
Perawat itu kembali untuk melakukan tugas nya dan alex masuk ke dalam ruangan dia melihat cristian yang masih terbaring di hadapannya dia pun menghampiri dan duduk di kursi yang ada di sana sama bil memegang tangan cristian.
"kak kenapa kaka bisa seperti ini siapa yang melakukan ini sama kaka bilang padaku akan ku bantai habis mereka "
alex yang merasa lelah juga yg baru kembali dari kota K dia pun tertidur sambil memegang tangan cristian, di saat itu juga caca sampai di rumah sakit langsung masuk keruangan rawat gibran yang mana di sana masih ada dokter zainal yang baru selesai memeriksa tubuh gibran.
"zai tuan muda mana??, ini air rebusan cacing yang dia minta sudah ku bawa ??! "
"heh tuan muda ada di ruangan saya, dan untuk apa air rebusan cacing caca?? "
"aku tak tau tuan muda yg meminta , sesudah aku ke sana dulu "
"ya sudah kita bersama saja aku juga sudah selesai pemeriksaan, "
"oh bagai mana keadaan nya zai?? "
"makin buruk caca racun sudah bereaksi tu hampir mengenai saraf "
"lalu apa yang harus kita lakukan zai, kalo ada apa-apa habis lah kita di tangan tuan muda zai "
"iya caca tp kita mau bagai mana lagi kita belum menemukan penawarnya, ya sudah masuk dulu caca "
Neraka sampai di depan ruangan zainal, mereka nasib kedalam dan melihat alex yang ter tidur sambil memeluk tangan cristian.
"ternyata tuan muda sedang tertidur, ya sudah kita tunggu sampai dia bangun "
"iya caca aku tak mau terkena pukul oleh nya "
"heh apa kau di pukul olehnya zai?? "
"tida cuman hampir terkena bogeman mentah darinya, pas dia tau cristian di ruangan ku sedang terluka "
"ohh itu maklum kamu tau, di antara tiga orang nona Gresia, nona cristian, dan tuan gibran mereka jangan di ganggu kalo di ganggu dan tuan muda tau maka orang yang menggangu itu akan mati di tangannya zai "
"seseram itukah ca anak sekecil dia?? "
"ya kita yang melihatnya seperti biasa malah kita gemas melihat wajahnya itu yang manis sifatnya yang maja tp kalo sedang marah dia hampir setara dengan nona Gresia."
"kamu benar ca dia tadi saat menatap ku seperti harimau kelaparan dan saat menghempas kan aku kekuatannya juga sangat kuat "
"heh itulah kita tak dapat menilai bahwa yg kecil terlihat imut itu lemah "
Ditengah pembicaraan meraka cristian terbangun dari tidurnya dan melihat alex yang ada di sampingnya dan mendengar semua pembicaraan zainal dan caca ,cristian hanya tersenyum sendri.
"apa kalian setakut itu pada bocah ini?? "
"ehh nona cristian anda sudah sadar "
"cris kau sudah sadar "
"ya ini aku bukan bocah ini "
cristian berbicara sambil menoel pipi alex yang tertidur, sontak alex pun terbangun.
"kak caca kau sudah di sini sejak kapan?? "
tanya alex yang langsung melihat ke arah caca
"sudah dari tadi tuan "
"kenapa kau tak bangun akan aku, malah asik duduk kencan bersama dokter sialan ini "
__ADS_1
"hei bocah kau tak boleh berbicara seperti itu "
"mana yang ku suruh kau bawa, sudah kau bawa, kenapa tak dari tadi cepat lah minum kan itu pada kak gibran kalo tidak masukan pada infusπ‘π‘"
"alex...!! jaga sopan santun mu dia lebih tua darimu "
cristian membentak alex karena dia berbicara kasar pada caca yg biasanya memanggil kaka ini dengan kau
" ya aku tau merek lebih tua dari ku , karena lebih tua kalian tak pernah bekerja cepat dasar lamban "
"maaf tuan ini salah saya "
"alex....!!!! "
"diam lah sini barengan pada ku, kau dokter tak berguna ikut dengan ku "
Alex menarik tangan zainal keluar ruangan dan membawanya ke ruang rawat gibran, cristian yg di papah oleh caca mengikuti alex di belakang , karena takut alex berbuat kasar pada zainal.
alex membagi penawar itu menjadi dua yg setengah dia masukan gelas dan setengah nya di berikan pada zainal untuk di masukan ke cairan infus .
"cepat lah kau lakukan pekerjaan mu kalo tida nyawa kaka ku akan hilang, "
"baik.... baik... tuan "
zai melakukan tugasnya dengan rasa takut karena alex bicara dengab nada bicara yg dingin dan aura yg mengerikan seperti sedang kelaparan ingin menelan nya hidup-hidup. alex yang berusaha meminumkan ya pada gibran dikit demi sedikit.
"alex apa yang kau lakukan?? "
tanya cristian yang baru sampai keruangan itu, alex yang melihat dan mendengar perkataan cristian dia cuek dan melanjut kan pekerjanya sesudah melakukan itu alex keluar ruangan yg di ikuti caca yg memapah cristian.
"alex apa yang kau lakukan pada gibran??apa yg kau berikan?? "
cetus alex pada cristian dia bukan menjawab malah bertanya balik.
"alex jawab, aku bertanya padamu bocah π‘π‘"
cristian kesal dengan nada bicara alex
"andai dari tadi kau membangunkan ku mungkin sudah dari tadi dan sekarang kak gibran sudah sadar "
alex menunjuk pada caca
"apa yg kau maksud π‘π‘?? "
"yg ku berikan adalah penawar racun tersebut π π π π "
alex pergi meninggalkan rumah sakit dia berjalan di sekitar jalanan, dengan kekesalannya.
"nona maaf ini memang salah saya seharusnya saya bergegas membangunkan tuan muda nona ππ"
"tidak masalah ca yg penting kita sudah tepat memberi penawarnya "
"iya nona tp kalo saya tak menyepelekan tugas tuan muda tak akan marah "
"sudah lah ca sekarang kamu cari dia pergi kemana "
"baik lah nona saya akan mengantar anda keruangan dokter lagi "
"tak usah ca kau bawa aku masuk saja "
"bik lah nona "
__ADS_1
caca mengantar cristian kedalam dan men dudukannya di sofa sambil melihat dokter zainal memeriksa keadaan gibran sekarang. zainal sesudah selesai dia langsung menghampiri cristian yang sedang duduk di sofa.
"cris kenapa kau tak berbaring dan beristirahat saja "
"tak usah zai, bagai mana sekarang perkembangan gibran?? "
"dia sekarang sudah mulai membaik cris racun sudah separoh ternetral kan cris "
"bagus lah kalo seperti itu zai, oh iya zai maaf atas sifat alex padamu td yang kurang sopan "
"tak masalah cris aku tau itu karena dia panik akan keadaan kalian "
"iya zai tp tak seharusnya seperti itu "
"sudah lah kamu juga butuh istirahat "
"ya "
cristian berjalan ke ruang istirahat yang ada di ruang rawat gibran dan dokter zai dia kembali ke ruangannya .
***
kini Gresia yang baru sampai di negara B dia langsung menuju salah satu hotel di sana karena dia tak akan lama di kota B jadi dia memutuskan untuk bermalam di hotel dari pada di rumahnya, di saat Gresia sedang menaiki lift ada seorang pria dan istrinya memasuki lift yg sama dengannya yg tak lain itu adalah tuan Ardi Glen ayah Gresia.
"Gresia??! kau di sini juga nak?? "
saat tuan Ardi melihat Gresia yang ada di sana.
"tak usah sok kenal tuan saya tak mengenal anda "
jawab Gresia pada sang ayah
"Gresia ini ayah nak masa kau lupa pada ayah mu?? "
"maaf saya memang tak mengenal anda permisi saya duluan "
Gresia keluar dari lift itu langsung pergi ke arah luar lobi untuk langsung masuk mobil dan dia meluncur meninggalkan area hotel.
"ayah apakah benar nona tadi itu putrimu?? "
"iya dia adalah putriku "
"terus kenapa dia seakan tak kenal padamu "
"entah lah anak durhaka itu masih saja keras kepala dengan pemikirannya sendiri "
"ya sudah kita juga akan mencari sarapan dulu yah udah itu kamu masih harus meeting dengan perusahaan terbesar ke 2 "
"benar yang ibu katakan "
Tuan Ardi dan istri melangkah menuju Restoran untuk sarapan pagi, sedangkan sekarang Gresia yg sudah sampai kantor dia langsung duduk di kursi kebesarannya.
"Bara kau cepat urus semua ruang meeting dan semua persiapannya , karena kita akan mengadakan meeting tak lama lagi "
"baik buk saya permisi "
"emmm "
Bara pergi untuk mempersiapkan ruangan dan semua persiapan yang di butuh kan untuk di meeting nanti.
πππππππmakasih ya yang udah setia baca novel author jangan lupa buat dislike komen and vote nya ya πππ
__ADS_1