Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Penghianatan Gibran 2


__ADS_3

Gibran yang sudah sampai di markas dia dengan tergesa-gesa, memasuki markas dan ke ruang kerjaannya yang ada di markas untuk mencari semua yang iya ketahui, dan seingatnya Gresia pernah memberi kode pin untuk masuk ke dalam ruangan rahasia tersebut.


"Nah... ketemu, aku harus secepatnya menyelamatkan mereka aku tak mau terjadi sesuatu pada mereka " gumam gibran saat sudah menemukan apa yang iya cari.


Gibran menghubungi lawan untuk bertemu di tempat yang sudah di tetapkan oleh gibran, sebelum iya benar-benar pergi untuk bertemu, iya memastikan jika kode tersebut masih berfungsi.


"Tuan anda ingin kemana??? " tanya caca yang berpapasan dengan gibran yang berjalan ke arah ruang pribadi milik queen.


"Saya di perintah kan Gresia untuk mengambil obat yang ada di ruangannya..! " dalih nya sembari terus berjalan.


Caca percaya begitu saja dengan ucapan gibran tanpa ada rasa curiga, karena setau caca gibran memeng salah satu orang kepercayaan nya di antara dua yang lain.


Gibran berjalan dengan leluasa dan memasuki ruangan itu dengan tenang, iya menggeser salah satu buku untuk membuka salah satu panel buang menghalangi pintu yang ada di baliknya.


"Emh.... masih sama ternyata belum iya ganti " gumam gibran sembari mengambil salah satu obat yang ada di sana untuk buk tidak kalo memeng iya mengambil obat.


Gibran menutup kembali pintu dan panel penghalang nya, lalu keluar dari ruangan tersebut.


Gibran berjalan ke bawah dan di sana iya bertemu dengan suster sindi dan caca yang sedang berbicara.


"Caca apa kamu ada melihat cristian??? " tanya gibran yang masih panik akan keberadaan cristian yang belum ada kabar.


"Oh benar.. ca aku juga tadi di hubungi dokter zai dia menanyakan keberadaan nona cristian, apa kamu ada melihat nya?? " suster sindi pun teringat akan panggilan tadi dari dokter zainal yang menanyakan cristian.


Dan pas sekali gibran bertanya tentang hal itu pada caca jadi sekalian iya pun bertanya.


"Oh... tadi pagi sih beliau pamitan pada saya untuk ke rumah sakit , bertemu anda tuan gibran " jawab caca karena seingat nya saat cristian pamitan tadi dia ingin ke rumah sakit .


"Tapi dia tak ada sampai ke saya?, apa dia ada mengatakan akan pergi kemana dahulu atau akan kana setalah itu?? " tanya gibran lagi yang masih penasaran.


"Tidak ada sih, coba di hubungi saja dulu tua ?? " ujar caca menyarankan pada gibran.


"Jika dia menjawab panggilan saya, saya tak perlu bertanya pada mu caca,..! " ketus gibran dengan datar dan berlalu pergi dari markas.


"Apa kamu benar tak tau nona cristian pergi kemana caca?? " tanya sindi lagi memastikan.


"Tidak.. dia tadi hanya menitip pesan ingin pergi ke rumah sakit dan jika dokter yang aku panggil sudah tiba suruh menghubunginya udah seperti itu saja, memeng kenapa??? " jawab caca dengan yakin atas apa yang iya ketahui.


"Tidak... cuman merasa bingung saja, sampai dokter zai menelpon ku untuk bertanya masalah itu " jawab sindi.


"Oh... ya sudah kau kembali lah ke tempat mu untuk merawat nyonya youn, saya juga masih banyak pekerjaan yang harus di kerjakan " ujar caca menyuruh sindi kembali ke tempat dimana nyonya youn di rawat.


"Baik terimakasih atas bantuannya " ujar sindi sebelum iya pergi.

__ADS_1


Caca mengangguk mengiyakan dan kini keduanya sibuk dengan urusan masing-masing, hari sudah siang yang nama suatu orang di kantor pergi untuk istirahat sekedar makan siang mengisi perut yang sudah meminta di isi. begitu juga dengan cristian, iya sedari tidak ada menyentuh ponsel nya itu.



Sedangkan kini alex sedang berjalan menuju ke masuk menuju ke restoran yang telah iya BOKING untuk bertemu dengan sang ayah.



"Bara ingatlah kau, diam saja nanti di sebelah ku ,jika nanti iya bertanya padamu kau jawab seperlunya saja " ucap alex mengingatkan bara.



"Ya tuan " jawab nya sembari mengikuti alex dari belakang.



Alex melihat tuan glen yang telah lama menunggunya di situ dengan ditemani oleh sekertaris nya.



"Selamat siang maaf saya terlambat..! " ujar alex dengan muka datar dan langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan.




"Kalo boleh tanya, ada apa anda ingin bertemu dengan saya?? " tanya tuan glen yang masih belum tahu sampai sekarang kebenaran kalo alex adalah anak nya juga.



"Tidak ada saya adanya ingin bertanya beberapa hal pada anda tentang mengenai, putri kedua keluarga youn yang hilang tak tau dimana keberadaan nya, dan yang saya ketahui dari kabar jika terakhir kali beliau ada di rumah keluarga glen " ujar alex dengan tenang iya bertanya.



Tuan Ardi glen terkejut ada seorang pria muda bertanya prihal keluarga youn padanya, yang mana memang sempat dulu putri kedua keluarga youn tinggal di kediaman nya, namun seingat tuan Ardi setalah kejadian itu Astrid pergi menghilang entah kemana bagaikan di telan bumi.



"Maaf jika saya lancang kalo boleh saya juga bertanya anda siapanya dari keluarga youn?? " tanya tuan Ardi dengan sedikit ragu.



"Saya.. hanya seorang kerabat saja di keluarga youn, dan saya di suruh oleh kakak saya untuk mencari keberadaan bibi saya yang bernama Astrid youn " ujar alex lagi.

__ADS_1



"Maaf.. tuan saya tak tahu keberadaan nona Astrid, terakhir kali iya berpamitan dari rumah saya untuk kembali ke keluarga youn " ujar tuan Ardi dengan agak sedikit keringat dingin saat di tanya perihatin tersebut.



"Eh... bukanya pria ini pernah bertemu denganku saat di pertemuan, aku dengan tuan gibran dan bisa nya dulu untuk membahas sebuah kerjasama?? " gumam tuan Ardi di dalam hati.



Namun saat di perhatikan dengan lekat tuan Ardi sedikit terkejut karena muka anak remaja di hadapannya mirip dengannya dari bagian mata dan bibirnya, namun dari keseluruhan wajahnya mirip dengan Astrid youn nona kedua keluarga youn .



"Apa anda tidak tau, semenjak itu Nyonya Astrid tak pernah kembali ke kediaman youn, apa kau sebagai kakak ipar tak pernah mencoba mencari yang, dan nyonya nabila tkada memberikan tahu ku dan menyarankan untuk mencarinya ?? " ujar alex yang mulai kesal karena ayahnya banyak membohonginya.



"Tidak ada nabila tak pernah, mengatakan kalo adiknya itu hilang, kalo saja dia ada mengatakan itu pasti saya akan membantu mencarinya " jawab cepat tuan Ardi.



"Kenapa anak ini ini sangat mirip aku dan Astrid, apa kah iya anak dari hasil perbuatan ku dan Astrid kalau itu?? " tanya taun Ardi didalam hatinya saat memastikan kalo alex memeng mirip dengannya.



Perbincangan yang cukup menguras waktu itu, membuat alex kesal iya berpamitan untuk kembali lebih awal karena hari pun sudah sangat siang.



Sedangkan di tempat gibran kini bertemu dengan musuh iya sedang berbincang dengan seorang pria yang menggunakan masker di hadapannya.


"Bagai mana apa kau sudah mendapatkan apa yang aku minta??? " tanya orang itu pada gibran.


"Ya barang itu sekarang ada di tangan ku, tapi aku ingin kau melepaskan meraka dulu, di hadapan ku sekarang juga maka akan aku serahkan juga " ujar gibran melakukan tawar menawar.


"Oh... tentu tak semudah itu. kau buktikan dulu kalo yang kau berikan bukan kunci yang salah, setalah aku mendapatkan apa yang aku cari makan semua yang aku tawarkan kemaren akan menjadi milik mu " ujar orang tersebut pada gibran.


Gibran yang tak berpikir panjang pun, mengikuti ucapannya , dan memberikan kunci yang iya pegang, dan mereka mengatur waktu untuk bertemu dan menjalankan misinya nanti malam, dan gibran sebagai orang dalam yanga kan mengalihkan mereka, dan membiarkan musuh masuk dengan leluasa.


"Sampai berjumpa nanti malam " ujar sang lawan sembari tersenyum sinis merasa iya menag di balik masker yang iya kenakan.


Gibran bersiap untuk kembali lagi ke markas, karena iya juga berpikir untuk tak membuat semua orang di markas celaka dan ada yang terluka iya mencoba untuk mengambil serbuk obat tidur yang ada di penyimpanan ruang pribadi milik queen lagi.

__ADS_1


Gibran berencana membuat semua orang tertidur dan akan membiarkan musuh masuk dengan leluasa tanpa harus ada tumpah darah di antara mereka, gibran juga pergi ke ruang CCTV untuk memastikan semua sistem kemanan dan semua CCTV yang ada di markas tersebut.


__ADS_2