
Sekarang alex sandro Gresia sedang berada di meja makan mereka makan dengan tenang hingga alex berbicara.
"Kak bagai mana apa meraka setuju untuk tidak memindahkan kak gibran ke luar negeri??? "
"Tah aku mana tau setuju atau tidak "
"Tapi bukanya kaka dari rumah sakit ?? "
"Emmmhh"
Saat meraka sedang asik makan dan berbincang yuzi menghampiri meraka berdua.
"Nona ada kabar buruk!? ".
" Kabar buruk apa yuzi??? "
"Kabar buruknya sekarang markas sedang di serang oleh salah satu mafia bawah dan sekarang caca sedang kewalahan di markas nona "
"Baik lah aku akan ke sana sekarang , kau tetap di sini alex kau masih belum pulih "
"Baik lah kak kau harus hati-hati dalam penyerangan ini "
"Emmm "
Gresia dan yuzi pergi bersiap untuk pergi ke markas tidak membutuhkan kan waktu lama meraka sudah siap dan kini Gresia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi agar cepat sampai di markas , sesampainya di markas setengah markas sudah hancur dan kini caca yang sedang melawan dengan kewalahan Gresia menembaki meraka dari jarak yang cukup jauh karena dia seorang sniper jadi semua musuh banyak gugur.
"DIMANA PEMIMPIN KALIAN BIARKAN DIA KELUAR!!!!!! " teriak dari ketua mafia yang sedang menyerang
"Ada apa kau mencariku?? "
Gresia dengan santai menghampiri pria itu sambil memainkan pistol ayang ada di tangannya.
"Kau kah pemimpin nya Hai yang benar saja kau seorang wanita kau jangan mempermainkan ku, wanita cantik sebaiknya kau menjadi budak ku saja?? ππ"
"Benarkah kau ingin aku menjadi budak mu tapi jangan menyesal jika kau sudah membawaku karena saat itu juga kau tak akan bisa untuk menyesal ππ"
dor.... dor... praakkakka...... buk.... krakkk... dor.... dor... dor.... dor... Suara gemuruh pertaruanagn yang tiada henti sedangkan Gresia makasih berbincang dengan ketua mafia itu. di saat meraka berbincang ternyata ada Sniper yang sedang mengincar Gresia tapi Gresia menyadarinya dan membalikan pistolnya kearah belakang dengan satu gerakan saja timah panas itu meluncur tepat di kepala sniper yang agak jauh darinya dor....
"Heh kau ingin menyerang ku secara tiba-tiba jangan kau fikir aku tak mengetahuinya πππ"
"Bagai mana bisa aku melakukan itu hanya dengan satu tembakan dia mati "
pria itu dengan santai bertanya padahal di dalam hatinya dia takut akan tindakan Gresia barusan bahwa sniper nya bisa kalah oleh Gresia dengan satu tembakan bahkan itu pun tanpa Gresia membalikan badan.
"Pertanyaan bagus sekarang kau tau siapa yang kau serang "
dor... dor... dor...
Gresia menembak kaki pria itu agar tak bisa melarikan diri dan menembak lengan yang memegang pistol , saat pistol itu terjadi jatuh dengan cepat Gresia menginjak pistol tersebut dan hancur.
"hahh tak mungkin siapa kau sebenernya "
__ADS_1
tanya ketua mafia lawan
"Siap aku tak penting dan sekarang kau sudah di tangan ku "
"KALIAN SEMUA KALO TAK BERHENTI SEKARANG PIMPINAN KALIAN AKAN MATI " Gresia berteriak kepada mereka semua yang sedang bertarung sambil menodongkan pistol di kepala pria itu. dan semuanya pun menghentikan pertarungan. caca menghampiri Gresia
"Nona akan kita apakan mereka sekarang?? " tanya caca pada Gresia
"Masukan pemimpinya keruang bawah tanah dan tanyain apa tujuannya menyerang kita aku akan melihat keseluruhan markas "
"Baik "
Caca membawa orang itu ke ruangan bawah tanah.
"Lepas kan saya......!!!! "
"Diam lah kalo tidak kau akan mati di tangan ku sekarang juga " ucap caca
Tapi pria itu terus berteriak dan memberontak agar bisa terlepas dari tangan caca.
"Lepas...!! cepat lepaskan saya!!! "
"Sudah ku katakan diam lah tak usah berisik jika kau masih sayang akan nyawamu jika kau
diam dan menurut mungkin Nina kamu akan melepaskan mu "
"Hah memang saya sebodoh itu mana mungkin dia akan melepaskan ku...!! "
Kini caca sudah sampai di ruang bawah tanah dan kini pria itu di ikat di kursi dengan kencang hingga tak bisa lepas
"Jawab perkataan ku dengan jujur apa tujuan mu menyerang kami hah "
"Aku tak akan mengatakan nya padamu "
"Benarkah aku beri saran padamu sebaik nya kau katakan saja apa masakan mu agar tak terlalu kejam dan bisa di beri keringanan dalam penyiksaan nanti ππ"
"Sampai mati pun tak akan aku katakan "
"Benarkah kau sungguh anjing yang sangat setia rupanya "
"Heh lebih baik kau bunuh saja aku langsung karena aku tak akan memberi tahu apa pun pada kalian "
"Benarkah.!!! " Gresia datang dan langsung bertanya padanya.
"Tentu saja akau tak akan mengatakan apa pun "
"Nona "caca membungkuk saat melihat Gresia masuk kesana
" Caca ambil kan belati ku "
"Baik " caca pergi untuk mengambil apa yang di suruh oleh Gresia,
__ADS_1
kini Gresia mendekat ke arah pria tersebut dan menarik kursi yang di sebelah kursi pria itu untuk dia duduk.
"Benar kah kau tak akan membuka mulut mu meski itu demi nyawa wanita ini "
Gresia menunjukan layar HP nya ke hadapan muka pria tersebut dan ternyata itu adalah foto adik kesayangannya.
"Lepas kan dia jangan kau sakiti dia cepatan lepaskan dia dan bunuh saja aku "
"Sekali lagi apa tujuan mu kemari hanya untuk melepaskan adik mu ini atau ada hal lain dan katakan siapa yang menyuruh mu menyerang ku...!!! π‘π‘"
"Sudah ku katakan aku tak akan mengatakan nya "
"Nona ini belajar yang anda minta " caca memberikan belati yang Gresia minta tadi
"emmm caca bawa kemari Vera dan kita lihat apa kah dia masih mau membungkam mulut nya "
"Baik nona akan segera saya bawa kemari "
Caca pergi menuju ke rauangan di mana Vera di tahan.
"Mau kau apakan dia hah!!!!??? "
"Kau mau tau bukan kita lihat saja nanti akan ku apakan itu tergantung dengan dirimu dan jawaban darimu ππ"
"Sudah ku katakan lepaskan dia yang ada urusan dengan mu adalah aku "
"Siapa kira hanya kau yang memiliki masalah hanya kamu apa kau sudah lupa bahwa Vera sudah berusaha membunuh tangan kananku bukan kau lupa ya πππ"
Sebenernya Gresia sudah tau siapa yang menyuruhnya menyerang markas Gresia dan ada tujuan lain yaitu untuk melepaskan Vera yang ada di tangan Gresia. Caca kembali dengan Vera yang di seret olehnya dan kini caca mendudukan Vera di lantai dengan tangan terikat.
"Kaka kenapa kau ada di sini kenapa kau kesini???? "
Tanya Vera pada pria tersebut
"Kaka akan menyelamatkan mu Vera, "
saat pria tersebut melihat badan Vera yang banyak luka lebam dan goresan dia semakin kesal.
"Apa yang kalian lakukan padanya hah "
"Aku, ππAku tak melakukan apapun toh aku selama ini tak ada disini tapi nanti akan lebih banyak lagi sayatan pada badannya jika jawaban mu tak memuaskan ππ"
"Gresia lepaskan kaka ku dia tak tahu apa masalahnya lepaskan dia "
ucapan Vera dengan menahan semua rasa sakit di badannya itu.
"Jaga sopan santun mu Vera jika bicara panggil dia nona " ucap caca pada Vera
"Heh aku bukan lah budaknya lagi ππ"
Gresia dia menonton drama adik kaka yang mengharukan itu yang meminta dirinya yang harus di tahan dan saling mengatakan kakanya yang harus selamat dan sang kaka ber kata sang adik lah yang harus selamat yang membuat Gresia hanya tersenyum sinis akan apa yang meraka katakan.
__ADS_1
πππππππBERSAMBUNG