Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Dendam tak seberapa


__ADS_3

Makanan sudah di pesan keduanya hanya tinggal menunggu, pesanan di antar ke meja dan di hidangkan .


"Bagai mana ke adaan di Indonesia, dibuang terakhir?? " sea angkat bicara.


"Biasa saja tak ada yang berubah " jawabnya dengan tanpa memandang ke arah sea.


"Oh" ujar sea lalu kembali bermain game di ponselnya sembari menunggu.


Gresia sekilas memandang ke arah sea lalu dia bangkit dan pergi ke luar, untuk menuju ke parkiran.


"Tuan makanan nya sudah siap " ucap pelayan yang baru saja selesai menyajikan hidangannya.


Gresia kembali dengan membawa paper bag. dan menyimpannya di hadapan sea.


"Apa ini?? " tanya nya penasaran.


"Makan lah dulu makanan mu setelah itu kau pulang bawa mobil ku aku masih ada pekerjaan, " Gresia menyerahkan kunci mobil lalu pergi ke arah kasir dan membayar semua pesanan yang biya pesan tadi , dan pergi meninggalkan restoran.


"Cih aneh dia yang mengajak ku makan tapi dia yang pergi begitu saja dasar aneh. " gerutunya sembari menyendok kan makanan.


Ternyata Gresia tak langsung pergi dari restoran tersebut melainkan dia masih ada di parkiran dan melihat sea dari sana di dalam mobil, yang baru saja di bawakan oleh anak buahnya.


"Maaf cukup bahaya jika aku terlalu lama di dekat mu jadi hanya bisa begini " ucapnya dengan muka yang sedih.


Tengah apa alasannya Gresia tak bisa selalu dekat dengan sea.


Sudah cukup lama dia memandang ke arah sea dia pun pergi dari area restoran, dan pergi ke arah kantor lagi untuk mengambil sebuah data sebelum dia jalan-jalan seperti hobinya itu.


Sea yang sesudah selesai makan dia bangkit dari duduknya dan tak lupa membawa paper bag yang ada di meja, dia kelahiran mencari mobil , yang iya tumpangi tadi dengan Gresia tapi tak ada di sana, saat dia menemukan mobilnya dengan menggunakan sensor jarak jauh dia menemukan mobil sport keluaran terbaru dari perusahaan ternama di Amerika itu.


"Heh ternyata dia masih mengetahui hobi ku " gumamnya sembari menarik ujung bibirnya perlahan.


"Eh lalu apa yang di dalam ini?? " tanyanya pada diri sendiri tentang isi paper bag yang biya jinjing.


Saat iya sudah masuk kedalam mobil iya membuka isi paper bag tersebut , betapa terkejutnya sea, saat melihat isinya tersebut yang merupakan VCD player, sea yang penasaran dia pun memutarnya di mobil tersebut.


Saat melihat video di dalam nya membuatnya semakin terkejut, di sana menampakan seorang setengah baya yang sedang dirawat di rumah sakit, dalam keadaan vegetatif, yang bertahan hidup dengan bantuan banyak alat bantu.


"Ibu..! " ucap sea dengan suara lirih.


Dia langsung tersadar lalu menghubungi Gresia, namun sayang Gresia tak dapat di hubungi, sea pun menghubungi yang lain namun tak ada yang tau keberadaan Gresia, meraka juga menghubunginya namun tak bisa terhubung. sea menghubungi bara, namun bara mengatakan memang baru Sanan Gresia ada ke kantor, namun sudah pergi kembali dan tak tau kemana.


"Aaaaaaakkkkkhh kemana sih tuh orang sudah memberikan kan ini padaku malah pergi tak taun kemana " Sea mengendari mobil sport yang diberikan kakak nya itu dengan kecepatan sedang sembari menyusuri semua kota untuk mencari keberadaan Gresia.


"Kaka bodoh kau dimana sih sekarang, aahh kenapa aku cari kau sulit sekali, sebenarnya kau ini kemana sih, aku ingin bertanya semua nya dan akun ingin jawaban nya sekarang juga dari mulut mu " gumamnya sembari memegang erat setir dan melihat kiri kanan untuk mencari keberadaan Gresia.


Sedangkan kini Gresia sudah berada di bandara untuk penerbangannya menuju ke Miami bagian selatan Amerika.


"Heh ๐Ÿ˜’aku harus segera pergi kalo tida akan hancur semua rencana ku " Gresia segera menaiki jet pribadi nya.


Sebenarnya bara tau kalo Gresia pergi ke mana, namun dia sudah di beritahukan jangan banyak bicara dengan sea mengenai apa yang di tanyakan nya nanti.

__ADS_1


Kini hari sudah berganti malam sea yang putus asa karena pencariannya tak membuahkan hasil, dia pulang ke rumah dan melihat bara yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"Anda dari mana saja tuan ini sudah sangat larut?? " tanya bara dengan gaya nya seperti biasa.


"Tak usah banyak tanya aku lelah minggir ...! " bentak sea langsung pergi ke kamar dan membanting pintu.


'Baaammm'


"Aaggghhh sebenarnya dia kemana, aku hanya mau menanyakan dia menemukan video ini dari mana?? , tapi mengapa dia hilang bagai kan di telan bumi" yang tadinya pintar karena tak sabar dan terburu-buru sea mendadak jadi bodoh dan tak berpikir panjang.


Sea membanting badannya ke atas kasur dia memandang langit-langit kamar dan berpikir, ternyata selama ini ibu nya masih hidup, lalu siapa yang dulu di makamkan.


"Mungkin kah ibu di sembunyikan oleh orang yang lebih kuat , atau organisasi yang lebih kuat dari Golden Eyes, tapi siapa mereka, setahu ku aku tak pernah menemukan yang lebih berkuasa atau kuat di dunia bawah selain golden eyes" ucap nya pada diri sendiri.


'Tok... tok.. tok... tok.. '


Suara ketukan dari balik pintu yang membuat sea tersadar sari lamunannya, dia bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.


'Ceklek'


"Ada apa.. ?"tanya nya yang kini menjadi dingin.


" Tuan ini tadi ada pesan dari queen, sebelum pergi menyuruh saya memberikan ini pada anda, dan dia juga berpesan, anda tak bisa kembali ke Indonesia, tanpa seizin nya atau keluar dari benua Amerika " ucap bara menyampaikan pesan apa yang di katakan Gresia tadi, sembari memberikan sebuah paper bag yang lumayan besar.


Sean mengambilnya dan kembali menutup pintunya.


"Apa lagi ini" ketuanya sembari melemparkan paper bag itu ke sofa.


Kini Gresia sudah sampai di miami, dia langsung berjalan ke arah parkiran Bandara dan memasuki mobilnya yang sudah terparkir di sana . Gresia menancap gas dan langsung menembus jalanan malam kota miami untuk menuju ke arah markas yang ada di benua Amerika tersebut.


"Semoga saja masih aman " ucapnya sembari menggertak kan gigi nya.


"Keluarga santoso dendam dan rasa sakit ku karena anak mu masih belum pudar, dan sekarang kalian mau memulai lagi pertarungan dengan ku jangan harap ada rasa belas kasih " ucap nya sembari menggenggam erat setir dengan tatapan tajam ke depan.


Tak berapa lama sampai lah Gresia di markas dia melihat markas di sana sudah setengah hancur dan banyak bawa hanya yang tumbang akibat bom.


"Cih permainan kalian ternyata sangat matang, memikirkan untuk membom tempat ku " Gresia sudah mulai kesal dia turun dari mobilnya.


Masih bergema suara tembakan di mana-mana Gresia dengan santai melangkah di tengah-tengah pertempuran itu untuk masuk ke markas bagian belakang.


"Queen anda sudah tiba, mari saya bantu anda masuk ke dalam " ucap salah satu bawahan yang melihat kedatangan Gresia.


"Emh, yang lain mana, apa bagian belakang masih aman ?? " tangannya dengan aura yang datar.


"Bagian belakang aman queen, namun tuan Bob yang anda kirim kemari untuk membantu dia terluka parah queen" jawab bawa hanya sembari berjalan dan berjaga.


"Kau lanjut saja aku akan masuk sendiri " ujarnya sembari berjalan.


Dari kejauhan dari pihak lawan ada yang melihat keberatan Gresia dia mulai membidik untuk menembak ke arah nya.


'Dor... dor.. dor. dor.. dor.. '

__ADS_1


Gresia menembak duluan dan semua pihak lawan yang membidik nya gagal membidik dan menembak.


"Cih sok mau menembak ku emang kalian punya kualifikasi apa?? ๐Ÿ˜ˆ"senyum mematikan nya terlihat kembali di wajah cantik nya.


'Prok... prok... prok prok... '


Terdengar suara tepuk tangan dari arah pintu masuk yang ada di aula tersebut pun menoleh ke asal suara, dan terlihat seorang wanita yang memasuki suka tersebut yang mengenakan masker dan bertopi.


" Dion Santoso ternyata kau cukup bertali besar untuk menyerang kemari heh" ucapnya sembari mencaci di akhir kalimat.


"๐Ÿ˜๐Ÿ˜Untuk apa aku takut pada kalian, karena kita sama memakan nasi dan menapak di atas bumi, jadi anda nona nak perlu sombong.. " cerca nya balik .


Di aula tersebut terlihat Bob yang sudah mulai melemah karena serangan dan siksaan oleh pihak lawan.


"Dion Santoso jangan hanya karena dendam mu yang tak seberapa ini membuat adik tercinta mu itu ikut mati mengenaskan di tangan ku " gertak Gresia dengan adiknya yang tinggal satu-satunya adik dari dion santoso.


"Cih.... kalian memang lemah beraninya mengancam dengan nyawa orang yang tak berdosa....!!! " dion mulai ter provokasi oleh perkataan Gresia.


"Untuk apa kau bersusah payah untuk melawan ku, hanya membalaskan dendam orang yang tak berguna di keluarga kalian , seharusnya kalian bersyukur atas kematian nya, ingat lah dion santoso aku bisa membunuh dimasa santoso dengan tangan ku sendiri, apa lagi untuk membunuh itu hal yang mudah ๐Ÿ˜" ucap Gresia berbicara di sebelah telinga dion.


"Apa lagi kau tak memiliki kelebihan apa pun, ilmu bela diri mu dan senjata mu hanya baru pemula , jadi sebelum kau mati sia-sia sebaik nya menyerah, agar keluarga santoso tak akan kehilangan satu putranya lagi " ucap gresia lagi dengan melewati dan duduk di sofa yang ada di aula tersebut.


"Heh kau kira aku takut nona dengan ancaman murahan mu itu...!! " bentak nya sembari mengacungkan pistol ke arah gresia.


"Queen..!!!! " teriak para bawahan gresia dan juga Bob secara serentak.


Gresia mengangkat tangan menandakan untuk mereka mundur dan tak ikut campur.


"Nona hari ini juga, jika aku mati aku harus membawa kau mati untuk membalaskan rasa sakit dan kematian untuk adik ku, jadi jangan harap untuk aku menyerah " ucapnya dengan mantap sembari perlahan dion sudah ingin menarik pelatuk pistol tersebut.


Gresia dia hanya terduduk santai tanpa ada perlawanan atau, pergerakan untuk menghindari dari serangan yang akan di lakukan dion.


'Dor.... dor.... dor... '


Tiga tembakan melesat ke arah Gresia namun dengan cekatan dan Gresia secepat apa pun peluru itu melesat ke arahnya, namun dia masih bisa menghindar.


"Cih masih amatir coba-coba ingin membunuh ku denah mainan mu itu , jangan bermimpi sebelum tertidur " cerca Gresia dia pun mengangkat pistol milik nya dan.


'Dor... dor.. '


Dua tembakan melayang ke arah lengan dan lutut dion, yang membuat pistolnya terlepas dan dia terjatuh di lantai.


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan


like


dan


komen nya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2