
Gresia kini sudah sampai di kantor dia langsung menuju ke ruangannya, dan langsung berkutat kembali dengan komputer nya itu, dengan ditemani tumpukan berkas di samping komputer.
'Tok.. tok.. tok... '
Terdengar ketikan dari balik pintu yang sedikit menghentikan aktivitas nya.
"Masuk...!! "seru Gresia mempersilahkan orang yang berada di balik pintu untuk masuk.
'Ckkkleeekk.... '
'Tak.. tak. tak..'
Suara Haig heels yang terhenti ke lantai marmer di ruangan Gresia.
" Permisi Buk, di depan ada seorang setengah paruh baya ingin bertemu dengan anda "ucap sekertaris itu menyampaikan pada gresia.
" 🤨Siapa namanya?? "tanya gresia dengan nada dingin tanpa melihat lawan bicaranya.
" Dia tak menyebutkan namanya buk"jawab lagi dari sekertaris nya itu.
"🤨Sudah biarkan dia masuk " perintah gresia
"Baik permisi buk, saya akan menyuruh beliau masuk " sekertaris itu pamit pergi untuk menyuruh tamunya masuk.
"Emh " jawab nya singkat.
Sekertaris itu keluar dan langsung bicara pada wanita setengah baya itu, dan mempersilahkan untuk masuk.
'Tok... tok... tok.. '
"Masuk...! " gresia mendongakkan kepalanya ke arah pintu masuk melihat siapa yang masuk.
'Ckleekk... '
Terlihat ada wanita setengah baya melangkah memasuki ruangan nya, gresia mencoba mengingat siapa wanita itu.
"Silahkan duduk nyonya " ucap gresia dingin namun masih sopan mempersilahkan tamunya untuk duduk di kursi yang ada di depan meja nya.
"Terimakasih Nona 😊" ucap wanita itu ramah dan tersenyum lembut.
"Anda mencari saya ada apa? " tanya gresia yang masih belum mengingat siapa wanita di hadapan nya itu.
__ADS_1
"Nona saya mencari anda, ingin menanyakan perihal anak saya?, yang sudah lama tak pernah mengabari saya atau pun kembali " ucap wanita itu dengan lembut berbicara pada gresia.
"Anak anda? 🤨, lalu apa hubungannya dengan saya kenapa anda tak menghubungi polisi?? " tanya gresia yang masih saja belum paham.
"Kamu gresia kan?? " tanya wanita itu
"Iya saya gresia, ibu mengenal saya?? " tanya gresia yang mulai waspada.
"Iya saya mengenal anda nona, apakah anda lupa dengan saya??" ucap nya sembari bertanya lagi tapi tetap wanita itu berbicara dengan lembut.
"Memangnya anak ibu bekerja di perusahaan saya? , kalo boleh tau siapa namanya? , mungkin saya tau " ucap gresia sembari bertanya lagi, dengan penuh selidik.
"Tidak anak saya tidak bekerja di sini, tapi dia dekat dengan anda bahkan anda juga kenal dengan baik dia, dan namanya Dimas santoso " jawab wanita itu dan dia pun menyebut kan namanya.
Gresia tersentak kaget saat mendengar nama Dimas di sebut, namun tetap berusaha tenang, gresia mulai mengingat ternyata orang yang di depannya itu adalah Nyonya Santoso .
"Sudah lama kita tak bertemu bi,? bagai mana sekarang kabar bibi? " ucap gresia mengalihkan pembicaraan.
"Kabar bibi baik, bagai mana dengan kabarmu?? " jawabnya dan bertanya kabar gresia.
"Aku juga baik bi, kalo bibi mau menanyakan kabar Dimas saya juga kurang tau bi, kan bibi sendiri juga tau saya sama dia sudah tak ada hubungan " ucap gresia dingin dengan senyum di paksakan.
"Anak mu sudah ada di neraka bi, tak usah mencarinya lagi karena tak ada gunanya juga menampung anak tak berguna seperti dia " caci gresia dalam hatinya.
"Saat kami memutuskan untuk berpisah, kami sudah tak ada kontak bi, jadi saya juga tidak tau dimas dimana" ucap nya pada nyonya santoso.
"Oh baik lah nak kalo kamu memang tak tau, maaf ya bibi sudah menggangu mu di jam kerja seperti ini " ucap wanita itu dengan ramah.
"Iya bi, tak apa " jawab gresik dengan senyum paksa nya.
"Ya sudah kalo seperti itu bibi pamit untuk pulang, sekali lagi bibi ucapin Maaf sudah mengganggu " ucap wanita itu sembari bangkit dari duduknya.
"Iya bi tK apa , Tapi maaf bisa saya tak bisa mengantar bibi soalnya masih ada pekerjaan yang harus selesai sekarang juga " ujar Gresia yang ikut bangkit dari duduknya.
"Iya tak apa, kalo begitu permisi ya " ucapnya sembari pergi meninggalkan ruangan itu dengan di antar Gresia sampai depan pintu ruangan nya.
Gresia kembali ke kursi kebesaran nya , dan menatap komputer kembali, namun kini pikirannya tak bisa fokus, entah apa yang menggangu nya.
"Kenapa harus mencari ku, bukanya anaknya yang mengkhianati ku, " gumam Gresia.
Pikiran Gresia sedikit terganggu dengan kenangan, sewaktu bersama dimas yang mana dimas sudah memperkenalkan Gresia dengan kedua orang tuanya, dan dia di Terima dengan baik di keluarga santoso.
__ADS_1
Dan ter kelibat semua bayangan indah nya dulu, namun seketika hancur saat bayangan buruk dan pengkhianatan ikut berkelibat di kepalanya.
'Tok.. tok.. tok... '
Seketika itu lamunannya buyar saat mendengar ketukan dari balik pintu.
"Siapa lagi??!! Masuk...!! " gumamnya dan mempersilahkan masuk.
'Ckkleekk... '
"Permisi buk, ini ada berkas yang perlu anda lihat dan untuk anda tandatangani " Ucap karyawan tersebut sembari menyodorkan berkasnya di atas meja.
"Emh, Oh iya sekalian kau suruh cristian buatkan saya minuman " jawab Gresia sembari memberi perintah pada karyawan tersebut.
"Baik bu kalo seperti itu saya permisi dulu " ucap nya sembari berjalan ke luar ruangan.
******
Kini di Florida waktu sudah semakin larut, sea memasak mie instan yang ada di lemari karena di dalam kulkas masih kosong belum ada sayur atau bahan salam lainya.
"Sebaiknya besok pagi aku pergi cari supermarket terdekat buat belanja. " ucapnya pada diri sendiri.
Sea dengan hikmat menyantap mie instan nya itu, dikarenakan dia sudah sangat lapar.
"Sebaiknya aku mandi dulu dan berjalan sebentar ke luar rumah, untuk melihat sekitar " Gumamnya sembari berjalan kembali ke arah kamarnya, buat mandi.
Kini iya mandi tak berapa lama mandinya sudah selesai dan sudah berpakaian rapi, dia berjalan ke arah garasi untuk mengambil mobil, tapi berapa terkejutnya dia, ternyata di garasi tak ada satupun mobil.
"Heh sial, lalu buat apa dia memberiku kunci kalo tak ada mobilnya, dasar bodoh " umpat nya kesal, karena di beri kunci namun mobilnya tak ada.
Dia punya kembali ke kamarnya, dan mengambil handphone nya dan mencari nama seseorang untuk di hubungi. kini telpon terhubung dan di sent krang sana juga langsung mem menjawab.
"📱Halo??!! "
"📱Kau itu bodoh atau bego sih ngasih kunci tapi tak memberikan mobilnya, kau kira ini kunci dapat untuk mengendarai kursi" umpat sea pada orang yang di sebrang telpon .
"📱Sudah kukatakan, kau harus mandiri, untuk mobil aku memang memberi mu, tapi bukan di situ " ucap orang yang ada di sebrang telpon.
"📱Ahhh sudah lah, aku tau meraka ada di sekitar ku " ucap sea yang menyadari jika iya di ikuti oleh bawanya.
Mereka berbincang dengan sedikit ada rasa emosi di antaranya, dan tiba-tiba telpon terputus.
__ADS_1