pernikahan di antara kita?? " ucap pria itu sembari tersenyum sinis dan menghampirinya.
"Heh itu bukan urusan ku, dan kau harus tahu bahwa aku bukan lah Gresia alika glen, melain kan Gresia alika Youn ๐, jadi jika kau ingin menikah dengan putri keluarga glen silahkan saja...!!! " ucap Gresia dengan tak mau kalah iya juga menunjukan senyum miring nya yang dingin.
Si pria itu terkaget saat melihat aura yang sangat kuat pada Gresia, namun dia tetap berusaha tenang dan tak gugup.
"Heh๐apa yang akan menjadi milik ku dia tak akan mudah untuk lepas, ingatlah apapun yang di inginkan Martin Su itu tidak akan bisa lepas meski pun harus mati ๐๐" ucap nya lagi dengan nada menggertak, namun dia salah orang.
Mana ada Gresia akan takut hanya dengan gertakan semacam itu.
"Oh ya ๐ aku sangat takut aku mohon ampuni aku tuan aku akan setuju dengan permintaan mu, Heh kau kira aku akan mengucap kan itu, terlalu tinggi halusinasi mu...!! " Gresia berakting menyedihkan, dan seketika merubah kembali mimik mukanya dengan dingin dan acuh.
"Heh kau kira aku takut, dengan kecoa seperti mu " gumam Gresia sembari mengamati langkah, Martin su.
Gresia kembali ke dalam aula acara tersebut, saat berjalan tak sengaja bertabrakan dengan Julian.
"Emh... " gumam Gresia karena tertabrak dan hampir jatuh.
"Maaf nona maaf.. eh ternyata anda nona Gresia?? lama tak bertemu, bagai mana ke adaan mu ?? " ucap Julian meminta maaf dan terkaget saat melihat ternyata orang yang iya taplak adalah Gresia.
"๐๐๐seperti yang anda liat " ucap nya acuh dan berlalu pergi.
"Hai nona tunggu sebentar ada yang ingin ku bicarakan dengan anda " ucap Julian menghentikan langkah Gresia.
"๐คจ๐คจ๐Sepertinya di antara kita tak perlu lagi ada yang di bicarakan " ucap nya dengan tatapan malas dan datar.
"Benar kah apa kau tak akan tertarik, dengan informasi yang aku miliki?? " tanya nya mencoba menghentikan Gresia.
"Aku tau kau mengirim anak itu ke Florida nona, untuk menghindari konflik internal di antara keluarga Glen dan youn kalian ๐heh ternyata kalian cukup memiliki konflik yang cukup serius dalam keluarga " Julian membeberkan apa yang dia tau pada gretong, namun Gresia hanya daim dan memperhatikan.
__ADS_1
"๐๐Lalu apa informasi yang kau katakan?? hanya mengatakan halal itu, ๐๐cih itu bukan urusan ku, dan untuk bocah itu aku kirim ke sana karena aku sudah tak membutuh kanya lagi jadi tak ada hubungan nya dengan konflik " ucap Gresia dan kembali meneruskan langkahnya yang terhenti tadi.
Julian menatap Gresia dengan tersenyum miring yang cukup penuh arti dan ada kebencian di dalam nya .
Julian pun melanjutkan kembali langkahnya untuk ke arah belakang aula.
Cukup merasa sudah lama berada di acara perjamuan itu, Gresia pun memutuskan untuk kembali ke vila untuk istirahat.
******
Kini di tempat gibran yang mana sedang ada pertemuan antar keluarga juga di tempatnya .
"Bagai mana gibran kau mau kan kami jodohkan dengan anak rekan kerja ayah, dia baik cantik dan pintar juga " ucap tuan aditama pada putra nya itu.
"Ayah aku bisa mencari pasangan ku sendiri tak perlu kau jodohkan " ucap gibran acuh.
"Tak usah banyak bantahan jika kau menikah dengannya perusahan kita akan menjadi berkembang lebih pesat lagi...! " ucap tuan aditama yang mulai emosi.
"Sudah pah sini biar ibu yang bicara " ucap sang istri menenangkan suami nya yang mulai emosi.
"Emh" jawabnya mendengus dan duduk melihat saja.
"Nak sini ikut ibu dulu " ucap nyonya aditama mengajaknya ke kamar.
Gibran mau tak mau mengikuti ibunya.Sampai nya dikamar sang ibu duduk di tepi ranjang dan menepuk tempat di sebelahnya untuk anak nya duduk di sana juga.
"Bu gibran sudah dewasa, aku juga bisa memilih jalan hidup ku sendiri jangan mengatur ku " ucap gibran yang sudah tau akan kemana arah pembicaraan ibunya.
"Gibran dengar kan ibu nak, Jika kamu memihak dengan Laras Widya Kusuma, maka hidup mu akan Damai, ibu tau kau mencintai gadis itu, apa kamu tak pernah berpikir jika kau menikah dengannya, hidup kita tak akan dalam tenang, setiap waktu akan di hantui rasa takut dan waswas. " ucap sang ibu yang dia juga tau kalo anak nya itu menyukai gadis lain.
"Bu masalah , bagai mana pun itu pilihan gibran, dan gibran pun tak mengenal siapa itu Laras Widya Kusuma, jadi jika ingin menikah kan ku dengan cara politis atau hanya sekedar bisnis, tanpa di dasari rasa cinta itu tak akan pernah bahagia " ucap gibran yang terus saja menolak untuk di jodohkan.
"Nak cinta itu bisa timbul jika kalian sudah saling mengenal nantinya, dan cinta akan datang seiring waktu kalian sering bersama " ucap nyonya aditama yang tak berhenti membujuk putra nya itu.
"Sudah lah bu, aku tak mau mengurusi masalah ini " gibran bangkit dari duduknya dan pergi entah kemana.
Nyonya aditama hanya bisa menghela napas dan membuangnya dengan kasar karena putra nya itu sekarang sangat sulit untuk di nasehati, tak seperti dulu yang sering menurut jika iya yang bicara.
__ADS_1