
Gresia mulia mengotak atik ponsel nya untuk mencoba meretas semua yang bisa iya retas atau iya perbaiki tas pesan yang telah di hancurkan atau di hapus.
Bob sudah kembali dan segera masuk mobil dan duduk di belakang kemudi.
"Nona apa kita langsung ke restoran atau anda ingin kemana dulu??? " tanya bob pada Gresia.
"Kita langsung saja, karena kita akan langsung makan siang, di sana saat belum melakukan pertemuan, karena di pertemuan kali ini kita tak boleh memakan apa pun yang terhidang di sana ingat itu..! " Gresia sebagai pemain melindungi dan menasehati Bob sebagai bawahnya untuk berhati-hati.
"Baik nona, " ucap Bob sembari menyalakan mesin mobil dan melajukan nya menuju restoran yang telah di beritahukan oleh Gresia padanya.
Sedangkan Gresia masih sibuk dengan ponselnya, entah apa yang iya cari atau lihat di sana, Bob melihatnya dari kaca spion yang ada di sana wajah dingin dan serius nona nya itu.
"Bob.... aku mau tanya padamu, apa selama di St. Louis alex ada berhubungan sepesial dengan keluarga pramusaji...!!! ? " tanya Gresia tegas pada Bob karena Bob juga di tugaskan Gresia untuk ikut dengan alex dan bara ke st.Louis.
"Yang saya ketahui.. mereka hanya berhubungan biasa nona hanya sekedar teman dekat " jawab Bob dengan ada sedikit keraguan.
"Katakan dengan jujur...!! " ucap Gresia lagi dengan penuh penekanan dan dingin.
"Benar nona, hanya itu yang saya ketahui, meskipun mereka saling sering ketemu, namun yang saya tahu mereka hanya sekedar untuk bermain game ataupun mengerjakan tugas sekolah bersama " jawab bib yang mengetahui sebatas tersebut ucapnya pada Gresia.
"Ingat lah bob jika kalian ketahuan berbohong, maka kalian akan tahu akibatnya apa...! " ucap Gresia lagi sembari menatap ponselnya lagi.
Bob bernapas lega saat Gresia tak banyak bertanya lagi pasal, alex padanya karena Bob tau kalo di antara tuan mudanya dan nona muda pramudja ada sebuah hubungan sepesial.
"Nona kita sudah sampai " ujar Bob dengan cepat keluar dan membukakan pintu mobil untuk Gresia.
Gresia keluar dengan gaya anggun dan angkuhnya, dia mengenakan kaca mata hitam dan melenggang memasuki restoran berbintang di hadapannya, yang di ikuti oleh Bob dari belakang.
"Kau sudah pesan ruangan yang aku minta bukan!!? " tanya Gresia pada Bob.
"Ya nona silahkan lewat sini " ujar Bob sembari menunjukan jalan.
Semua orang melihat ke arah Gresia yang baru saja masuk itu, karena mereka heran ada orang Asia yang masuk kedalam restoran tersebut dengan gaya baju serba hitam dengan ada pistol di saku pinggang nya.
Mereka merasa takut jika mereka berdua adalah seorang teriris jadinya mereka semua menatap dengan sinis dan takut.
Sedangkan orang yang di tatap hanya acuh dan tak peduli dengan tatapan semua orang pada nya.
Sedangkan di Indonesia yang mana kini hari yang sudah semakin larut, alex yang masih terjaga, dia mencoba mencari informasi tentang keberadaan ibunya lagi melalui komputer milik Cristian yang ada di ruang kerja.
Namun masih saja iya tak mendapatkan informasi apa pun, alex yang merasa leleh dia pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat, namun ada notifikasi dari ponselnya, dan ternyata dari temanya yang mengajak bermain game, Alex yang tak jadi tidur itu dia bermain game hingga larut.
__ADS_1
"Lah alex bukanya tidur ijinkan sudah larut malah asik bermain game. " Gumam nyonya veloz yang malam itu terbantu dan mendengar suara alex yang berisik.
Nyonya veloz menghampiri ke kamar alex untuk menyuruhnya tidur karena hari sudah larut.
'Tok.. tok... tokk..... tok.... ' suara pintu du ketik dari luar, alex ya g menyadari bahwa pintunya ada yang mengetuk, iya pun bermain sembari berjalan untuk membuka pintu.
"Iya ada apa??? " tanya alex tanpa mengalihkan pandangan ya pada ponselnya.
"Alex ini sudah malam kau itu harusnya istirahat, ini malah bermain game..!! " nyonya memarahi alex layaknya memenuhi anak nya.
"Eh... mamah iya mah bentar lagi ini tanggung, udah itu aku tidur, mamah kok udah malam belum tidur juga?? " tanya alex yang melihat nyonya veloz.
"Mamah terbangun karena mendengar suara kamu yang berisik di tengah malam " jawab nya dengan muka marah.
"Maafin alex ya mamah, gara-gara alex mamah jadi terganggu, ya sudah mamah balik tidur lagi gih, ini udah malam juga, alex juga mau tidur ini " ucap alex sembari menyuruh nyonya veloz untuk kembali ke kamarnya.
"Sini handphone mu, mamah sita besok pagi baru mamah kembalikan " nyonya veloz merebut ponsel di tangan alex untuk menyimpan nya.
"Aaa.... mah jangan dong, gimana kalo bkak Gresia nelpon dari Amerika nanti, aku gak tau gimana kalo dia tar marah kalo telpon ya tak di angkat " rengek alex manja pada nyonya veloz.
"Tak ada, nanti jika nona Gresia marah mamah yang akan bicara " ujar nyonya veloz sembari berjalan tanpa memberikan ponselnya.
"Ya... mah... mah..... balikin dulu dong handphone nya mah.... mah...!!! " alex berteriak sembari mengejar nyonya veloz.
__ADS_1
Namun rengek anak alex tak di hiraukan oleh nyonya veloz, dia tetap berjalan menuju kamarnya.
"Sudah sana tidur ini sudah malam!! " ucap nya sembari menutup pintu.
Alex yang malang tanpa mendapatkan kembali lagi handphone nya dia kembali dengan lemas ke kamarnya.
Sedangkan kini gibran yang sedang beristirahat di ruangannya, tiba-tiba ada yang masuk tanpa permisi ke ruangan rawat gibran, gibran yang menyadari itu dia waspada akan orang tersebut karena di kamar itu lampunya sengaja gibran matikan jadilah tak tau siapa yang datang.
"Tuan gibran aku datang untuk membuat kesepakatan dengan mu..! " ucap orang itu di dalam kegelapan.
"Kesepakatan seperti apa?? " tanya gibran yang merasa penasaran dengan yang di bicaranya orang tersebut.
"Yang tentunya akan menguntungkan mu, ya meski akan ada sedikit kerugian tapi, itu tak akan sebanding dengan ke untungkan " ucap orang itu lagi.
"Keuntungan macam apa yang dapat aku dapatkan??? " Tanya gibran untuk memancing pihak lawan nya itu.
"Saya hanya ingin kau melakukan satu hal,beri tahu kan kode kunci ruangan rahasia yang ada di ruangan pribadi milik queen" ucap orang itu.
"Jika aku memberikan tahu kan kode tersebut aku akan mendapatkan keuntungan apa?? " tanya gibran lagi.
"Akan ku pastikan perusahaan yang di miliki, keluar aditama akan menduduki peringkat ke 3,dan kau akan aku jadikan seorang pemimpin mafia yang cukup di segani, aku juga akan memberikan beberapa wilayah yang cukup strategis untuk mu " ucap orang itu yang memberikan tawaran yang cukup menggiurkan.
"Heh ke untungnya yang sedikit begitu, siapa pun tak, akan mau mengambil resiko atau mengambil kesepakatan itu " ucap gibran meremehkan kesepakatan itu .
"Lalu kau mau yang seperti apa?? " tanya orang itu lagi pada gibran.
"Heh aku tak membutuhkan semua yang kau tawarkan,jadi pergi lah dan mencari Sekutu yang lain " ucap gibran dengan angkuh.
"Cih.... atas keangkuhan mu itu lihat lah, aku akan bertindak kasar, dan lihat saja keluarga mu akan habis di tangan ku " ucap orang itu dengan kesal.
"Heh... kau berani mengancam ku dengan keluarga...!!!! apa kau tau kau sedang berhadapan dengan siapa di sini..!!? " ucap gibran dengan emosi.
"Aku sebrang berhadapan dengan seorang pasien yang tak bisa berbuat apa-apa, sebaiknya renungkan dulu tawaran ku, jika kau tak mau mengambil kesepakatan ini makan keluargamu yang akan membayarnya " ancam orang itu sembari berjalan pergi.
Hati gibran yang mulai goyah karena keselamatan keluarganya itu, dia menjadi bingung apa yang harus iya perbuat, karena tak mungkin juga iya mengkhianati Gresia , karena dia juga tau konsekuensi nya jika berkhianat, namun dia juga bingung di sisi lain nyawa keluarga nya terancam.
"Apa aku harus memberitahukan hal ini pada Gresia, agar dia membantu memikirkan solusi nya, tapi aku juga tak mungkin untuk merepotkan nya hanya masalah keluarga ku, apa aku meminta bantuan Cristian saja?? " gumamnya yang dirundung dilema.
Gibran malam itu menjadi tak bisa tidur karena memikirkan masalahnya itu.
__ADS_1