
Kini hari sudah mulai fajar, Gresia sudah kembali dari 1jam yang lalu ke vila.
"Yuzi mana bocah itu belum kembali?? " Tanya nya dengan acuh.
"Tadi tuan muda mengatakan ingin bertemu dengan tuan Alka, mungkin di perjalannya sedang ada kendala nona " jawab Yuzi dengan tenang.
Gresia pergi ke kamarnya untuk bersiap, sedangkan sekarang di hotel horison tuan Ardi, beserta istri dan anaknya juga sedang bersiap, untuk ke pertemuan tersebut, tapi mereka tak tau kalau pertemuan itu di adakan oleh Gresia.
"Angel, juwi apa kalian sudah siap, ayo lah jangan terlalu lama nanti kita terlambat, tak enak jika kita sampai terlambat " ucap tuan Ardi sembari merapikan jasnya.
"Aku sudah siapa ayah, bagaimana apa aku cantik?? " tanya angel sembari berputar memperlihatkan gaun yang iya kenakan.
"Iya sayang kami sudah cantik, ayok cepat " sahut juwi dari belakang.
Tuan Ardi hanya tersenyum dan kini meraka berjalan beriringan, menuju ke mobil yang sudah terparkir di depan lobi hotel.
"Ayah sebenarnya kita ini akan kemana?? " tanya angel yang masih bingung akan tujuan mereka.
"Kita akan pergi ke salah satu restoran, termewah di kota ini, kita juga sangat beruntung ada seorang pengusaha yang ingin bekerja sama dan ingin bertemu malam ini juga " jelas tuan Ardi pada putri kecilnya itu.
"Jadi kalian, harus jaga sikap dan jangan membuat malu " sambung tuan Ardi.
"Iya mas, emang siapa sih orang besar yang mengundang kita?? " juwi ikut penasaran dengan siapa mereka akan bertemu hingga jangan sampai menyinggung nya.
"Aku pun tak tau, aku hanya mendapat e-mail saja saat itu, untuk datang ke kota M, yang kutahu hanya orang tersebut adalah orang terpandang no 2di kota ini" jelasnya pada sang istri.
Istri dan sang anak mengangguk paham, perjalanan mereka di lanjut dengan hening sampainya di restoran yang sudah di tentukan mereka turun dan masuk kedalam .
Sedangkan kini di vila Gresia , kini iya sudah siap dengan tampilannya yang kasual dia berjalan, melangkah keluar dari kamarnya.
"Yuzi apa bocah itu sudah kembali?? " tanya ya sembari sedikit merapikan pakaiannya.
"Emh sudah tapi.... " ucapannya terpotong karena tatapan Gresia yang dingin padanya .
"Kenapa lagi dengan dia?? " ketusnya dengan sorot mata yang sinis seakan ingin memangsa orang di hadapannya.
"Tuan muda dia ... emh pulang... " Yuzi tampak ragu untuk mengatakan nya pada Gresia dengan keadaan alex sekarang.
Gresia tak lagi bertanya pada Yuzi , dia berjalan langsung ke arah kamar alex dengan langkah nya yang lebar.
'tak.. tak.. tak.. tak.. '
Langkah Gresia seakan di hentak ke lantai hingga menimbulkan suara dari high heels yang di kenakan nya cukup keras membentur lantai.
__ADS_1
"Haduh semoga saja kau selamat tuan muda, maaf aku tak bisa membantu " ucap Yuzi dalam hatinya, dia merasa takut untuk alex karena dia melihat Gresia , seperti sudah akan meledak emosinya.
'kkkrreeerkkkkk..... '
Dengan perlahan Gresia membuka pintu , saat pintu sudah terbuka lebar Gresia mengusir seluruh ruangan kamar tersebut mencari sosok alex, Gresia pun tertuju pada satu tempat yang mana di sana ada sosok yang sedang iya cari tergeletak.
'hhhuuuhhhmmm '.
Gresia membuang napas kasar, dan melangkah ke arah, tempat orang itu tergeletak.
"Bau sekali, siapa yang mengajarinya minum-minum " gerutu Gresia karena mencium bau alkohol saat posisi dekat dengan tubuh orang yang iya cari.
"Yuzi siapkan air dingin!! " perintah nya pada Yuzi yang berdiri tak jauh darinya.
"Un... untuk apa nona?? " tanya nya dengan rasa gugup , sebenarnya dia sudah paham apa maksud no nanya itu.
Gresia menatap tajam pada Yuzi, karena iya bukanya pergi malah bertanya.
"Ehhh baik lah , maaf nona saya lancang bertanya pada anda " Yuzi mengerti ke salahnya dia sedikit membungkuk kan tubuhnya dan berlalu memasuki kamar mandi.
"Cukup berani ternyata nyali mu hah untuk , meminum minuman beralkohol " umpat Gresia sembari membalikan badan alex yang sedang mabuk itu.
"Sial kau.. kakak yang tak memiliki hati, kenapa semua hidup ku harus kau atur, dan sekarang aku ingin kau buang hah " umpat alex dalam masuknya saat badannya telah di balikan.
Gresia mengerutkan keringnya dan dia sudah paham kenapa alex mengucap kan itu, karena pastilah sudah tau separuh kebenaran, saat setalah membaca buku silsilah keluarga Youn.
"Nona air nya sudah siap" ucap Yuzi yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Hem, kau boleh keluar, oh iya pasti sebentar lagi gibran datang suruh dia menunggu saja dulu " Gresia menyuruh Yuzi keluar dan memberi tahunya akan kedatangan gibran.
"Baik nona, " Yuzi membungkukkan badannya sejenak dan berlalu pergi.
"Hais kau ternyata berat juga bocah " desis Gresia karena badan alex yang terasa berat.
Gresia memangku nya apa Bride lsty menuju ke kamar mandi, saat sampai di depan bathtub dia menghempas tubuh alex ke dalam air dingin.
"Aaahhhgggg, sial kau ...!!!, apa maksudnya ini ??" alex tersadar dan berteriak mengumpat , sembari bertanya.
"Supaya kau cepat sada, selesaikan itu dan cepatlah berkemas, seharusnya kau susah mengerti bukan " ucap Gresia sembari melenggang pergi keluar dari kamar mandi untuk ke kamarnya mengganti baju .
Karena bajunya terciprat air jadinya basah, dia berjalan saat melihat ke bawah di situ sudah terlihat gibran yang sudah menunggu, di situ juga ada cristian.
"Heh gercep juga mereka, heh ternyata itu sudah jam 18:48" ucap Gresia dia tersenyum miring setelah melihat arloji yang ada di tangan kirinya itu.
__ADS_1
Alex yang sudah tersadar dari pengaruh alkohol dia pun langsung, membersihkan diri, dan bersiap karena dia tadi melihat muka Gresia yang merah padam, dia tak mau menjadi pelampiasan emosinya.
Setelah seusai mandi selang beberapa menit kini dia sudah siap dengan pakaian nya. Kini dia melangkah keluar karena dan hendak menuruni tangga, dia di sana berpapasan dengan Gresia yang sudah berpenampilan kasual namun nampak elegan.
Gresia hanya menatap sekilas ke arah alex dan kini iya menuruni tangga yang di ikuti alex dari belakang.
"Kalian sudah siapa?? " tanya gibran saat melihat keduanya turun dari tangga.
"Ternyata kalian berdua juga ikut ya, aku kira aku hanya akan berangkat dengan manusia tak punya hati itu saja " ucap alex yang melihat cristian dan gibran yang sudah bersiap untuk pergi.
"Ya kami ikut kalo tidak, entah apa yang akan terjadi mungkin tak bisa di bayangkan " celetuk cristian seraya bercanda .
"Hei tante tak usah bercanda aku sedang malas " ketus alex dengan muka yang di tekuk sedemikian rupa.
Cristian dia hanya tersenyum, karena mendengar alex memanggilnya dengan sebutan tante lagi, sebab sudah lama iya tak pernah mengucap kan kata itu.
"Ya elah aku kan hanya ingin bercanda biar muka kalian sumringah sedikit, ini kok mukanya yang satu ditekuk berbagai macam bentuk, yang satu datar kaya jalan tol hahah" ucap cristian sembari tertawa seakan ada yang lucu.
"Sudah lah cris candaan mu garing, ya udah cepat tar kita telat lagi " sahut gibran yang sudah berjalan di depan cristian dan alex.
"Ini kunci mobil kalian " Gresia melempar kunci mobil ke arah gibran.
"Ehh gres kita gak jadi dia mobil ya?? " tanya gibran dengan rencana meraka tadi siang untuk mengenakan dua mobil.
"Aku menyetir sendiri " ucap Gresia sembari berjalan masuk ke dalam mobilnya.
"Oh" jawab gibran mengiyakan.
"Hai.....!!aku ingin mengenakan mobil itu kau pakai yang lain "teriak alex pada Gresia yang hendak duduk di mobil.
Gresia menoleh ke arah alex, tapi dia tak menghiraukan nya dia menutup mobil dan menyalakan mesin mobil, perlahan meninggalkan area vila.
" Hais budek apa dia?? "gerutu alex yang kesal di abaikan.
" Sudah lah ayok kita berangkat "ucap gibran yang sudah ada di dalam mobil.
Alex berjalan masuk kedalam mobil, dan duduk di kursi belakang.
" Hai kenapa sedari tadi tuh muka , kau tekuk bermacam bentuk?? "cetus cristian yang penasaran dengan alex yang sedari tadi hanya cemberut.
" Tak ada "jawab singkat nya, pandangannya menembus kaca mobil memandangi jalanan yang meraka lalui.
Tak butuh waktu lama meraka kini sudah sampai di restoran yang di tujuan, namun meraka tak melihat mobil Gresia, tak berselang beberapa menit Gresia baru lah timbul dan memarkirkan mobilnya di sebelah mobil gibran.
__ADS_1