Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Tinggalkan Dia.


__ADS_3

Nyonya veloz yang sedang asyik di dapur mengutak-atik bahasa masakan dan perabotan anteng gak sadar kalo anak nya udah pulang.


"Mah lagi kok masak banyak banget, siapa yang mau ngabisin?? " tanya cristian yang melihat masakan yang sudah cukup banyak terhidang di meja.


"Ini adek mu datang, bawa pacarnya kesini jadi mamah masak banyak," jawabnya tanpa menoleh ke orang yang bertanya.


Cristian setelah mendapat jawaban dari sang ibu iya mengangguk mengerti dan berjalan ke arah kamarnya untuk bersih-bersih dan nanti langsung makan malam. Nyonya veloz yang sadar bahwa dia barusan di ajak bicara, iya pun mencari orang yang mengajarkan nya bicara barusan namun iya tak menemukannya.


"Lah bukannya barusan ada cristian ya, ehh apa gak ada orang, kok jadi serem gini sih ni rumah, perasaan tadi ada orang yang tanya, tapi kok gak ada orang nya ya?? " tanya nyonya veloz pada dirinya sendiri yang heran karena iya lihat di sana taj ada orang.


Nyonya veloz kembali berkutat dengan masakannya, yang tinggal sedikit dan sebentar lagi selesai, Alex yang baru saja keluar dari kamarnya iya berpapasan dengan cristian yang ingin masuk ke kamarnya.


"Oh... ternyata ada kau di sini?, pantas saja mamah sibuk di bawah, eh kunyuk tadi loe datang ke kantor mau ngapain???, dan kenapa loe gak datang ke ruangan gue?? "tanya cristian pada Alex.


" Gak ada, cuman cari kak Gresia untuk minta uang jajan, malas mau ngapain ganggu in loe, tar loe mau di pecat karena bolos di jam kerja "ketus Alex menjawab pertanyaan cristian.


Cristian yang mengingat peristiwa tadi pagi yang mana melihat Alex dan gibran yang baru saja tertidur, jadilah teringat kembali beberapa pertanyaan di dalam kepalanya.


" Alex gue mau tanya, loe jawab jujur ya?? "ucap cristian serius.


" Mau tanya apaan?? "jawab Alex malas.


" Kamu sebenarnya masih normal kan!??, kamu gak menyimpang kan??, dan kemaren malem kalian gak melakukan apa-apa kan di rumah sakit?? "beberapa pertanyaan cristian lontarkan pada Alex, yang terpenting sembari mengerutkan keningnya.


" Yang di maksud normal, itu bagai mana?? "tanya Alex yang bingung dengan maksud pertanyaan cristian padanya.


" Iya loe normal kan masih suka ama lawan jenis kan, bukan sesama jenis kayak gibran?? "jelas maksud perkataan cristian pada Alex.


" Ya iya gue normal, loe pikir gue tadi malam abis ngapain hah,.... sembarang aja otak nya mikir, makanya jangan terlalu sibuk sama tulisan dan komputer terus kali-kali liburan "jawab Alex sewot dengan penjelasan cristian dengan maksud perkataan nya tadi.


" Ya bisa aja kan, kalian hanya berdua di dalam ruangan itu, terus kebetulan juga pagi itu kalian baru tertidur, gue gak salah kan?? "cristian berusaha membenarkan pertanyaan pada Alex.


" Jangan berpikir liar, tadi malam kak gibran nemenin gue main game, dan tak seperti yang ada di otak mu itu "ketus Alex sembari melengos turun kebawah.


" Idih.. sensi amat sih loe kunyuk... gue aduin sama Gresia baru nyahok loe ya...!! "ucap cristian yang cukup keras.


Pramudja yang mendengar perkataan mereka berdua dari kamar, iya pun terbangun karena berisik iya langsung mencuci muka dan keluar untuk melihat keributan apa di luar kamar tersebut. Saat pramudja melihat keluar sudah tak ada siapa-siapa, di depan kamarnya itu, iya pun memutuskan untuk turun kebawah.

__ADS_1


"Ehhh... kamu udah turun kebetulan nih, tante mau mandi dulu sudah itu kita makan malam bersama ya " ucap Nyonya veloz saat melihat pramudja yang turun rangga.


"Ahhh... iya tante baik aku tunggu di bawah ya " ujar pramudja.


"Iya alex juga ada di bawah di ruang keluarga sedang menonton televisi, sana kamu samperin aja, tante gak lama kok " usul nya sembari menepuk pundak pramudja pelan.


"Iya tante " pramudja mengangguk mengiyakan iya pun turun kebawah menuju ke ruang keluarga.


Pramudja melihat alex yang sedang serius menonton kartu di televisi, hingga tak menyadari kekasihnya yang menghampiri dirinya. Rasa usil pramudja pun keluar iya pun mengisi alex dengan menutup matanya dadi belakang.


"Tak lucu... cepat lepas kan tangan mu " ucap alex datar.


"Hehehe.... ih kok jutek gitu sih sayang " pramudja cengengesan namun iya berlagak manja.


"Ya kan gak lucu aja, udah tau orang lagi nonton ini malah di tutup matanya kan jadi gak keliatan " jawab alex dengan sedikit manja juga.


"Iya... iya... ehh... kamu dah gede kok sukanya nonton kartun gini sih, ganti dong nonton berita tentang ekonomi, bagus tuh " usul pramudja yang tak suka menonton kartun.


Cristian melihat alex dari lantai atas yang sedang bermesraan dengan seorang gadis di sofa ruang keluarga, dia sengaja diam dan me video mereka berdua, dan mengirim kanya ke Gresia.


"Ehh.... mamah, iya ini isti juga mau turun yok bareng aja mah " cristian terkejut saat pundaknya du tepuk oleh sang mamah.


"Bukan.... kah anak itu ahhh... sebaik nya biar Gresia saja yang urus, yang penting aku sudah laporan pada nya, tapi kok kaya familiar ya sama gadis itu " cristian berdebat dengan hatinya saat iya melihat alex tadi.


"Eh.... isti kenapa kamu bengong, awas nanti jatuh lo, oh iya mereka berdua bakal nginep di sini loh" sang mamah menegur cristian yang menuruni tangga sembari melamun.


"Emmhhh..... tidak kok mah, oh bagus lah soalnya isti nanti ada pekerjaan sedikit ke luar kota mah abis makan ini aku pergi lagi " jawab cristian sembari menoleh ke si mamah.


"Alex.. pramudja ayok kita makan semuanya semudah ada nih...!! " pangil nyonya veloz pada alex.


"Iya mah... " jawab alex sembari bangkit dan menuju ke ruang makan.


Cristian yang mendengar nama gadis itu di sebut, langkah nya terhenti sejenak mengetahui siapa nama gadis tersebut.


"Pramudja... berati alex dan gadis itu bukan nya bersaudara?, kenapa alex bisa tak mengetahuinya, kalo kekasihnya itu masih saudara dengannya malah saudara dekat " gumam cristian di dalam hatinya sembari menarik kursi dan duduk.


"Nak... kenalin ini anak tante namanya cristian, panggil saja dia kak isti " ujar Nyonya veloz memperkenalkan cristian pada pramudja.

__ADS_1


Cristian hanya tersenyum tipis pada pramudja, dan menyenderkan nasi beserta lauk dan sayur ke dalam piring.


"Hai kak... nama saya pramudja panggil aja mumu biar gampang " ujar pramudja sembari mengulurkan tangan pada cristian.


Namun cristian tak menyambut nya iya hanya melirik yang dan sibuk kembali mengambil lauk, pramudja merasa cristian tak suka pada nya dan tangan nya yang di acuh kan perlahan menarik nya kembali.


"Hai... kak orang mengajak berjabat tangan kenapa tak kau samburu...!!! " celetuk alex yang merasa tak Terima kekasihnya di cuekin oleh cristian.


"Udah sea... gak papah kak isti kan tadi juga sedang mengambil lauk, jadi tak mungkin menjabat tangan ku " pramudja berbisik menenangkan alex agar tak ribut di meja makan.


Alex diam dan makan tenang tanpa suara hanya ada suara sendok dan garpu yang berbenturan dengan piring.


Kini makan malam pun sudah selesai cristian sebelum pergi mengajak alex ke ruang baca karena ada yang ingin iya bicarakan, cristian melihat ke ponsel nya ternyata pesannya belum dilihat oleh Gresia, iya dengan cepat langsung menghapus pesan tersebut, agar tak di lihat Gresia.


"Kenapa kau tadi mengacuhkan dia yang berniat baik ingin berkenalan dengan mu " alex membuka pembicaraan terlebih dahulu.


Cristian mendongak melihat ke arah alex dengan wajah datar dan dinginnya, yang sangat jarang sekali terlihat dari muka cantik cristian saat menatap alex, jika dia tidak sedang dalam suasana hati yang buruk atau ada masalah serius.


"Alex sebaiknya kau putuskan pacar mu itu, kalo tidak aku yang akan memisahkannya.. jangan sampai..... " perkataan cristian yang memperingatkan alex terpotong oleh alex.


"Ke apa jangan sampai apa, kak Gresia tau memeng kenap kalo dia tau, emang apa hak nya aku ingin pacaran dengan siapa itu urusan ku toh, kehidupan pribadi ku kalian tak perlu mencampuri, dan kau juga sebaiknya jaga kekasih mu dengan benar sebelum memperingatkan ku " potong alex yang tau arah tujuan pembicaraan cristian.


Alex yang merasa tak terima dengan perkataan cristian padanya barusan, dia pun memperingatkan cristian untuk menjaga kekasihnya, yang kemaren malam iya lihat sedang berduaan dengan seorang perawat.


"Ingatlah... jika terjadi sesuatu kedepannya, jangan bilang aku tak memberi tahu mu dari awal " ucap cristian lagi dan iya berlalu pergi dari ruangan kerja itu menuju kamarnya untuk mengambilnya dan beberapa barang yang akan di bawa.


Alex mencoba mencerna perkataan cristian, namun iya juga mencoba mengabaikan nya, iya keluar dari ruang kerja untuk menuju ke ruang keluarga yang mana di sana ada kekasihnya dan mamah angkat nya.


Cristian melewati meraka dan pergi keluar, karena tadi sudah berpamitan dengan sang mamah, kalo iya ada pekerjaan yang harus iya selesaikan di luar kota, harus berangkat malam itu juga.


"Mah... kak isti dia mau kemana malam begini?? " tanya alex pada Nyonya veloz.


"Apa kakak mu itu tak bilang padamu saat di ruang kerja barusan??, dia masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan malam ini dan harus berangkat ke luar kota malam ini juga " Nyonya veloz heran kenapa alex bertanya cristian akan pergi kemana.


Bukan kah barusan mereka berbicara berdua, pikir nyonya veloz, dan menjelaskan jika cristian masih ada pekerjaan.


Alex mengangguk mengerti, dan kembali fokus pada layar TV yang sedang menyiarkan pencarian walikota yang selama ini telah menjadi buronan, yang masih bersembunyi di tempat persembunyian nya dan belum tertangkap juga.

__ADS_1


__ADS_2