
Zainal mengobati luka yang ada di tubuh Gresia dengan teliti, dan dia juga melihat ada bekas tembakan yang mengenai bagian tengkuk lehernya, yang membuat zainal merasa ngeri karena orang seperti Gresia seperti memiliki banyak nyawa.
"Aku tau kamu pasti takut bukan, karena aku selalu bisa bertahan meski sering menantang maut dan terkadang nyawa sudah di ambang badan,tapi masih hidup " ujar Gresia yang seakan tau apa yang ada di pikiran zainal.
"Emh maaf queen bukan maksud saya berpikir begitu " ucap zainal yang merasa kaget dengan ucapan Gresia yang menebang isi hatinya.
"Udah lah zai aku mau, mandi ba'da ku bau amis dah gak tahan, " Gresia bangkit dari duduk nya dan berjalan untuk menuju ke kamarmu untuk membersih kan badannya.
"Tapi queen luka anda jangan dulu terkena air, untuk seminggu kedepan , kalo tidak nanti bisa terinfeksi queen" zainal mengingatkan Gresia sebagai manusia dia memperingati pasirnya meski dia agak sedikit sungkan untuk mengatakannya.
"Emm aku tau , aku bukan anak kecil lagi zai " cetus Gresia sembilan melanjutkan langkahnya tanpa melihat kebelakang.
Zainal yang sudah membereskan peralatan nya, dia hendak pergi namun di hentikan oleh Gibran dan mengajaknya untuk duduk sejenak di sofa.
"Ada yang bisa saya bantu tuan...?? " tanya zainal saat melihat gibran yang mana ada luka juga di tangan dan bagian lainya.
"Tidak, ini sudah aku obati tadi di bantu boleh Sindi " ucap gibran yang tau kalo zainal sedang mengamati luka di badan nya.
"Begini, zai aku manggil kamu, aku mau tanya waktu Gresia koma itu, dia ada sempat sadar gak atau ada yang aneh " tiba-tiba gibran bertanya masalah itu pada zainal yang membuat zainal bingung.
"Maksud nya gimana tuan saya kok tak mengerti?? " ujar zainal dengan kembali bertanya.
"Maksud ku, begini zai apa ada ke aneh han gitu, soalnya kami kaget saat Gresia bisa mengetahui semua apa yang terjadi di sini dan apa aja yang terjadi yang padahal dia juga sadar baru tadi pagi " gibran mencoba menjelaskan apa maksud pertanyannya tadi.
__ADS_1
Zainal menjadi bingung harus menjawab apa yang mana jika dia juga tau kalo yang koma di rumah sakit itu bukan lah Gresia melainkan orang lain, karena zainal di minta Gresia untuk merahasiakan semuanya dari yang lain.
"Emm tidak ada tuan, tidak ada keanehan apa pun " jawab singkat zainal dengan mencoba biasa saja biar tak di curigai oleh gibran.
"Oh baik lah kalo begitu, ya sudah minum dan istirahat saja dulu, sindi juga lagi meriksa keren " ujar gibran sembari pergi.
*********
Kini kita beralih ke tempat Alula yang sedang berada di markas Black Wolf , sedang melatih semua anak buah dan banyak merekrut para peremajaan jalanan agar bergabung untuk melawan Gresia.
"Nona, kita baru saja menemukan lagi sekelompok preman yang lumayan bagus di kota dan sekarang meraka anda di depan untuk bergabung " lapor salah satu tangan kanan alula.
"Baik bawa meraka kedalam dan beri tahu semua peraturan di sini, dan ajarkan meraka dengan baik " alula yang kini sebagai pemimpin BW, dia kejam dan tak berperasaan jika ada yang dia tak suka.
"Heh Gresia, hari dimana kamu kalah akan segera tiba, aku tak selemah dulu lagi dan aku bisa membalaskan semua dendam, akan aku kembalikan lagi rasa sakit yang dulu kau berikan pada ku 😈😈" gumam alula sembari memandang keluar jendela.
"Alula, ayah ingin meminta bantuan kamu buat menghancurkan musuh dalam semua perjalanan bisnis ayah , karena sepertinya ada yang mulai tau jika ayah banyak menggelapkan dana negara " tuan putra meminta bantuan pada putrinya itu untuk melancarkan jalan pekerjannya dalam penggelapan dana proyek untuk pembangunan kota .
"Ayah,tenang aku bisa melakukannya dengan mudah, bagai mana dengan pekerjaan Ayah yang aku pinta untuk mengawasi Gresia dan perusahaan SIA'N group??? " alula menyanggupi apa yang ayahnya minta, dan dia bertamu kembali tentang yang iya perintahkan pada ayah nya untuk mengawasi SIA'N group.
"Sekarang SIA'N group, di pimpin oleh ayah dari Gresia, dan untuk Gresia sendiri dia sekarang pergi ke kota M, dan kabarnya lagi kalo dia kemaren terluka dan dalam ke adan koma di rumah sakit, karena melawan, Read Rose dan Eagle Night " jelas tuan putra pada putrinya atas informasi yang dia dapat kan.
"Benar kah, ternyata sebelum aku turun tangan sudah ada yang memudahkan jalan ku untuk membunuh mu Gresia, kau kan lebih Damai lagi di neraka kelak hahahahah" alula merasa puas dengan informasi yang di sampaikan oleh ayah nya itu.
__ADS_1
Kini keduanya berpesta dengan meminum-minum dengan gembira, yang meraka belum taku jika Gresia sekarang sudah sehat kembali.
********
Alex yang kini sudah pergi dengan Astrid (Asti) menuju Bandara untuk terbang ke luar negri, niat alex agar ibunya tak lagi di ancam oleh Gresia.
"Alex kita mau kemana?? " tanya Astrid(Asti) yang iya bingung kenapa iya di bawa ke bandara.
"Kita akan pergi dari negara ini bu, aku tak masu kau di bunuh oleh wanita iblis itu " ujar alex yang masih kesal dengan Gresia.
"Kita tak perlu pergi, urusan ku di sini belum selesai, jika kamu ingin pergi makan pergi lah aku akan tetap di sini " bentak Astrid (Asti) kesal karena tujuannya belum tercapai dan malah dia di ajak pergi oleh alex.
"Tapi bu, jika ibu terlalu lama di sini nyawa ibu akan terancam, karena dia tak akan melepaskan kita semudah hari ini, sebaiknya kita manfaatkan ke adanya sekarang. " ujar alex yang kekeh untuk membawa Astrid (Asti) untuk pergi.
Astrid (Asti) mengeluarkan jarum bius yang ada di balik cincin nya dan menurunkan pada leher alex yang membuat alex pusing dan pingsan, disitu Astrid (Asti) memanfatkan alex untuk mengancam Gresia agar menyerah.
"Heh kau pasti akan dengan sendirinya menyerah Gresia, karena adik kesayangan mu sekarang ada di tangan ku " gumam Astrid (Asti) saat melihat alex yang sudah tergeletak.
"Kalian bawa dia ke markas dan masukan dia di penjara bawah tanah " perintah nya pada anak buah yang mengikutinya dari kejauhan.
"Baik nona "
Para bawahan Astrid (Asti ) ?memboyong alex untuk di bawa ke markas untuk menjadi sandara dan ancaman bagi Gresia. sedangkan Astrid (Asti) merusak sistem cctv di bandara itu agar tadi meninggalkan jejak.
__ADS_1
Bersambung.......