Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Salah tingkah


__ADS_3

Gresia (alika), datang ke ruang tempat gibran dirawat, Gresia (alika) melihat ruangan itu gelap dan sepi, dia tau kalo gibran pasti sedang tertidur.


'krrreeerkkk... '


Pintu terbuka perlahan dan Gresia(alik) masuk.


"Bangun lah aku menunggu penjelasan mu, kenapa kau bisa terjebak di tempat Portitusi tersebut " ucap Gresia(alika) sembari duduk di kursi samping ranjang tempat gibran berbaring.


Gibran berbalik, dan melihat Gresia (alika) yang duduk di sampingnya sembari melipat tangan di dada dan menatap tajam ke arah nya.


"Kau masih ada di sini?? " tanya nya sembari berusaha bersandar.


"Aku bertanya lebih dulu, tak usah kau jawab dengan pertanyaan lagi..! " ketuanya masih dengan tatapan tajam tajam nya.


"Saat itu aku sedang m ngawasin pergerakan Martin su dan walikota putra namun saat aku mengambil minuman yang pelayan berikan aku tak menyangkan kalo di dalam gelas itu terdapat obat, yang membuat kita berhalusinasi, dalam jangan waktu yang cukup lama " jelas gibran dengan situasi saat itu.


Gresia(alika) menyerahkan sebuah tablet yang di sana sudah sangat banyak gambar gibran sedang bermain dengan pria tampan di luar sana, gibran mengambilnya dan melihatnya sangat terkejut.


"Karena... ketidak waspada-an mu itu semua sudah hampir tersebar di seluruh negara, dan akan membuat reputasi keluarga mu dan perusahaan ku hancur " ketuanya dengan datar pandangan sinis.


"Ya maaf gres ini memeng ke ceroboh ku yang tak waspada terhadap musuh yang sedang di hadapi " gibran yang merasa bersalah dia meminta maaf pada Gresia.


"Ingat kesalahan serupa jangan sampai terulang, jika lain kali aku tak akan mau menolong kalian lagi, oh iya ini resep obat yang harus kau tebus". Gresia(alika) menyimpan resep obat di atas nakas di saat dia hendak melangkah pergi.


Karena keadaan ruangan tersebut dalam keadaan gelap hanya di beri pencahayaan yang remang-remang, Gresia(alika) tak melihat tempat iya melangkah hinga tersandung, dan jatuh ke pangkuan gibran.


Gibran hanya menatap diam saat Gresia (alika) terjatuh ke pangkuan nya , begitu juga dengan Gresia (alika) hanya terdiam saling melempar pandangan.


"Iiiisssshhh.... " rintih gibran menahan sakit karena lukanya tertekan oleh tubuh Gresia (alika).


Gresia (alika) yang menyadari jika gibran meringis kesakitan iya pun bangun dan langsung meramaikan pakaian nya dan berjalan keluar tanpa mengucap kan sepatah kata pun.


"Aauuuhhh..... ini sakit.. aduh kenapa dia tak berperasaan, hanya sekedar untuk meminta maaf pun tak ada " rintis nya sembari memegangi bagian perutnya yang terluka bekas operasi tadi.


Gresia (alika) berjalan mencari dokter untuk memeriksa keadaan gibran yang tadi iya timpa.


"Zai..??! periksa keadaan gibran, sepertinya ada yang sakit lagi " perintah Gresia (alika) pada zainal, yang masuk keruangan nya pun tak ada mengetuk pintu dulu.


Zainal yang terkejut langsung berdiri dan bersiap untuk ke ruangan rawat gibran.

__ADS_1


"Baik nona akan saya cek sekarang " jawab nya dengan tegas dan langsung berjalan.


Gresia (alika) dengan santai melangkah keluar gedung rumah sakit itu untuk pulang ke rumah pribadinya sebentar dan pergi ke rumah diman tempat mereka berkumpul bersama.


Sedangkan sekarang keadaan walikota putra, mulai panik karena pencariannya sudah sampai di kota tempat iya bersembunyi, Gresia (alika) sengaja memperlambat pencarian walikota tersebut, agar tuan putra merasakan kepanikan dan gelisah menjadi buronan negara hingga dia tak ada lagi cara untuk kabur.



"Aku harus bagaimana lagi, mereka sudah m nahan istri ku sekarang, aku juga tak mungkin untuk keluar sekarang , apa lagi mereka sudah sampai sini pencarian "tuan putra berbicara sendiri sekarang penampilannya udah seperti orang yang prustasi padahal baru saja satu hari.



" Aaaggghhh ini pasti Gresia wanita jalang itu yang melakukan semuanya , tapi yang aneh kenapa dia tak langsung dapat menemukan ku di sini, kenapa butuh seharian baru sampai sini pencarian nya , lalu kalo bukan dia siapa yang melakukan ini? siapa yang memberikan bukti korupsi ku dan bukti pengabaian pajak "tuan putra terus bertanya dan bicara pada dirinya sendiri s mari duduk terus menonton TV.



Tuan putra mencoba menghubungi Marti melalui telepon yang ada di rumah itu untuk menjadi menghindari pelacakan sinyal ponsel, namun sedari tadi malam Martin tak ada menjawab padahal Martin adalah satu-satunya orang yang bisa iya mintai tolong di saat seperti ini, namun tuan putra belum tau kalo martin sekarang sedang bingung dengan perkataan Gresia (alika) padanya.



Alex yang kini sedang menghubungi kekasihnya yang jauh dari dia yang berbeda negara dan benua.Untuk s kesarjanaan melepaskan rasa rindu.


"📲Aku kan baru sampai kemaren masa harus sudah kembali, dan bukan ya kamu juga sedang di Florida ?? " ucap alex dengan lembut.


"📱Heheheh... iya juga sih, oh udah dulu ya ini sudah sangat larut aku ingin istirahat dulu " ucap si wanita sembari menutup telpon.


Alex hanya menghela napas dan dia mencoba mencari lagi informasi, yang iya butuhkan, namun yang iya temukan hanya identitas martin yang dulunya sebagai king mafia, yang kalah oleh queen mafia generasi sekarang. Dan tak ada lagi informasi lainya yang Alex dapat.


Alex bangkit dari duduk nya untuk keluar mengambil minum karena iya harus, sedari tadi iya pulang dari rumah pribadi milik Gresia iya langsung menatap komputer yang ada di kamarnya.


Saat Alex menurut ni tangga iya melihat Gresia yang baru saja masuk ke rumah itu dengan menjinjing satu tas, yang entah apa isinya.


"Ada apa kau datang kesini??? " tanya Alex dengan muka datarnya.


Gresia menoleh ke asal suara dan hanya menampakan muka dinginnya pada Alex.


"Ini juga rumah ku, jadi terserah aku mau datang kapan saja " ketus Gresia sembari berjalan ke arah dapur.


"Yuzi ini susun bahan-bahan makan, dan buat kan aku teh jahe nanti kau antar kan ke ruang kerja ku " perintah Gresia pada Yuzi yang saat itu ada di dapur juga.

__ADS_1


"Oh... " bisik Alex saat mengetahui kalo yang di dalam kantong yang di bawa Gresia adalah belanjaan bahan makan saja.


"Yuzi.. apa kah di situ ada ciki atau cemilan?? " tanya Alex sembari mengisi gelasnya.


"Tidak ada tuan, ini semua belanjaan nona hanya sayuran rempah dan lauk pauk lainya", jawab Yuzi sembari melihat ke setiap kantor g belanjaan yang di bawa Gresia tadi.


" Oh.. ya sudah aku kembali ke kamar "jawab Alex sembari berjalan ke arah kamarnya lagi.




Zainal yang baru saja selesai memeriksa keadaan gibran, dia hanya Menggeleng kan kepalanya , saat melihat luka gibran yang terbuka kembali.



" Ini kon bisa sapi terbuka lagi gini sih, dan kenapa lagi ini ruangan remang-remang, bikin orang gak bisa liat aja kalo ada benda yang menghalangi jalan, atau langkah orang "oceh zainal.



" Ya kan aku mau tidur... nama enak kalo tidur dengan lampu terang silau yang ada mata tak bisa mejam "jawab gibran sembari m nahan sakit.



" Lah terus gini kan loe mau jalan sampek gak bisa liat dan jatuh membuat luka loe kebuka lagi "gerutu zainal sembari memperbaiki jahitan luka gibran.



" Ya siapa juga yang jalan, orang ini tadi badan gue di timpa sama Gresia, makannya luka gue ke buka lagi, mana gak ada kata maaf lagi langsung maen ngeloyor aja keluar "omel gibran pada zainal yang menyalahkan dia.



" Oh aku kira, kamu nya yang ceroboh, ehh resep obat yang gue beri ternyata dia minta untuk resep obat loe ya aku kira untuk dia "jawab nya tanpa salah dan tak sengaja melihat resep obat uang iya berikan pada Gresia tadi.



" Ehh... tapi gue tau loe kesakitan juga nona Gresia kok yang kasih tau buat gue kesini periksa loe, tapi udah itu kayaknya dia pulang "seingat zainal yang tadi di kagetan oleh Gresia.


__ADS_1


Gibran hanya tersenyum saja mendengar perkataan zainal, karena selama ini emang dia ada menyimpan perasaan pada Gresia, namun tak bisa di sangkal, sekarang Gresia sudah mati rasa akan untuk memulai menjalin cinta kembali karena, sakit hatinya yang dikhianati oleh dimas beberapa tahun lalu.


__ADS_2