Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Operasi


__ADS_3

Kini alika di bawa ke sebuah rumah tua oleh pria tersebut.


"Nona orang yang anda ingin kan sudah kami ikat di dalam " ucap nya pada atasannya.


"Emh bagus kalian bisa pergi ini tinggal urusan ku 😏" iya berjalan masuk dan memerintahkan mereka untuk pergi.


"Heh kau tak bisa sombong lagi kini, karena sekarang kau ada di dalam kekuasan ku 😏😏" seringainya, iya tak tau kalau sekarang alika sedang menunggunya dengan santai di dalam.


"cek.... cek.. cek santai sekali kau tertidur nona, apa ku tau sekarang kau ada di genggaman siapa 😏" seringainya sembari menodongkan belati di dagu alika.


"Sekarang juga kau akan mati segan hidup pun enggan di tangga ku, karena kau sudah sombong di hadapan ku 😏😏" ucap nya lagi sembari berjongkok di hadapan alika.


"Benarkah...!!!!!! " ucap alika yang mengejutkan wanita di hadapannya.


"Kau sadar....!!! " reflek nya


"Ya sedari tadi pun aku sadar, dan aku tak bakal terpengaruh akan obat yang kau berikan 😏😏" alika melepas kan ikatan di tangannya dengan mudah.


Alika mendekatkan muka nya kepada telinga wanita tersebut.


Wanita tersebut secara reflek mundur karena takut, akan alika yang sudah merubah auranya, menjadi aura membunuh.


"Heh bukannya barusan kau berkata akan membuat ku hidup segan matipun enggan, lalu kenapa kau menjauh dari ku??? 😏" ujarnya sembari merapihkan pakaian nya tersebut.


"Cih..... itu pasti akan segera terlaksana " ucapnya sembari bersiap dengan tangan menggenggam belati.


"Benarkah...! " alika langsung menodong kan pistol kehadapan wanita di hadapannya tersebut.


Wanita yang ada di hadapannya tersebut menjadi gemetar dan ketakutan tapi dia masih bersikap tenang agar tak terlihat lemah di hadapan alika.


"Laras Widya kusuma, seorang jalang yang tak pernah puas dengan napsu birahi nya, heh kalian masuk....!!!! " alika mendekat sembari menatapnya dengan jijik dan di akhir kalimat dia berteriak menyuruh seseorang masuk.


Ada 10 orang pria kekar dan berperawakan tegap besar masuk kedalam gedung tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu queen..! " ucapnya serentak sembari membungkuk memberi hormat pada alika.


"Nikmati lah aku harus pergi "alika hendak melangkah namun laras dengan cepat langsung menikam alika dari belakang.


" hhhhsss.. ternyata kamu hanya berani saat lawan sedang tak menghadap padamu ya "desis nya sembari berbicara menahan sakit.


" Hahahahah susah kukatakan gresia kau akan mati ditangan ku 😏😏"ucapnya merasa senang saat setelah menikam alika.


"Cih hanya tikaman kecil seperti ini taka akan membuat ku mati, kalian nikmati lah sepuas kalian tapi jangan sampai mati " alika melangkah pergi sembari memegang luka di bagian punggungnya tersebut.


"Kalian pergi dari hadapan ku...!! " teriak laras sembari mengacungkan belati di tangannya ke arah pria kekar di hadapannya itu.

__ADS_1


Mereka tak memperdulikan jeritan wanita tersebut mereka semakin mendekat dan dekat hingga laras terpojok ke tembok gedung tersebut.


"Pergi....!!!!! pergi....!!! pergi...... !!!!"berita berkali-kali namun tak menghiraukan.


Sedang kan di tempat gibran dan alex balapan kini, yang mana balapan di menangkan oleh alex.


" Wah kau makin hebat saja dalam balapan, "ucap gibran sembari menepuk pundak alex.


Alex hanya melengos dan pergi menaiki mobilnya kembali, untuk segera kembali ke rumah sangat tampak dari raut wajahnya yang tak bersemangat.


'Gggggrrreeeettt...... gggggrrreeeettt... gggggrrreeeettt.. '


Telpon gibran berdering mengadakan ada telpon masuk, saat melihat ponselnya ada panggilan dari bawahannya ternyata.


"πŸ“±HAlo ada apa?? " tanya nya pada orang di sebrang telpon.


"πŸ“±HAlo tuan, queen sekang terluka dia sepertinya dalam bahaya sekarang kami sedang mengantar beliau ke rumah sakit di sebelah utara kota " jawab orang di sebrang telpon.


Gibran tak menjawab perkataan orang tersebut, iya langsung mematikan sambungan telpon dan bergegas menaiki mobilnya untuk menuju ke rumah sakit yang sudah di beri tahu kan.


"Sebenarnya dia pergi kemana? kenapa sampai bisa terluka dan harus di larikan ke rumah sakit " gumamnya sembari menyetir mobil.


"Aku beri tahu anak itu apa tak usah?? " tanyanya pada diri sendiri.


Gibran terus saja melakukan kendaraannya menuju ke tempat yang telah di tentukan, saat iya sampai di rumah sakit tersebut dia terkejut karena melihat mobil alex sudah terparkir di sana.


"Tuan anda sudah sampai.?? " tanya bawahannya yang ada di rumah sakit tersebut.


"Emh.. bagai mana keadaan queen sekarang?? " tanyanya


"Queen masih ditangani tim medis, masih belum tau bagaimana hasilnya, tapi di dalam juga tuan muda alex sedang menunggu kabar dari dokter " jawabnya sembari berjalan di belang gibran.


"Emh, baik kalian bisa kembali ketempat kalian masing-masing, di sini biar aku dan alex yang menjaga " perintahnya sembari berjalan masuk.


"Siap... !!kalo seperti itu saya pamit kembali tuan " jawabnya sembari mengundurkan diri.


Gibran berjalan menyusuri lorong rumah sakit, tak jauh dari tempat iya berpijak iya melihat, remaja yang sedang terduduk termenung.


Gibran berjalan menghampiri remaja tersebut yang sedang termenung, menatap ke arah pintu ruang UGD.


"Bagai mana sudah ada kabar?? " tanya gibran saat sudah di samping remaja tersebut.


Remaja tersebut menoleh ke asal suara, dengan tatapan yang dingin dan biasa saja.


"Belum, meraka belum ada yang keluar. " jawabnya dengan santai dan dingin.

__ADS_1


"Jika kamu tau kejadian ini kenapa tak memberi tahu ku sedari tadi malah kau pergi sendiri ??"ucapnya sembari bertanya.


Remaja itu tak menjawab perkataan gibran dia hanya diam termenung, pandangan lurus kearah pintu ruangan tempat alika di rawat.


" Alex.. ?seh harusnya kau itu jika memiliki masalah cerita pada ku, siapa tau aku dapat membantu kamu, jangan hanya diam siapa yang tau apa masalah mu, atau apa yang menjadi beban pikiran mu itu "nasehatnya pada alex.


Alex hanya diam dan tak menanggapi apa yang di ucapkan gibran.


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan tersebut dengan muka yang lesu.


" Dok bagai mana keadaan pasien?? "tanya gibran yang langsung bangkit dari duduk nya saat melihat dokter keluar.


Dokter tersebut malahan melirik alex yang masih terduduk termenung itu, tanpa ada reaksi apa pun saat dokter keluar.


" Begini tua, sebenernya luka di badan pasien itu tak terlalu berbahaya namun yang berbahaya adalah, penyumbatan pembuluh darah yang ada di bagian kepala belakang tersebut, jika tak segera mungkin mendapat penanganan itu sangat akan berakibat fatal, baginya "jelas sangat dokter dengan lesu.


Alex yang telah tahu dari dokter tadi, dia hanya bisa diam dan termenung, dengan pikiran yang kosong, gibran yang mendengar itu merasa pusing dan bingung, karena tak tau apa yang harus dilakukan dan harus mengambil keputusan apa.


Karena dia tak mau asal mengambil keputusan, untuk hidup seseorang.


" Apa tak ada cara lain untuk menunda dok karena kami tak ada hak untuk masalah tersebut. ??"tanya gibran dengan penasaran atas apa jawaban dokter.


Dokter biru hanya menggeleng dan lesu.


"Saya permisi, untuk segera melakukan tindakan, kami juga sudah menghubungi dokter ahli dalam bidangnya, kami akan segera melakukan yang terbaik tuan " ucap dokter itu sembari berlalu.


Gibran duduk kembali di sebelah alex.


"Alex apa ini keputusan mu untuk melakukan operasi tersebut, apa kau tau apa yang di katakan zainal tempo hari, jika kita melakukan operasi pada Gresia kemungkinan berhasil sedikit, dan jika pun itu berhasil dia akan amnesia " ucap gibran yang merasa sedih namun apa lah daya dia juga tak mau melihat Gresia tersiksa dengan penyakitnya itu.


"Mungkin ini jalan yang terbaik buat dia, dari pada harus di siksa dengan rasa sakit " ucap alex dengan santai.


"Ya terserah saja, aku hanya bisa mengikuti jalannya saja" gibran tertunduk diam.


Alika sudah di pindahkan ke ruang operasi oleh semua tim medis, gibran dan alex, hanya menunggu hasil saja, di situ juga ada alka, yang tau dari bawahannya yang ada di sekitar alika dan alex.


"Bagai mana ini bisa terjadi?? " tanya alka yang tak tahu apa-apa.


"Aku tak tau" ketus alex dengan nada dingin.


"Ini bisa terjadi karena, perlawanan nya yang melawan tuan dion yang ternyata dia memiliki altarego yang cukup kuat, hingga sebanding dengan kekuatan Gresia, sewaktu di Miami . Saat itu Gresia sedikit lengah hingga iya bisa tergantung ke rembuk dengan cukup keras di bagian kepala, maka bisa terjadi pembuluh darah pecah. " Jelas gibran yang tak bisa menyimpan kebenarannya lagi dari yang lain.


"Miami?? "gumam alex sembari mengerutkan dahinya.


" Ya sebelum kita ada di markas, kita berangkat dari Miami, karena kami juga mendapat kabar jika markas di sana mengalami penyerangan, maka dari itu mungkin iya melihat mu sejenak dan langsung pergi ke Miami, untuk menyelesaikan masalah di markas namun tak di duga ternyata tuan dion yang menyerang "jelas gibran lagi

__ADS_1


Yang lain hanya menyimak perkataan gibran.


__ADS_2