Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Temani aku bermain game.


__ADS_3

Alex yang kini sudah sampai di rumah sakit iya langsung menuju meja resepsionis, untuk menanyakan ruang rawat gibran. Setelah iya mendapatkan info langsung berjalan menuju ke ruang rawat gibran. Namun saat di lorong rumah sakit alex tak sengaja melihat dokter zainal yang sedang mengobrol asik dengan seorang suster cantik.


Alex yang tak ingin ikut campur dengan urusan orang lain,dia hanya melewati zainal dengan tatapan dingin yang iya perlihatkan.


Zainal menyapanya dengan senyuman saat melihat Alex melewati nya.


"Dia, siapa zai.. kamu kok kelihatan hormat sama dia?? " tanya suster baru itu pada zainal.


"Oh itu tuan muda Alex, namanya dia adalah adik dari pasien yang ada di ruang VIP ya meski bukan adik kandung, dia juga adalah adik dari pemilik rumah sakit ini " jelas zainal pada suster baru tersebut.


"Oh pantas saja kamu , menghormatinya " angguk mengerti suster tersebut dengan penjelasan zainal.


"Ya sudah sana kamu kembali kerja, saya juga masih ada urusan yang harus saya kerjakan " ujarnya pada siang suster.


Alex masuk kedalam ruangan rawat gibran dia melihat suasana di dalam kamar tersebut begitu gelap hanya di terangi dengan lampu yang remang-remang di bagian agak dekat ranjang pasien.


"Nuansa masuk rumah hantu " gumam Alex pelan sembari berjalan mencari saklar lampu.


'Tak..... 'lampu menyala ruangan seketika menjadi terang gibran yang terpejam seketika membuka matanya untuk melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya tersebut.


"Ternyata kau bocah...! aku kira siapa yang datang malam-malam mengunjungi ku di sini? "ucap gibran saat telah melihat siapa orang yang datang .


Alex duduk di samping gibran dan mengeluarkan ponsel nya.


" Temani aku bermain game"celetuk Alex pada gibran yang mengajaknya bermain game.


"Heh.... kau itu datang ke rumah sakit , bukanya tujuan untuk menjenguk atau menghibur pasien ini malah mengajak bermain game..??! " celetuk gibran saat mendengar perkataan Alex padanya.


"Aku sudah tau kau sakit untuk apa bertanya lagi, lebih baik kau temani saja aku bermain game " celetuk Alex lagi.


"Jika kau tau aku sedang sakit lalu kenapa memintaku bermain game bego , yang ada harusnya kau menyuruhku untuk istirahat , ini malah di ajak begadang"dengus gibran namun iya tidak menolak ajak kan Alex untuk main game.


Kedua nya asik bermain game, hingga Alex bertanya perihal gibran yang berciuman dengan sesama jenis.


" Kak... aku ingin bertanya sesuatu pada mu?? "ucap Alex dengan serius.


" Kau ingin bertanya apa? sepertinya sangat serius sekali, tampak dari muka dan nada bicara kamu?? "goda gibran dengan nada serius juga.


" Apa rasa ketertarikan mu terhadap wanita telah hilang dan berganti selera??? "tanya Alex dengan serius namun tak mengalihkan pandangan dari layar ponsel nya.


" Uhuk.... uhuk... uhuk.... uhuk... pertanyaan macam apa itu?? "gibran tersentak kaget hingga tersedak oleh air liurnya sendiri saat mendengar pertanyaan Alex padanya.


" Ya tentu saja aku masih normal, dan rasa tertarik dengan wanitaku itu masih ada.jangan berpikir yang aneh-aneh kau masih kecil "Bantah nya dengan pertanyaan Alex barusan.


" Oh aku hanya bertanya , tak usah kau jawab dengan kesal seperti itu juga kali "jawab Alex dengan tak senang. dengan cara gibran menjawab pertanyaan.


" Lah pertanyaan mu mengagetkan ku saja "jawab gibran lagi.


Kini mereka Henning lagi dan asik lagi dalam dunia game nya masing-masing, hingga tak terasa kini hari sudah hampir pagi, Alex yang terasa lelah iya tertidur di sofa sedangkan gibran iya tertidur dengan ponsel yang masih ada di tangannya di atas dada.


Kini pagi telah tiba mata hari telah menyambut mereka para mahluk hidup untuk kembali beraktifitas seperti biasanya, Cristian yang pagi itu datang untuk mengantar sarapan pagi melihat keadaan di rumah sakit itu dia hanya menggelengkan kepala.



"Memeng nya ada apa di ponsel mu hingga di peluk seperti ini "ucap nya saat melihat gibran memeluk ponsel nya.


__ADS_1


" Hai bagun ini sudah siang, kenapa kau belum juga bangun "cristian membangun kan gibran sembari menggoyangkan badan gibran.



Gibran yang merasa badannya ada yang menggoyangkan iya pun perlahan membuka mata dan tampak samar-samar muka cantik cristian terlihat olehnya.



" Aku masih mengantuk "ucap gibran sembari membalikan badan.



" Hei tak baik untuk kau tertidur terus, sebaiknya kau berjalan keluar ruangan untuk mencari angin segar agar kau cepat pulih dari kondisimu ini "gerutu cristian yang kesal karena iya di abaikan.



" Cris diam lah aku mengandung tuk aku ini baru saja tertidur, kau tak usah menggangu ku "celetuk gibran dengan nada mengantuk nya itu sembari menarik selimutnya.



Cristian sedari tadi belum sadar kalo di ruangan itu ada Alex, Alex yang sama dengan gibran yang baru tertidur mendengar celotehan Cristian yang berisik iya terbangun karena merasa terganggu ponsel yang ada di tangannya iya lempar ke sembarang arah , membuat Cristian terkejut.



" Astaga.... siapa itu??? "pekik Cristian sbari menoleh ke arah barang yang jatuh.



" Astaga.... sejak kapan kau di situ hah...!!?? "Cristian terkejut saat melihat Alex yang berbaring di sofa.




" Kalian berdua habis melakukan apa?? kenapa secara bersamaan kalian bilang ingin tidur hah "Cristian merasa curiga atas apa yang mereka berdua lakukan tadi malam.



Namun dari keduanya tak ada yang menjawab, keduanya kembali terlelap dalam tidurnya lagi, cristian yang mulai berpikir aneh-aneh dia pun keluar dari ruangan itu dengan meninggalkan rantang yang berisi makanan.



Gresia yang sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, iya berjalan menuruni tangga dengan tas dan pakainya yang sudah rapih.


"Yuzi jika nanti anak itu datang kesini dan mencari ku, bilang sama dia aku pergi ke Amerika " sebelum Gresia pergi iya menitip pesan pada Yuzi untuk alex.


"Baik nona, nanti saya sampaikan pada tuan muda " jawab Yuzi atas perintah nona mudanya kepada dia.


"Kali ini nona pergi untuk berapa lama?? " tanya Yuzi perihal kepergian Gresia.


"Tak lama aku hanya akan pergi untuk beberapa hari saja, karena cuman ada pekerjaan yang perlu tanda tangan saja " jawab nya sembari bergegas pergi untuk segera ke bandara.


Gresia pergi dengan di antar kan oleh sopir yang ada di rumah tersebut untuk menuju ke bandara. Di dalam perjalanan Gresia mempersiapkan semua pekerjaan nya di laptop yang iya bawa dan akan di kirim melalui e-mail ke kantor.



Sedangkan kini tuan putra yang sedang menjadi buronan dia tak dapat berbuat apa-apa selain hanya diam saja di rumah tanpa berbuat apa-apa, untuk makan saja iya harus menyuruh orang di sana iya keluar pun untuk menyuruh tak berani untuk menampakan mukanya.

__ADS_1



Tuan putra juga sering mendapat telor yang entah dari siapa.



"Bagai mana apa kita sudah mendapat perintah untuk segera menangkap tuan putra??? " tanya salah satu tim kepolisian.



"Masih belum, mereka belum memberi kabar untuk penangkapan, kita tunggu saja kabarnya, karena kita tak mungkin asal tangkap saja, jika nanti kita berbuat gegabah bisa-bisa kita juga yang akan di tangkap" jawab salah satu rekannya .



"Bagai mana apa queen sudah ada memerintahkan untuk menangkap orang itu?? " tanya orang dari golden eyes.



"Belum queen masih belum memberi perintah apa pun, tentang untuk menangkap nya, mungkin queen ingin membiarkan dulu orang itu untuk merasakan kebebasannya, sebelum merasakan bagaimana dingin nya sel penjara " jawab rekannya yang sibuk dengan laptop yang ada di tangannya.



"Hai... kau sedari tadi asik memainkan laptop, memangnya kau sedang melihat apa sih ?? " tanya rekannya yang melihat temanya itu sedari tadi asik memainkan laptop di tangannya.



"Tidak ada aku hanya sedang mengecek semua data yang baru masuk dari e-mail yang caca dan yang lain kirim " jawab rekannya tersebut.



Mereka asik mengobrol entah apa yang mereka obrolan. Sedangkan kini Gresia yang sudah ada di dalam pesawat, yang di temani oleh Bob untuk berangkat ke Amerika.



"Queen.... sepertinya tuan dion sudah mengetahui kalo kita akan datang ke Amerika, karena dia telah bergerak di setiap bandara untuk menyambut kita " ucap Bob melaporkan ke adaan di Amerika.



"Biarkan saja kita lihat kemampuan mereka sudah ada kemajuan atau masih di titik yang sama " jawab Gresia dengan datar.



"Oh iya Bob kau juga persiapkan beberapa, anak buah untuk berjaga atur mereka dengan baik jangan samapi di ketahui oleh musuh " lanjut lagi ucap Gresia sembari memberi perintah untuk menyiapkan beberapa beberapa orang untuk berjaga-jaga.



"Baik, akan saya cari orang yang lebih handal dan memberi perintah kepada mereka " jawab Bob menerima perintah dari Gresia.



"Oh iya bagai mana dengan orang-orang dari golden dragon yang ada di markas kita queen, apa kita harus menghabisi mereka atu membiarkan terlebih dahulu " ujar Bob lagi yang ingat akan penyusup yang ada di markas.



"Untuk sekarang biarkan saja terlebih dulu " jawab nya.


__ADS_1


Bob mengerti dengan maksud dan tujuan pemimpinya itu dia tak banyak berbicara lagi, iya langsung kembali ke kursi penumpangnya, untuk menunggu pesawat mendarat, begitu juga dengan Gresia dia menyempatkan untuk tidur di waktu penerbangan yang masih cukup lama tersebut.


__ADS_2