Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Gak jelas


__ADS_3

Gibran tersenyum saat melihat Gresia(alika) yang memandang kearahnya.


"Siapa kau...???! " tanya nya dengan tatapan sinis.


"Aku gibran nona asisten anda, saya datang kemari ingin meminta tanda tangan anda di sini " ucap gibran sembari memperlihatkan map yang iya bawa.


"Perusahaan, heh di mana si penghianat itu aku ingin membunuhnya sekarang juga " seketika Gresia (alika) merubah raut wajah nya yang tadinya bisa saja kini ada benci dan dendam yang menyelimuti nya.


"Maksud nona?? " tanya gibran berpura-pura tak tahu apa yang di tanyakan Gresia(alika).


"Pria bajingan itu, jika kamu adalah asisten ku pasti kau mengetahuinya, jika kau tak mengetahuinya berati kau penipu??!! " ucapnya sembari menatap tajam dan dingin kearah gibran.


Gibran menjadi salah tingkah karena tatapan Gresia (alika), gibran hanya bisa tersenyum sembari mengalihkan matanya dari pandangan Gresia(alika).


"Ah baik saya akan katakan semua,pria yang anda katakan itu sudah mati di tangan anda nona, dan sekarang semua sudah, tak ada lagi yang akan membuat anda sakit hati, tapi kita juga harus waspada terhadap tuan Dion karena dia memiliki altar ego , kekuatan dengan anda seimbang " jelas gibran dengan serius dan perkataan yang keluar dengan dingin.


Gresia (alika) hanya tersenyum miring ada rasa puas dalam semua yang di katakan gibran.


Gresia (alika) melambaikan tangan mengi sarat kan pada gibran untuk pergi keluar, tinggalkan dia untuk sendiri. Gibran pergi keluar saat hendak pergi dia tak lupa untuk menutup pintu.


Saat gibran di luar alex yang baru tiba di situ di hentikan olehnya dan di ajaknya untuk duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan tersebut.


"Ada apa aku ingin liat kedalam sebentar " ucap alex pada gibran sembari mengerutkan dahinya.


"Kakak mu ingin istirahat dahulu, nanti saja kau masuk, bagai mana keadaan cristian di sana???" jawabnya sembari bertanya tentang keadaan cristian yang iya sempet liat.


"Dia sudah sehat dia sudah bisa memarahi ku, dan berebut makanan " ucap alex sembari datar tanpa expresi.


"Oh syukur lah kalo sudah sehat, bagus lah " ucap gibran.


Alex hanya bersandar ke tembok sembari memejamkan kembali matanya.


"Kakak besok aku akan kembali ke st.Lois karena masih harus sekolah, aku malas ribut dengan perempuan itu " ucapnya sembari memonyongkan bibirnya.


"Bukanya kau ingin di sini tak mau kembali ke sana?? " ucap nya sembari merasa bingung dengan keinginan alex.

__ADS_1


"Tak ada aku ingin, kembali saja ke sana aku mau sekolah saja kalo saja dia bisa lebih baik" ucap nya


"Ya bagus lah kalo kamu mau mengerti, sebaiknya kamu fokus saja dengan sekolah mu, untuk masalah yang lain kau tak usah dulu memikirkan nya, karena kami bisa menang anai semua " jelas gibran sembari mengelus pundak alex.


Alex hanya mengangguk saja dengan tatapan ke atas langit-langit rumah sakit.


"Alex jika kau nanti di sana jangan membuat masalah, karena sekarang gresia sedang dalam kondisi yang sangat menguntungkan bagi musuh. "gibran juga hanya menatap kosong ke arah pintu ruangan inap gresia.


" Hem emang aku sering membuat masalah apa?? "tanya alex yang bingung dengan perkataan gibran yang seakan sudah tau pikiran alex apa yang akan iya lakukan.


" Kau tau, sebaiknya kau tak usah terlalu dekat dengan keluarga pramudja, "gibran memberitahukan keluarga mana yang harus di hindari nya.


" Emh aku tau, tak perlu mengingatkan ku,sebelum aku ke st.lois akan pergi melihat markas di Miami "ucap nya sembari menatap layar ponsel.


" Ada urusan apa kau ingin pergi ke situ, sebaiknya tak usah kau tak baik kalo banyak bolos atau alfa dalam sekolah mu alex, jangan sampai kakak mu marah pada mu nanti "ucap gibran yang merasa bingung dengan keputusan alex, gibran mengingatkannya lagi untuk segera kembali ke sekolah.


" Ya aku tau, bukan kah itu sekolah nya lalu apa masalahnya aku masuk atau tidak, aku pun susah lulus bukan untuk sekolah menengah ini "ucap nya dengan rasa percaya.


" Tak ada , sekolah itu tak di belinya mana ada dia tak mau kau terlalu manja makanya darin itu dia tak membelikan sekolah itu untuk mu, jadi bisa bisa dia di panggil oleh pihak sekolah, ini juga sepertinya caca atau bara telah menerima pesan dari kepala sekolah, karena kau sudah tak masuk ke sekolah sudaha ada satu minggunya "ucap gibran menasehati alex panjang lebar mungkin yang mendengarnya saja akan ngantuk.


" Ini demi kebaikan mu alex, bukan seperti yang aku pikirkan begitu jangan kesal dulu "gibran mencoba menenangkan.


" Emh"jawabnya singkat lalu melangkah masuk kedalam ruangan inap tersebut.


"Ehhh... " gibran yang mencoba mencegah tak sempat menghentikan alex yang sudah masuk kedalam.


Gresia(alika) yang merasa ada orang yang masuk kedalam ruangan nya dia pun langsung menjadi waspada.


"Aku tau kau tak tidur, aku kesini hanya ingin mengatakan sesuatu, dan aku juga tau kau berpura-pura amnesia. Aku akan kembali ke sana ok jadi tak usah pura-pura lagi " ucap alex yang mengetahui kalo Gresia (alika) hanyalah berpura-pura saja.


"Heh ternyata kau pintar juga, sebaiknya kau segera kembali ke sana , kalo tida aku akan membuat kamu ke kutub utara " Gresia(alika) bangun dari berbaring nya dan berkata dengan tatapan dingin dan raut wajah yang datar.


"Heh aku bukan anak kecil yang mudah kau tipu..! tapi aku tetap akan pergi mencari dion Santos itu, ingin tau sekuat apa kekuatannya " alex berkata dengan nada sama dingin nya.


"Tak usah memandang rendah musuh, ingatlah meskipun kau sama sepertinya memiliki altar ego tapi kau belum bisa menguasainya, jadi tak usah main-main dengan kekuatan mu itu, terjadi apa-apa padamu jangan harap bantuan dari ku " Gresia berbalik dan menatap ke arah jendela sembari menasehati alex.

__ADS_1


"Aku tau aku hanya ingin mengetes saja, aku masih bisa mengendalikan semuanya " ucap alex dengan percaya dirinya yang tinggi itu.


Gresia (alika) hanya tersenyum miring seperti meremehkan perkataan alex, dan kekuatannya tersebut.


Alex hanya diam dan bersandar pada kursi, sembari menatap, ke arah layar ponsel, iya teringat akan tujuannya kembali ke Indonesia, ada yang ingin iya tanyakan pada siang kakak.


"Jika kau ingin bertanya tentang masalah ibumu, dia memeng masih hidup untuk sementara ini dia aku aman kan, untuk menjauhi incaran musuh " jelas nya seakan tau isi pikiran dalam kepala alex.


Alex yang merasa senang saat mendengar perkataan Gresia(alika) tersebut dia menampakan senyum lebar.


"Baik lah kalo itu yang terbaik aku akan bersabar, sampai semuanya aman " ucap alex yang masih menampakan senyum lebarnya tersebut.


Gresia(alika) merasa senang saat melihat senyum lebar alex, tapi iya hanya bersikap biasa biasa.


"Pergi lah aku akan beristirahat, sebaiknya kau tepati perkataan mu untuk kembali ke st. Lois secepatnya, dan diam lah rahasia semua yang kau tau tak usah banyak bicara " ucapnya sembari kembali membaringkan tubuhnya.


"Ya baik lah aku akan membereskan barang ku dan segera kembali ke st. Lois " ucap alex sembari bangkit dari duduk nya.


"Kau pergi ke sana ajak Bob sekalian, untuk menjaga kau kalo tidak sekali tak usah kembali " ucapnya pada alex sebelum memejamkan mata untuk tidur.


"Emh iya ya " ucapnya sembari berjingkrak selayak usianya yang masih kecil.


Gibran yang berada di luar ruangan merasa heran, melihat alex yang seperti habis mendapat lotre, keluar dari dalam tersenyum lebar dan berjingkrak tak jelas.


"Kau habis mendapat undian apa?? atau kau habis mendapatkan wanita seksi?? " tanya gibran dengan terheran.


"Tak ada, tak usah kepo" ucapnya sembari langsung merubah raut wajahnya yang tadi nya bahagia menjadi dingin kembali.


"Hais pintar sekali kau ya, mengubah expresi wajahmu lebih cepat dari membalikan buku " gerutu nya pada alex.


"Aku akan pergi, jadi kau jagalah mereka, aku akan kembali lagi untuk sekolah di sana " ucap alex sembari berlalu pergi.


"Tak usah kau beri tahu aku juga akan melakukannya meski tak kau katakan " gerutunya sembari sedikit berteriak pada alex.


Alex tak sedikit pun menoleh, dia terus saja berlalu pergi, sembari melambaikan tangan tanpa berbalik.

__ADS_1


__ADS_2