Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Terungkap nya identitas asli gibran


__ADS_3

Gibran masih saja terpelongok atas apa yang di katakan Gresia jika keluarganya lah yang memanfaatkan dia untuk melakukan hal yang membuat nya dalam keadaan yang sulit, neraka memanfaatkan sikap gibran yang sangat peduli akan keluarganya tersebut.


Tuan aditama mulai mengeluarkan wajah aslinya, yang mana ternyata iya sangat licik hingga ingin menghancurkan dan mengorbankan semua keluarganya demi kekayaannya, namun sekarang iya sudah tertangkap dan tinggal menunggu giliran untuk mati.


"Hahahahahahahahahah...... Kau memeng pantas untuk di sebut queen... dari sebuah mafia yang besar, julukan mu sebagai wanita kejam tampa welas asih memeng bukan rumor, ya memeng semua ini aku sendiri yang melakukannya " Tuan aditama tertawa dan mengatakan semuanya di depan anak-anak nya dan istri nya.


"Pah.... apa yang papah maksud....??!! " tanya gibran yang masih belum percaya.


"Ya aku lah, yang merencanakan semuanya, karena semua ini ulah mamah mu yang terlalu boros hingga aku terpaksa melakukan ini agar mendapat bantuan dari tuan Julian secara finansial, dalam keadaan yang menguntungkan "jawab tuan aditama mengiyakan semua nya apa yang iya lakukan.


" Pah kenapa papah lakukan semua itu??? apa papah tak pernah memikirkan akan akibatnya dan akan terjadi seperti ini???? "ujar gibran yang merasa kecewa dengan sang papah.


'Prok.... prok.... prok.... prok.... '


Gresia tepuk tangan saat melihat mereka saling berdebat, iya merasa senang , akan apa yang terjadi.


" Wah... wah.. wah... aku baru tau semuanya, dengan kau mengatakannya semua tuan, ternyata tak usah aku mencarinya dengan harus menghadapi komputer lagi ternyata langsung , mendengar dari mulut anda sendiri "ucap Gresia merasa kagum.


Saat merasa kagum itu Gresia melempar belati nya ke arah tamara, dan dengan tepat mengenai jantung tamara, iya pun langsung meregang nyawa yang di saksikan oleh gibran langsung. Alex yang tadi terkena tembakan iya pingsan karena banyak mengeluarkan darah dan di bawa oleh bob untuk di tangani dan segera dirawat.


"Gibran kau tak menyangka bukan dan yang akan lebih tak menyangka lagi, kamu adalah bukan anak kandung dari keluarga aditama melainkan hanya anak pungut..!! " Gresia mengungkap identitas asli gibran dalam keluarga aditama.


"Kau tak usah banyak bicara,....!!! " bentak gibran yang telah sangat memuncak emosinya.


"Kenapa...??? bukan kah harusnya kamu senang mengetahui semuanya, oh iya aku kasih tau lagi semuanya padamu gibran 😈😈😈" dengan seringai nya Gresia menceritakan apa yang telah iya ketahuan yang tak di ketahui oleh gibran sendiri selama ini.


"Gibran aku sangat kasihan dengan nasibmu yang sangat malang ini, yang ternyata kamu telah di besarkan oleh pembunuh orang tuamu sendiri, hanya demi harta keluarga mu " ucapnya dengan wajah yang memelas dan nada bicara yang sendu.


"Tidak mungkin.... aku ini putra sulung keluarga aditama kan pah mah.... apa yang dikatakan dia itu salahkan pah mah itu semua tidak benar bukan " gibran mulai mengamuk, karena mentalnya yang cukup terguncang itu.


Tuan aditama hanya diam tak mengeluarkan satu patah, katapun dengan semua pertanyaan gibran padanya, diamnya iya menandakan benarnya semua perkataan Gresia tersebut.


"Gresia.... aku tau aku salah, apa kah bisa kau langsung saja menembaki mati, jangan kau menyiksaku seperti ini Gresia aku mohon " gibran yang sudah merasa putus asa itu memohon pada Gresia untuk mati, karena iya sudah merasa tak tahan dengan apa yang iya hadapi sekarang.


"Mau mati.... oh tentu saja itu hal mudah 😈 , tapi aku tak akan memberikan nya dengan mudah, aku harus baik-baik menghitung penghianat mu padaku terlebih dahulu, baru kau bisa mati dengan damai 😈😈😈" Seringai Gresia begitu ringan iya menyebutkan mati seakan semua takdir manusia di muka bumi ini ada ditangannya.

__ADS_1


"Gres....... berhenti.... gres..... di depan hah... hah.... pasukan dari golden dragon menyenangkan gres..... " cristian yang baru datang dengan napas yang terengah-engah iya memberitahukan bahwa ada penyerangan.


Gresia menoleh dengan aura membunuh yang sangat pekat.


"Cih...... para semut ini sudah merasa tak sabarlah untuk menuju ke matinya....!!!!! "iya berbalik dan mengambil belati yang masih menancap di dada tamara untuk segara melawan musuh.


Gresia berjalan dengan cepat untuk melihat keadaan di depan, sedangkan cristian masih ada di ruangan itu yang melihat nyonya tamara dengan mulut berlumuran darah dengan tubuh tamara yang sudah tak tau bentuk, dan melihat gibran yang sudah kelihatan seperti orang yang sudah hilang kewarasannya.


"Gibran... untuk sementara waktu kamu bisa tenang dulu sampai ini semua selesai " ucap cristian lirih yang melihat temanya yang sekarang sudah seperti orang gila itu.



Cristian melangkah keluar dengan menutup pintu ruangan tersebut , untuk segara membantu Gresia di depan karena sekarang alex juga tak bisa membantu karena iya juga terluka, dan masih belum sadarkan diri.


"Nona.... kita disuruh oleh queen untuk mempersiapkan pasukan cadangan, untuk sekarang dia queen di bantu dengan yang lain untuk menghadapi lawan " ajak bara untuk mempersiapkan pasukan cadangan.


"Emh....., kamu nanti hubungi bagian di Miami dan di, berbagai daerah untuk, membantu kita , dan meraka yang berada di luar untuk segara kembali untuk membantu markas utama, " perintah cristian pada bara.


"Baik nona, " keduanya berjalan lengan cepat ke arah halaman bagain belakang untuk membentuk bantuan.


"Sepertinya kali ini golden dragon sudah lebih siap untuk menyerang, jadi kita harus lebih teliti dalam menyusun strategi " gumam nya pada diri sendiri.


Bob untuk sementara memimpin pasukan begitu juga caca dan keren yang kini mereka sudah bersiap di garda depan, untuk melindungi Gresia dan sekaligus menyerang awan.


"Bob.... sebaiknya kau bawa kemari tuan gibran untuk membantu, karena kita tak mungkin bisa bertahan lama untuk melindungi queen dan menyerang " ucap caca yang memberi saran pada Bob.


"Tapi bagai mana juga nanti queen, marah aku tak mau mengambil resiko " balas Bob dengan datar.


"Tapi Bob, kalo kamu tak mengambil inisiatif, maka ada kemungkinan queen bisa celaka " ujar caca lagi.


"Tapi kan kau tau sendiri yuan gibran itu penghianat, mana mungkin iya akan membantu kita yang ada dia akan semakin menyusahkan dan menambah masalah " kata Bob.


"Benar juga yang kau katakan, ya sudah lah kita harus tetep fokus " ujar caca lagi karena apa yang di ucapkan Bob memeng ada benarnya.


Sedangkan di dalam ruangan pribadi milik Gresia, di mana gibran yang kini menatap kembali ke arah tuan aditama dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


"Pah.... jawab jujur..... apa benarkah kau telah membunuh keluarga kandungku..???? !! " tanya ya dengan sendu namun sangat jelas dari sorot matanya yang sangat emosi itu ada dendam dan rasa kecewa.


"Heh.... sangat menyedihkan , kau mengetahui semuanya melewati orang lain, bukan usaha mu sendiri, kau memeng anak bodoh " ujarnya dengan senyum mengejek namun ada rasa takut juga karena tatapan gibran padanya.


"Hahahahahahahahha..... aku memeng bodoh hingga tak tau kebenarannya dan masih membela, hingga harus berbuat diri sendiri celaka " tawanya pecah dan mengumpat dirinya sendiri yang bodoh itu.




Sedangkan sekarang di bagian belah pihak Julian yang mana iya dan alka beserta anak buahnya yang lain, sedang melihat pertunjukan penyerangan mafia nya ke markas Gresia, mereka masih belum sadar jika Gresia sudah kali ke tanah air, iyang iya tahu jika Gresia masih ada di Amerika, karena anak buah yang mengawasinya memberikan kabar jika iya masih ada di sana.



"Alka.... kau dan yang lain nanti masuk dan cari segel queen sampai dapat, karena seperti nya queen menyimpan di ruangan lain " perintah Julian pada alka selaku bawahannya.



"Tuan... saya ada satu permintaan. " ucap alka dengan sedikit rasa gugup untuk mengucapkan permintaanya.



"Permintaan seperti apa?? " tanya Julian masih dengan pandangannya tanpa melirik alka.



"Saya ingin anda, untuk tidak menyakiti adik-adik saya,meski bagai mana mereka juga masih sedarah dengan saya " ujar alka mengutarakan permintaanya.



"Tenang lah aku tak akan, melukai adik mu jika iya memberi kan apa yang aku minta dengan sukarela " jawab Julian dengan arogan nya.



Namun yang tak mereka sadari kini Gresia sudah masuk ke tempat persembunyiannya tersebut, dengan membidik tembakan tak langsung ke arah titik vital melainkan ke arah yang hanya dapat melumpuhkannya sementara.

__ADS_1



Dengan kemampuan membidik dan menembaknya Gresia tak akan pernah meleset dari target, hingga dengan perlahan iya menarik pelatuk pistol yang iya genggam.Satu timah panas melesat langsung menuju ke arah Julian.


__ADS_2