Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Hilang kontak.


__ADS_3

Kini hari sudah semakin larut, gresia pun menutup laptop nya dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat, karena lelah seharian bekerja. rutinitas mandinya di kamar mandi. Dan tak berapa lama ritual mandinya pun selesai.


'Tok.... tok... tok. '


'ceklekk.... '


"Ada apa " saat gresia membuka pintu terlihat seorang pria yang berdiri di hadapannya.


Pria itu melihat pintu susah di buka dan terlihatlah gresia di depannya dengan rambut yang masih basah , karena baru selesai mandi, dan hanya mengenakan handuk yang menutupi dada hingga ke lutut.


"Ehh maaf saya ganggu, sebaiknya anda mengenakan baju anda dulu " ucap pria yang ada di hadapannya tersadar setelah sesat terpana dengan penampilan gresia.


"๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’" gresia hanya melihat malas dengan tatapan dinginnya dia pun menutup pintu.


'Braakkk'


Pria yang ada di depan pintu terkejut karena suara pintu yang cukup kencang.


"Astaga..., " Kaget dan langsung mengusap dadanya.


"Tuan sebaiknya anada tunggu nona di, ruang keluarga saja dulu sepertinya masih agak sedikit lama " ucap Yuzi yang melewati ke depan kamar gresia.


"Ahh baik lah, oh ya Yuzi tolong buatkan saya teh hangat.. " pria itu pergi dan meminta pada Yuzi untuk membuatkannya teh.


Kini pria itu sudah duduk santai di sofa, dengan berkutat dengan handphone dibuangnya , di situ juga Yuzi tiba dengan segelas teh di tangan nya .


"Tuan gibran silahkan di minum tehnya, saya pamit ke belakang untuk melakukan pekerjaan yang lain " ucap Yuzi mempersilahkan gibran untuk meminum tehnya , setelah itu dia pamit untuk melakukan pekerjaannya.


Ya pria tadi adalah gibran yang entah ada apa sepagi ini sudah ada di bila gresia.


'Tak.. tak.. tak.. '


Suara langkah kaki yang melangkah turun dari tangga. Gibran menoleh ke asal langkah kaki dan terlihat lah gresia yang menuruni tangga dengan tampilan yang susah rapih.


"Ada apa??๐Ÿ˜’๐Ÿคจ " tanya nya saat sudah ada di hadapan gibran.


"Begini gres, aku kan kemaren malam sudah menyuruh bara pergi ke borneo, tapi sepertinya ada masalah, karena pesawat yang iya tumpangi hilang kontak maka dari itu aku kesini masih pagi begini " jelas gibran dengan maksud kedatangannya.


Gresia menunjukan wajah datarnya, sembari berpikir.


"Jet pribadi?? " tanya gresia singkat.


"Iya dia mengenakan jet pribadi yang di markas, tapi itu lah dia hilang kontak " jelas gibran lagi masih bingung.


"Kemungkinan pesawat terjatuh, dan terakhir kami mendapat kontak itu di sekitaran laut Asia " sambung gibran dengan yang iya ketahui.


Gresia hanya mengerutkan dahi, dan beranjak dari duduk nya lalu pergi ke ruang kerja. Gibran mengikuti gresia menuju ke ruang kerja


Dia duduk di kursi kerjanya dan langsung membuka komputer di atas meja ,untuk mencari keberadaan jet pribadi nya itu.

__ADS_1


********


Sedangkan di Florida alex yang baru saja sampai di rumah yang kini manis, yang ada di alamat yang iya pegang.


"Tuan kita sudah sampai " ucap supir taksi .


"Ya terimakasih ini ambil saja kembaliannya " sea(alex )memberikan satu lembar uang kertas dan iya turun dari mobil.


"Lumayan juga kalo hanya untuk tinggal sendiri " Sea(alex) memandang sejenak rumahnya itu dan kini iya melangkah masuk ke halaman rumah.


Dia membuka pintu rumah tersebut, diaelihat keadaan di dalam sangat rapi dan bersih. dia pun berjalan menuju kamar, untuk beristirahat karena lelah telah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu.


Sea terbangun dari tidurnya dan melihat ke sekeliling sangat gelap, dan iya teringat bahwa iya tertidur sampai malam, karena perutnya merasa lapar dia pun berjalan sembari meraba tembok untuk mencari saklar lampu di kamar itu.


"Aku lihat kek kulkas ada apa di sana, " gumam sea sembari berjalan ke luar kamarnya.


*********


Sedangkan kini di kota K yang mana Astrid (Asti) sudah janjian di salah satu restoran di kota tersebut .


"Mana dia ini sudah setengah jam berlalu tapi belum juga datang?? " gerutu Astrid(Asti) sembari melihat arloji di tangannya dan sesekali melirik ke arah pintu.


Kini di parkiran depan restoran ada sebuah mobil Lamborghini, yang baru saja masuk ke area itu, dan mencari tempat iya untuk bertengger.


"Nona kita sudah sampai " ucap sang sopir atau asisten nya sembari membuka pintu untuk majikan nya itu .


"Emh... " Jawab nya singkat sembari memakai kacamata hitam keluar dari mobil.


Saat pandangannya berhenti di salah satu bang ku yang mana di sana ada seseorang wanita yang berumur sekitar 32 tahun sedang duduk sendiri, dia pun berjalan untuk menghampirinya.


"Ada apa anda ingin bertemu dengan saya " ucap wanita itu pada Astrid (Asti) dengan nada songong.


"Anda nona Alula?? " tanya nya memastikan agar tak salah mengenali orang.


"Emh.. cepat katakan apa mau mu aku tak punya banyak waktu " ucap nya dengan sombong duduk dengan melipat tangan di dada.


"๐Ÿ˜’Maksud saya ingin bertemu dengan anda adalah untuk mengajak bekerja sama " ucap Astrid (Asti) yang tak senang dengan cara bicara Alula.


"Kerja sama apa??dan apa keuntungan bagiku?? ". tanya alula dengan penuh selidik.


" Dan kerja sama seperti apa yang anda tawarkan?? "tanya alula lagi.


" Kerja sama untuk mengalahkan Gresia alika Glen "ucap Astrid (Asti) dengan mantap.


" Di sini kita tiga mafia bekerja sama untuk mengalahkan nya , mafia mu akan naik peringkat, dan kau juga dapat membalaskan atas kematian Dimas tunangan mu " ucap nya sembari menyinggung ke matian dimas yang sama sekali tak di ketahui alula.


Yang alula tau kalo dimas sudah menghilang, tapi tak tau kemana karena tak ada jejak sedikit pun.


"Mafia mana?? " tanya alula lagi dengan penasaran.

__ADS_1


"Eagle Night, dan Read Rose serta di tambah lagi dengan milik mu Black Wolf, kita akan dapat mengalahkan gresia" ucap Astrid (Asti) memastikan.


"Hahahahaha ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜benar kah?? kau sepertinya sangat yakin dengan perkataan mu itu " ucap alula tertawa dan tersenyum sinis atas perkataan yang iya dengar.


Karena alula tau dulu saja Golden Dragon dan Black wolf, melawan nya masih saja mereka kalah, apa lagi ini hanya kelompok bawah seperti mereka pikirnya , pasti lah akan habis dalam sekali angkat tangan.


"Apa maksud senyum mu itu nona kau jangan meremehkan kita " ujar Astrid (Asti) yang merasa tersinggung dengan sikap alula.


"Ingat lah aku memiliki rencana lebih bagus, untuk melawan gresia, dengan caraku pasti akan berhasil, tapi kalo dengan cara kalian untuk menyerang secara terbuka, sebaiknya urungkan sebelum kalian mati " ucap alula dengan senyum sinis nya itu.


Astrid (Asti) terlihat bingung dengan ucapan dan kalimat yang di ucap kan oleh alula.


"Aku tau, kami Black wolf adalah mafia yang paling terendam di antara kalian, tapi kami tinggi dalam hal koneksi dari pada kalian, sepertinya dalam tawaran anda aku tak akan mau bergabung, karena aku tak mau usaha yang sudah aku rencanakan akan terbuang sia-sia" ucap alula lagi sembari bangkit dari duduk nya dan hendak pergi.


"Lalu apa rencana mu nona untuk melawan gresia?? " ujar Astrid (Asti) berbicara lagi.


Alula terhenti saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh lawan bicaranya tersebut.


"๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜kita tak saling mengenal, untuk apa aku mengatakan rencana ku " ucapnya sembari melenggang pergi yang di ikuti oleh sang asisten.


"Aku tak akan menyerah sampai kau mau bergabung dengan kami " gumam Astrid (Asti) yang ikut berdiri dan pergi dari restoran tersebut.


Sedangkan alula yang sudah ada di dalam mobil, dia teringat perkataan yang di ucap kan lawan bicaranya tadi tentang kematian dimas dia merasa tak yakin.


"Heru coba kau cari tahu lagi , apa benar dimas susah mati? " ucap alula dingin pada asisten nya tersebut.


"Baik nona akan saya cari saat kita sudah kembali " iya melajukan mobil nya meninggalkan area restoran tersebut.


******


Kini gresia yang sedari tadi berkutat dengan komputernya terbelalak saat melihat, apa yang terlihat olehnya, yang mana hasil getasan yang iya lakukan.


"Ada apa gres ? kenapa kau sepertinya kaget sekali?? " tanya gibran yang melihat expresi gresia yang kaget.


"Tak ada " jawab nya singkat dengan nada dingin.


"Lalu kenapa kau terbelalak apa yang sebenarnya kau lihat " gibran penasaran dan bangun hendak mencondongkan tubuhnya kerja komputer namun tak jadi.


Gresia menatap dengan tajam dan dingin pada gibran, yang membuatnya mengurungkan niat untuk melihatnya.


"Pesawat kita di bajak, dan tak tau siapa yang menyusup kesan masih belum di ketahui , kini kemungkinan kalo bara, masih selamat namun masih terapung di tengah laut, kau kerahkan tim penyelamat untuk menemukan nya " ucap gresia panjang lebar .


"Emh bagian mana ya buka aku mau membantah perintah mu gres, tapi aku harus pergi ada urusan keluarga yang tak bisa aku tinggalkan " ucap gibran yang sebenarnya iya juga tak berani untuk menolak.


Gresia langsung mengambil telpon genggamnya yang ada di sebelah nya dan menelpon caca, untuk melakukan pencarian bara.


Telpon pun berakhir, iya menatap ke depan dan melihat gibran yang masih ada di hadapan nya, iya mengangkat satu alisnya.


"๐Ÿคจ๐ŸคจBukanya hendak pergi, lalu apa lagi?? " tanyanya dengan ketus.

__ADS_1


"Ehh tak ada baik lah kalo begitu aku pergi dulu gres, kau berhati-hati lah, sepertinya musuh sedang menargetkan mu " ucap gibran sebelum melangkah pergi.


Gibran pun pergi meninggalkan kediaman gresia, sedangkan gresia dia bangkit dari duduk nya dan bergegas pergi ke kantornya. Karena masih ada pekerjaan yang harus iya tangani di sana.


__ADS_2