
Gresia kini masuk keruangan CCTV dia mengedarkan pandangan ke seluruh layar monitor, saat pandangannya terhenti pada adalah satu layar monitor dia sedikit mengerutkan dahinya dan tersenyum tipis.
"Hah kasihan sekali..? tapi kau harus bisa hidup sendiri, karena untuk menjaga diri kau sudah ahli tapi untuk bertahan hidup dan mandiri masih perlu di asah " ucap Gresia saat melihat Alex di layar monitor yang sedang memasak membuat berantakan seisi rumah.
Gresia mengambil kursi dan duduk memandangi ke arah monitor yang menampakan aktivitas Alex di Florida.
Gresia hanya tersenyum saja saat melihatnya dan , dia melihat ada seorang remaja yang berdiri di depan pintu apartemen Alex, dia pun mengerutkan lagi dahinya.
"Siapa gadis itu?? apa tujuannya? sebaik nya aku perhatian terlebih dahulu apa yang ingin dia lakukan " ucap nya sembari terus mandangin.
Gresia yang merasa penasaran dia pun meretas kamera di sepanjang komplek tampat tinggal Alex, saat melihat kedekatan meraka Gresia hanya tersenyum namun rasa curiga nya masih saja cukup besar.
"Apa motif yang dia miliki, di balik kelembutan itu ,harus segera aku ungkap, kalo tida dia bisa saja terperangkap. "ucapnya dia bangun dari duduk nya dan pergi ke ruang kerjanya.
Dia masih melihat cristian dan gibran nyang ada di ruang keluarga masih asik berbincang.
" GIBRAN..!!! DATANG KERUANG KERJA "teriak Gresia dari lantai atas yang membuat dua mahluk yang sedang asik mengobrol dan menonton itu terkejut.
" Astaga..! cobaan apa lagi ini "ucap cristian sembari mengelus dadanya.
Gibran hanya menggelengkan kepalanya dan beranjak dari duduknya untuk segera keruangan Gresia.
" Gue duluan ya cris, bos manggil nih gak tau masalah apa lagi "ucap gibran saat hendak pergi.
" Iya sana aja tar ngamuk lagi tuh singa betina kalo gak gercep lo, sapa tau ada masalah penting "jawab cristian sembari melanjutkan menonton TV.
Gibran pergi keruangan Gresia ,dia masuk dan langsung duduk di kursi yang ada di hadapan meja Gresia.
" Ada apa gres?? "tanya nya
" Tak ada, kau coba lihat anak ini kau kenal tidak?? "tanya Gresia sembari menyodorkan video Alex dengan seorang gadis.
" Ini Alex dia dengan siapa ini?? "gibran malah tanya balik.
" Gue tanya ama lo, lo malah tanya balik π"gerutunya.
__ADS_1
"Aku tak mengenal nya, mungkin teman dia di sana ya biarlah, emang ada apa kau menanyakannya gres?? " tanya lagi gibran yang merasa penasaran karena tumben Gresia yang mau ikut campur Alex dekat dengan siapa.
"Kau itu bodoh atau otak mau kau tinggal di cafe******" ucap Gresia yang tak sadar menyebutkan nama cafe tempat gibran ketemuan dengan laras tadi siang.
"Uhuk... uhuk... uhuk... uhuk.. gimana Gers?? " gibran tersedak ludahnya sendiri saat mendengar perkataan Gresia tentang cafe tersebut.
"Kenapa lo bisa keselek? " tanya Gresia yang masih tak sadar dengan ucapannya tadi.
"Gres tadi siang lo ngikutin gue ke cafe ******ya?? " tanya gibran dengan penuh penasaran.
Gresia sadar dan memang yang dikatakan gibran bener dia tak bisa berbohong.
"Aku hanya kebetulan lewat dan makan di sana saja " jawabnya santai seakan tak ada apa-apa.
"Tapi bukanya saat aku mau pergi kau di sinih sedang sibuk dengan cristian, lalu kok bisa ada bersamaan dengan ku di cafe itu? " ucapnya gibran yang masih belum puas dengan jawaban Gresia.
"Sudah lah kalo kau tak mengenal gadis itu, akan ku cari tahu sendiri apa maksud dan tujuannya " ucap Gresia mengalihkan pembicaraan dia kembali fokus pada komputer yang ada dihadapannya.
"Haduh kok gue keceplosan sih, kenapa sih gue ah bodo lah, tapi kan jadi dia kepedean kalo gue ngikutin dia πitu lah kau itu bodoh Gresia " umpatnya pada diri sendiri dalam hati yang mengatai dirinya bodoh.
"Tak ada, pergilah " ucap nya dingin dengan mata masih fokus pada layar komputer.
"Baik lah kalo begitu aku keluar dulu jika ada sesuatu kau bisa panggil kami di ruang keluarga, aku masih ada perlu dengan cristian " ucap gibran sembari bangkit dari kursi dan berjalan keluar.
Tak lama Gresia pun menemukan semua data tentang gadis yang ada di video yang bersama Alex di Florida, dia membaca dengan seksama, di sana dia tak menemukan niat buruk atau apa pun itu ,dia bertemu dengan Alex dan berteman hanya dengan kebetulan.
"Hem bagus lah jika dia bisa dekat dengan seorang gadis " ucap nya sembari mematikan komputer .
Dia pun bangkit dari duduknya dan keluar dari ruang kerja dia melihat meraka masih saja ada di ruang keluarga.
"Keluarga Pramudja termasuk orang yang di segan ni rupanya, di benua Amerika terutama di ST.Louis π emh lumayan juga tapi, sepertinya keluarga meraka juga tak sesederhana itu bukan " Gumamnya pada diri sendiri kini Gresia membaringkan dirinya di kasur miliknya itu.
Sedangkan diruang keluarga, yang mana dua mahluk masih saja berbincang santai, tak terasa hari sudah semakin larut.
"Oh iya gib tadi kamu di panggil sampek teriak begitu di suruh apa sama bos?? " tanya cristian yang mulai penasaran.
__ADS_1
"Tak ada aku hanya di tanya tentang Alex yang sedang jalan dengan seorang anak gadis saja, dia bertanya apa aku mengenal gadis itu " jawab gibran sembari mengingat.
"Wow sungguh adik ku yang imut-imut itu sudah memiliki kekasih?, padahal dia baru beberapa hari pergi ke Florida tapi sudah mengencani seorang gadis, lalu aku yang kakak nya kenapa masih jomblo saja sampai sekarang " cristian medramatis sembari bicara ngawur.
"Kita belum tau itu kekasihnya tau hanya teman, tapi aku lihat dari cara nya dan gaya bocah itu mana ada dia sudah mendapat kan kekasih " jawab gibran yang tak percaya kalo Alex sudah memiliki kekasih.
"Hai jang meremehkan dia , asal kau tau Alex itu lebih tampan dari pada kamu " ucap cristian sembari mengejek gibran.
"Dih dia ganteng juga karena tertular ketampanan ku, kalo bukan karena aku mana ada dia akan setampan sekarang ini " ucap gibran yang pede abis yang membuat cristian terkaget.
Nyatanya selama ini sikap gibran yang biasanya sama seperti Gresia acuh dingin dan pendiam tapi kenapa sekarang dia jadi sangat narsis.
"Gak salah lo gib?, masa sih lo ganteng aku liat ya lo itu kaya muka nya popay deh biasa aja hahahah " cristian yang mersa tak percaya dia pun langsung mengejek dan tertawa terpingkal-pingkal.
"Berani ya lo ketawain gue heh, gini-gini juga emang gue itu tampan tau, mata bagain mana yang lo buat liat gue kaya popay hah..??!" ucap nya dengan ke narsis nya yang mulai setinggi gunung Himalaya.
"Dih seorang Gibran Aditama yang gayanya coll dan dingin ini bisa narsis juga rupanya, mana narsisnya setinggi gunung Himalaya lagi, ngaca dong tong, gantengnya dapat dari mana?? " ucap cristian yang masih saja mengejek ke narsis san gibran.
"Ehem...!! " ada suara dehemen dari belakang meraka.
Meraka berdua tak menyadari jika sedari tadi Gresia memperhatikan meraka berdua dari belakang.
"Ehh ada Gresia di situ? sejak kapan Gers kamu ada di belakang?? " tanya cristian yang ada rasa terkejut namun mencoba biasa aja.
"Sudah malam tak usah berisik " ketusnya lalu berlalu pergi kembali ke kamarnya.
"Aeh gitu doang kirain mau ada apa?? " gumam cristian yang merasa aneh juga dengan sikap Gresia belakangan ini.
"Sudah lah orang tampan akan tidur dulu, masih banyak aktivitas di esok hari " gibran pun ikut pergi untuk menuju ke kamarnya.
"Haha gibran gibran sejak kapan kau jadi se-narsis ini ? hah mungkin efek kelamaan menjomblo kali ya?, eh tapi akun yang sama saja menjomblo tak seperti itu kejadiannya. " ucap cristian pada dirinya sendiri dia merasa bingung lalu ikut pergi meninggalkan ruang keluarga untuk menuju ke kamarnya.
Kini malam sudah semakin larut semua mahluk hidup sudah pada menuju alam mimpi, untuk menghilangkan rasa lelah karena aktivitas di siang hari. Begitupun dengan meraka para kaum rebahan π
πΉπΉπΉπΉHai para readers semua yang dimana pun kalian tinggal nya ada yang di luar planet bumi pun author ucapin selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan, semoga selalu di lancarkan segala urusannya, dan puasanya bagi yang menjalani, Author ucapin juga makasih buat kalian yang udah mau mampir di cerita author iniππππππππSemoga di berikan kesehatan selalu buat kalian ya dan di jauhkan dari segala penyakit dan apa pun itu semoga mudahkan segala urusan dan juga di mudahkan rezeki nya aamiin ππ
__ADS_1
Sekali lagi author ucapin Minal izin walfaidzin Mohon maaf lahir dan batin πππππ