Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Mana yang benar


__ADS_3

Yang lain pergi meninggalkan alex sendiri di Sana dan dia merenung , dia merasakan semuanya tak adil baginya, dia pun beranjak untuk pergi ke tempat Gresia sekarang berada, sesampainya alex di depan pintu kamar Gresia dia mendengar Gresia sedang berbicara di telpon.


"Bukanya sudah ku katakan, aku sudah tak peduli dengan apa itu yang kamu katakan, jadi lain kali jangan menghubungi ku lagi, dan yang aku tahu tante Astrid yang asli sudah meninggal, jadi kamu jangan mencoba untuk menipu ku...! " ujar Gresia menyauti perkataan orang yang ada di sebrang telponnya.


"........ ......... "


"


" Hah orang tamak tak akan mendapat kepuasan, meski harta keluarga youn yang sebegitu banyak kau masih kurang, hingga masih ingin merebut milik kaka mu sendiri tante Asti..!!!, aku tak habis pikir kenapa manusia bisa haus akan kekuasan dan harta tak pernah merasa cukup dengan apa yang telah di dapatkan. " ujar Gresia lagi, yang di sambut tawa oleh lawan telponnya itu , karena ternyata Gresia dapat menyadari jika dia adalah tantenya Asti bukan Astrid.


Sedangkan alex yang berada di balik pintu masih merasa bingung dan bimbang, kenapa bisa Gresia mengatakan kalo ibunya sudah meninggal sedangkan dia juga, baru tadi padi bertemu dengannya dan sarapan bareng di meja yang sama.


"Apa ini??, maksudnya apa?, bukan kah tadi pagi aku masih makan dengan ibu di meja yang sama?? lalu kenapa dia kata kalo ibu ku sudah tiada?? sebenernya ini apa kenapa takdir mempermainkan ku seperti ini kenapa " alex terduduk lemas sembari mengusap mukanya kasar, setelah mendengar perkataan Gresia.


"aku masih belum memperhitungkan kau yang memasuki markas ku, aku masih melepaskan mu karena aku nasih mempunyai hati nurani yang tak mau membuat dia kecewa dan menderita lagi kehilangan seorang ibu, heh tapi kau kini mengancam ku untuk menghancurkan markas dan membuat semua orang menangkap ku, aku peringatan kan kau salah memprovokasi orang tante Asti " Gresia memang tak memperhitungkan dan tak membuat alex hilang di peredaran dunia, karena dia sudah berani membawa orang asing yang bukan bagian dari golden eyes masuk markas, di akhir katanya juga Gresia mereka kata tante nya itu.


Alex yang awalnya terduduk dia pun bangun dan dengan berani dia mendobrak pintu kamar Gresia dengan kencang, Gresia juga lupa menghidupkan pengedap suara di kamarnya , jadilah alex dapat mendengar pembicaranya, ditelpon entah dengan siapa yang alex tak tau.


"Bbbrraakkkkkkkkk"


Gresia menoleh sembari mematikan telponnya baru menatap sinis pada alex dengan tangan yang sedang memasang perban di bagian lengan kirinya.


"Tidak sopan...!!! " gerutu Gresia sembari melanjutkan pekerjaan.


"Kak katakan, apa benar yang ada di rumah itu bukan ibuku???, lalu dimana ibuku sekarang??, lalu kenapa kau memberiku belas kasihan aku tak membutuhkan nya!!???? " ucap alex saat sudah berada di dalam kamar Gresia.

__ADS_1


"Apa urusannya dengan mu bukanya kau bahagia ibumu ada, ya sudah bersyukur, saja dan nik mati waktu kalian aku masih memberimu kelonggaran karena aku tak membuatmu hilang dari peredaran, " cerdas Gresia sembari tak menoleh sedikit pun kearah alex.


"Jika kau memang mau membunuh ku maka bunuh saja aku tak butuh rada kasihan, dari mu, dari awal aku memang tak memiliki siapa pun " jawab alex lirih sembari mengusap air matanya, meskipun alex ini terkadang berpikiran dewasa tapi dia juga hanyalah bocah yang masih berusia 12tahun .


"GIBRAN.....!!!!! " Gresia berteriak memanggil gibran untuk datang ke kamarnya yang membuat alex juga terkejut.


"Ehh kenapa tuh gresia teriak gib samperin gih, takutnya ada apa-apa tar ama dia " ujar cristian yang mendengar teriakan gresia.


"Mana aku tau cris dia kenapa?? ya udah aku lihat dulu " ujar gibran sembari beranjak dari duduknya untuk menuju kamar gresia.


Alex yang kaget tadi mendengar gresia berteriak dia hanya terdiam, dan menuntut jawaban atas pertanyannya .


"Kak jawab pertanyaan ku siapa yang di rumah jika yang kamu katakan ibuku sudah tiada?? lalu siapa itu Asti??jawab kak jawab!!??" tegas alex karena ingin mengetahuinya.


"Baik aku jawab, Asti itu kembaran tante Astrid, tapi dia tak pernah ada dan tak pernah berkumpul dengan keluarga besar karena dia ikut dengan nenek saat kakek dan nenek bercerai. sekarang dia datang untuk mengambil seluruh harta kekayaan keluarga Youn, kau paham sekarang hah " jawab gresia santai dan dingin di setiap katanya.


"Heh bocah ingusan sepertimu bisa tau apa?? kau hanya dapat membedakan mana manis dan pahit saja kau belum bisa dan kau belum pernah melihat, yang mana benar dan salah di depan matamu sendiri alex " gresia semakin acuh dalam setiap katanya.


Tak lama gibran pun sampai di kamar gresia, dan melihat mereka berdua yang sedang berbincang, gibran dapat merasakan aura dan tekanan udara di dalam kamar itu yang begitu pengap dan dingin.


"Gibran bawa bocah ini pergi dari hadapan ku kalo bisa jangan sampai akun melihatnya lagi di masa depan " cetus gresia tanpa menoleh ke arah gibran, gibran merasa bingung harus bagai mana.


"Aku harus membawanya kemana gres? aku juga mana berani dia juga adalah adik mu gres maaf kan saja , kamu juga kan tau sendiri dia masih kecil gres dia belum mengerti sepenuhnya dunia ini? " ucap gibran berusaha untuk meluluhkan kembali hati gresia agar tak, mengusir alex dari sana.


"Kau sudah berani untuk menentang perintah ku ??!!! " ucap gresia dengan penuh penekanan dari setiap kata yang di ucap kan oleh nya.

__ADS_1


"Mana berani nona, tapi kan gres, kamu juga harus memahami situasi seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan pelukan seorang ibu " ujar gibran mencoba kembali.


"Sudah kak tak apa aku sendiri yang akan pergi dari sini untuk mengajak ibu juga pergi, karena kami tak diterima oleh nya, jadi untuk apa kami bertahan di sini " ucap alex dan hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut tapi langkahnya di hentikan oleh gibran.


"Alex kamu mau kemana??, kamu gak akan pergi selama aku masih ada di sini!!. "ucap gibran menghentikan alex agar tak pergi.


" Gres kamu sebagai kaka harus melindungi dan mengajarkannya ke yang lebih baik buka malah, membuangnya begitu aja gres. "gibran yang mulai agak kesal karena tak di dengarkan perkaranya.


Gresia yang kini semakin tersulut emosi, yang menyebabkan kan tubuhnya kini di ambil alih oleh alika yang masih dalam keadaan yang cukup lemah.


" bbbrrrrakkkkkk........ "


"Sudah kalian diam jangan banyak bicara, dan kamu alex kemarin kau " alika menatap tajam pada meraka berdua dan alex dengan emosinya yang masih belum meredam menghampiri alika.


"Bukannya anda ingin Saya pergi lalu kenapa sekarang anda menghentikan saya " ucapan alex kini sudah berubah tak memangil Gresia kaka atau kamu.


"Lihat ini jika kau masih tak percaya dan masih tak bisa menerima kepergian tante Astrid, lihat dimana perbedaan meraka jika warna mata mungkin dia dapat mengenakan lensa tapi lihat perbedaan lainya lihat " Gresia menunjukan semua data dan foto yang ada di laptop nya untuk di lihat oleh alex


Alex perlahan duduk di kursi dan melihat apa yang di tunjukan Gresia padanya, dengan sedikit demi sedikit alex mulai memahami perbedaan nya.


"Ini gak mungkin, ini pasti bisa saja di edit bukan, sekarang dunia sudah berkembang pesat, editan pun bisa sangat mudah bukan?? "


ucap alex yang masih di ambang dilema, karena memikirkan mana yang benar dan yang salah.


"Terserah itu penilaian mu, aku tak akan ikut campur, dan kamu ingin menganggap nya ibu itu tak masalah, tapi apa dia menganggap mu anak nya, itu yang hari kamu pikirkan, " ucap alika, dan kini iya pergi meninggalkan kamar tersebut yang entah pergi kemana, sedangkan gibran yang ikut mengamati laptop yang di tunjukan alika pada alex tadi.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2