
Cristian yang melewati lorong-lorong di markas untuk menuju ke ruangan tempat gibran ditahan, iya tak sengaja mendengar kegaduhan dari ruangan arena pertarungan, iya pun penasaran dan berniat untuk melihat sebentar apa yang sedang terjadi di sana di tengah malam begini.
Cristian sangat terkejut saat setalah masuk kedalam sana lumayan banyak orang yang ada di sana iya pun melihat Julian yang sedang terkapar di awasi oleh para bawahan Gresia, dan iya melihat ke arah ring arena tarung dan terlihat di sana Gresia sedang berhadapan dengan alka.
"Hai kenapa kalian tak ada yang memberitahuku jika keributan seperti ini terjadi..???! " bentak Cristian pada alah satu orang di sana.
"Maaf nona kamu tak berani karena suasana hati queen saat ini sedang buruk jadi kita hanya bisa mengikuti ke inginnya, karena tak mungkin untuk melawan kita yang tak memiliki kekuatan yang lebih " jawab nya yang masih segan akan para pemimpin nya.
"Iya nona kita hanya bisa berdoa untuk mereka yang berada langsung dengan queen semoga masih bisa bertahan " timpal yang lainya .
"Hem.... " Cristian maju dan naik ke ring untuk menghentikan Gresia.
"Gresia aku sudah menemukan apa yang ingin kamu selidiki " bisik Cristian pada Gresia.
Gresia berbalik dan menatap dingin ke arah Cristian, dan menghempas kan pedang nya dan turun dari sana, berjalan ke luar dari arena tarung.
"Kalian bereskan kekacauan ini dan bawa tuan alka dan Julian untuk di beristirahat dan berikan obat untuk luka dan penahan rasa sakit " perintah Cristian yang sama dingin nya memberi perintah .
Semua orang melakukan apa yang dikatakan Cristian, separo lainya membersihkan dan merapikan tempat b tersebut dan yang lain membawa alka dan Julian untuk beristirahat dan di obati lukanya.
"Tuan kalian cukup beruntung nona Cristian masih baik hati dan membantu kalian " ujar anak buah yang mebawa alka.
"Heh.... menerima kebaikan sembari menunggu waktu kematian, itu sama saja dengan tidak, kenapa takemiarkan queen mu langsung membunuh saja " jawab alka dengan sinis.
"Tuan kata mati itu sungguh mudah bagi queen, jika dia belum puas untuk bermain, jangan harap anda akan langsung bisa mati " jawab bawahan itu lagi.
Mereka menempatkan Julian dan alka di tempat yang lebih layak lagi untuk melakukan perawatan oleh dokter terhadap aemua luka yang mereka dapat kan.
Cristian mengikuti Gresia dan kibiasuk ke ruang kerja, untuk membicarakan apa yang telah iya dapatkan dengan Gresia.
"Katakan....!!! " ucap nya langsung pada Cristian.
"Begini Gresia,tak sengaja saat dokter yang biasanya merawat nyonya Astrid, berbincang dengan para perawat tentang masalah kehesahatan nya, tapi mereka tak tau kalo alex itu sudah sadar dan mendengarkan, dari situ alex mersa curiga, dan mengikuti suster sindi sampai depan ruang perawatan nyonya Astrid. " jelang Cristian atas apa yang telah iya dapat kan .
"Memang nya sampai kapan kamu mau simpen ini dari alex kenapa tak kau beritahu saja ke benarnya ?? " tanya Cristian yang masih bingung dengan pemikiran Gresia.
__ADS_1
"Bukan urusan mu jadi tak usah banyak bertanya " ketusnya sembari mengisyatar kan untuk Cristian keluar.
Cristian yang engeh dengan isyarat yang di berikan Gresia dia pun langsung berpamitan untuk, keluar dari ruang kerja tersebut. Gresia menyandarkan badannya ke sandara kursi karena leleh iya hanya termenung diam sembari memijat pelan jidatnya.
Setelah beberapa saat Gresia merenung iya pun pergi untuk membersihkan diri, karena hari juga sudah hampir pagi, iya sebelum pergi ke kamar nya dia tak lupa pergi dulu untuk melihat Astrid sejenak.
"Nona... " suster sindi yang terbangun mendengar pintu terbuka.
Gresia hanya melirik nya sejenak dan meneruskan langkahnya ke ranjang tempat tidur Astrid, iya menatap sendu namun ada rasa bahagia juga karena orang yang iya rindukan kini ada di depan mata.
"Tante.... mungkin tante lupa dengan ku, tapi meski begitu Gresia tak akan pernah lupa dengan tante " ujar Gresia sendu dengan menatap dari samping.
Gresia mengusap wajahnya dan berjalan pergi keluar, sebelum iya benar pergi dia menitipkan pesan pada sindi.
"Sindi kau tetep rawat dia, dan ingat berkabar setiap perkembangan nya saya, untuk beberapa hari tak akan datang untuk menjenguk kesini " ucap Gresia dengan datar pada sindi.
Sindi mengangguk dengan ucapan Gresia biasanya. Setelah itu Gresia pergi untuk ke kamar nya.
Saat sampai di kamar Gresia langsung masuk kedalam kamar mandi dan berendam di dalam bathup yang telah iya isi air hangat dan di beri aroma terapi untuk menenangkan pikiran nya.
"Ais..... aku hampir terlambat sial..... " gerutunya sembari dengan cepat mengenakan jas dan menarik tas beserta berkas yang ada di atas meja.
"Pagi queen.... " Sapa para bawahan yang berpapasan dengannya.
"Hem... " jawab nya singkat.
"Gres..... tunggu sebentar....!!!! " jerit Cristian dari arah belakang.
Gresia menghentikan langkahnya dan merapikan pakaian dan tasnya.
"Gres..... aku lihat di dalam jadwal mu hari ini di kantor kamu akan ada pertemuan dengan tuan Glen,dan ini ada beberapa dokumen yang kamu perlu kan juga, aku tak bisa kekantor pagi ini mungkin agak siang baru aku ke kantor "ucap Cristian sembari memberitahu dan memberikan berkas yang diperlukan.
" Masih ada lagi...!!! "tanya nya dengan nada tak senang dan pandangan tajam.
" Tak ada hanya itu saja "ucap nya.
__ADS_1
" Emh.... jika kau tak pergi ke kantor, nanti kau jangan lupa untuk pergi ke rumah pribadi ku dan ambil beberapa barang dan setelah itu kau belanja keperluan pangan untuk di sana "ujar Gresia memberi perintah.
Cristian baru saja ingin mbuka mulutnya untuk bicara namun di potong oleh Gresia lagi.
" Tak ada bantahan.. kerjakan semua " pungkas nya dengan tegas dan berlalu pergi.
"Aaaiii..... belum juga aku membuka mulut ku untuk bicara , malah sudah di putus, padahal kan aku juga bukan nya mau liburan, aku juga harus banyak pekerjaan " gerutu Cristian dengan kesal sembari memanyunkan bibirnya.
Cristian berjalan untuk bersiap pergi juga namun sebelum itu iya pergi ke ruangan alex untuk, berpamitan padanya sembari sekedar basa-basi saja dengan nya.
'Tok... tok... tok.... '
"Kemana ini bocah apa masih belum bangun??? " gumam nya yang tak kunjung di bukakan pintu.
'Tok..... tok.... tok.... '
Cristian mengulang nya lagi dengan lebih keras berharap akan segera di bukakan pintu oleh sang tuan, pemilik kamar tersebut, dengan harapan besar Cristian, iya pun mulai kesal dan menendang pintu, namun ternyata pintu byak di kunci.
"Lah.... ternyata tak di kunci,?? kenapa tak dari tadi saja kubuka " ucap nya yang merasa dirinya sedari tadi sia-sia mengetuk.
"Astaga..... ini kamar atau gudang....!!!! Alex bangun ini sudah siang..... apa kau tak akan sarapan dan bertemu dengan pujaan hatimu....!!!, kalo tidak pujaan hatimu itu akan aku culik dan gantung di pohon toge....!!! " racau nya sari menepuk-nepuk badan alex yang sedang terbaring.
"Kenapa sih berisik....!!!! bisa diam tidak....!!! " bentak alex yang terganggu waktu tidurnya .
"Bangun dah siang.... gue cuman mau bilang, gue mau ada kerjaan dan loe jangan coba-coba mencari tahun yang tak kau tahu, jika ingin tetap selamat semuanya " ujar Cristian memberi peringatan lagi kepada alex yang masih saja mencari cara agar bisa tau siapa orang yang berbicara dengan suster semalam.
"Heh..... pergi sana....!!! kau pun tak usah menasehati ku sebaiknya kau urus saja pekerjaan mu sendiri " kerisnya sembari membalikan badan membelakangi Cristian sembari menarik selimut .
"Terserah yang penting aku sudah memperingatkan mu, jika terjadi sesuatu aku tak akan ikut campur, dan kau juga jangan salah kan aku yang tak memperingatkan kamu" balas Cristian jutek dengan berlalu pergi.
"Banyak sekali urusan mu...!!! " umpat alex kesal.
Alex yang masih merasa ngantuk karena semalaman iya begadang, dan baru menjelang subuh iya baru bisa tertidur . Tak terasa hari sudah semakin siang alex yang baru saja menyingsingkan selimutnya iya turun dari ranjang dengan malas, untuk menuju ke kamar mandi untuk mandi dan makan kebawah nantinya.
"Emh.... selagi mereka semua tak ada di sini aku akan coba liat siapa yang ada di dalam ruangan itu... " gumam nya dengan rencana yang sudah ada di kepalanya.
__ADS_1
Alex mempercepat mandinya untuk, segera mungkin memastikan siapa yang ada di ruangan raha sia yang mana tak boleh masuki tersebut