
Hari kini sudah berganti siang yang mana Gresia juga baru saja sampai di bandara internasional kota M, iya langsung bergegas melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju markas, iya sangat panik akan terjadi apa-apa pada tantenya yang berada di markas tersebut juga.
Bob yang berada di belakang Gresia dia mencoba mengejar ketinggalan dengan mempercepat juga laju mobil nya.
Sedangkan sekarang di markas semua sedang di kumpulkan oleh cristian dan Alex di lapangan markas yang mencapai 10.0000×25.0000 km2, yang mana sekarang cuaca yang sangat panas, cristian yang lupa akan keberadaan suster sindi dan nyonya youn di dalam markas.
"Pasti kalian sudah tau mengapa saya mengulang kalian semua di sini....!! " cristian berjalan ditengah barisan orang itu sudah sekitar 3jam dan iya mulai mengetahui, ada orang baru tak ikut serta di sana.
Caca yang ada di belakang cristian, mendapat kode sedari tadi dari cristian yang mana iya mengacungkan jadi yang berati dia sedang menghitung meraka, dan di sana caca sudah mengingat sekitar 4 orang yang tak ada.
"Memeng dalam hal ini kita tak ada yang mati atau pun kerugian besar bagi markas, tapi saya tau di sekitar sini ada penghianat yang sudah tau seluk beluk markas dan mematikan sistem serta CCTV ....!!! " ujar cristian tegas iya berjalan kembali ke bagian depan.
"Apa kau sudah bisa memulihkan sistem dan apa kamu sudah dapat menyimpulkan siapa pelakunya??? " tanya cristian dengan pelan kepada Alex yang masih sibuk dengan komputernya.
"CCTV di matikan aku tak bisa tau siapa pelakunya, namun sadari tadi aku berulang melihat rekaman terakhir hanya terlihat kak gibran yang terlihat mondar-mandir keruang CCTV dan keamanan lalu aku melihat juga beberapa kali iya masuk ke ruangan pribadi queen" jawab Alex yang terus mencoba mencari pelaku.
"Pa yang dia lakukan, apa kau tau caca??? " tanya cristian karena saat itu cristian melihat jika sebelum CCTV mati caca berbicara dengan gibran.
"Maaf nona yang saya tau saat itu tuan hanya bilang ingin mengambil obat yang di suruh queen yang berada di ruangan tersebut, selain itu saya tak berani bertanya apa yang beliau lakukan " jawab caca yang masih merasa bersalah itu.
"Iya , tak ada hal yang mencurigakan lainya selain iya terus berulang kali membuka ruang rahasia" ucap alex.
"Untuk apa??!! " tanya cristian dengan bingung.
Di saat pemikiran meraka masih di bingungkan dengan gibran yang berulang kali terlihat di rekaman cctv, tiba-tiba Gresia yang sudah sampai dengan wajah emosi menghampiri mereka.
"Queen....!!!! " ujar mereka semua terkejut saat melihat Gresia.
"Dimana gibran...!! " tanya Gresia dengan penuh emosi.
"Gre..... emh... Queen... anda sudah kembali , maaf queen atas kelalaian kami, kami janji akan segera menemukan pelakunya "cristian mencoba berbicara dan mencoba meredakan emosi Gresia.
" Aku tak suka mengulang perkataan ku cepat jawab...!!! "Bukanya mereda malah yang ada semakin emosi Gresia meningkat.
"Maaf queen kami tidak tau, tuan gibran pergi kemana " jawab Alex untuk mempersingkat.
"Bodoh...... kalian semua bubar.....!!!!! " Gresia mengumpat cristian, caca dan Alex setelah itu membubarkan semuanya.
"Bagai mana ini, kenapa Gresia tiba-tiba pulang dan kenapa dia menanyakan gibran??? " cristian panik karena kemarahan Gresia tersebut.
"Kamu bisa diam tidak aku juga pusing....!!, tapi dari nada bicaranya saat menanyakan kak gibran sepertinya queen mencurigai kak gibran sebagai pelaku, " ujar Alex yang menyimpulkan pemikiran nya.
Namun Alex juga masih bingung karena, iya juga melihat orang yang asing di matanya terlihat di bagian dapur setelah gibran beberapa langkah keluar dari bagian dapur.
"Maaf tuan tapi menurut saya itu gak mungkin kan, bukanya queen sendiri yang menyuruh gibran mengambil obat ke ruang rahasia "ujar caca yang ikut bicara.
" Emh.... tapi aku juga melihat kak gibran yang terakhir berada di ruang cctv , sebelum cctv itu mati "Alex semakin bingung harus berbuat apa lagi.
Sedangkan kini di mana di tempat keluarga aditama ditahan, gibran dan para bawahan musuhnya itu sampai di salah satu rumah yang cukup mewah terlihatnya.
__ADS_1
" Ketua..... maaf.. ketua, mereka di rebut oleh orang-orang yang tidak di ketahui "salah satu penjaga rumah itu memberi laporan pada ketua kelompok mereka yang bersama gibran.
" Apa maksud kalian....!!! "gibran dengan emosinya menarik kerah baju penjaga itu.
" Hai... hei.. kau ingin mati, ingat lah kau sedang berada di tempat kekuasan siapa...! "ucap ketua mereka pada gibran yang sedang emosi itu.
" Sekarang tak ada tangung jawab kami lagi keluarga mu sudah tak ada di tangan kami "ujar orang itu dengan seringai nya.
" Heh... kalian berhianat, kalian tak menepati janji kalian....!! "Gibran emosi dan berkelahi meski dia menahan sakit bekas operasi yang masih belum kering itu.
Gibran yang kalah jumlah iya pun terkapar di halaman rumah itu, dan di biarkan tanpa ada yang membantunya.
Sedangkan di dalam rumah tersebut meraja sedang berkumpul membahas siapa yang telah merebut keluarga aditama dari tangan mereka.
"Tidak ada sama sekali ketua, mereka sangat rapi dalam melakukan nya hingga kami pun tak bisa menyadarinya " jawab nya.
"Sebaiknya kita periksa dahulu cctv, siapa tau kita dapat menemukan petunjuk " ujar nya.
"Ketua... memangnya untuk apa lagi keluarga aditama itu bukannya yang kita cari sudah kita dapatkan, lalu untuk apa lagi mereka??? " tanya salah satu orang yang ada di sana.
"Itu masih berguna untuk kita, karena pastilah tuan muda aditama itu tak akan bisa berbuat apa-apa, tapi kalo seperti ini kemungkinan dia bisa mencari tahu identitas kita dan menyerang dengan kekerasaan nya di golden eyes " jawab nya.
"Lalu kenapa tak kita tahan saja tuan muda aditama itu..?? " tanya nya lagi.
__ADS_1
"Iya benar juga ketua apa kata dia, kenapa tak kita tahan saja tuan muda itu saja , agar tak bisa untuk melawan kita ..?! " kata yang lain.
"Tak usah, karena jika iya di tahan kita tak akan tahu semua rahasia golden eyes, tapi sekarang kita tak ada lagi untuk mengancamnya karena Sandra sudah tak ada di tangan " Si ketua bangku dan memperjelas layar monitor saat menunjukan orang di dalam video.
"Hais..... ternyata mereka orang-orang golden eyes, yang merebut kira akan sulit untuk merebutnya kembali " umpat si ketua saat sudah melihat simbol yang ada di jas mereka.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ketua??? "tanya penjaga itu.
" Sekarang kita hanya bisa menunggu perintah dari tuan saja, karena kita tak boleh berbuat gegabah "ujarnya hanya menunggu perintah dari atasan mereka.
Sedangkan gibran yang ada di luar di selamat kan oleh orang-orang dari golden eyes yang ingin memantau pergerakan musuh di situ, namun mereka malah melihat gibran yang terkapar, mereka pun bergegas menyelamatkan gibran terdahulu.
Kini keadaan Gresia yang sedang emosi masuk kedalam ruangan nya dan melihat ke ruang rahasia, betapa terkejutnya semau barang di situ termasuk senjata dan obat-obatan hilang ludes tak bersisa.
"Sial...... " umpat nya.
'Prakkkkk.... prakkkkkk...... prakkkkk... 'semua barang yang ada di ruangan rahasia itu menjadi pelampiasan emosi Gresia yang sudah memuncak itu.
"Jika kau ada di hadapan ku akan ku kuliti hidup-hidup kau gibran.....!!!! aaagggghhhh..... sial....!!!! "Gresia berteriak mengamuk tak terkendali.
Karena ruangan itu kedap suara jadi orang-orang tak ada yang tau kalo dia sedang mengamuk. Namun Alex yang penasaran iya masuk ke ruangan pribadi milik Gresia itu dan iya mendengar ke gaduhan di ruangan rahasia saat iya membuka pintu Alex terkejut karena semuanya sudah hancur dan badan Gresia sudah penuh darah nya.
Karena terluka terkena pecahan kaca ati barang-barang yang iya lempar dan hancurkan.
"Cukup..... hentikan kegilaan mu....!!!! " teriak Alex menghentikan Gresia.
Gresia yang sedang mengamuk itu terhenti dan menoleh ke aali suara teriakan.Gresia dengan tatapan dingin dan membunuhnya itu menghampiri Alex.
'Pakkkkkk..... 'tamparan keras mendarat ke pipi Alex hingga meninggalkan bekas di pipi putihnya itu.
"Pergi dari sini atau mati...?! " ucap Gresia dengan nada memburu.
"Kau gila...... orang yang berkhianat kau yang rugi dengan menyakiti sendiri seperti ini...! " ujar Alex untuk menenangkan amarah Gresia.
"Aku tak suka mengulang kata, pergi....!!!!! atau mati..!!! " ucap Gresia lagi.
Alex yang tak ingin menambah masalah iya pun pergi dari ruangan itu, kelakuan Gresia ini sama dengan saat iya di khianati oleh dimas terdahulu. Mengamuk tanpa pun dan menghancurkan semuanya.
__ADS_1