
Beberapa jam sudah berlalu tapi zainal belum juga keluar dari ruangan operasi, saat ini juga alex yang sudah sadar dari pingsan sudah menunggunya di depan ruang operasi meski ke adanya sendiri masih kurang baik tapi memaksa untuk menunggu kabar dari dokter zainal di sana, begitu juga deng cristian yang memaksa kan untuk di sana.
"Kak cris kenapa ini bisa terjadi kenapa kalian dari awal tak mengajak mungkin kejadianya tak akan seperti ini hiks... hiks... hiks.... " alex terduduk di kursi tunggu buang ada didepan ruang operasi dan menangis sembari melihat ke arah cristian.
"Maaf lex... maaf kaka tak dapat menjaga Gresia dengan baik yang membuat dia dalam ke adanya seperti ini " cristian terus menyalahkan dirinya sembari menangis dalam diam karena ke adaan Gresia sekarang.
"Sudah nona ini bukan hanya salah anda tapi kami juga tak bisa menjaga kalian dengan benar, ini juga kesalahan kami nona " ucap Bob sembari menundukkan kepalanya sama halnya dengan cristian dia menyalahkan dirinya .
"Sudah lah sekarang kita hanya bisa berdoa kalian jangan bersedih begini terus karena pasti nona Gresia tak akan senang kalo melihat kalian bersedih dan saling menyalahkan diri sendiri " ujar caca untuk menguatkan merak semua agar tak bersedih lagi.
"Oh iya bagai mana ke adaan tuan gibran sekarang??? apa kah sudah ada perkembangan??? " tanya caca pada Bob tentang gibran yang sama di rawat di rumah sakit itu.
"Tuan gibran sekarang sedang tertidur dan masih dalam pengaruh obat juga mungkin besok pagi baru sadar. " jawab Bob yang memberi tahu kan ke adaan gibran sekarang .
Mereka terdiam dan terhanyut dalam kesedihan meraka masing-masing yang mengingat operasi Gresia yang belum juga selesai. dan tak lama zainal keluar dari ruangan. yang membuat alex terbangun dan menghampirinya.
"Bagai mana dengan ke adaan kaka?? " tanya alex dengan nada dinginnya dia bertanya pada zainal yang baru keluar itu.
"Sabarlah tuan nona sekarang dalam ke adaan aman dan sekarang kami akan memantau nona di ruangan ini hingga kondisinya lebih baik baru kami pindahkan ke ruang inap nya, oh iya caca apa kah kau mempunyai penawar racun HDC, untuk sekarang karena nona juga terkena racun yang sudah hampir mengenai jantung dan hatinya maka dari itu kami tim medis lama menanganinya " ucap zainal menjelaskan, sembari bertanya tentang penawar racun yang mengenai Gresia yang sudah menyebar.
"Ahhh Bob cepat kembali ke markas di sana ada obat penawar segala racun cepat lah ambil dan berikan pada zainal, agar Gresia dapat cepat tertolong " ucap cristian yang ingat kalo masih ada penawar racun di markas.
"Baik nona akan segera saya ambil " Bob pergi bergegas kembali ke markas untuk mengambil penawar tersebut.
"Kenapa ada racun di tubuh kak Gresia hah kenapa itu bisa terjadi???!!! " tanya alex pada zainal sembari mencengkram kerah bajunya dengan tangan gemetar
"Saya tidak mengetahuinya tuan, tapi nona harus segera mendapat kan penawar kami sekarang semaksimal mungkin untuk menahan racun itu agar tak menjalar ke hati dan jantung dan ke organ inti lainya, yang bisa menyebabkan ke matian " jelas zainal yang memang tak tau dari mana asal racun itu dan mencoba menenangkan alex
"Jika kau tak dapat menyelamatkannya maka kalian semua tim yang menangani kak Gresia akan ku kubur bersamanya " ancam alex dengan wajah kesal dan nada yang mendominasi.
"Sudah alex sabar lah Bob akan segera kembali membawa penawar itu kau tak usah mengancam mereka yang tak bersalah, dan meraka yang sudah berjuang untuk keselamatan Gresia " ujar cristian yang kasihan melihat zainal dan para dokter yang lainya sudah ketakutan dengan perkataan alex.
__ADS_1
"Dokter.... dokter zainal..... pasien kekurangan darah kita membutuh kan darah sekarang juga dan segera dapatkan donor darah yang cocok" ucap salah satu perawat di sana yang baru saja keluar dari dalam ruangan operasi.
"Darah ku saja" ucap alex yang mengajukan diri
"Tidak bisa tuan karena kondisi anda juga sedang tidak stabil sekarang yang malah bisa membahayakan nyawa anda nantinya, ini serahkan pada tim medis untuk mencari donor darah dan menunggu dari bang darah " ucap zainal sembari terlihat khawatir karena kalo sekarang melakukan Tarnfusi darah maka nantinya darah itu juga akan terkena racun maka dari itu zainal menunggu penawar terlebih dahulu.
*******
Ke adaan di bagian di tempat Julian yang sedang dirawat juga di rumah sakit.
"Alka apa kau melepaskan meraka??? " tanya julian yang sudah saimdang dari pingsannya
"Iya tuan saya melepaskan meraka karena bagai mana pun juga meraka yang telah merawat adikku dengan baik " jawab alka ya g merasa bersalah terhadap tuanya dan merasa bersalah pada adiknya.
"Ahh sudah lah aku bisa membalaskan dendam ku lain waktu setelah aku pulih " ucap julian yang merasa kesal tapi dia harus bagai mana karena yang dia lawan juga bukan lah orang biasa ya g dapat di singgung.
****
Dan kini kembali ke keadaan Gresia yang semakin melemah di dalam ruang operasi yang membuat semua tim medis merasa ketakutan dan menjadi gugup akan kedepannya yang akan mati. zainal keluar ruang kembali.
"Sudah kukatakan ambil darah ku apa kau tuli.....!!!! " bentak alex pada zainal
"Tapi tuan kondisimu juga sekarang sedang tak baik itu tak akan mungkin untuk mendonorkan darah anda " zainal mencoba menjelaskan kondisi alex yang sedang lemah.
"Caca kau coba hubungi tuan alka mungkin dia akan bisa membantu kita di sini " cristian memberikan saran untuk menghubungi alka .
"Baik nona akan saya hubungin sekarang juga " ucap caca tanpa basa-basi lagi mengambil ponselnya dan mencari kontak alka di sana.
Alex pingsan kembali karena kesal dan dia di bawa oleh Bob ke ruang rawat nya untuk beristirahat.
"Cristian sebaiknya kau juga beristirahat nanti kau lelah, jika hari s menunggu di sini " ucap zainal nyang melihat muka cristian yang masih pucat
__ADS_1
"Aku tak apa zai kau lakukan yang terbaik pada Gresia saja aku bisa bertahan, jika akun lelah aku nanti akan kembali keruangan ku " ucap cristian dengan berpura-pura kuat padahal yang dia rasakan sudah lah sangat lelah.
"Bagaimana caca apa dia bersedia membantu kita sekarang??? " tanya cristian pada caca yang baru saja selesai menelpon alka
"Ya nona anti tuan alka akan ke sini untuk membantu, dan dia juga ingin melihat kondisi tuan alex " ucap caca mengatakan kalo alka siap membantu
"Bagus lah kalo begitu, caca tolong antar saya ke ruangan saya akan beristirahat sejenak " ucap cristian bersyukur dan meminta bantuan untuk mengantarnya keruangan untuk beristirahat dengan nada yang lemah
Caca mengantar cristian ke dalam ruangan nya dan saat caca berjalan untuk kembali ke depan ruangan operasi dia bertemu dengan alka yang sudah tiba di rumah sakit.
"Tuan alka mari ikut saya, akan saya antar anda ke tempat transfusi darah agar di periksa dulu kecocokan anda " ucap caca pada alka yang memang seperti sedang mencari seseorang.
"Ok baik lah nona, tapi saya boleh bertanya sekali lagi siapa yang membutuhkan darah saya, apa itu alex saya tau tadi alex tak ada terluka parah " ucap alka bertanya dan mengatakan apa yang dia tau.
"Bukan tuan alex sekarang baik-baik saja dia sedang istirahat di ruangan nya, sudah anda ikut saja tak usah banyak tanya " jawab caca dengan nada acuh tak acuh.
"Nona saya juga harus tahu kepada siapa saya mendonorkan darah " ucap alka saat sampai diruang leb untuk mengecek ke cocokan.
"Lakukan saja tak usah banyak bicara nanti kami akan membayar anda berapapun anda meminta " ucap caca acuh dan pergi meninggalkan nya di sana .
Kini alka masuk kedalam ruangan tersebut di sana sudah ada dokter dan perawat yang akan mencocokkan darahnya dan darah Gresia. Hayo penasaran gak apa cocok apa gak nih darah meraka berdua๐๐๐๐๐makasih ya buat para readers yang udah meluangkan waktunya buat baca cerita ini Terima kasih banyak yang udah like semoga kalian sehat selalu ya, dan terhibur dengan cerita ini yang gak karuan kalo ada saran dari kalian sampai kan saja ya melalui komentar nanti akan coba author pahami sarannya. makasih
BERSAMBUNG.........
...JANGAN...
LUPA
...LIKE...
KOMEN
__ADS_1
...AND...
VOTE