
Selama ini gresia dan dimas memang hidup satu atap, namun beda kamar dan mereka pun tak melakukan hal aneh seperti berhubungan suami istri dan sebagainya, Karena itu dimas yang merasa jenuh dengan hubungan mereka dia mulai menjalin kasih dengan wanita lain di luar sana.
Dulu dimas yang selalu menunda niat baik ajakan gresia untuk segera menikah, namun sekarang sebalik nya, gresia lah yang memutuskan untuk mengejar karier nya terlebih dahulu dan tak ada niatan lagi untuk menikah di dalam hatinya.
"Permisi bu ini semua yang anda minta pada saya tadi " ucap gibran sembari menyodorkan beberapa berkas ke atas meja gresia.
"Ya simpan saja, oh iya gibran bagai mana dengan ke Adana di markas akhir-akhir ini?? " ucap gresia bertanya pada gibran.
Ya gresia sudah masuki dunia mafia , tapi tak ada yang mengetahuinya selain meraka para bawahan nya di markas , asisten dan sekertaris nya itu, dimas pun tak mengetahui prihal itu.
Tapi perihal dimas memasuki dunia mafia dia tahu dengan jelas meski tak di ber ibrahimovic secara langsung oleh dimas.
"Keadaan di markas selama ini tak ada masalah bu, cuman baru-baru ini Caca baru saja merekrut bawahan baru dan sedang dalam proses pelatihan " jelas gibran secara detail tentang apa yang iya urus dan ketahui.
"Ok, kau terus saja pantau karena untuk sekarang aku masih belum bisa mengunjungi markas karena di sibukkan dengan urusan kantor dan yang lainya " jawab nya sembari melihat-lihat berkas yang di berikan gibran tadi padanya.
"Siap akan saya laksanakan queen.. ehh buk dengan baik , iya tak masalah karena semuanya masih bisa kita handel buk, ibu tak perlu cemas " jawab tegas gibran namun saat pengucapan panggilan queen iya ditatap tajam oleh gresia yang membuatnya takut.
Gresia hanya menggunakan kepalanya menerima ucapan gibran barusan.
"Kamu bisa kembali nanti jika ada yang saya butuhkan saya akan panggil kamu lagi " ucap gresia memerintahkan gibran untuk kembali ke ruang kerjanya.
"Baik bu kalo seperti itu saya permisi " ucapnya sembari membungkuk memberikan hormat dan berlalu pergi keluar untuk kembali ke ruang kerjanya.
Gresia mengangguk meng iya kan, iya langsung fokus terhadap pekerjaannya lagi dan melihat-lihat semua data yang di berikan gibran padanya, dan semua tampak biasa-biasa saja tak ada yang aneh dan janggal.
'Tok... tok.. tok.. tok.. '
Sekali lagi pintu di ketuk oleh seseorang dari luar yang membuat gresia melirik ke arah pintu.
"Masuk.....!!! " perintahnya
"Permisi bu ini data yang anda minta tadi , maaf saya lama karena tadi mendadak perut saya mules bu " ucap cristian menjelaskan.
"Emh iya tak masalah, simpan saja di sana " ucap gresia menyuruhnya menaruh semua data yang di bawa cristian di tarok di atas meja.
"Baik saya permisi bu karena masih banyak yang harus di kerjakan " ucap cristian berpamitan untuk kembali ke ruangannya.
"Ya, baik kerja yang benar jangan banyak bergosip " ucap gresia tanpa menatap lawan bicaranya itu.
Cristian hanya tersenyum menanggapi ucapan atasan nya tersebut sembari berlalu meninggalkan ruangan itu.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat kini sudah waktunya untuk makan siang yang mana para karyawan sudah berbondong-bondong menuju kantin kantor atau yang pergi ke restoran terdekat di daerah situ.
__ADS_1
Gresia mengirimi pesan pada dimas sekedar mengingatkan untuk segera makan siang dan iya pun beranjak untuk pergi ke restoran terdekat.
"Gibran kau ikut saya, untuk makan siang dan ada sedikit pekerjaan yang ingin saya bahas dengan kamu" ajak gresia pada gibram yang masih sibuk di mejanya.
Gibran yang di ajak oleh atasannya itu merasa mendapat perintah iya pun langsung mematikan komputer, dan beranjak dari duduknya mengikuti bos dari belakang.
"Ini kau yang membawa mobil saya sedang malas " ucap gresia sembari melempar kunci ke arah gibran.
Gibran yang siaga langsung menangkap kunci tersebut dengan cepat.
"Kita akan makan di mana bu?? " tanya gibran
"Restoran yang tak jauh dari persimpangan lampu merah ujung " jawab gresia ,sembari iya membalas pesan dari sang kekasih.
"Baik mari bu..!!? " ucap gibran satu sudah membuka kan pintu mobil untuk gresia.
Gresia masuk dan duduk dengan anggun sembari masih saja menatap ponselnya.Gibran menutup pintu mobil dan masuk ke belakang kemudi, dengan aba-aba iya melajukan mobil dengan kecepatan sedang memecah keramaian siang itu di waktu jam makan siang.
"Gibran nanti selesai makan siang kau pergi bertemu dengan pemimpin group Glen untuk membicarakan sebuah kontrak, jika kontrak itu menarik kau terima tapi kalo tidak tak usah kau ambil"gresia angkat bicara dari keheningan sepanjang jalan yang sedang macet tersebut.
" Baik bu nanti saya akan segera pergi setelah makan siang "jawab gibran dangan tatap fokus ke arah depan.
Gresia hanya memandang kosong ke arah luar kaca jendela mobil entah apa yang sedang di pikiran nya. Tak lama mobil sudah menepi di sebuah halaman restoran mewah bintang 5 .
"Bu kita sudah sampai..?! " ucap gibran yang membuyarkan lamunan gresia.
Gresia menoleh ke arah gibran dan langsung turun dari mobil, berjalan ke arah restoran yang di ikuti oleh gibran dari belakang, gibran merasa heran pada tingkah gresia sedari tadi di mobil iya hanya menatap kosong keluar.
"Bu apa anda kurang enak badan??? " gibran memberanikan diri bertanya saat mereka sudah sampai di meja mereka.
"Tidak" jawab nya singkat.
"Oh kalo begitu saya duduk di sana bu jika anda perlu sesuatu anda panggil saya saja " ujarnya sembari menunjuk meja yang ada di bagian ujung kiri.
"Hem " Jawabnya dengan dehemen.
Gibran melangkah ke arah mejanya dan memesan makanan, untuk di santap olehnya.
**********
Sedangkan sekarang dimas yang sedang makan siang juga di sebuah restoran mewah, bersama dengan seorang perempuan, dimas yang sedang berada di toilet tidak tahu kalo ada pesan dari gresia, karena ponselnya iya tinggalkan di meja tempat duduknya.
"Heh siapa ini yang mengirim pesan " ucap wanita itu saat melihat ponsel dimas menyala.
__ADS_1
"Cih..... kau itu sudah akan di buang olehnya, masih saja tak ada malu mengirimi pesan padanya " Wanita tersebut membaca pesan dari gresia dan langsung menghapusnya agar dimas tak mengetahuinya.
Sebelum iya menyimpan kembali ponselnya ketempat semula iya mengirimi pesan terlebih dahulu pada gresia.
"π¬Tak usah menghubunginya lagi dia sudah tak menginginkan mu lagi " isi pesan yang di kirim oleh wanita itu.
Lalu iya menyimpan kembali ponsel dimas di tempat semula.
"Maaf sayang aku lama...! " ucap dimas yang langsung duduk di hadapan gadis tersebut.
"Tak apa ya sudah yok makan aku sudah lapar sayang " ucap wanita itu dengan nada manja.
"Ya " jawab dimas langsung memakan makan yang ada di hadapan mereka.
Dimas tampa ada rasa curiga dia hanya bahagia karena dia berpacaran dengan wanita ini memang merasa sangat di perhatikan dan merasa di manjakan, apa lagi setatus orang tua si wanita adalah petinggi di kota tersebut.
"Sayang kamu sudah putus kan dengan wanita itu , aku tak mau nantinya di cap sebagai perusak hubungan kalian...? " rengek sang pacar pada dimas.
Dimas tersentak saat mendengar pertanyaan kekasihnya itu, sebab iya tak mungkin meninggalkan gresia dan iya juga tak mungkin memberikan setatus pelakor pada kekasihnya tersebut.
"Sayang berapa aku waktu sedikit lagi untuk memutuskan nya karena, tujuan ku masih belum tercapai jadi sabar ya, untuk sekarang seperti ini saja dulu " jawab dimas yang sedikit dingin.
"Baik lah...!! tapi tak usah terlalu lama aku tak mau kalo tidak kita bubaran saja " rengek nya dengan manja.
"Iya sayang sabar ya, setelah aku mendapat kan atas seluruh hak perusahaan, aku akan secept mungkin mencampakan nya " ucap dimas menenangkan kekasihnya tersebut sembari membelai mesra rambutnya itu.
"Iya sayang aku pegang kata-kata kamu hari ini, kamu jangan mencoba untuk menghianati ku ya " ucapnya sembari bermanja di tempat umum.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian semua tamu restoran tersebut, mereka yang melihat pasangan itu ada yang merasa jijik ada yang merasa iri dan berbagai nya.
********
Waktu istirahat pun sudah berakhir, gresia yang segera kembali kekantor sedangkan gibran iya langsung pergi menemui pemimpin group glen sesuai perintah gresia tadi , semua barang dan berkas yang di butuhkan sudah di kirim oleh karyawan lain ke restoran tempat gibran dan gresia makan siang.
"Siang bu..! saya ingin memberikan dokumen ini yang perlu anda tandatangani bu " uacp cristian mencegat gresia di tengah perjalan masuk kedalam ruangan.
"Kau bisa sedikit lebih sopan lagi tidak π" ketitik gresia.
"Ehh maaf bu π soalnya buru-buru tadi gibran menghubungi saya untuk meminta ibu tandatangan di berkas ini dan secepatnya saya antar kepadanya " cristian malah cengar-cengir malu atas tindakannya, dan iya pun menjelaskan maksudnya yang terburu-buru itu pada gresia.
Gresia mengambil pulpen di dalam kantong jasnya dan langsung memberikan tandatangan di berkas yang di bawa cristian barusan, dan langsung mengembalikan nya lagi.
Cristian setelah menerima berkas itu iya pun langsung, beranjak untuk menuju ke tempat pertemuan gibran dengan Mitra bisnisnya.Sedangkan gresia juga iya langsung masuk ke dalam ruangan nya, untuk menyelesaikan semua pekerjaannya yang sempat tertunda untuk beberapa jam.
__ADS_1