
Setelah alex selesai dengan acara mandinya dan telah mengenakan pakaian yang rapi dia pun bergegas ke ruangan yang kemaren malam untuk memastikan siapa yang di dalam sana yang sedang dirawat.
"Siang tuan.....!! " sapa orang-orang yang berpapasan dengan nya di setiap lorong.
"Emh.... siang.. " jawab alex dengan datar tanpa ekspresi sedikit pun.
Saat alex sudah sampai di depan pintu ruangan tersebut, dia mencoba mengetuk dahulu, namun tak ada yang menyahuti atau membukakan pintu, alex membuka pintu namun pintu itu tak terkunci.
Iya masuk dengan perlahan karena iya takut menggangu, namun saat sudah sempurna masuk kedalam iya melihat ruangan itu gelap lampu di sana tak ada yang menyala, hanya ada sedikit cahaya dari ruangan sebelah sebagai ruangan pakaian.
"Kemana semuanya bukanya baru semalam, apa mungkin kak Gresia telah memindahkannya??? " tanya alex pada diri sendiri saat melihat ruangan tersebut telah tertata rapi dan bersih seperti belum ada yang tinggal di sana.
"Sebenarnya siapa, orang yang berada di ruangan ini sebelumnya, hingga aku tak di perbolehkan untuk melihat atau mengetahuinya, apa lebih baik aku tanya kak gibran mungkin dia mengetahui sesuatu " gumam alex sembari kembali keluar dan untuk mencari gibran.
Saat berjalan untuk mencari gibran alex berpapasan dengan caca, yang datang dari arah yang berlawanan dengan alex, tapi ada yang aneh dengan caca kenapa ekspresi nya terlihat sangat jelek hari ini , pikir alex dalam hati , dan tak seperti biasanya iya tak menyapa.
"Ada apa dengan dia tak seperti biasanya??? " tanya nya pada diri sendiri.
Alex terus saja berjalan ke tempat terakhir yang iya tahu, di mana gibran di kerangkeng, yang mana di ruang rahasia. Alex tak tahu kalo gibran telah di pindahkan oleh Gresia dan di ruangan sebelum nya sudah tak ada siapa-siapa lagi selain banyak bekas darah dan bau anyir yang menyengat.
Saat alex sampai ke ruangan tersebut alex tampak bingung karena tak ada orang lagi di sana, iya pun pergi keluar dan bertanya pada beberapa orang yang iya temui di dekat ruangan tersebut.
"Di pindahkan kemana mereka yang berada di ruangan itu???!! " tanya alex dengan datar pada mereka.
"Semua orang yang di tahan oleh queen, di pindahkan di ruang pemulihan di samping ruang pertarungan tuan, untuk sementara dirawat lukanya " jawab nya.
"Oh.... " ucap nya lalu pergi mengikuti arahan orang itu pada alex.
Saat alex sampai di ruang pemulihan iya tak melihat orang yang iya cari namun iya di sana melihat , ada alka dan Julian beserta tuan aditama yang sedang di rawat dari semua luka yang iya dapat.
"Kak.... kau mengapa berasa di sini???!! " tanya alex pada alka, yang mana alex memang tak mengetahui pasal penyerangan golden dragon menyerang.
"Kau pasti tau tak mungkin kau tak mengetahui hal sebesar ini...! " jawab alka sinis.
"Aku benar tak mengetahui nya, apa yang telah kalian perbuat, apa jangan-jangan kalian menyerang, dan tertangkap???! " tanya alex menerka-nerka.
"Heh.... sok belagak tak mengetahui jangan kira kami bodoh kau dikirim Gresia untuk menyiksa bukan,...!!! " ujar jualin dengan sinis.
Alex menoleh ke arah julian dan menatap dengan tatapan aneh, dan menautkan kedua alisnya seakan bertanya.
"Ya kami memeng tertangkap.. kenapa kau ingin menertawakan kami??? " ujar julian lagi dengan sensi.
"Kau bodoh kak... menyerang di waktu yang kurang bagus, kalian dalam strategi sangat buruk sekali tak dapat membaca situasi " ejek alex dengan acuh.
"Aku mau bertanya di mana kak gibran??? " tanya nya pada mereka.
"Dia di bawa oleh Gresia, mungkin dia telah di eksekusi mati olehnya secara pribadi " ungkap alka yang iya tahu saat itu gibran di bawa oleh Gresia.
Alex keluar dari ruang itu, untuk mencari keberadaan caca untuk bertanya prihal gibran di pindahkan ke ruangan mana.namun alex sudah hampir mengelilingi semua markas tapi masih saja tak menemukan caca.
Sedangkan Bob dan yang lain kini berada di vila pribadi minimalis milik Gresia, mengantarkan Astrid untuk tinggal di sana, agar lebih aman dari penyerangan seperti kemaren, atau penyerangan yang lebih besar lagi karena Gresia tak mungkin selalu ada di tempat seperti kemaren.
"Tuan ini rumah siapa??? " tanya Astrid pada Bob yang membawa kopernya di belakang Astrid.
"Ini masih milik nona Gresia, anda di pindahkan kemari agar lebih nyaman untuk pemulihan, nanti anda akan di temani oleh suster sindi di sini " jawab Bob dengan pertanyaan Astrid.
Astrid hanya mengangguk mengerti dengan maksud Bob karena menang tinggal di markas tak terlalu nyaman karena terlalu banyak orang, dan terkadang Astrid mendengar jeritan orang yang kesakitan yang entah iya gak tau dari arah mana.
"Nyonya semua barang sudah saya taruh di kamar tamu semua nya, hanya yang perlu di ingat di rumah ini kalian tak di perbolehkan masuk ke dalam kamar utama jika bukan nona Gresia yang meminta, oh iya nanti semua kebutuhan dapur dan yang lain nona cristian yang akan mengantar " ujar Bob dan dia juga mewanti-wanti seperti apa yang di ucapkan Gresia, untuk tidak masuk ke kamar pribadi nya.
"Baik tuan saya mengerti " jawab sindi.
__ADS_1
"Ok... kalau begitu saya akan kembali untuk bekerja, oh iya besok, pembantu yang di siapkan nona Gresia juga akan tiba " ucap Bob lagi.
"Iya tuan, apa masih ada??? " ujarnya sembari bertanya lagi siapa tau masih ada yang ingin di sampaikan.
"Sudah tak ada " ujar Bob sembari berlalu pergi.
"Idih.... tampan sih tapi kok dinginnya sama kaya kedua pria kulkas itu ya " yang dimaksud Astrid adalah alex dan gibran yang memang terkadang dingin.
"Sudah lah... aku akan memberi nyonya Astrid makan dan setelah itu minum obat " ucapnya sembari berjalan masuk.
"Dia sudah pergi nak??? " tanya Astrid pada sindi yang menanyakan Bob.
"Iya nyonya sudah " jawab nya.
"Pria tadi itu siap lagi ??dan untuk apa nona Gresia memindahkan kami ke sini??" tanya Astrid yang .
"Oh... itu dia salah satu bawahan nona Gresia, nyonya yang bekerja sebagai bodyguard " jawab sindi.
"Ya sudah nyonya makan dulu ya nanti setelah ini, kita minum obat dan istirahat, nanti sore baru kita berkeliling di sekitaran sini untuk melihat-lihat" ajak nya yang telah selesai menyajikan makan siang di atas meja.
sindi duduk di sebelah Astrid untuk mempermudah jika Astrid ingin menambah sayur atau pun nasi nantinya.
Di saat keduanya sedang asik makan siang terdengar ada yang menekan bel di depan pintu rumah.
"Sebentar ya nyonya saya liat dulu siapa yang datang " ujar sindi yang bangkit dari duduk nya untuk melihat tamu yang datang.
"Iya sebentar.... " pekik sindi pada orang yang berada di luar.
Saat sindi membuka pintu iya terkejut melihat barang yang begitu bertumpuk di depan pintu di sana juga ada cristian.
"Nona... ini apa??? " tanya sindi yang masih terkejut itu.
"Ini semua keperluan kalian, kalian bawa semuanya masuk??!! " jawabnya dan memerintahkan semua bawa hanya untuk memasukkan semua barang.
"Nona apa ini tak terlalu banyak, ini seperti anda ingin membuka mall di sini " ucap sindi yang trpelongok paa semua barang tersebut .
"Ini barang semua sudah ku antar, oh iya aku masih ada yang harus di ambil di dalam " ujarnya dan cristian masuk kedalam untuk menuju ke kamar utama.
__ADS_1
"Sindi....!!! siapa yang datang..!!! " teriak Astrid dari meja makan yang menunggu sindi yang sedari tadi tak kembali.
"Ahh.... iya aku lupa nyonya aku tinggal sendiri " sindi teringat kalo Astrid di tinggal sendiri di ruang makan iya pun cepat bergerak untuk kembali ke sana.
"Siapa yang datang sepertinya rame sekali di depan???! " tanya Astrid lagi pada sindi saat si di sudah duduk di kursinya.
"Ehhh...itu nona cristian yang datang mengantar barang ke butuhkan sehari-hari nyonya " jawab sindi.
"Oh.... terus mana nona cristian nya kok tak kamu ajak makan bersama?? " ujar Astrid yang melihat ke sekeliling .
"Tadi nona cristian, pergi ke arah ruang kamar utama, katanya ada yang ingin dia ambil, " sindi melanjutkan makannya yang sempat terhenti tadi.
"Suster sindi ini mesti di simpan di mana?? " tanya salah satu orang yang membawa bahan makanan dan yang lain nya ke arah dapur.
"Ehh .... kalian tarok saja di sana bantu biar saya yang membereskannya " ujar sindi menunjuk ke arah samping kulkas.
Para orang tersebut karena sebelum nya dapat perintah dari sang atasan untuk langsung merapikan pekerjaan mereka jangan sampai masih ada yang berantakan, jadilah mereka dengan cekatan langsung memadukan semua bahan masakan kedalam kulkas dan menyimpan barang lainya dibuat yang udah di sediakan.
"Sindi... apa ini tidak terlalu berlebihan??? " tanya Astrid yang melihat barang sebegitu banyaknya.
"Saya juga tidak tau nyonya, tapi ya mau bagaimana lagi mereka juga mendapat perintah " jawab sindi.
"Siang tante...?? " sapa cristian yang menghampiri sindi dan Astrid di meja makan.
"Siang,... mari nona kita makan bersama , tapi maaf dengan menu yang seadanya " ajak nya pada cristian.
"Tidak usah tante saya datang kesini hanya ingin gin, menyampaikan perkataan nona Gresia pada anda " ujar nya dengan mimik muka yang serius.
"Nona Gresia berpesan pada saya agar nyonya Astrid, untuk tidak sembarang keluar rumah jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa menghubungi saya atau Bob orang yang flet yang mengantarkan tante pagi tadi " ungkap cristian .
"Kalo saya boleh tanya?? kenapa saya harus di rumah saja, apa alasan kalian??? " tanya Astrid yang merasa dirinya tak bisa bebas.
"Ini semua demi kebaikan anda rante, jika tante maksa untuk keluar, ya itu terserah tapi yang penting saya sudah menyampaikan pesannya, dan untuk pemilihan lanjutan dokter nanti sore akan datang kemari, dan tinggal beberapa saat sampai anda benar-benar sembuh total tante " ujar cristian lagi.
"Oh iya ini juga ada beberapa kartu kredit yang di berikan khusus untuk anda tante, dan ada beberapa surat yang perlu anda tandatangani, tapi anda dapat membacanya terlebih dulu sebelum tanda tangan " ujar Cristian lagi sembari menyodorkan beberapa map berwarna merah di atas meja.
Astrid hanya menatap ke arah map tersebut, iya bingung apa yang harus dia lakukan apa harus membaca nya dulu dan mempelajari semua isi nya, atau membiarkannya begitu saja, Astrid hanya diam sindi juga masih tak mengerti dengan peraturan di rumah tersebut.
__ADS_1