
Alex yang baru saja sampai di depan ruang rawat cristian, di kaget kan oleh seseorang dari belakang yang menepuk pundaknya. Alex reflek langsung menggenggam tangan karang tersebut dan memutarnya ke depan.
"Aaaggghhhh sakit nak?? " jerit wanita setengah paruh baya tersebut karena sakit tangannya di pelintir Alex.
"Ehhh maaf Bu, aku tak tau kalo itu ibu aku kira siapa yang tiba-tiba menepuk dari belakang, dan ibu juga kenapa tak berbicara " ucap alex sembari memasang muka memelas.
"Iya ibu maaf kan, maaf ibu juga membuat kamu kaget, ayok masuk kakak mu ada didalam sepertinya sudah bangun " ucap wanita tersebut pada alex.
Alex menjawab dengan anggukan dan membukakan pintu, den mempersilahkan wanita tersebut masuk lebih dulu.
"Nak lihat lah siapa yang datang?? " ucap nyonya veloz sembari menghampiri cristian.
"Siapa bu?? " tanya nya sembari berbalik ke arah ibunya yang baru saja tiba tersebut.
Nyonya veloz menyingkir dan orang yang ada di belangnya pun terlihat.
"Hah kamu kapan pulang nya bukanya kamu di Florida?? " ucap nya karena cristian tak tahu kalo alex sudah ada di St. Lois.
"Aku kemaren pulang, gak betah di sana " ucap alex.
"Apa Gresia memberi kan kamu izin untuk kembali, bukanya tanpa seizin nya kamu tak bisa kembali?? " beberapa pertanyaan keluar begitu saja dari mulut cristian.
"Apa hak nya melarang aku untuk kembali, kebebasan itu kan hak ku, bukan hak nya " ucap alex dengan dingin.
"Hei kalo kau tak mengikuti ucapanya, kau bisa mati bodoh??! kau ini seperti tak tahu perangai kakak mu itu " ucap cristian yang merasa khawatir duluan.
"Ini buktinya aku masih idup, dan baik-baik saja " ucap alex dengan santai sembari duduk.
"Memangnya nak Gresia kenapa tian, anak sebaik dia kau bilang kejam " ucap nyonya veloz
"Emh tak ada bu, Gresia itu kalo ucapanya di langgar bisa-bisa dia mengamuk gak jelas makany aku tanya sama tuh bocah " jelas nya pada siang ibu sembari menunjuk alex dengan memo nyong kan bibirnya.
"Benarkah itu nak alex?? " tanya pada alex
"Tidak ada bu tak usah dengarkan perlatan tante itu dia suka membual, kakak ku itu tak seperti itu " ucap, alex berdalih.
"Ah terserah kau lah bocah, suka-suka mulut mu itu" ucap cristian menggerutu.
__ADS_1
"Ucap kan saja tak usah kau pendam tante jika memiliki perkataan " ucap alex meledek
Nyonya veloz hanya tersenyum melihat pertengkaran, kecil di antara dua anak itu.
"Sudah jangan bertengkar terus, ayok kita makan dulu nanti baru di lanjut " ajak nyonya veloz .
"Ibu saja yang makan, aku masih kenyang aku akan tidur sebentar, nanti bangun kan saat sudah satu jam aku mau pulang sebentar " ucap alex sembari meminta bantuan untuk di bangun kan saat sudah satu jam iya tidur.
"Makan dulu baru tidur, kalo perut kosong mana mungkin bisa tidur " ajak nya sembari menarik pelan lengan alex.
"Bu aku sudah makan saat tadi aku hendak kesini, jadi ibu dan dia saja yang makan, jika nanti aku ikut ,makanan nya habis ibu dengannya tak akan bisa makan, karena tak ada sisa π" ucap alex yang sesekali melawak tapin lawakannya hambar.
"πππTak apa nak mari makan lah ibu beli banyak ini " nyonya veloz tertawa sembari tetap menarik tangan alex.
"Baik lah mari kita makan " ucap alex sembari berjalan.
"Cih tadi saja bilang tak mau, tapi sekarang kau masih saja menyiapkan nasi ke mulut " ledek nya pada alex sembari menyuapkan nasi.
"Makan lah nanti nasi mu menyembur kemana-mana" balas alex
"Dia duluan bu, yang meledek ku " ucap alex abadi memasang muka memelas.
"Hei dia ibu ku tak usah merengek seperti itu kau jelek tau bocah " ucap cristian sembari mengacungkan sendok pada alex.
"Cih coba kemari lihat ibu mu tante akan ku bawa pergi dari mu dan akan ku sembunyikan dia " ucapnya sembari memeluk nyonya veloz sembari menjulurkan lidahnya pada cristian.
"Heh lihat saja kau ya jika tangan ku ini tak ada lagi jarum, kau kan ku kejar " decit cristian sembari menghentak kan sendok nya.
"Kemari lah aku tak takut " tantangnya pada cristian.
"Sudah makan lah jika tidak, ibu tarik kuping kalian mau " ucap nyonya veloz yang mulai geram melihat mereka berdua yang terus adu mulut.
Seketika keduanya menjadi diam, dan fokus pada makanan mereka, tapi masih saja saling berebut makanan. Sesi makan pun selesai alex langsung berjalan ke arah sofa dan tertidur lelap, karena leleh.
Satu jam sudah berlalu nyonya veloz tak tega ingin membangun kan alex, jadi di biarkan nya tertidur lelap.
"Bu kenapa tak ibu bangun kan, bocah bodoh itu,?? " tanya cristian yang melihat ibunya twk jadi membangun kan alex, iya malah menyelimuti nya.
__ADS_1
"Kasian nak sepertinya dia sangat leleh, sepertinya banyak sekali beben yang sedang dia hadapi, padahal anak sekecil dia yang seharusnya asik bermain, " ucap nyonya veloz sembari menendang teduh ke arah alex.
"Emh terserah ibu saja lah, aku juga akan tidur, leleh rasanya berebut makan dengan bocah itu" ucap cristian sembari berbaring dan menarik selimutnya.
"Ya suruh siapa? kau juga yang sudah tua tak mau mengalah " ucap nya sembari membenarkan selimut anaknya itu.
"Oh iya nak ibu besok tak bisa menjaga kamu lagi, karena semua bisnis ibu harus segera ibu pantau lagi kalo tidak, perusahaan ibu akan segera gulung tikar, ibu pun sudah berapa hari tak masuk perusahaan " ucap nya pada sangat anak.
Cristian hanya diam tak memperdulikan ucapan Sang ibu.
Nyonya veloz seakan mengerti apa yang di pikiran kan putri semata wayangnya itu.
"Nak jika ayah mu masih ada, ibu pun tak akan meninggalkan mu di saat seperti ini, tapi kamu kan tau sendiri ibu harus banting tulang untuk kelangsungan hidup kita kedepannya nak" ucap nya sembari mengelus puncak kepala Sang anak.
"Tapi kan bu , uang yang aku hasilkan apa itu tak cukup untuk menutupi semua kebutuhan kita?? " racaunya dengan badan membelakangi Sang ibu.
"Lebih dari cukup nak, tapi kan itu uang mu, itu kau gunakan untuk kebutuhan mu saja, ibu mencari uang untuk kebutuhan keluarga nak " ucap nya kembali
"Ya pergilah aku tak apa di sini, " rajuk nya sembari memejamkan mata secara paksa, meski tak ingin.
Nyonya veloz menghela napas panjang dengan tingkah putrinya tersebut, dia bangkit dari kursi nya dan mengambil tas yang ada di atas nakas sebelah tempat tidur cristian, lalu pergi keluar untuk pergi menuju perusahaan nya.
Cristian berbalik melihat punggung Sang ibu yang berlalu pergi tanpa, menoleh kebelakang kembali.
"Ayah andai ayah masih ada, apa ayah akan sama seperti ibu membiarkan aku sendirian dalam kesepian kembali seperti ini " racaunya tak terasa bulir bening menerobos lolos dari pelupuk mata nya yang sipit.
Cristian melihat kalo alex bergerak dia sontak mengelap matanya, agar tak terlihat lemah.
"Eeeeggghh kenapa aku tak di bangun kan??! " ucap alex sembari melihat tajam ke arah cristian.
"Cih kenapa menyalahkan ku, itu salah mu sendiri, terlalu nyenyak kau tidur bocah, memangnya kau itu hendak kemana harus cepat bangun haha???, apa kau akan berkencan dengan seorang gadis di luar sana?? " ucap nya bertanya pada alex dengan nada sinis.
Alex mengelap mukanya kasar sembari berlalu pergi dengan tergesa-gesa tanpa menghiraukan pertanian dan perkataan cristian.
"Heh sial dasar bocah , tak punya ahlak orang sedang bertanya malah kau acuh kan lihat saja nanti ya jika aku sudah sembuh akan ku cincang lalu masak rendang kau bocah" gerutunya sembari meremas selimut.
Suasana di dalam ruangan sudah sepi, cristian pun yang merasa kesepian langsung tertidur lelap kembali.
__ADS_1