
Gresia hanya diam memperhatikan gibran saja, dengan tak peduli.
"Aku mengajarinya, mandiri dan bisa tepat waktu jadi jangan suka memanjakan dan selalu menuruti apa yang iya ingin kan, Dia juga tak akan tinggal selamanya di Florida selamanya " ucapnya dengan santai.
"Ya tapi kan setidak nya mempermudah dalam transportasi nya gres. " ucap nya,
"Sudah bukan kau bicaranya, silahkan kembali aku akan istirahat ini sudah malam, aku akan tidur. " ucap Gresia yang hendak menutup pintu.
"Tunggu gres aku belum selesai, masih ada yang perlu aku katakan pada mu?.!! " gibran meraih tangan Gresia.
"🤨🤨Ada apa lagi?? " tanya nya sembari mengangkat satu alisnya.
"Gers aku mau tanya??, sebenarnya kamu kenapa? apa aku ada berbuat salah? kenapa sedari tadi sepertinya kau kesal pada ku?? " Berantai pertanyaan yang gibran lontarkan pada Gresia karena rasa penasaran nya.
"Tak ada..!, aku akan istirahat pergilah..! " ketuanya sembari menutup pintu.
"Baik lah selamat malam " ucap gibran dan mengucapkan 'selamat malam' sebelum iya berlalu pergi.
Gresia yang masih berada di balik pintu dia hanya terdiam, dan berpikir sebenarnya ada apa dengan dirinya dia juga tak mengetahui dia kenapa, yang memang sepertinya sedari tadi setelah iya mendengar gibran memuji gadis lain suasana hatinya tak senang.
Hari sudah sangat larut Gresia yang tak bisa tertidur dia pun duduk di ranjang sambil bersandar dan menatap laptopnya, entah apa yang sedang iya kerjakan itu hanya di ketahui olehnya dan laptopnya sendiri.
Di saat dia sedang asik dengan laptopnya tiba-tiba ponselnya berdering.
'gggrrreeertttt....gggrrreeertttt... gggrrreeertttt... '
Gresia menggapai nya tanpa melihat dia menjawab telpon tersebut.
"📱Halo, nona Gresia..!! "ucap orang yang berada di sebrang telpon.
" 📱Ini siapa?? "tanya masih dengan kegiatannya sendiri tanpa penasaran ingin melihat nama kontak di ponselnya tersebut.
" 📱Senang sudah lama tak ada kabar bukan, sekarang bagai mana keadaan mu heh?? "ucap larang yang ditelpon.
Gresia sedikit saja tak merasa curiga atau
bagai mana, dia hanya diam tanpa bergeming dari laptopnya itu.
" 📱Kau bodoh hanya membuang waktu ku saja. ....! "ketua Gresia dan langsung mematikan sambungan telpon tersebut.
'Tut... tut.. tut.. tut.. tut... '
Gresia mengabaikan telpon tersebut dan kembali fokus pada laptopnya.
__ADS_1
" Ehh siapa barusan yang menelpon ku?? "gumam Gresia baru teringat bahwa orang yang menelpon nya itu bukan dari bagian nya dari golden eyes atau kalen kantor atau apa lah itu.
" Aaahh sudahlah sebaiknya aku tidur ini sudah akan pagi."Gresia mematikan laptopnya dan menyimpan di nakas sebelah ranjang , menarik selimut kali lu terlelap dalam mimpi.
Tak terasa kini waktu sudah menunjukan pukul 08:30 pagi, Gresia yang masih nyenyak di alam mimpinya terbangun karena suara ketukan di balik pintu kamarnya.
'Tok... tok... tok.. '
"Siapa masih pagi gini udah ganggu aja " gerutunya sambil bergerak untuk membuka pintu.
'Cekkklek...... '
"Kak ayok kita sarapan?? " ucap orang yang ada didepan pintu.
"Kamu siapa berani masuk rumah saya hah......!!! " bentuk Gresia karena orang di hadapannya asing baginya.
"Saya tamara kak, adik nya kak gibran " jawab tamara yang menjadi sedikit takut karena di bentak oleh Gresia.
"Heh jangan mencoba menipu" ucap Gresia dingin dan langsung mencengkram leher tamara.
"Aa... ampun k.. kak.. " ucap tamara terengah sembari mencoba melepas cengkraman Gresia dari lehernya.
"Berkata lah jujur jika ingin hidup kalo tida jangan harap kau masih bernapas sekarang juga...!! " dengan dingin dan sedikit semakin erat cengkraman.
"😏😏Heh kau ingin menjadi pahlawan. " seringan ya sembari melihat orang yang dia kenal berlari menghampiri Gresia.
"Lepaskan adik ku dia akan mati..!! apa salahnya padamu..??! ampuni lah...!!! " ucap gibran dengan nada tinggi karena melihat adiknya yang sudah mulai lemas di cengkraman Gresia.
Gresia melepaskan cengkraman ya dan berlalu masuk kembali ke dalam kamar dengan tanpa dosa.
Tamara jatuh terkulai lemas di pangkuan sang kakak, dan langsung di bawa ke kamar untuk di baringkan.
"Dek maafkan kakak ya, kaka tak tau apa yang telah kau perbuat hingga dia begitu marah " ucap gibran sembari mengelus puncak kepala sang adik.
Tak lama zainal datang, karena iya di panggil oleh Yuzi yang melihat tamara yang terkulai lemas.
"Permisi tuan biar saya periksa dulu nona muda nya " ucap zainal.
"Emh " jawab nya singkat dan bangkit dari tepi ranjang gibran keluar dari kamar untuk menemui Gresia, untuk bertanya.
Gresia yang baru saja keluar kamar mandi, dengan rambut yang masih basah dan masih mengenakan handuk.
'Tok... tok.. tok... '
__ADS_1
Gresia yang mendengar ketukan pintu-pintu dia langsung membuka nya.
'Cklek'
"🤨Ada apa lagi?? " tanya Gresia yang tak merasa punya salah apa lagi dosa bertanya dengan santai dengan perkataan yang dingin.
Gibran yang melihat Gresia, dia tertegun karena badan Gresia yang begitu menggoda dari belahan dada hingga paha mulusnya terlihat apa lagi dengan rambut yang basah, menambah kesan seksi dari seorang Gresia.
Gibran hanya bisa menelan ludah, Gresia yang sadar pandangan gibran yang penuh nap sub itu, tapi dia tetap santai, tak peduli
"Hai katakan lah ada apa!!! " nada bicara Gresia sedikit meninggi dan dingin.
"EEEHHH sebaiknya kau kenakan dulu bajumu nanti aku akan kembali mencari mu " gibran pergi dari hadapan Gresia, untuk kembali ke kamar tamara.
"Heh membuang waktu " ketuanya sembari menutup pintu.
Gibran yang teringat akan kejadian tadi, terbayang akan tubuh Gresia yang sangat mulus, rasanya dia ingin sekali menerkam nya, terus saja itu semua melayang di pikirannya.
"Tuan, keadaan nona baik-baik saja dia hanya syok dan butuh istirahat, tapi sepertinya akan menimbulkan teroma tersendiri baginya. " ucap zainal memberitahukan keadaan pasien nya.
Gibran diam saja tampa menanggapi karena pikirannya sedang melayang memikirkan tubuh Gresia.
"Tuan... tuan.. tuan.. " beberapa kali zainal memanggil nya tetap saja tak bergeming hingga zainal menepuk pundaknya perlahan.
"Ehh ada apa..!!? " tanyanya yang terkaget dan dengan nada dingin.
"Bagai mana hasil pemeriksaan nya ?? " tanya gibran lagi saat sudah tersadar.
"Dia baik-baik saja tuan, hanya butuh istirahat, dan mungkin akan menimbulkan teroma baginya " ucap zainal kembali menjelaskan.
"Oh baik terimakasih " ucap gibran sembari menghampiri adiknya yang masih berbaring tertidur.
"Kalo begitu saya permisi tuan, karena masih ada pasien yang harus saya tangani " ucap zainal sembari membungkuk sedikit pada gibran.
"Emh " jawabnya singkat.
Zainal pergi meninggalkan kamar tamara saat dia hendak menurut ni tangga tak sengaja berpapasan dengan Gresia yang sudah berpakaian rapai.
"Pagi nona "zainal menyapa sembari membungkukkan badannya sejenak.
" Emh pagi😒"jawabnya sembari melanjutkan menuruni tangga, untuk ke meja makan.
Gibran pun bangkit dari duduk nya dan pergi keluar untuk menemui gresia, karena masih ada yang belum iya tanyakan pada gresia karena tadi tak sempat.
__ADS_1