
Caca yang baru saja kembali dari tempat penyimpanan dia menyimpan beberapa belati di samping kursi tempat duduk alika.
"Queen ini yang anda minta saya ambilkan " caca menaruh dan berdiri di samping alika.
"Emh, tapi sepertinya kurang seru kalo hanya bermain lempar belati, bagai mana kalau kita main potong atau kuliti saja. Biar seru dan rame ππ" seringai nya sembari memainkan belati di tangan nya.
Saat sedang asik memainkan belati nya, Tiba-tiba dari meraka mereka yang berjaga di luar datang masuk menghampiri ke arah caca dan membisikan sesuatu.
Caca menganggu mengerti dia pun pergi kembali berjaga di luar.
"Queen, di luar ada tuan muda alex yang ingin bertemu dengan anda secara pribadi, dan di sana juga sudah ada nona muda kusuma " bisik caca pada alika, memberitahukan bahwa ada orang yang ingin menemuinya .
"Emh π, kali ini kalian lolos tapi jangan harap untuk lebih lama lagi bernapas, jaga mereka dengan baik aku kan keluar sebentar " alika melempar belati ke arah caca dan berlalu pergi keluar.
Kini alika sudah berada di ruang tamu markas iya melihat dia sana ada alex dan Laras yang sedang berbincang, meski alex tak terlalu menanggapi perkataan wanita yang ada di sebelahnya.
Alika langsung duduk di sofa yang ada di hadapan mereka tanpa kata hanya menampakan muka datar dan aura dingin.
"Nona saya kemari ingin menjemput papah saya " Ucapnya tutup poin.
"Oh apa jaminan mu untuk mengambilnya dari tangan ku?? " ucap wanita cantik yang di ngin di hadapan mereka tersebut.
"Kalo kau tak melepaskannya makan kau akan mati sekarang juga " laras mengambil pistol yang sudah iya pedagang sedari tadi dan menodongkan ke hadapan alika.
"Heh apa kau mampu untuk melakukanya?? πingat lah sekarang kau sedang berada di mana?? jangan menggali lubang kuburan mu sendiri, dasar idiot " umpat alika sembari melihat ke arah pistol yang di arahkan padanya.
"Cih... jangan besar mulut kau, mari kata buktikan siapa yang akan mati di sini kau atau aku " laras mulai menarik pelatuk pada pistol tersebut dengan perlahan.
Alex yang sedari tadi hanya menyimak tanpa berbuat apa atau mengatakan apa. Dia hanya melongok ke arah pistol yang laras pegang karena sepertinya iya hapal senjata itu milik siapa.
Alika hanya melihat malas ke arah alex, kerena sedari tadi mengatakan untuk iya kembali tapi ternyata iya masih berada di kota tersebut.
Alika hanya tersenyum miring pada laras, dan langsung melompat untuk menghindari dari hantaman timah panas yang meluncur dari pistol milik laras.
'Dor... dor... dor... '
Tiga kali tembakan lolos dari tangan laras, tapi satupun tak ada yang mengenai alika, karena dengan sigap iya menghindar, alex yang melihat itu cukup khawatir dengan keadaan alika karena baru saja sadar dari pingsannya tersebut.
"Stooppp......!!! " teriak alex dengan kencang menghentikan aksi mereka berdua.
Seketika keduanya terhenti, dan melihat ke arah alex.
__ADS_1
"Nona jika anda ingin membunuh jangan disini sebaiknya anda mencari tempat yang lebih luas, dan anda harus tau siapa lawan yang sedang di hadapi, paras cantik mu akan hancur jika kau terus melawan " tukas alex dengan dingin dengan tatapan sinis nya pada laras.
Laras yang merasa sedikit heran dengan alex yang bisa berbicara panjang lebar seperi itu, karena semenjak iya mengajaknya bicara hanya anggukan atau tatapan saja iya menjawab.
"Aku tadi sudah berbicara dengan baik tapi kalian tak mau menyerahkan papah ku makan ini lah yang harus kalian terima.... !!!!" ketusnya yang sama dengan alex.
"Dia ada di tangan kami karena dia lah yang telah menyerang, jadi sebaik nya kau menyerah dan pergi karena kamu hanya sendiri di sini rak akan mampu untuk melawan " Tukas alex lagi sembari berlalu pergi meninggalkan ruang tamu.
"Pengawal.....!!!!!! tunjukan nona ini jalan keluar"teriak alika memanggil pengawal untuk menarik paksa laras keluar dari markasnya.
" Heh tunggu saja nanti, kau pasti akan mati di tangan ku wanita sialan " rasanya sembari berlalu pergi meninggalkan alika.
Alika yang tinggal sendiri di ruang tamu iya pun memegang dadanya yang sakit sedari tadi, dengan sebisa mungkin iya tahan.
"Aahh sial menggangu sekali, menjadi tak bebas untuk bergerak " Umpat nya pada diri sendiri sembari memegang dada nya yang sakit.
Alika ter duduk di sofa sembari bersandar, sakit di bagian dada karena pergerakannya tadi dan di bagian kepala yang suka hilang timbul.
"Kalo musuh tau keadaan ku seperti ini akan sangat berbahaya, mana bocah itu belum juga kembali, sudah lah aku akan mati pemasaran aaaahh kenapa aku bisa secereoboh ini dan tak bisa melihat kekuatan musuh " racau nya dengan kesal pada dirinya dan alex yang tak segera untuk kembali ke Amerika.
"Aaaahh sudah lah urusan di sini akan aku selesaikan nanti di kantor pun masih banyak yang harus di urus dan harus segera selesai " ucapnya lagi sembari perlahan bangkit dari duduk nya, dan berjalan menuju kamar yang ada di markas tersebut.
"Perasan tadi saat bertarung tak ada benturan di tubuhnya?? apa kah sebelum nya pernah ada pertarungan yang aku tak tahu yang membuat dia terbentur atau dipukul oleh musuh?? " alex memikirkan benturan yang alika dapatkan dari mana hingga bisa ada penyumbatan oksigen di bagian kepala bagian belakang.
"Aahh aku tak peduli apa yang telah dia lakukan..! tapi aku cukup penasaran, sepertinya dia juga tadi baru saja sampai di sini, kalo baru sampai lalu iya darimana??? bukan kah dia menghilang sewaktu aku direstorasi dan dia meninggalkan paper bag untu ku" banyak sekali pertanyaan di kepalanya yang membuat iya sangat pusing memikirkan itu semua.
Lama-lama iya lelah dengan pikirannya sendiri alex pun tertidur, dengan handphone di atas dadanya.
Alika melihat ke arah kamar alex yang tak terkunci bibir tipis gadis tersebut yang biasanya tak pernah tersenyum, saat melihat alex yang tertidur lelap iya tersenyum sangat manis.
"Emh sebaiknya kau istirahat dulu di sini sebelum kau kembali " gumamnya lalu pergi meninggalkan markas untuk menuju ke kantor.
****
Sedangkan di kantor sekarang gibran sedang merasa pusing karena, banyak data dan berkas yang belum selesai ada juga yang berantakan.
"Aaaiiishhh bagai mana ini mau cepat selesai, semua para pekerja tiba-tiba mengambil cuti "keluh gibran yang merasa kesal.
" Cuti kenapa mereka?? "gibran tersentak kaget saat mendengar ada suara wanita yang bertanya padanya.
" Aahh kau membuat ku terkejut, untung saja tak punya penyakit jantung kalo tida aku mati muda karena bos mengejutkan ku di jam kerja "Racau nya seperti mulut wanita yang lagi pms.
__ADS_1
" Ngapa lo orang tanya malah ngomel kaya emak-emak tetangga..??! "ucap alika menyindir nya dengan nada dan raut wajah yang kecut.
" Basing kau, aku ini pria lajang nan tampan kau sebut emak-emak heh "cetus nya tak terima di katai oleh alika .
" ππMana data yang harus aku kerjakan...!! "alika tak mau lagi menanggapi di meminta data yang perlu iya selesaikan.
" Nih semua harus nona selesaikan karena meraka akan menggunakan nya besok "cetus gibran dengan berani pada atasnya itu.
" Beri tahu mereka yang tak masuk besok tak perlu lagi kembali ke perusahaan..! "ucapnya sembari melenggang pergi.
" Emh iya tau..!! "teriknya sembari membereskan berkas yang ada di meja.
Kini perusahaan sedang sibuk, untuk istirahat sekedar untuk makan siang pun tak bisa, karena alika banyak menemukan masalah di setiap data, jadilah semua karyawan terkena imbas harus lembur menyelesaikan semua,begitu juga dengan gibran dan alika sendiri.
'Tok.... tok... tok.. '
Suara ketukan dari balik pintu membuyarkan fokus alika yang sedang mengerjakan semua data yang ada di atas mejanya.
"Masuk.... !!!"gema jawaban dari dalam ruangan mempersilahkan sang pengetuk untuk memasuki ruangan tersebut.
'Cekkklek'
Alika hanya memandang ke arah pintu melihat siapa yang masuk kedalam ruangan tersebut, dengan datar dan pandangan dingin.
" Permisi Buk.. !"ucap salah satu sekertaris di bagian humas datang keruangan alika.
"Ada apa?? " tanya nya dengan menatap ke orang tersebut.
"Saya ingin memberikan dokumen ini pada anda, dan memberi tahu kan pada ibu bahwa nanti sore ada rapat dadakan dengan tim humas " ucap sekertaris tersebut sembari menyerahkan sebuah berkas.
"Masalah humas, kalian selesaikan sendiri, cari ketua kalian kenapa harus mencari saya?? π€¨" ceria alika dengan ratapan sinis.
"Maaf buk mungkin tuan gibran lupa memberi tahu kan anda, rapat kali ini membutuhkan kehadiran anda bu "jawab sekertaris tersebut dengan berani yang sebenarnya dia merasa takut saat melihat wajah alika yang beraura dingin.
" Emh , nanti saya akan segera ke ruang rapat "ucapnya.
" Baik, kalo begitu saya permisi untuk mengecek persiapan kembali bu"ucapnya sembari membungkuk dan berlalu kearah pintu untuk kembali mengecek persiapan rapat.
"Heis mulai ceroboh, ada rapat pun tak di sampaikan, minta di ganti dia " cerutu alika sembari memijat keningnya yang pusing.
Alika membereskan semua berkas dan mematikan komputer nya, dan bersiap untuk rapat yang di adakan tim humas , sebenarnya alika merasakan berat di kepala bagian belakangnya.
__ADS_1