Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Kepuasan tersendiri


__ADS_3

Saat mereka kini sudah sampai di rumah bib dan bara mengangkat belanjanya tuan mudanya itu kedalam rumah .


"Kau nanti tinggal di kamar yang di sebelah kamar dia, dan ingat tak tak usah menggangu ke kamar ku " jelas alex pada Bob dan memberi tahu kamar Bob yang berada di sebelah bara.


"Baik tuan " Bob hanya mengangguk dan menjawab iya dengan muka datarnya.


"Bara aku mau bertanya kenapa nona muda pramudja seperti nya sedari tadi memandang ke arah rumah ini?? apa kita harus menyelidiki nya juga? " tanya Bob dengan menatap ke arah jendela.


"Oh biarkan saja Bob kita tak perlu menghiraukan nya , sebaiknya kau bereskan lah barang mu ke kamar sisanya biasa aku yang membereskan, karena besok pagi tuan muda harus pergi ke sekolah kamu yang harus mengantar nya Bob, dan kamu juga sudah tau tugasmu nanti " jelas panjang lebar bara pada Bob.


"Ok bar kamu gak usah jelasin panjang lebar juga kali, jadi kayak emak-emak lagi Arisa aja " ucap Bob sembari melenggang pergi dengan mengangkat tas bawaannya.


Bara mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Bob padanya barusan, dan tak memperdulikan nya lagi langsung menyelesaikan pekerjaannya tersebut.


Alex yang ada di dalam kamarnya dia sibuk dengan komputernya sedang mencari secara detail tentang informasi pribadi dion santoso.


"Aahhgg ternyata identitasnya sangat sulit ternyata sudah di hapus dari semua pendataan di negara ini dan di setiap negara. kalo aku membukanya kembali pasti akan menimbulkan masalah yang cukup serius " umpat alex dengan merasa geram apa yang iya cari masih belum mendapat titik terang.


Alex yang merasa lapar iya pun turun kebawah untuk mencari makanan di dapur, suasana ruang sangat lah gelap karena lampu sudah di matikan oleh bara dengan alasan untuk berhemat.


"Cih..... rumah ku kau jadikan seperti di gua , lupa akan kekuatan yang aku miliki untuk apa lampu semua nya di matikan " gerutu alex sembari menuruni tangga dan merayap karena gelap.


Bob yang mendengar berisik di luar kamarnya iya pun meningkat kan rasa waspada dan mengambil pistol lalu berjalan perlahan keluar kamarnya yang melihat di bagian dapur lampu menyala.


"Sepertinya kau kurang beruntung malam ini "gumam Bob sembari mengendap-endap ke arah dapur.


Bara yang ikut keluar dia melihat Bob yang mengendap-endap dia merasa heran memang siapa yang berada di dapur itu, yang membuat bara berpikir keras.


" Bob sedang apa kau di sini?? "tanya bara pada bob sembari menepuk pelan pundak Bob.


Bob yang terperanjat kaget dia berbalik sembari mengarahkan pistol ke arah bara, Bara secara reflek dia mengangkat tangannya saat melihat pistol di hadapannya.


" Sedang apa kau di sini bara?? "tanya Bob tapi masih menodongkan pistol pada bara.


" Turun kan itu, aku yang seharusnya bertanya sedang apa kau di sini seperti pencuri mengendap-endap seperti itu?? "ucap bara bukanya menjawab iya malah bertanya lagi pada Bob .

__ADS_1


" Ehh sorry.. sepertinya ada musuh masuk, "Bob menurun kan pistol dan menjawab sehari menunjuk ke arah dapur dengan mulutnya.


Bara menoleh ke arah yang Bob tunjuk sembari iya juga waspada.


Alex yang selesai membuat makanan. iya berjalan ke arah ruang makan dan melihat Bob dan bara yang masih berdiri di sana.


" Kalian berdua sedang apa??! "tanya Alex yang heran melihat mereka berdua.


" Eeehh"Mereka berdua terkejut .


"Tidak tuan saya kira tadi ada maling yang masuk ke rumah" jawab Bob dengan berusaha tenang dari kagetnya.


Alex hanya memutar bola matanya malas dan berlalu duduk di meja makan, bara langsung menghidupkan lampu yang di ruangan tersebut.


"Maaf tuan sudah mengganggu, ki akan kembali ke kamar, permisi" ucap bara yang merasa tak enak.


Alex tak menjawab dia fokus dengan makanan nya tersebut, sedang kan Bob dia pergi ke dapur untuk mengambil minum.


*********


Kini Gresia yang masih merasa kesal, pergi meninggalkan perusahaan dengan mengendarai mobil sport nya menuju markas.


Tak butuh waktu lama kini iya sampai di markas di sambut oleh para bawa hanya dengan ramah dan senyum bahasa gua atas kedatangan Gresia ke markas.


"Queen anda kembali?? " ucap caca yang ada di sana juga.


Gresia tanpa menjawab sapaan itu dia terus berjalan dengan aura yang sangat berat yang iya bawa, membuat semua orang merasa merinding saat queen ya tersebut lewat di dekat mereka.


"Siapa yang telah membuat queen kesal?? " bisik bawa hanya pada yang lain.


"Mana aku tau, siapa yang membuat masalah aku tak mau tau, sebaiknya tak usah mencari tau apa yang tak harusnya kita tau " jawab yang kainnya dengan berbisik juga.


"Apa yang sedang kalian gosip kan..! sebaiknya fokus dengan tugas kalian masing-masing tak usah mencampuri urusan yang lain..! " tegas caca pada mereka.


"Baik nona " jawab serentak oleh mereka .

__ADS_1


Mereka kembali ke tempat tugasnya masing-masing , begitu juga dengan caca yang langsung berjalan untuk mengikuti Gresia.


Gresia yang sudah ada di depan ruang penyekapan dia berdiam sejenak sebelum masuk, caca yang mengejarnya pun sampai di depan pintu juga.


"Caca bagai mana mereka??.! " tanya Gresia dengan dingin.


"Mereka baik-baik saja queen " jawab caca


"Hem " jawabnya singkat.


Caca membuka kan pintu, Gresia melangkah masuk saat pintu sudah terbuka, dan tampak lah mereka yang bermuka pucat mendingan kearahnya.


"Hai wanita gila lepaskan....!!! saya...!!! " teriak Hiro saat melihat Gresia masuk.


Gresia yang kesal dia tau ke siapa untuk melampiaskan amarah nya yang telah iya tahan sedari tadi, iya melangkah perlahan ke arah mereka. Mereka yang melihat Gresia yang melangkah ke arah mereka menjadi merasa ngeri dan takut.


"Kau datang di waktu yang tepat..! " suara serak dan berat yang keluar dari pita suara Gresia itu membuat tubuh meraja semua bergetar ngeri.


"Apa mau mu ??! jangan mendekat pergi kau wanita gila....!!! lepaskan kami....!! " balqis yang merasa takut dia berteriak ke arah Gresia dengan badan yang bergetar ketakutan.


"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA aku bahagia melihat kalian yang ketakutan seperi ini HAHAHAHAHAHAHAHA" tawa Gresia membuat gempar ruangan tersebut membuat mereka heran plus ketakutan.


"Mana rasa berani kalian, sebelum hari ini tiba hah...!!!? bukan kah kalian kemarin sangat percaya diri dan sombong ingin mengalahkan ku, lalu kenapa sekarang kalian seperti ayam potong 😏😏yang lemas dan pasrah untuk di potong HAHAHAHAHA" ucapnya dengan berjongkok di hadapan Hiro dan balqis.


"Cepat bunuh saja dengan cepat tak usah kau memperlambat proses..!! " ucap Astrid(Asti) yang ikut bicara karena sudah tak tahan dengan rasa sakit yang iya derita setiap harinya.


"Semudah itukah kalian ingin mati, Oh....sungguh tak akan semudah itu " ucap nya sembari menoleh ke arah tantenya itu.


"Kau menyiksa kami pun tak akan mendapat untung, sebaiknya kau langsung bunuh saja...!!! " tugas Astrid(Asti) lagi dengan mata sayu.


"Oh ..... tante ku tersayang, tak tau ya, memang tak ada untung bagi ku menyiksa mu..! tapi aku mendapat kepuasan tersendiri apa lagi melihat muka kalian yang ketakutan seperti ini😏😏😏" ucapnya sembari mengelus lembut pundak Astrid (Asti) dengan tatapan memburu.


Yang membuat ngeri semua yang menatap wajahnya itu.


Gresia melambaikan tangan pada caca tanda memberi perintah padanya, caca yang sudah mengerti dengan isyarat yang di berikan queen nya tersebut, iya pun bergegas pergi untuk melaksanakan perintah yang iya terima.

__ADS_1


"Sebentar lagi kalian akan menikmati manisnya penantian kalian selama ini πŸ˜‰πŸ˜‰kalian sabarlah mengantri, karena kalian akan mendapatkan giliran masing-masing" ucap Gresia sembari bangkit dari jongkok dan berjalan ke arah kursi yang ada di sana.


Gresia tersenyum senang saat melihat penderitaan orang, dan dia terlihat senang karena akan melakukan sesuatu yang iya suka dari semuanya, dari yang iya lakukan.


__ADS_2