
Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Maaf ya kalo author banyak salah dalam ucapan atau penulisan nya harap maklum ya salah author yang di sengaja tau yang gak di sengaja yang menyinggung siapa pun 🙏🙏🙏🙏.
Selamat hari Raya idulfitri bagi kalian yang merayakan 🙏🙏🙏🙏.
Maaf nih mungkin author untuk beberapa hari kedepan gak up dulu , kalo ada waktu author pasti up, Belakangan ini jaringan di tempat author susah, terus ada kesibukan juga 😁😁
😊😊😊 **HEPPY REDING 😊😊**
Gresia(alika) yang sudah di pindah ke di ruang inap, kini mulai sadar dari keadaan koma nya.
Gresia(alika) mencoba melihat suasana di ruangan itu, semua yang iya liat suasana di ruangan tersebut putih dan sunyi hanya terdengar suara mesin detektor yang berbunyi.
"Eegggghhh ..... Aku di mana ini kenapa semaunya serba putih dan kenapa badan ku berat sekali?? " Tanya nya sembari melihat ke seluruh ruangan.
Gresia (alika) mencoba untuk bangkit dan melepas semau selang dan jarum yang tertera di tangan dan badannya.
Saat sedang berusaha melepas semaunya gibran masuk kedalam.
"Gers apa yang lo lakuin...!!? " pekiknya saat melihat aksi nya itu.
"Cerewet sekali kau " ucap nya lirih tapi masih melakukan apa yang iya lakukan.
"Gers kau ini baru sadar jangan bergerak dulu, sebaiknya kau banyak beristirahat" perintah gibran sembari menghentikan aksinya.
"Kau ini siapa berani sekali memerintah, kepadaku hah " ucap Gresia dingin meski terdengar sangat lemah dan lirih.
"Aku gibran gres, kau jangan bergerak aku akan memanggil zainal " ucap gibran sembari berlari sesat setelah mencet belum yang ada di ruangan tersebut untuk memanggil dokter.
__ADS_1
Tak lama gibran dokter dan perawat masuk kedalam ruangan tersebut.
"Bagai mana keadaan anda nona apa masih ada yang merasa sakit?? " tanya zainal saat sudah berada dekat dengan gresia(alika).
"Tak ada cuman di bagian kepalaku aga sedikit berat " ucapnya dengan dingin.
"Baik lah kita periksa dulu nona " ucap nya sembari bersiap untuk memeriksa keadaan nya.
Zainal memeriksa dengan teliti, tapi mukanya menunjukan reaksi yang B tak menyenangkan, yang membuat gibran menjadi berpikir jauh dan jelek bercampur khawatir.
"Zainal apa yang terjadi coba jelaskan??! " tanya nya dengan dingin dan acuh.
"Sebentar tuan saya selesaikan ini dulu, nanti anda ikut dengan saya keruangan, akan saya jelaskan di sana keadaan nona pada anda secara detail " ucap Zainal sembari merapikan kembali.
Gresia (alika) hanya melihat bingung kerah gibran namun dia hanya diam dan bersikap acuh.
Gibran mengikuti Zainal ke arah rungan untuk membicarakan, tentang masalah kondisi Gresia.
Gresia (alika) hanya diam tak bergeming sembari memegang kepalanya karena ada sekilas bayangan yang melintas di kepalanya, yang membuatnya merasakan nyeri di kepalanya.
"Apa ada yang tak nyaman nona?? " tanya suster nabila.
"Tak ada kau sudah bisa keluar " ucapnya dengan dingin.
"Baik lah saya akan kembali ke ruangan sebelah jika anda membutuhkan sesuatu, anda tekan saja tombol ini nona nanti saya akan kemari " ucap suster nabila sembari berlalu pergi
Gresia (alika) kembali berbaring karena sakit di kepalanya, tak lama pintu ruangan rawat nya ada yang membuka kembali dan ada yang masuk.
__ADS_1
"Ternyata kau sudah sadar??! " suara seorang remaja yang bergema di telinga yang terasa tak asing namun dia tak mengenal siapa dia.
Gresia (alika) hanya memandang heran dan dingin memandang ke remaja tersebut.
"Kenapa pandangan mu seperti itu apa ada yang salah..! ? " Ucapnya sembari bertanya dengan nada sinis.
"Kau siapa apa aku mengenal dirimu?, tak usah sok mengenal dasar bocah nakal " ucapnya dengan dingin dan acuh.
Alex yang merasa bingung dengan pandangan dan perkataannya itu terasa asing, tak seperti biasanya.
Saat alex sedang berfikir keras dengan pertanyaan Gresia (alika) gibran masuk kedalam ruangan tersebut.
"Kau ada di sini sejak kapan?? " tanya nya
"Belum lama aku sampai, oh inya aku ingin bertanya bagai mana dengan keadaan nya?? " jaem wa-nya sembari bertanya kembali pada gibran.
"Oh, kau ikut dengan ku keluar sebentar aku akan menjelaskannya pada mu di luar." ucap gibran sembari kembali keluar.
Alex mengikuti gibran keluar untuk mendengar penjelasan dari gibran.
"Alex Kau harus sabar, mungkin ini lah resiko yang harus kita hadapi, karena keputusan kita " ucap gibran
"Apa maksud mu kak?? " tanya Alex yang masih bingung.
"Ya, setelah melakukan operasi kemaren dia mengalami amnesia, tapi mungkin tak akan permanen makan dari itu kita harus perlahan dan membawanya ketempat biasa dia datangi atau apa yang iya sukai " jelas gibran tentang keadaan Gresia(alika) sekarang.
"Emh aku mengerti, pantas saja dia tak mengenal aku " gumam alex dengan santai.
__ADS_1
"Ya sudah aku akan masuk sebentar, untuk melihat keadaan nya " ucap gibran sembari bangkit dari duduk nya.
Alex membalas dengan anggukan saja dia tak bergeming, duduk termenung saja di kursi tersebut.