
"Kenapa kalian belum masuk??! " tanya Gresia pada mereka bertiga yang masih berdiri di samping mobil.
"Kami nunggu kamu gres. " ucap cristian menjawab pertanyaan Gresia, dan dia melihat ada yang beda dari Gresia.
"Ngapain pake masker , emangnya mau melakukan operasi " ketua alex yang mendahului cristian yang ingin menanyakan hal yang sama.
Gresia hanya memutar bola matanya malas, dan berjalan menuju ke arah gedung restoran mewah di hadapannya.
"Sudah lah, itu suka-suka hati dia kalian gak usah banyak tau, nanti juga bakal tau saat di dalam, oh iya alex nih kamu juga pake maskernya?? " gibran menyela pembicaraan alex, dan menyodorkan masker padanya dan cristian.
Sedangkan di dalam restoran, tuan Ardi menunggu dengan gelisah karena, orang yang ingin bertemu dengannya belum juga kunjung datang.
"Mas mereka jadi datang apa tida, kenapa sampai sekarang masih saja belum datang?? " tanya juwi yang bingung karena orang yang meraka tunggu belum kunjung timbul.
"Iya nih ayah, aku sudah lapar dan bosan nih sedari tadi di sini terus " Angel mulai merengek karena cacing di perutnya mulai berdemo.
"Sabar sebentar lagi pasti mereka tiba " ucap tuan Ardi menenangkan anak dan istrinya.
'Tak.. tak.. tak. '
Suara langkah kaki masuk ke dalam ruangan VIP tersebut, tuan Ardi menjadi merasa gugup tapi dia terus mencoba bersikap tenang. Namun yang timbul di balik pintu bukan lah orang yang di nanti melainkan yang datang adalah Alka.
"Ayah Kalian ada di sini juga?? di mana mereka apa belum sampai?? " tanya Alka yang melihat keluarganya ada di ruangan tersebut.
"Emh, mereka belum datang " jawab singkat tuan Ardi,
Alka duduk di sebelah angel.
"Kak??! " sapa angel pada alka yang duduk di sebelah nya .
Alka menoleh dan tersenyum membalas sapaan sang adik.
Tak lama terdengar lagi ada banyak langkah kaki yang menuju ke ruangan tersebut.
'Tak.. tak.. tak.. tak.. tak.. '
Kini yang timbul terlebih dahulu adalah Gresia, dia melenggang berjalan bak model yang melenggang di atas karpet merah yang di susul oleh yang lain.
"Maaf saya terlambat, karena tadi ada kendala sedikit " ucap Gresia yang langsung duduk di kursi yang bersebrangan dengan tuan Ardi.
"Ahh iya tidak apa nona, kami juga baru saja sampai " jawab tuan Ardi.
"Apanya yang baru kita udah menunggu 1jam di sini " Gerutu angel dalam hatinya.
Alex di suruh gibran duduk di dekat Gresia .
__ADS_1
"Baik lah kita, makan malam terlebih dahulu pasti kalian sudah lapar " ujar Gresia dengan nada suara yang datar tampa irama.
"Pelayan....!!! " panggil gibran memanggilnya pelayan yang ada di dekat pintu.
"Siapkan semua hidangan nya..??! " gibran memerintah pelayan itu yang sudah menghampiri.
"Baik tuan garap bersabar sebentar, kami akan segera mempersiapkannya " jawab pelayan itu sebelum pergi dia membungkuk ka badan sejenak dan pergi.
Alka yang merasa familiar dengan suara meraka berdua dia berpikir dan mencoba mengingat siapa meraka.
"Siapa mereka kenapa seperti sangat familiar bagi ku, dari gestur tubuh dan suara, tapi siapa dan dimana aku pernah mendengar atau melihatnya " alka bergumam dalam hati terus berpikir dan mencoba mengingat kembali.
Alex hanya sibuk dengan handphone nya karena tak paham dengan pembahasan mereka, Gresia dia juga hanya diam dan sesekali memandang alex dan tuan Ardi, sambil mengedarkan pandangan.
Tak lama kemudian pelayan datang menyajikan makanan di meja panjang itu, dengan berbagai jenis hidangan.
"Selamat menikmati " ucap salah satu pelayan dan langsung berlalu pergi.
Saat Gibran dan alex beserta cristian melepas masker mereka, alka terkejut ternyata itu meraka, dan dia juga sudah menduga kalo wanita yang tak jauh darinya itu adalah Gresia.
"Silahkan kalian menyantap hidangan, saya tinggal sebentar untuk keluar " Gresia bangkit dari duduknya dan melenggang pergi.
"Heh orang aneh!! " celetuk alex sembari menyendok kan nasi ke mulutnya.
"Husst makan lah tak usah banyak bicara " cristian menoel kaki alex agar diam dan makan dengan tenang.
Tak lama Gresia juga kembali lagi ke ruang makan tersebut, dan duduk kembali, tapi iya tak makan melainkan duduk dan memainkan ponselnya saja.
"Nona apa kah anda tak ikut makan dengan kami?? " tanya tuan Ardi yang heran karena Gresia semenjak tiba tak banyak bicara dan tak menyentuh makanan di meja.
"Emh " jawab Gresia singkat, dia hanya memutar kedua bola matanya.
Alex sekilas melihat ke arah tuan Ardi, di dalam hati ada rasa rindu dan lebih besar rasa benci pada ayahnya itu, karena perilakunya nya pada sang ibu di waktu lampau. Gresia melirik alex dengan mata membunuh, saat itu juga alex yak sengaja melihatnya.
"Kenapa?? " tanya alex , membuat orang di meja itu sontak melihat ke arah alex.
Gresia hanya mengabaikan kembali melihat handphone nya, dan melipat satu tangan di dada. Beberapa menit berlalu makan pun telah usai, meja sudah di beras kan oleh para pelayan.
"Ibu aku ingin pergi ke toilet sebentar,? " adu angel pada juwi, yang kini iya sudah kebelet ingin pergi ke toilet.
Dan di anggun oleh juwi, angel pergi keluar untuk ke toilet, yang di ikuti oleh alex dari belakang.
"Baik kita mulai saja, pembicaraannya " Gresia membuka suara.
"Jadi saya mengundang tuan Ardi ke sini untuk, mengajak kerja sama dengan perusahaan saya yang berada di kota K, yaitu perusahaan A'N group, yang mencakup dalam bidang pendidikan dan ekonomi, dan akan mengandalkan proyek besar di kota K ya itu pembangunan Universitas dan fasilitas Perbelanjaan dan ATM "jelas rinci nya dengan maksud dan tujuan, dia memanggil tuan Ardi untuk bertemu.
__ADS_1
" Ahh kami merasa terhormat nona, dan sangat berterima kasih atas tawaran anda pada perusahaan kami yang kecil ini "ucap tuan Ardi yang mencoba menjilat Gresia.
Di balik masker Gresia tersenyum miring, karena benar akan dugaannya.
Alex kembali duduk di kursinya , dengan tatapan yang enggan pada mereka yang di sana.
" Apakah masih lama?? "tanya alex yang tiba-tiba berucap di tengah perbincangan meraka.
Gresia melirik nya dengan tatapan dingin dan sinis, seraya ada pertanyaan di tatapan itu.
" Kau ikut dengan ku, gibran lanjutkan pembicaraan "Gresia menarik tangan alex dan meminta gibran melanjutkan pembicaraan.
Alka yang melihat alex di tarik paksa dia pun ikut pamit keluar mengikuti mereka berdua, kini mereka sampai di parkiran.
" Lepasin tangan gue....!! "Alex mencoba menepis namun tak bisa karena tangannya di pegang erat hingga dia merasakan sakit di pergelangan tangan.
" Masuk...!! "Gresia membuka mobil dan memaksa masuk alex.
" Aiissshhh ..... aaawwwwuuu.... "Iya meringis sembari mendesis karena sakit.
" Gresia tunggu....!!!! "ada suara berat yang memanggilnya dari arah belakang.
Gresia hanya menoleh dan masuk kedalam mobil.Alka sampai dan membuka pintu mobil.
" Kalian akan kemana?? "tanya alka penasaran karena kenapa setelah Alex berucap, langsung di seret keluar.
" Kak alka tolong aku kaka, aku tak mau dengan manusia tak punya hati ini "rengek nya meminta bantuan dari alka.
" Duduk yang benar, apa kau tak ingin pulang "ucap Gresia sembari menggerakkan gigi nya.
Alka ikut masuk ke mobil duduk di samping Alex, kini mobil melesat meninggalkan area restoran, menembus keramaian malam itu dengan keheningan tanpa kata, Gresia mengendari mobil sport nya menuju ke arah pantai.
" Hai kau ingin membawaku kemana?? "tanya Alex memecah keheningan di mobil itu.
Gresia tanpa menjawab memarkirkan mobil, turun dari mobil dan masuk ke area pantai.
" Ibu, tante apa kah kalian bahagia di sana, apa kalian tahu aku baru saja bertemu dengan ayah kaka dan yang lain, kita keluarga besar berkumpul, hingga ibu dan saudari tiri "Gresia memandang langit yang bertabur bintang yang di terangi rembulan yang bulat sempurna.
Alka yang mengikuti Gresia turun dari mobil dia berniat menghampiri sang adik.
" Ibu, tante tenang lah kalian aku pasti akan menjaga adik ku, dengan segalanya, aku tak akan membiarkan tante Asti untuk mencelakai nya, karena aku tau dia masih mengingat Alex dan ingin membalaskan dendam nya atas tante Astrid "Gresia berbicara lirih dan tak terasa butiran bening lolos dari pelupuk mata nya yang tegas itu.
Alka yang mendengar perkataan Gresia, dia juga merasa terharu namun dia juga bingung, atas ucapan Gresia yang tentang dendam antara kedua tantenya itu.
" Kau pasti sudah mendengar bukan, tak perlu banyak bertanya, dan tak usah ingin tahu "tukas nya yang menyadari keberadaan alka di belakangnya.
__ADS_1
" Ahhheeee...... aku tak mendengar apa pun "ucap alka yang menjadi salah tingkah sendiri.
" Oooiiii....... kita ngapain di si ini, cepetan kita balik ini sudah malam"jerit Alex yang masih ada di dalam mobil, namun kedua kakak nya malah mengacuhkan Alex.