
Gresia yang merasa bosan berada di rumah sakit terus dia pun bergerak untuk keluar dari rumah sakit. Gibran masuk keruangan tempat Gresia di rawat dia melihat nona mudanya itu sudah bangkit dari tempat tidur.
"Anda ingin kemana nona?? " tanya gibran sembari melangkah menghampiri.
Iya hanya mendelik dan berjalan ke arah kamar mandi sembari membawa tas yang ada di lemari buang tersedia di ruangan tersebut. Gibran hanya menatap tanpa berucap dia menyimpan kantong yang iya bawa di atas meja di dekat sofa, lalu iya duduk dan membuka ponselnya.
"Kau urus administrasi , untuk aku keluar tak amuntai aku keluar sekarang " ujar Gresia yang baru keluar dari kamar mandi dengan pakaiannya yang sudah rapi.
Gibran yang mendengar perintah dari nona nya itu dia langsung mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah sang nona yang sudah berpakaian rapi.
"Apa kah tak perlu periksa dulu keadaan anda nona sebelum keluar mengurus surat keluar dari rumah sakit?? " ucap gibran dengan pertanyaan tanpa melepas pandangannya dari nona mudanya itu.
"Tak perlu, kondisi tubuh ku, aku yang lebih tau tak usah menanyakan pada orang " ucapnya dingin dengan ratapan tajam pada gibran karena merasa risih sedari tadi di tatap oleh gibran.
"Ah.. baik lah" gibran tak mampu membantah lagi saat melihat tatapan Gresia yang sangat menyeramkan kearahnya.
Gibran bangkit dari duduk nya dan menyimpan ponselnya ke dalam kantong celananya kembali.Sebelum benar-benar melangkah keluar pintu gibran kembali berbalik badan melihat ke arah Gresia.
"Nona sebelum anda pergi sebaiknya anda sarapan terlebih dahulu, itu sarapan sudah siapa dia atas meja " ucap gibran sembari menunjuk kantong yang ada di atas meja.
Gresia memutar bola matanya dan menoleh ke arah yang ditunjuk gibran dan melangkah ke arah meja.
Gibran lanjutkan langkahnya untuk menuju ke ruang administrasi untuk mengurus surat keluar Gresia.
"Heh bosan aku bukan bayi yang terus harus memakan makanan halus seperti ini " gerutunya saat melihat isi di dalam kantong yang di atas meja ternyata isinya sekota bubur.
Iya mengambil ponsel dan langsung pergi keluar dari ruangan rawat nya tanpa menyentuh makanan yang di meja.
Ternyata didepan rumah sakit caca sudah menunggu dengan mobil sport yang di minta oleh nona nya itu.
Gresia menjulurkan tangan meminta kunci pada caca, caca yang mengerti dia pun mengeluarkan kunci dari kantongnya dan menyerahkan pada Gresia, Gresia mengambilnya dan langsung menaiki mobilnya tersebut dan lalu tancap gas dan berlalu pergi dari halaman rumah sakit tersebut.
Gibran yang baru saja selesai mengurus surat keluar, iya kembali keruangan rawat Gresia dan melihat nona nya tersebut sudah tak ada di tempat dia memeriksa ke sekitar dan melihat makanan di meja yang tak di sentuh, iya pun menjunjung kembali kantong tersebut dan menyerahkan pada perawat yang berpapasan dengan nya.
"Sus ini ada bubur sayang jika di buang makan lah " ucap gibran dataran sembari menyerah kan .
"Eh.. terimakasih tuan " ucapnya sembari mengambil dan menunduk kan kepalanya.
"Emh" jawabnya singkat dan melanjutkan jalannya.
Gibran melihat caca yang berada di depan pintu lobi sedang berdiri sendiri.
__ADS_1
"Kau sedang menunggu siapa caca?? " tanya gibran dengan dingin.
"Ehh... itu tuan saya menunggu anda untuk menyampaikan apa yang tadi di katakan nona pada saya untuk anda, nona akan kembali ke perusahaan saat ini dan iya memberikan ini untuk anda tuan " caca menoleh ke arah orang yang mengajaknya bicara, dan menyerahkan sebuah pledis pada gibran.
"Ini apa?? " tanya nya yang masih belum paham .
"Saya tak tau tuan, saya hanya menyampaikan apa yang perlu saya sampaikan , kalo seperti itu saya duluan tuan saya akan kembali ke markas " jawab caca sembari langsung berpamitan untuk kembali.
Gibran menatap lekat kearah pledis yang ada di tangannya itu dan langsung memasukkan kedalam kantong celana, lalu melanjutkan langkahnya mengikuti caca.
***************
Cristian yang sekarang ada markas sedang menatap kearah Balqis dan yang lain dengan dingin dan tajam. Mereka yang sudah berbulan-bulan di tahan di markas sekarang terlihat sangat menyedihkan bagaikan mayat yang masih memiliki napas wajah pucat pasi.
"Beri mereka makan jangan sampai mati dengan mudah, sebelum queen mencurahkan semua kasih sayangnya terhadap mereka" Perintahnya pada bawahan ayang berasa di sana untuk memberi makan mereka.
Meski mereka di beri makan 3×sehari tapi meraka masih saja terlihat seperti mayat hidup karena di dalam makanan nya tersebut di taburi racun yang dapat menggerogoti organ dalam secara perlahan dan menyiksa secara perlahan.
"Sebaiknya kalian langsung saja bunuh kami tak perlu kalian repot memberi kami makan....!!!! " bentak balqis sembari menggertakan giginya dengan kuat.
"Heh ingin mati tak semudah itu seperti yang kau ucapkan nona,Jika ingin mati dengan mudah sebaiknya kau cari saja pembunuh bayaran bukan datang kemari " ucap cristian sembari jongkok di depan balqis.
"Heh.. kalian manusia tak berakhlak dan hati nurani semestinya tak pantas hidup " ucap balqis dengan senyum sinis nya kearah cristian.
Cristian yang sudah Muang berada di dalam ruangan itu dia menepis kuat cengkraman nya pada balqis , dan bangkit dari jongkok nya lalu menatap tajam pada semua dan berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Nona queen menitipkan sesuatu untuk anda " ucap caca saat berpapasan dengan cristian di Koridor markas yang menuju ke arah ruang kerja.
"Apa??! " tanya nya dengan dingin.
Caca menyerahkan sebuah berkas dan dia tasnya ada sebuah pledis yang tak tau juga apa isinya. Cristian menerimanya dan langsung berlalu ke arah ruang kerja yang ada di markas tersebut.
**********
Gresia yang baru saja tiba di perusahaan nya itu melihat ada seorang karyawan yang sedang ditindas oleh karyawan yang lain. Gresia hanya menatap datar dan melewatinya dengan santai.
"Ini bukan arena penindasan...!!! " ucap Gresia sembari melewati kerumunan karyawan tersebut.
Mereka yang m m dengar itu sontak menoleh dan langsung menundukkan kepalanya karena mereka mengenali siapa orang yang barusan lewat di dekat mereka.
"Mampus presdir tau kalo kita malah berkeringat di sini bukanya kerja " ucap karyawan yang sedang menyaksikan penindasan seorang manager pada karyawan baru.
__ADS_1
"Ah sudah ayok kembali kerja kalo tidak mau di tendang dari sini " ajak temanya sembari menarik tangan karyawan tersebut.
Yang lain membubarkan diri untuk kembali bekerja, sedangkan manager itu masih saja menindas karyawan baru tersebut.
"~"
Sebelum Gresia tiba di perusahaan, setelah selesai rapat masalah proyek yang cukup besar, ada karyawan baru yang membuat kesalahan hingga membuat proyek tersebut menjadi batal.
"Kamu tau tida karena ulah mu aku akan terancam di pecat dari sini, jika aku keluar dari sini jangan harap kau akan bisa bekerja di sini dengan tenang kau juga akan ikut b dengan ku dan taka akan ada perusahaan mana pun yang akan mau menerima mu " ucap manager itu pada karyawan batin tersebut.
"Maaf nona saya tak sengaja, tapi tolong jangan lakukan itu saya sangat membutuhkan pekerjaan ini karena saya harus mengumpulkan biaya hidup untuk anak saya dan orang tua saya nona" ucap larut baru itu memohon sembari menundukkan kepalanya .
Manager itu tak peduli dan berkacak pinggang sembari menujuk-nujuk ke arah karyawan baru tersebut.
"Saya tak peduli dengan tanggungan anada, apa anda tau bagai mana tanggungan saya dalam keluarga " ucqp nya sinis sembari terus berkacak pinggang .
Karyawan baru itu tak berkata apa pun dia hanya tertunduk takut, karena dia merasa bersalah atas apa yang terjadi tadi apa lagi iya sekarang menyinggung atasan kerjannya.Di saat keributan itu tibalah Gresia di perusahaan yang membuat semuanya terdiam dan membubarkan diri dari lorong tempat mereka berkerumun.
Gresia yang kini sudah duduk di kursi kebesarannya dia segera menghidupkan komputer yang ada di hadapannya, lalu langsung menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah lama tertunda di atas meja kerjanya tersebut.
'Tok .... tok... tok... '
Gresia mendongak sejenak kearah pintu memerhatikan pintu yang di ketik seseorang dari luar.
"Masuk...!!! " sahutnya sembari kembali menatap layar monitor.
'Ckrekk..... '
"Permisi bu " ucap larut nya itu sembari berjalan menghampiri meja atasan nya tersebut.
"Ada apa?? " tanya Gresia sembari menghentikan aktifitas nya tersebut.
"Bu di luar ada orang yang ingin bertemu dengan anda " ucap karyawan tersebut.
"Siapa? dan dimana dia sekarang? " tanya Gresia seraya bingung dan merasa heran siapa orang yang ingin bertemu dengannya saat ini?.
"Saya juga tidak tau bu dia seorang pria sepertinya seumuran dengan tuan gibran tapi pria itu lebih tua 3tahun dari tuan gibran bu, dia sekarang sedang menunggu di luar " jawab nya menjelaskan secara detail.
"Bawa dia masuk " jawabnya singkat dengan perasan yang penasaran pria mana dan siapa yang ingin bertemu dengannya saat ini .
"Baik saya akan kembali " ucap karyawan itu sari membungkuk memberi hormat.
__ADS_1
Karyawan itu keluar untuk menjemput tamu yang ingin bertugas dengan Gresia, Dan Gresia hanya mengangguk dan kembali menatap layar monitor dengan rasa penasaran siapa yang ingin menemuinya.